Home / Pemutaran Rutin / Pemutaran dan Diskusi Sebelumnya / April 2005, MINIKINO SHORT FILMS SCREENING & DISCUSSION

April 2005, MINIKINO SHORT FILMS SCREENING & DISCUSSION

MINIKINO & Gallery OKTAGON would like to invite you to :
MINIKINO SHORT FILMS SCREENING & DISCUSSION April 2005

Schedules:

Sun, 24 April 2005, 14.00 WIB
Free entry – please be on time

GALERI OKTAGON
Jl. Gunung Sahari Raya 50A
Jakarta Pusat
Indonesia
Tel. (021) 4204545
Location map http://www.oktagon.co.id/lokasi.htm

Sun, 24 April 2005, 17.00 WITA
Free entry – please be on time

Griya Musik Irama Indah

Jl. Diponegoro 114
Denpasar – Bali
tel/fax: (0361)226886 / (0361)237567
Wed, 27 April 2005, 19.00 WIB
Free entry – please be on time

QB WORLD BOOKS
Jl. Kemang Raya 17
Jakarta Selatan
Indonesia
Telp. (021) 718 0818

Fri, 29 April 2005, 15.00 WIB
Free entry – please be on time

Toko Buku Kecil
Jl. Kyai Gede Utama 8
Bandung – 40132
INDONESIA
Phone& Fax: 022.250.3404

SHORT FILMS SCREENING AND DISCUSSION April 2005

VIDEOBABES AT MINIKINO: BANDUNG RENDEZVOUS
Screening akan terbagi dalam 2 sesi. Yang pertama, kita akan melihat video-video yang diambil dari kompilasi "love is…", yang disusun/diadakan oleh Videobabes akhir tahun lalu di Bandung. Semua ini adalah video-video yang dibuat spontan oleh para aktivis video di Bandung, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Pada sesi kedua, menampilkan karya-karya personil Videobabes sendiri, Ariani Darmawan, Prilla Tania dan Rani Ravenina.

Dalam program kali ini, berbagai macam hasil karya video akan ditampilkan, dengan bentuknya yang unik, mencoba menampilkan cerita dan menghantar melihat kehidupan kita kembali. Bagi saya, tidak ada perbedaan antara Video Art dan karya video yang naratif. Menganggap dua ini sebagai perbedaan hanya akan membataskan persepsi kita terhadap suatu media seni baru dan juga terhadap seni pada umumnya.

Ariani Darmawan, Videobabes – Guest Programmer for Minikino.


The screening will be divided into two sessions. In the first we will see the videos taken from the ‘love is …’ compilation, organized by Videobabes end of last year in Bandung. These are videos made spontaneously by video activists in Bandung, beginners as well as experienced ones. The second session features the works of Videobabes’ personnel, Ariani Darmawan, Prilla Tania, and Rani Ravenina.

Through this program, a variety of video works are presented, which in their own forms try to tell a story and lead us to see our lives. For me there is no difference between video art and narrative video works. Seeing them as different would only limit our own perception of new media art and art in general.

Ariani Darmawan, Videobabes – Guest Programmer for Minikino.

Session 1: Love is….  
 

Love Is Fashion 1
Banung G & Erik M. Pauhrizi

Menceritakan perjalanan manusia dalam ruang nyata, dan cinta baginya merupakan ruang yang tidak nyata, saya yang cinta diri saya apa adanya, dan tidak mencintai manusia lain, dan tidak pula berharap untuk dicintai.

 

Raison D’etre
Amelia Lestari

Manusia harus selalu berusaha dan berharap untuk mendapatkan yang terbaik. Walau seringkali setelah berusaha semaksimal mungkin menemui kegagalan, atau
patah semangat di tengah jalan, bahkan ketika harapan telah melambung terlalu tinggi. Manusia dalam segala jenis dan bentuknya terlahir dengan segala bentuk pengharapan, namun yang membedakan mereka adalah kemampuan untuk mewujudkannya.

 

I Met You In This Afternoon
Mizuho Matsunaga

Sometimes I wonder where I am and whether this is reality or not, I feel like I’m floating between reality and non-reality. This feeling, however makes my existence transparent, as if I’m in the mirage.

 

Love Is Fashion 2
Banung G & Erik M. Pauhrizi

idem Love is Fashion 1

 

Love Is
Prilla Tania

Membayangkan kata cinta, suatu hal yang mudah sekaligus susah sederhana sekaligus rumit, tidak ada satu pernyataan yang bisa menjelaskan apa itu cinta. Dalam karya ini saya menggambarkan salah satu sisi dari cinta yang menggambarkan adanya (dua)objek yang terlibat di dalamnya. Cinta sering kali digambarkan dengan aktifitas memberi(tanda cinta). Tapi dibalik pemberian itu tersirat sesuatu (pamrih). Cinta adalah untuk diberikan dan diterima. "I love chicken", pernyataan tersebut menjadi ide awal karya ini di mana di dalam pernyataan tersebut bisa ditarik dua arti yang saya gambarkan keduanya dalam karya "Love is".

 

Pemuda Cinta
Yusuf Ismail / 01:19

Karya ini merupakan wujud apresiasi dari sifat personal saya, yang merupakan penceminan dari sifat ketidakpercayadirian saya pada apa yang disebut cinta pada awalnya.
Perasaan cinta yang terdapat di dalam diri setiap manusia merupakan anugerah yang diberikan Tuhan semenjak kita lahir. Dalam video yang saya buat, saya mengambil gambar / still picture diri saya dengan aktifitas membuka topeng yang saya pakai secara berulang kali. Kenapa topeng? Karena topeng salah satu perwakilan yang cocok untuk merepresentasikan ide saya, dan juga topeng merupakan salah satu alat yang biasanya digunakan untuk menutupi wajah untuk kepentingan tertentu. Pada akhirnya, saya menemukan apa itu yang dinamakan cinta yang selama ini terpendam di dalam diri saya.


Session 2: VideoBabes  
 

9cm Taller
Prilla Tania / 2004 / DV

9 cm taller menggambarkan tentang keartifisialan kehidupan dunia modern. Sepatu hak bukanlah sesuatu yang nyaman untuk dikenakan. Sepatu hak tidak hanya merubah cara kita berjalan tetapi juga merubah struktur kaki dan seluruh badan kita. Apakah bentuk tubuh kita yang selalu mengadaptasi lingkungannya, apakah cara berpikir kita, atau….?

 

Eat!
Prilla Tania / 2004 / 1:04 min

Budaya telah merubah kebutuhan dasar manusia (binatang intelek) menjadi lebih kompleks. Kebutuhan dasar manusia seperti misalnya mengonsumsi makanan telah menjadi sebuah komoditas gaya hidup, prestise, dan ideologi.

 

Melancholia
Rani Ravenina

Semuanya tentang kenangan…yang buruk atau yang baik… adalah nostalgia.

 

Moment Scale
Rani Ravenina / 2004

Conceptually the 3 panels show its own time and space. It’s about different times that happen in the same time.-
Secara konseptual, 3 buah panel dalam satu layar mendefinisikan keberadaan waktu dan ruangnya masing-masing. Karya ini menggambarkan 3 kejadian pada waktu yang berbeda, pada saat yang bersamaan.

 

Silenced
Ariani Darmawan / 2004 / DV / 6:20 min

Using music and body _expression as its language, this video-performance piece illustrates a conversation between two strangers who incidentally meet and greet. The good and polite ‘conversation’ that occurs in the beginning turns ugly and uglier in the end.

Dengan menggunakan musik dan ekspresi tubuh sebagai dialognya, karya video-performance ini mengilustrasikan sebuah pembicaraan di antara dua orang asing yang secara kebetulan bertemu dan berkenalan. ‘Pembicaraan’ yang dimulai dengan baik-baik berubah menjadi suatu perkenalan yang tidak menyenangkan.

 

Udara Pun Terjatuh
Ariani Darmawan / 2004 / 3:20 min

When we breathe the air, doesn’t it breathe us back? This is a poem about the unseen ordinariness.

Tidakkah kita dihirup oleh udara ketika kita mencoba untuk menghirupnya? Karya ini adalah sebuah puisi tentang keseharian yang terlewatkan.

Note:
VideoBabes Didirikan pada tahun 2004 oleh Ariani Darmawan, Prilla Tania, dan Rani Ravenina, VideoBabes adalah sebuah wadah alternatif yang memfokuskan diri dalam pengembangan seni, khususnya yang berhubungan dengan medium video, di Indonesia.

Contact:
– Dian Siswandi
Supervisor Venue Minikino
0816 115 6999
– Ening Nurjanah
Representatif Galeri Oktagon
0818 866 625

m i n i k i n o – your healthy dose of short films

http://minikino.org
info@minikino.org
Jl. Diponegoro 114
Denpasar, Bali 80113
Indonesia
F +62-361-237567

Related post


Top