Home / Tentang Minikino Film Week

Tentang Minikino Film Week

MINIKINO FILM WEEK (MFW) adalah Festival Film Pendek Internasional di Bali- Indonesia yang dimulai tahun 2015 dan dirancang sebagai acara tahunan.

Sebuah Festival Film Pendek yang unik dan istimewa untuk membaca posisi dan realita karya film pendek Indonesia dan Dunia. Dirancang sebagai Festival Film Pendek Internasional yang masuk ke dalam keseharian masyarakat, dimana layar-layar film dikembangkan untuk memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengalami suasana menonton film bersama. Penonton juga memiliki ruang untuk membicarakan dan menjadi kritis tentang apa yang baru saja mereka tonton.

MINIKINO FILM WEEK akan selalu terbuka untuk umum serta tidak membebankan biaya kepada penonton. Dengan memberikan panduan batasan usia, MFW menawarkan sebuah pengalaman menonton dan memberikan ruang tanggung jawab kepada masyarakat untuk memilih apa yang hendak ditonton dan yang tidak patut ditonton.

FESTIVAL FILM PENDEK INTERNASIONAL DI BALI

MINIKINO FILM WEEK menjadi sebuah pesta (festival) menonton film pendek Indonesia dan Internasional yang berlangsung selama 1 minggu dan setiap tahun. MFW melibatkan berbagai tempat pemutaran yang mudah dijangkau masyarakat lokal di Bali ataupun mereka yang ingin datang ke Bali.

Pada tahun 2015 MINIKINO FILM WEEK yang pertama diadakan pada tanggal 12-17 Oktober 2015. Festival pertama tersebut melibatkan 6 (enam) rekanan tempat pemutaran film yang berbeda di berbagai wilayah di Bali (Denpasar Barat, Denpasar Timur, Gianyar, Seminyak, Pejeng, Lovina-Singaraja). 1st MINIKINO FILM WEEK menampilkan 88 film pendek dan 6 film panjang. Acara terbuka ini berhasil menarik 1656 penonton yang terdiri dari pelajar, Mahasiswa dan Professional Muda. Angka jumlah penonton ini jauh melampaui target awal yang direncanakan.

festival film pendek internasional di bali

TUJUAN MINIKINO FILM WEEK

  • Memberikan kesempatan kepada masyarakat umum (di Bali khususnya) untuk menyaksikan pencapaian termutakhir karya-karya film pendek Indonesia, Asia tenggara dan negara-negara Internasional lainnya termasuk karya-karya dari Eropa dan Amerika sebagai barometer pencapaian termutakhir karya film pendek.
  • Membangun ruang-ruang menonton film yang sadar atas kualitas tontonannya, serta lokasi yang mendekatkan diri pada masyarakat lokal di lingkungannya masing-masing.
  • Untuk membangun ruang menonton yang menyajikan karya-karya film pendek yang kemungkinan besar sulit untuk didapatkan di tempat lain.
  • Merangsang daya pikir kritis, mengajak penonton untuk memikirkan dan membicarakan kembali apa yang mereka tonton.
  • Membangun tempat bertemu para pembuat film dengan penonton dan/atau masyarakat umum, merangsang terjadinya interaksi melalui karya film pendek dan isu-isu kreatif didalamnya.
  • Membangun jaringan kerja dan komunikasi antar para pembuat film pendek di Indonesia, Asia Tenggara dan Negara-negara Internasional.
Top