Home / Tentang Minikino Film Week

Tentang Minikino Film Week

MINIKINO FILM WEEK (MFW) adalah Festival Film Pendek Internasional di Bali- Indonesia yang dimulai tahun 2015 dan dirancang sebagai acara tahunan.

Sebuah Festival Film Pendek yang unik dan istimewa untuk membaca posisi dan realita karya film pendek Indonesia dan Dunia. Dirancang sebagai Festival Film Pendek Internasional yang masuk ke dalam keseharian masyarakat, dimana layar-layar film dikembangkan untuk memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengalami kembali suasana menonton film bersama, selanjutnya membangun ruang untuk membicarakan pengalamannya kembali, dan menjadi lebih kritis terhadap apa yang baru saja mereka tonton.

MINIKINO FILM WEEK selalu terbuka untuk umum serta tidak membebankan biaya kepada penonton. Namun, dengan memberikan panduan batasan usia tontonan, MFW memberikan ruang tanggung jawab kepada masyarakat untuk memilih sendiri tontonan mereka dan memilah yang mungkin akan kurang sesuai untuk ditonton.

FESTIVAL FILM PENDEK INTERNASIONAL DI BALI

MINIKINO FILM WEEK menjadi sebuah pesta menonton film pendek Indonesia, Regional Asia Tenggara dan Internasional yang berlangsung selama 1 minggu setiap tahunnya. MFW melibatkan berbagai tempat pemutaran yang mudah dijangkau masyarakat lokal di Bali sekaligus menarik untuk mereka yang ingin datang dan mengenal Bali lebih dekat.festival film pendek internasional di bali

TUJUAN MINIKINO FILM WEEK

  • Memberikan kesempatan kepada masyarakat umum (di Bali khususnya) untuk menyaksikan pencapaian termutakhir karya-karya film pendek Indonesia, Asia tenggara dan negara-negara Internasional lainnya termasuk karya-karya dari Eropa dan Amerika sebagai barometer pencapaian termutakhir karya film pendek.
  • Membangun ruang-ruang menonton film yang sadar atas kualitas tontonannya, serta lokasi yang mendekatkan diri pada masyarakat lokal di lingkungannya masing-masing.
  • Untuk membangun ruang menonton yang menyajikan karya-karya film pendek yang kemungkinan besar sulit untuk didapatkan di tempat lain.
  • Merangsang daya pikir kritis, mengajak penonton untuk memikirkan dan membicarakan kembali apa yang mereka tonton.
  • Membangun tempat bertemu para pembuat film dengan penonton dan/atau masyarakat umum, merangsang terjadinya interaksi melalui karya film pendek dan isu-isu kreatif didalamnya.
  • Membangun jaringan kerja dan komunikasi antar para pembuat film pendek di Indonesia, Asia Tenggara dan Negara-negara Internasional.
Top