Home / Indonesia Raja 2019 / LOOKING AT BORNEO – Indonesia Raja 2019: Kalimantan Timur

LOOKING AT BORNEO – Indonesia Raja 2019: Kalimantan Timur

LOOKING AT BORNEO

Borneo atau sebutan lain dari Pulau Kalimantan, banyak dikenal sebagai pulau yang memiliki kekayaan melimpah ruah atas berbagai hal, seperti kebudayaan, flora, fauna, hingga sumber daya alam lainnya. Namun di balik kekayaan yang ada itu, tersimpan banyak permasalahan demi permasalahan yang seringkali membutuhkan respon besar dari banyak pihak, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Adapun isu-isu beragam tersebut masih berkembang pada masyarakat hingga saat ini, meliputi aspek kebudayaan, sosial masyarakat, kerusakan alam, hingga industri sawit, dan tambang batubara.

Hingga kemudian oleh para sineas lokal di Kalimantan Timur, selain merasakan langsung isu tersebut, mereka juga mencoba untuk menceritakan kembali isu-isu demikian menjadi sebuah bentuk karya audio visual. Dalam prosesnya, mereka tak hanya menawarkan visual landscape Kalimantan Timur saja, tetapi lebih mengolah isu tersebut menjadi sebuah bentuk cerita yang menarik dan dapat dinikmati oleh penontonnya, sehingga mampu memantik perspektif baru seputar apa yang terjadi hari ini di sana.

Melalui ketiga film pendek ini, sang pembuat film berupaya merekam realitas yang ada dengan gaya dan bentuknya masing-masing. Melihat dan membicarakan fenomena demi fenomena yang terjadi hingga saat ini di Kalimantan Timur.

 

  • DURASI TOTAL: 59:47
  • PANDUAN USIA: 7+

DAFTAR FILM


EMAS HITAM (BLACK GOLD)

Ahmad Fauzan Perdana / Samarinda-Tenggarong / 2018 /
Dokumenter / 15:18

Berkisah tentang kelamnya industri tambang batu bara yang ada di Kalimantan Timur. Dengan menyisakan lebih dari 232 lubang bekas tambang dan telah menelan 28 korban jiwa yang sebagian besar adalah anak-anak. Ketidak jelasan akan keadilan dari banyaknya kasus yang ada membuat korban terus berjatuhan. Ibu Rahmawati selaku ibu korban bersama Jatam terus berupaya agar kasus yang sama tidak akan terjadi lagi. Faktanya tidak ada kasus yang ditangani dengan serius oleh pemerintah. Sisi gelap tambang terus mengemuka dan ancaman lubang bekas tambang masih terus mengancam warga sekitar.


SEDENG SANG

M Reza Fahriansyah / Sangatta / 2016 / Fiksi / 19:47

Bagi suku Dayak Wehea Kutai Timur, Kalimantan Timur, tanah merupakan sumber kehidupan. Pak Be merasa bimbang ketika tanah yang ia miliki ingin dibeli dan dialihfungsikan untuk tanaman sawit. Hat yang bersekolah di kota harus pulang kembali kekampung karena tidak ada biaya. Keinginan sekolah yang kuat membuat Hat meminta Pak Be untuk menjual tanah miliknya demi masa depan keluarga mereka.


RANAM – LOOKING FOR LAND

David Richard / Kutai Kartanegara / 2018 / Fiksi / 24:42

Hidup sederhana dengan segala keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk Mlintang, seorang anak laki-laki yang hidup di Desa kecil dibagian hulu Kalimantan Timur, yaitu Desa Melintang, Mlintang bersama teman-teman sebaya hobi bermain bola dan bercita –cita menjadi pemain bola professional. Namun, hal tersebut tidak dengan mudah terlaksana, karena Mlintang dan teman-teman sangatlah butuh perjuangan akan keterbatasan kondisi alam di Desa tersebut yang jauh dari daratan. Tidak hanya itu saja, trauma yang dialami sang Ibu membuat Mlintang dilarang bermain bola dan sempat patah semangat dalam menggapai cita-cita.


PROGRAMMER

FAYED
Muhammad Al Fayed

Lahir & besar di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sekarang sedang belajar di jurusan Film & Televisi ISI Yogyakarta. Awal membuat film pada tahun 2014 dan pada tahun 2017 juga membuat komunitas apresiasi film pendek di Samarinda; Layar Mahakama. Beberapa film pendeknya pernah ikut serta diberbagai festival Nasional maupun Internasional.

IG : @al25fayed
Twitter : Muh_AlFayed
e: al25fayed@gmail.com

Top