Home / Pemutaran Rutin / Pemutaran dan Diskusi Sebelumnya / Pemutaran Film dan Diskusi: Bagaimana Hak Perempuan Atas Tubuhnya?

Pemutaran Film dan Diskusi: Bagaimana Hak Perempuan Atas Tubuhnya?

MINIKINO mengundang anda untuk ikut serta:
MINIKINO SHORT FILMS SCREENING & DISCUSSION SEPTEMBER 2009

Pemutaran Film dan Diskusi: Bagaimana Hak Perempuan Atas Tubuhnya?

Topik Diskusi :
Apakah perempuan sudah merdeka dengan tubuh yang dimiliki atau budaya dan nilai-nilai masyarakat menyebabkan perempuan tidak memliki hak atas tubuhnya? Bagaimana dengan praktek sunat yang masih terjadi terhadap perempuan? Apakah tubuh perempuan memang milik negara yang semua menyangkut tentangnya harus dikontrol oleh negara?

Programmer: In-Docs


The-Day-I-Will-Never-Forget

The Day I Will Never Forget

Kim Longinotto. UK. 2002. 92 min

Film ini menceritakan praktek sunat bagi kaum wanita di Kenya dan beberapa wanita Afrika yang merintis untuk menolak tradisi itu secara berani. Dalam kisah ini, kaum wanita berbicara secara terbuka mengenai tradisi ini dan menjelaskan pula mengenai alasan kultural di dalam komunitas orang Kenya. Mulai dari ungkapan para wanita muda yang mengalami kesakitan dan trauma akibat menjalankan tradisi itu sampai ke wawancara dengan para tetua yang tetap setia dengan tradisi tersebut

Awards
Amnesty International – DOEN Award, Amsterdam International Documentary Film Festival 2002
Award of the German Unions Association, Emden International Film Festival 2003
Best Documentary Award, European Film Awards 2003
Canvas Prize, Gent Viewpoint Documentary Film Festival 2003
Humanitarian Award (Documentary) Hong Kong International Film Festival 2003
IDA Award, International Documentary Association 2003
Best Documentary, Valladolid International Film Festival 2003


Untuk-Apa

Untuk Apa?

Iwan Setiawan, M. Ichsan. Indonesia. 2008. 28 menit.

Bercerita tentang kontroversi sunat perempuan yang prakteknya dilarang Departemen Kesehatan sejak 2004. Kenyataan dalam masyarakat tradisional, penyesalan dan trauma perempuan modern berkelindan di antara lalu lintas argumentasi medis dan agamis yang semrawut


Nona-Nyonya

Nona-Nyonya?

Lucky Kuswandi. Indonesia.2008.28 menit.

Memaparkan kejanggalan dan standar pelayanan kesehatan membingungkan yang diberikan kepada kaum perempuan berstatus “nona” ketika hendak memeriksakan kesehatan faal reproduksinya. Rekomendasi moral yang berada di balik status “nona” dan “nyonya” pada banyak kasus mampu mengesampingkan tujuan sesungguhnya jasa pelayanan medis.


Minggu, 27 September 2009, 14:00 WITA
Mini Hall Griya Musik Irama Indah (ruang 1.H)
Jl. Diponegoro 114
Denpasar – Bali
tel/fax: (0361)226886 / (0361)237567
=====================================
pemutaran terbuka – tidak dipungut biaya
harap datang 15 menit sebelumnya
m i n i k i n o – your healthy dose of short films
http://minikino.org
info@minikino.org
Jl. Diponegoro 114
Denpasar, Bali 80113
Indonesia
P/F +62-361-237567

Related post


Top