Home / Artikel / PENGALAMAN INTERNSHIP DI 14TH MINIKINO OPEN DECEMBER

PENGALAMAN INTERNSHIP DI 14TH MINIKINO OPEN DECEMBER

ditulis oleh Mikayla Helena, Desember 2016

Nama saya Mikayla, saat ini berusia 17 tahun dan sedang bersekolah di Bina Nusantara Simprug. Berlibur ke Bali merupakan sebuah acara rutin yang selalu saya lakukan bersama keluarga, namun liburan kali ini, saya merencankannya untuk mengambil sebuah kesempatan mendapatkan pengalaman baru, menjadi relawan atau magang kerja pada sebuah institusi atau organisasi.

Organisasi Minikino telah saya kenal beberapa waktu yang lalu, karena orang tua saya yang beberapa kali memberikan dukungan untuk beberapa kegiatannya yang lalu. Setelah mempelajari websitenya (minikino.org) dengan lebih seksama, akhirnya saya memilih Minikino untuk menjalankan rencana ini.

Kebetulan juga pada tanggal 18 Desember 2016, Minikino mempersiapkan acara tahunan Minikino Open December (http://minikino.org/18-desember-2016-14th-minikino-open-december/). Kegiatan yang dilakukan dalam acara ini secara sederhana adalah menonton film pendek bersama.

Yang membuat acara ini unik adalah, film pendek yang diputar tidak dipilih seperti biasanya, namun dengan membuka pendaftaran langsung tanpa membatasi tema, bahkan tidak ada batasan format maupun teknis filmnya. Semua jenis karya film boleh didaftarkan untuk ditayangkan, asalkan durasinya kurang dari 20 menit.

Walaupun hanya memberlakukan batasan durasi, film-film pendek yang didaftarkan masih memiliki resiko lainnya untuk gugur alias tidak terputar, karena kemudian ada durasi acara, atau dengan kata lain; acara hanya akan berlangsung selama 2 jam saja. Ditambah lagi, film-film pendek yang mendaftar disusun dan diputar dari durasi yang paling pendek. Sehingga, semakin panjang filmnya semakin besar kemungkinannya untuk gugur karena kehabisan waktu untuk keseluruhan acara.

Salah satu syarat penting lainnya yang menarik adalah, setiap karya film wajib dihadiri oleh pembuatnya atau kalau terpaksa, boleh diwakili salah satu tim kerja produksi film tersebut.

Minikino Open Desember tahun ini adalah tahun yang ke 14, dan sampai saat ini masih setia dengan tradisi dan peraturan yang sama. Di tahun ke 14 ini Minikino menerima 15 film pendek, namun akhirnya hanya 8 yang bisa diputar karena berbagai alasan di atas.

Sebuah acara istimewa hari itu menjadi lebih istimewa karena saya juga berkesempatan untuk terlibat. Saya ditempatkan untuk membantu bagian administasi penonton dan pendaftaran ulang film-film.

Perkenalan saya pada dunia film pendek terjadi sebelum saya mengenal Minikino. Waktu itu, saya pernah dijadikan peran utama untuk tugas sekolah memproduksi sebuah FTV. Selain itu seorang teman dekat saya juga secara rutin membuat short film yang selalu dia posting di youtube. Dari situ saya memahami tantangan kreatif film pendek yang menuntut pembuatnya untuk menyampaikan pesan cerita dalam jangka waktu yang terbatas. Ini mengingatkan saya kembali pada kegagalan saat pembuatan FTV yang maksudnya untuk durasi 15-30 menit tapi ternyata jadi 40 menit karena merasa kekurangan waktu.

Saya menyaksikan kegiatan Minikino yang memberikan sebuah wadah dan kesempatan untuk para filmaker Indonesia yang masih penuh semangat untuk berkembang, untuk bisa saling melihat, terhubung dan belajar satu sama lain.

Urutan film pendek yang di putar pada acara 14th Minikino Open Desember dibuka dengan “Lala Goreng” film yang merupakan salah satu hasil workshop “one take” yang juga dilakukan Minikino sebelumnya, yang ternyata menjadi durasi terpendek yang didaftarkan tahun ini. Kemudian secara berkesinambungan dilanjutkan dengan durasi film yang semakin panjang, dan semakin panjuang. Secara berurutan yaitu film “Misteri Lukisan Harimau”, “Mana Handphoneku?”, “Voices Above The Dam”, ” Perpustakaan”, “Another Letter From Ternate”, “Tengai Tepet” dan ditutup dengan film “Potret”.

Di awal setiap film selalu dibuka dengan perkenalan singkat dengan filmmakernya. Mereka akan maju ke panggung dan memberi sedikit pengantar tentang film mereka. Kemudian di ujung acara, para filmmaker kembali diundang ke panggung untuk interview bersama penonton, atau juga antar sesama filmmaker.

Film favorit saya hari ini adalah “Potret” dan “Tengai Tepet”. Saya menikmati sudut pandang cerita dan kualitas filmnya yang bagus. Film “Potret” terasa sangat artistik dan film yang mengulas tentang seorang ayah, bagi saya adalah film yang paling mengena ke hati.

Film lainnya yang saya suka adalah “Another Letter From Ternate”. Menurut saya film tersebut berhasil menangkap keindahan Ternate, walaupun sang pembuat film mengatakan sebaliknya, bahwa sebetulnya dia merasa terpancing secara emosi pada pemerintah Ternate yang kurang memperhatikan kebersihan Alam dan tempat wisatanya. Film ini menurut saya adalah film yang justru akan mengundang para wisatawan untuk pergi ke Ternate, daripada berusaha mengingatkan pemerintah untuk memperbaiki kondisinya, seperti yang disampaikan filmmaker pada sesi interview.

Pengalaman saya hari ini di Minikino memberi kesan yang dalam. Saya belajar banyak sekali hal baru tentang short film, bahkan juga bagaimana menghadapi para penonton, bagaimana merespon orang lain dan menerima respon itu dengan baik, dan berbagai hal menarik lainnya yang mungkin hanya terjadi di acara ini. Dan yang terpenting adalah saya menyaksikan dan menjadi kagum bahwa anak-anak Indonesia memiliki kreatifitas dan semangat yang luar biasa. Dari internship ini saya belajar banyak dan berharap semoga untuk kedepannya bisa memanfaatkan kembali apa yang saya dapatkan dari pengalaman intern ini dengan sebaik-baiknya.

mikayla Mikayla Helena (17 Tahun). Saat ini masih di bangku SMA di di Bina Nusantara Simprug. Tidak hobby membaca (maupun menulis), tapi menonton film merupakan kegiatan rutin setiap minggu.
Redaksi:
Siapapun boleh ikutan meramaikan halaman artikel di minikino.org.
Silahkan kirim artikel anda ke info@minikino.org. Isinya bebas, mau berbagi, curhat, kritik, saran, asalkan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Minikino. Agar menjadi catatan bersama untuk kerja yang lebih baik lagi ke depan.
Semua tulisan yang masuk, kalau dirasa perlu, akan melalui penyuntingan ulang. Hasil suntingan/revisi akan kami kirimkan kembali ke penulis untuk mendapatkan persetujuan. Minikino menjamin bahwa semua tulisan yang diterbitkan, adalah tulisan yang telah disetujui oleh penulisnya.
Sebelumnya, kami berterimakasih atas kerjasama semua pihak. Semoga halaman artikel ini bisa tetap dijaga bersama, juga untuk menjadi kepentingan & kebaikan bersama.

Related post


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Top