Home / Pemutaran Rutin / Pemutaran dan Diskusi Sebelumnya / Secreening dan Diskusi minikino: ROOMATE PROJECT

Secreening dan Diskusi minikino: ROOMATE PROJECT

Secreening dan Diskusi minikino:
3 filmnya Ucu Agustin

ROOMATE PROJECT


Kematian Di Jakarta (Death in Jakarta)

20 Minutes Duration – Indonesia with English Subtitle | Writer/Director: Ucu Agustin | Produser: Veronika Kusumaryati

Sinopsis:
Di Jakarta, mati bukan perkara mudah. Terutama bila tak memiliki KTP dan keluarga.
Bagaimanakah bila orang tanpa identitas atau yang dikenal sebagai tunawan mati di Jakarta?

Produksi:
GambarBergerak Bekerjasama dengan JIFFEST-Salto Film, 2006.

Screening:
01. Jakarta International Film Festival (JIFFEST) ke-8, Studio EX XXI, 10 Desember 2006
02. Tampere Film Festival/ Tampere – Finlandia, Maret 2007
03. Ducth Short Film Screening/ Erasmus Huis, Jakarta 20-22 April 2007
04. Pusat Studi Hukum & Kriminal, Daniel S. Lev Library, Jakarta 28 April 2007
05. Festival Film Slovakia/ Slovakia, Mei 2007
06. Kine Forum – Indoc Screen. Studio 1 21 Taman Ismail Marzuki, Jakarta Juni 2007
07. Teater Utan Kayu, Februari 2008
08. Boemboe Traveling 3 Cities, Kalimantan-Bali-Sumatera Utara, Marte 2008
09. Unreal Asia – Oberhausen Short Film Festival, Oberhausen – Germany, 10 July 2009


Ragat’e Anak (Kompilasi PERTARUHAN)

28 Minutes Duration | Indonesia with English Subtitle | Writer/Director: Ucu Agustin | Produser: Nia Dinata

Sinopsis:
Sebagaimana layaknya semua ibu di seluruh dunia, Nur dan Mira memiliki mimpi untuk memberi masa depan yang lebih baik untuk anak-anaknya. Karena kemiskinan, Nur yang memiliki 6 orang anak, sehari-hari bekerja sebagai pemecah batu di kali Brantas dan malamnya terpaksa menjaja tubuh di kompleks kuburan Cina Gunung Bolo dengan tarif Rp. 10.000 per-layanan seks. Sedang Mira yang memiliki satu anak, untuk bertahan hidup, selain menjadi pemecah batu dan pekerja seks, ia pun menjadi kiwiran – semacam simpanan untuk preman-preman di gunung bolo.

Kerasnya kehidupan protitusi di lokalisasi liar, adalah potret betapa dalam dan kerasnya jurang kemiskinan perempuan di Indonesia yang masih terjadi sampai saat ini.

Produksi:
Kalyana Shira Foundation & Kalyana Shira Films. 2008.

Screening:
01. Indonesia Premiere : Jakarta International Film Festival (JIFFEST) ke-10/ Jakarta, 8 Desember
2008
02. Tayang Komersil @Jaringan Bioskop Blitz Megaplex, 10 Desember 2008
03. Hong Kong International Film Festival/ Hong Kong, 22 maret – 13 April 2009
04. V International Film Festival/ Jakarta -Indonesia, Salihara, 23 April 2009
05. Q! Film Festival/ Jakarta-Indonesia, Erasmus HUis, 28 Juli 2009
06. Indonesia Film Festival Melbourne/ Melbourne-Australia, RMIT Teather & ACMI Cinemas,
19 Agustus 2009
07. 9th Asian Film Symposium/ Singapore, The Substasion Teathre, 19-21 September 2009
08. Freedom Film Festival/ Kuala Lumpur – Malaysia, Annexe-Central Market , 2 Oktober 2009
09. Asiatica Film Mediale/ Rome-Italy, Tempo Di Adriano, 31 Oktober-3 November 2009
10. World Film Festival of Bangkok/ Bangkok-Thailand, 6-15 November 2009
11. Aarhus Film Festival/Aarhus-Denmark, 12-15 November 2009
12. Teres Des Femes/ Germany, Kino Arsenal-Tuebingen, 24 November 2009
13. Festival Film Dokumenter/Yogyakarta –Indonesia, 6-12 Desember 2009
14. Asia Pacific Film Festival/ Taiwan, 12-20 Desember 2009
15. Vesoul Film Festival/ France, Haute-Saone, Franche Comte, 26 Januari-2 Februari 2010
16. Bangalore Queer Film Festival/Vasanthnagar-Bangalore, 26-28 Februari 2010
17. Cinema Novo Festival/ Bruge-Belgia, Lumiere 11-21 Maret 2010
18. Seoul International Women Film Festival/ Seoul-South Korea, 8-15 April 2010


Konspirasi Hening (Conspiracy of Silence)

(78 Minutes Duration – Indonesia with English Subtitle) | Writer/Director/Co-Producer: Ucu Agustin | Produser: Nia Dinata

Sinopsis

Sesulit apakah upaya pencarian kesehatan dan keadilan di bidang layanan kesehatan di Indonesia? Jawabannya: sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami. Yang miskin dibiarkan tak memiliki akses terhadap layanan kesehatan, yang kaya mencari layanan kesehatan di luar negeri, sedang para korban malpraktek yang terlanggar haknya dan berusaha mencari keadilan, hampir semuanya berakhir pada titik nol. Konspirasi hening yang teranyam dalam tubuh korps kedokteran di Indonesia telah begitu kuat, sedangkan hak pasien seolah sengaja didiamkan dan terbiarkan tanpa perlindungan oleh pemerintah.

Sebuah film yang berangkat dari kisah-kisah kemanusiaan milik para korban malpraktek yang menggugah dan menyentuh, namun berakhir dengan perasaan gusar karena masih jauhnya masyarakat Indonesia dari hak mendapat layanan kesehatan yang layak dan memenuhi rasa keadilan.

Produksi:
Kalyana Shira Foundation dan Gambar Bergerak. 2010.

Screening:
1. Screening terbatas untuk club wartawan asing Jakarta (Jakarta Foreign Correspondents Club), Blitz Megaplex, 30 November 2010
2. Salihara, 22 Desember 2010


Tentang Ucu Agustin

Ucu Agustin adalah penulis cum-wartawan dan video maker. Menulis sejak masih kuliah di Instiute Agama Islam Negeri (IAIN Syarif Hidyatullah Jakarta) dan menjadi kontributor serta anggota pada Serikat Penulis Berita Pantau (Kajian Media dan Jurnalisme. Berita-berita yang ditulis serikat ini disebar di Koran-koran Indonesia Timur) sejak tahun 2000. Pada tahun yang sama, Ucu bekerja sebagai wartawan pada Kantor Berita Radio 68H, dan pada 2002 menjadi penulis untuk sebuah INGO yang bergerak di bidang Transformai Konfilk, Common Ground Indonesia.

Minatnya yang besar terhadap jurnalistik dan ketertarikannya kepada dokumenter membuatnya memutuskan belajar audio visual secara otodidak pada akhir 2005. Bersama Veronika Kusumaryati, ia membuat komunitas audio-visual GambarBergerak sebuah komunitas terbuka bagi para pembuat film dokumenter amatir dan profesional yang ingin mengembangkan project-nya bersama.

Pada Desember 2005, skrip film dokumenter pendek Ucu yang berjudul ”Death In Jakarta” memenangkan JIFFEST Script Development Competition, dan sejak itu ia terus membuat beberapa film dokumenter hingga pada Februari 2009, film dokumenter “Ragat’e Anak” yang tergabung dalam Antologi PERTARUHAN (judul internasional: AT STAKE – produksi Kalyasa Shira Foundation) membawa Ucu ke festival film bergengsi BERLINALE. AT STAKE menjadi film dokumenter Indonesia pertama yang masuk dalam sesi Panorama Documente pada festival film—tertua setelah Cannes—yang diadakan di Jerman tersebut.

Tulisan dan film dokumenter ucu kebanyakan berbicara tentang isu perempuan, masalah sosial dan isu politik. Ucu juga menulis artikel dan cerita pendek yang telah diterbitkan di berbagai media.

Ucu telah menulis 5 buku anak, 2 buku kumpulan cerpen dan 1 novel metropop. Salah satu eseinya tentang Nurcholish Madjid seorang tokoh muslim pembaharu di Indonesia yang berjudul “All You Need Is Love”, dijadikan judul untuk buku kumpulan esei ‘Cak Nur Di Mata Anak Muda – Mengenang 10 Tahun Meninggalnya Pemikir Islam Moderat Nurcholis Madjid’, diterbitkan oleh Yayasan Paramadina pada Oktober 2008.


Minggu, 6 Februari 2011, 14:00 WITA
minihall Irama Indah
Jl. Diponegoro 114
Denpasar
tel/fax: 226886 / 237567
info@iramaindah.com
http://iramaindah.com/
http://facebook.com/iramaindah

Related post


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Top