Home / Tentang Minikino

Tentang Minikino

Minikino berkegiatan bersama para partnernya.

Minikino percaya bahwa film pendek, seperti puisi atau cerita pendek, adalah karya mandiri dengan kekuatan literatur tersendiri. Film pendek pilihan yang diprogram dengan baik adalah stimulan yang kuat untuk diskusi, yang pada gilirannya akan merangsang pola berpikir kritis. Mengusung gagasan ini, pada tahun 2002 Minikino mulai menyusun program yang unik berbagai film pendek dari seluruh dunia dengan diskusi yang dimoderasi. Minikino juga menyatakan komitmennya “Dosis Film Pendek Yang Sehat Untuk Anda”.

Screening & Diskusi Bulanan Minikino telah memberikan kesempatan pada para pembuat film untuk memberi dampak lebih luas pada khalayak umum. Minikino juga bekerja dengan festival film baik di dalam dan luar Indonesia dengan merancang program khusus film pendek internasional atau Indonesia, memberikan penonton mereka kesempatan untuk melihat dan membahas film yang mungkin tidak bisa mereka saksikan di kesempatan lain. Minikino juga telah menerbitkan dan mendistribusikan beberapa pilihan film pendek dalam bentuk elektronik, dan mengorganisir lokakarya yang berhubungan dengan film.

Menjadi organisasi pertama di Indonesia yang menyatakan diri fokus pada film pendek, Minikino segera menarik perhatian publik. Pada bulan Maret 2003, Minikino mulai melakukan pemutaran dan diskusi film pendek di venue partner pertama diluar Bali, yaitu di Oktagon Fotokine Gallery, Jakarta. Dalam kurun waktu yang nyaris sama, Minikino juga memulai kegiatan bulanan, pemutaran dan diskusi film pendek di QB World Books Kemang, Jakarta. Pada September 2003, Minikino mulai bekerja sama dengan Tobucil untuk menyelenggarakan program yang sama di Kota Bandung.

Minikino fokus pada film pendek.

Menarik diri keluar dari romantisme “film indie”, Minikino memutuskan untuk berfokus pada format dan media bercerita ketimbang semangat yang mungkin menyesatkan dari spirit independensi. Dengan dalih membuat film “independen” atau “indie”, ribuan film – yang kebetulan pendek durasinya – telah dibuat di Indonesia sejak tahun 1998. Namun, hanya sedikit yang dianggap cukup memenuhi syarat untuk menjangkau khalayak internasional.

Masalahnya mungkin sesuatu yang cukup sederhana: berfokus pada semangat, orang yang membuat “film independen”, tidak menyadari format bercerita yang sedang mereka gunakan. Hasilnya adalah sebuah film panjang yang menyamar sebagai film pendek. Sebuah versi cut dari sebuah film besar. Sebuah imitasi bawah sadar dari format paling populer di Indonesia: Sinetron. Sebuah ide panjang, versi membosankan dari satu ide, bisa menjadi sederhana dan cerdas setelah diperlakukan dengan cara yang tepat.

Minikino percaya bahwa untuk membebaskan diri dari lingkaran ini, fokus pertama harus diputuskan, manis dan sederhana: film pendek.

Minikino mempromosikan pertukaran dan jaringan.

Masalah berikutnya terletak pada masalah pertama: orang tidak menyadari tentang format film pendek. Ini berasal dari kurangnya pemaparan budaya film pendek. Oleh karena itu Minikino fokus pada menciptakan budaya film pendek di Indonesia, dengan mengadakan pemutaran dan diskusi rutin film pendek internasional pilihan. Kegiatan pemutaran dan diskusi film-film pendek tersebut dihadiri oleh para pembuat film, dengan berbagai cara yang mungkin dilakukan, termasuk chatting secara online antar benua yang dilakukan langsung setelah pemutaran.

Pada saat yang sama, Minikino percaya bahwa budaya hanya dapat eksis dan berkembang dengan pertukaran, dan bukan isolasi.

Melalui pemutaran dan diskusi bulanan, Minikino mempromosikan pertukaran dan jaringan antara pembuat film dan penonton. Beberapa kelompok pembuatan film ditemukan oleh para pembuat film yang kebetulan bertemu sebagai penonton dalam kegiatan rutin pemutaran dan diskusi film pendek Minikino.

Top