Minikino
  • Home
  • SHORT FILMS
    Still Film Equal Dust (Elämä ja yö) (2025) Sutradara Jani Peltonen

    Protes dan Debu Atomik di Panggung Musik Penuh Intrik

    Still Film Good Failure (2025) Sutradara Chaewon Yoon

    Anak Muda Boleh Gagal, Asal …

    Film Still Happily Ever After. (2025) Director SINN Kirin

    WHOSE HAPPY ENDING IS THIS?

    Still Film Yes! (Jah!) (2024) Sutradara 
Madli Lääne

    Meniti Titik pada Papan: Ulasan program “Sense of Place” di Minikino Film Week ke-12

    Still Film Last May In Theaters (2025) Sutradara Arief Budiman

    Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : “Last May In Theaters”

    Gambar dari film Still by My Side, tampak seorang pria mengelus anjingnya.

    Beyond Taxidermy: How Still by My Side Reimagines Grief

    Gambar dari film On a Sunday at Eleven, tampak seorang anak berkulit hitam mengenakan kaos putih.

    Ketika Warna Menjadi Bermakna

    Still Film Bite (2018) Sutradara Ray Wu

    How to Survive a Zombie Outbreak

    Propaganda Sebagai Sebuah ‘Kebijaksanaan’: Apa yang Kita Percayai?

  • NOTES
  • INTERVIEWS
  • INTERNATIONAL
  • OPINION
  • ABOUT
No Result
View All Result
Minikino Articles
  • Home
  • SHORT FILMS
    Still Film Equal Dust (Elämä ja yö) (2025) Sutradara Jani Peltonen

    Protes dan Debu Atomik di Panggung Musik Penuh Intrik

    Still Film Good Failure (2025) Sutradara Chaewon Yoon

    Anak Muda Boleh Gagal, Asal …

    Film Still Happily Ever After. (2025) Director SINN Kirin

    WHOSE HAPPY ENDING IS THIS?

    Still Film Yes! (Jah!) (2024) Sutradara 
Madli Lääne

    Meniti Titik pada Papan: Ulasan program “Sense of Place” di Minikino Film Week ke-12

    Still Film Last May In Theaters (2025) Sutradara Arief Budiman

    Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : “Last May In Theaters”

    Gambar dari film Still by My Side, tampak seorang pria mengelus anjingnya.

    Beyond Taxidermy: How Still by My Side Reimagines Grief

    Gambar dari film On a Sunday at Eleven, tampak seorang anak berkulit hitam mengenakan kaos putih.

    Ketika Warna Menjadi Bermakna

    Still Film Bite (2018) Sutradara Ray Wu

    How to Survive a Zombie Outbreak

    Propaganda Sebagai Sebuah ‘Kebijaksanaan’: Apa yang Kita Percayai?

  • NOTES
  • INTERVIEWS
  • INTERNATIONAL
  • OPINION
  • ABOUT
No Result
View All Result
Minikino
No Result
View All Result
Home SHORT FILMS

Review Indonesia Raja 2016: Jakarta, “KISAH RAHASIA”

Ripta Paranoan by Ripta Paranoan
January 4, 2017
in SHORT FILMS
Reading Time: 2 mins read

Benarkah kita adalah masyarakat komunikatif? Sudahkah kita berkomunikasi secara komunikatif? Bagaimana komunikasi dapat memuaskan kebutuhan emosional kita? Berbagai pertanyaan ini muncul dalam benak, setelah saya melihat hasil kurasi bertajuk “Kisah Rahasia” dari Jakarta. Program film pendek Jakarta ini merupakan bagian dari untuk kerja pertukaran film pendek antar kota, Indonesia Raja 2016. Saya merasakan programmer Jakarta, Septa Yudhistira Pratama (Septa) & Siti Anisah (Anis) berusaha membedah berbagai topik berkaitan dengan peran emosi dalam komunikasi. Berfokus utama pada komunikasi dalam keluarga.

Poster Jadwal Indonesia Raja 2016: Jakarta

Film “Jangan Tidur”, dipilih sebagai sebagai film pembuka, merupakan karya film pendek dari sutradara remaja berumur 17 tahun, Fauzhyana Sharifa. Saya merasa bahwa pesan yang disampaikan sang sutradara berusaha menyentil kita yang terlalu sibuk dengan kegiatan masing-masing sehingga larut dalam kesibukan dan melupakan orang terdekat, orang tua.

Film selanjutnya berbicara tentang kedekatan yang ‘terlalu dekat’ sehingga sepasang suami istri justru mengalami masalah komunikasi ketika membahas sesuatu yang berhubungan dengan sex. Enggan mengungkapkan karena takut saling menyakiti. Film ini merupakan kerjasama IPPI (Ikatan Perempuan Positif Indonesia) dengan Cendrawasih Pictures, disutradarai oleh Fazrie Permana. “Setelah Kita Bicara” menghimbau bagaimana pentingnya komunikasi dalam suatu hubungan. Serta pentingnya keterbukaan suami istri untuk rela melakukan tes HIV.

Keterbukaan dalam berkomunikasi sangat dibutuhkan agar pesan yang dimaksud, jelas adanya. Maksud hati ingin memberikan contoh yang baik kepada anak perempuannya, tapi ternyata ibu “ketahuan” berbuat hal yang sama dengan si anak. Vici P. Simanjuntak melalui “Pintu Samping” bercerita tentang ibu dan anak perempuannya yang sembunyi – sembunyi bertemu dengan pasangannya masing-masing. Menciptakan suasana yang canggung ketika keduanya ternyata ketahuan melakukan hal yang sama.

Susahnya berkomunikasi dalam mencari kalimat yang tepat untuk menjelaskan pesan yang dimaksud, diceritakan dalam film”The Flower & The Bee”. Callie, gadis kecil yang mengalami kebingungan ketika berusaha ‘membaca’ pesan yang disampaikan oleh gerakan tangan dari 2 (dua) orang remaja yang berada disekitarnya. Alih-alih bertanya pada ‘ahli’-nya (baca: orang tua) yang didapat malah tidak mendapatkan jawaban. Soda Machine Film mencoba mengangkat isu yang akrab terjadi di keseharian. Dimana kebanyakan anak-anak mencari informasi melalui teman-temannya, atau cara tercepatnya dengan menggunakan internet.

Komunikasi adalah seni. Seni untuk menyampaikan pesaan dengan cara yang paling efektif, ekonomis, elegan, dan esensial. Namun seringkali kita terjebak pada keinginan untuk mendapatkan persetujuan, bahkan melampaui keinginan untuk dipahami. Sikap ini membuat kita sulit untuk memikirkan dan mengolah tanggapan negatif. Tapi komunikasi seharusnya saling memberi dan menanggapi. Jika tidak, kita tidak pernah tahu apakah komunikasi itu sudah berjalan dengan baik. Dunia ini akan terus berubah, oleh karenanya, kita harus berkomunikasi!

catatan redaksi:
INDONESIA RAJA 2016: JAKARTA klik link ini.

Tags: 2017Indonesia Raja
ShareTweetShareSend
Previous Post

Pengalaman Internship Di 14th Minikino Open December

Next Post

Cerita tentang Rahasia: Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Tubuh

Ripta Paranoan

Ripta Paranoan

Ripta Paranoan. Lulus dari Fakultas Ilmu Komunikasi (jur. Broadcast Televisi) Univ.Kristen Petra, Surabaya. Terlibat sebagai volunteer intern di the 2nd Minikino Film Week, 2016 dan sekarang sebagai Promotion & Publicity Team.

Related Posts

Still Film Equal Dust (Elämä ja yö) (2025) Sutradara Jani Peltonen

Protes dan Debu Atomik di Panggung Musik Penuh Intrik

September 25, 2026
Still Film Good Failure (2025) Sutradara Chaewon Yoon

Anak Muda Boleh Gagal, Asal …

September 25, 2026
Film Still Happily Ever After. (2025) Director SINN Kirin

WHOSE HAPPY ENDING IS THIS?

September 8, 2026
Still Film Yes! (Jah!) (2024) Sutradara 
Madli Lääne

Meniti Titik pada Papan: Ulasan program “Sense of Place” di Minikino Film Week ke-12

September 3, 2026
Still Film Last May In Theaters (2025) Sutradara Arief Budiman

Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : “Last May In Theaters”

August 31, 2026
Gambar dari film Still by My Side, tampak seorang pria mengelus anjingnya.

Beyond Taxidermy: How Still by My Side Reimagines Grief

August 18, 2026

Discussion about this post

Archives

Kirim Tulisan

Siapapun boleh ikutan meramaikan halaman artikel di minikino.org.

Silahkan kirim artikel anda ke redaksi@minikino.org. Isinya bebas, mau berbagi, curhat, kritik, saran, asalkan masih dalam lingkup kegiatan-kegiatan yang dilakukan Minikino, film pendek dan budaya sinema, baik khusus atau secara umum. Agar halaman ini bisa menjadi catatan bersama untuk kerja yang lebih baik lagi ke depan.

ArticlesTerbaru

GEN Z POV - Industry Events 7th Short Film Market MFW11 di Dharma Negara Alaya  (Dok: Felixrio Prabowo)

Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z

October 9, 2026
KORINCO: The First Stamps (2026) at MASH Denpasar

Behind the Screen of KORINCO

October 6, 2026
Still Film Equal Dust (Elämä ja yö) (2025) Sutradara Jani Peltonen

Protes dan Debu Atomik di Panggung Musik Penuh Intrik

September 25, 2026
Still Film Good Failure (2025) Sutradara Chaewon Yoon

Anak Muda Boleh Gagal, Asal …

September 25, 2026
Film Still of Sharp Objects (2025) Director Taufiqurrahman Kifu & Hattie Wade

Sharp Objects: Spiky Leaves, Celluloid and The Revival of Lost Balinese Heritage

September 23, 2026

ABOUT MINIKINO

Minikino is an Indonesia’s short film festival organization with an international networking. We work throughout the year, arranging and organizing various forms of short film festivals and its supporting activities with their own sub-focus.

Recent Posts

  • Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z
  • Behind the Screen of KORINCO
  • Protes dan Debu Atomik di Panggung Musik Penuh Intrik
  • Anak Muda Boleh Gagal, Asal …
  • Sharp Objects: Spiky Leaves, Celluloid and The Revival of Lost Balinese Heritage

CATEGORIES

  • ARTICLES
  • INTERNATIONAL
  • INTERVIEWS
  • NOTES
  • OPINION
  • PODCAST
  • SHORT FILMS
  • VIDEO

Minikino Film Week 11 Festival Recap

  • MINIKINO.ORG
  • FILM WEEK
  • INDONESIA RAJA
  • BEGADANG

© 2021 Minikino | Yayasan Kino Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • SHORT FILMS
  • NOTES
  • INTERVIEWS
  • INTERNATIONAL
  • OPINION
  • ABOUT

© 2021 Minikino | Yayasan Kino Media