{"id":10118,"date":"2026-08-31T15:10:41","date_gmt":"2026-08-31T07:10:41","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=10118"},"modified":"2026-09-03T11:10:35","modified_gmt":"2026-09-03T03:10:35","slug":"last-may-in-theaters","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/","title":{"rendered":"Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dari Riset Hingga Pandangan Politik<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana jika publik memiliki kuasa untuk menceritakan tragedi historis lewat kacamata personal mereka sebagai orang biasa? Kira-kira begitu premis yang ditawarkan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLast May In Theaters\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karya sutradara Arief Budiman yang berupaya menangkap narasi personal penjual tiket bioskop diantara dua belahan Asia &#8211; Indonesia dan Korea Selatan &#8211; yang sempat mengalami kediktatoran pada masa 80an (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gwangju uprising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan 98 (Tragedi 98). <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman Arief dalam menelusuri Gwangju\u00a0 sudah dimulai sejak tahun 2024 saat melakukan residensi pendek yang diorganisir oleh <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DCoiZkwS8Vm\/?utm_source=ig_web_copy_link&amp;igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Miro Center and Artspace House<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang merupakan ruang kesenian yang memadukan budaya, pengembangan, dan revitalisasi kota. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Miro Center &amp; Artspace House<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga mendukung seni dan kebudayaan bagi generasi baru di era baru, memiliki esensi pada upaya menemukan nilai-nilai kemasyarakatan lewat kegiatan kesenian. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lewat proses residensinya di Gwangju, Arief melihat kecenderungan masyarakat Korea Selatan yang cakap dalam menolak lupa tragedi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gwangju Uprising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ruang-ruang publik banyak diisi dengan tangkapan foto-foto dari tragedi tersebut yang dicetak dalam skala besar. Kekejaman pada tragedi tersebut justru dibangkitkan dan terus diingat antargenerasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat cara masyarakat Korea Selatan dalam terus mengingat sejarahnya, terbesit oleh Arief \u201cbagaimana jika kekerasan yang terjadi dalam tragedi 98 juga diperlakukan serupa dengan apa yang dilakukan masyarakat Korea Selatan terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gwangju Uprising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?\u201d. Namun ia menambahkan bahwa itu hampir tidak mungkin terjadi di negara ini. Lewat temuan tersebut, Arief melihat adanya kesamaan situasi politik yang pernah terjadi antar dua negara ini, yang memantik kehadiran film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLast May in Theaters\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hari ini. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Residensinya di 2024 bersama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Miro Center &amp; Artscape House<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menginspirasi bagaimana Arief mengelaborasikan filmnya dengan 35% penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">generative AI.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Bukan hanya keputusan artistik, tetapi juga sebagai upaya dalam mengisi kekosongan narasi personal terkait historis<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Gwangju Uprising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berdasarkan temuannya di lapangan seperti, foto dokumentasi historis di jalanan dan wawancara manajer bioskop di Gwangju.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertemuan Arief dengan manajer bioskop di Gwangju menjadi cikal bakal mengapa ia memilih penjual tiket sebagai tokoh utama yang menjalankan cerita. Ketika melakukan residensi bersama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Miro Center &amp; Artspace House<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Arief juga banyak mengunjungi beberapa situs bersejarah terkait peristiwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gwangju Uprising <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti balai kota, rumah sakit militer, pemakaman, dan juga salah satunya bioskop lama tersebut.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Kunjungan ini mempertemukan dirinya dengan salah seorang manager bioskop di Gwangju. Manajer bioskop itu menceritakan pada Arief bahwa saat tragedi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gwangju Uprising,<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">ruang-ruang publik salah satunya bioskop digunakan sebagai ruang pertemuan politik dan tempat warga berkumpul untuk membahas situasi Gwangju pada masa represif tersebut.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Di masa tersebut juga terdapat beberapa film yang ditayangkan di bioskop Gwangju, tepat di tahun 1980 pada bulan Mei. Film-film yang sempat diputar di bulan tersebut, juga menandai periode masa tragedi-tragedi historis lain,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti tragedi kekerasan 98 di Indonesia yang juga terjadi di bulan Mei di tahun yang berbeda &#8211; 1998.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan latar belakang karyanya yang banyak menggali ingatan atas tragedi historis di Indonesia, Arief melihat adanya keterhubungan dua historis antara Indonesia dan Korea Selatan. Hal ini memantik eksplorasi narasi film<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cLast May in Theaters\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lewat kacamata bioskop sebagai ruang ingatan spasial dan pengembangan narasi lewat tokoh penjual tiket. Perjalanan menelusuri arsip dan ingatan Tragedi 98 pun dimulai lewat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">artikel dalam jaringan yang membahas tentang bioskop Buaran pada masa itu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Arief mulai menemukan film-film apa saja yang muncul di layar bioskop Buaran Jakarta selama Tragedi 98 pada bulan Mei. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada artikel dalam jaringan dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/hiburan\/20171203103515-220-259802\/riwayat-bioskop-buaran-dari-kerusuhan-98-hingga-sarang-tikus\"><span style=\"font-weight: 400;\">CNN<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tercatat beberapa cerita dari para pekerja bioskop Buaran pada masa Tragedi 98 saat pemutaran \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Titanic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d di Indonesia berlangsung.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Data ini sekaligus menjadi pembabakan dalam cerita, yang menegaskan bahwa film selalu berkaitan dengan situasi politik. Alih-alih melakukan periodisasi tragedi lewat grafik transisi tahun yang cukup dekat dengan praktik dokumenter historis, Arief justru melihat eksplorasi periodisasi tragedi juga dapat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">diceritakan lewat jadwal penayangan film seperti di bioskop dan festival film. Arief menggaris bawahi sebagian film yang hadir memiliki tanggalan yang sama, namun berbeda tahun. Melalui pendekatan ini, Arief menekankan posisi medium film sebagai ruang politis, dimana film selalu berkaitan dengan suatu peristiwa politik. Ketika membicarakan sejarah estetika, konteks politik dan kekerasan didalamnya juga terus berkaitan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Sehingga lapisan lain juga dapat terlibat, seperti bagaimana ekosistem bioskop film kala itu tetap bekerja. Hal ini juga menjadi upaya mempertebal konteks film sebagai medium yang tidak akan terlepas dari konteks historikal setempat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Suara Warga<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membawa keseluruhan cerita lewat kacamata penjual tiket bioskop sebagai penutur, tidak hadir begitu saja di film \u201cLast May in Theaters\u201d. Dalam wawancara, Arief menceritakan bahwa arsip yang ia temukan di ruang-ruang publik Korea Selatan dan Indonesia, terkait ingatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gwangju Uprising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Tragedi 98, tidak banyak ia temukan narasi personal yang timbul ke permukaan. Alih-alih selesai dengan temuan arsip publik itu, Arief justru melihat batasan ini menjadi upaya dalam mengembangkan narasi tragedi historis tersebut lewat sudut pandang alternatif, seperti tokoh penjual tiket sebagai suara warga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk film ini Arief bekerja sama dengan dua\u00a0 aktor yang menjadi penutur Indonesia (Irwan Diansyah) dan Korea Selatan (Chan Kook). Arief juga menambahkan bahwa eksplorasi narasi yang dikembangkan, juga dilakukan bersama para aktor. Irwan Diansyah dan Chan Kook yang juga merupakan sahabat baik Arief, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki pengalaman personal dalam tragedi 98 Indonesia dan Gwangju Uprising.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Mempertimbangkan pengalaman personal yang mereka miliki, Arief tidak hanya mengajak keduanya terlibat sebagai aktor penutur, tetapi juga berkolaborasi dalam proses pengembangan narasi yang akan dihadirkan. Proses pengembangan narasi lewat pengalaman personal kedua aktor ini, menjadi metode dalam mempertebal emosionalitas karakter fiktif yang dibangun sebagai penutur kronologi tragedi dalam film.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini penguasa menuliskan narasi dan membakukannya menjadi sejarah, namun narasi milik siapa yang sebenarnya diangkat ke permukaan? Milik penguasa atau milik mereka yang mengalami tragedi represif tersebut? Lewat film ini Arief berupaya membuka kemungkinan medium film dalam memunculkan narasi alternatif ke permukaan sebagai wacana sosial. Film ini juga memantik penonton untuk berpikir kritis dan mempertanyakan kembali tragedi represif seperti 98 dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gwangju Uprising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilihan dua tragedi antarnegara dalam film ini, berkaitan dengan proses yang dilakukan sutradara sekaligus penulis film ini selama residensi di Korea Selatan. Lewat proses refleksi atas apa yang terjadi di Korea Selatan dan sejarah represif di Indonesia, Arief memutuskan merangkum dua tragedi antar negara ini sebagai upaya menghubungkan relasi kontekstual antar negara di Asia. Proses pengambangakan narasi film lewat relasi kontekstual antarnegara ini, bukan pertama kali ia lakukan. Pada tahun 2025 Arief juga memproduksi film pendek eksperimental berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cShadow of The Sakura\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang juga menghubungkan tragedi historis dan traumatis antara Jepang dan Indonesia. Tidak bisa dipungkiri bahwa masa transisi sejarah yang terjadi, memiliki keterikatan konteks dalam bentuk trauma historisnya, Arief menyebut Asia sebagai saudara yang berbagi luka sejarah (s<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">haring historical pain<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), yang membuat filmnya dapat beresonansi dengan wacana sosial antar negara asia bahkan global.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_10126\" aria-describedby=\"caption-attachment-10126\" style=\"width: 742px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-10126 \" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-5-e1788168572484-300x227.jpg\" alt=\"\" width=\"742\" height=\"562\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-5-e1788168572484-300x227.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-5-e1788168572484-1024x775.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-5-e1788168572484-768x581.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-5-e1788168572484.jpg 1427w\" sizes=\"(max-width: 742px) 100vw, 742px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10126\" class=\"wp-caption-text\">Still Film Last May In Theaters (2025) Sutradara Arief Budiman<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Artistik Sebagai Keputusan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arief Budiman sebagai seorang pembuat film dan seniman banyak mengeksplorasi konteks historis lewat kacamata personal. Pembahasan suatu isu atau tragedi historis, selalu berkaitan dengan ingatan terhadap peristiwa tersebut. Namun mengeksplorasi ingatan personal yang berkaitan dengan tragedi historis juga perlu menghadirkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tangible memories <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ingatan yang berwujud nyata). Inilah peran temuan seperti dokumentasi tragedi dalam bentuk video maupun foto sering kali hadir dalam beberapa film yang ia buat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLast May In Theaters\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> banyak elaborasi arsip yang hadir sebagai visualisasi ingatan penjual tiket bioskop, karakter dalam film tersebut. Namun Arief menyadari keterbatasan eksplorasi narasi personal terkait ingatan tragedi tersebut. Keputusan penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">generative AI<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam film ini, menjadi upaya dalam mengisi kekosongan visualisasi arsip ingatan. Lewat film ini kita dapat melihat bagaimana penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">generative AI <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat memberdayakan ingatan personal warga, sebagai narasi alternatif yang hadir ke permukaan sebagai wacana sosial hari ini. Keputusan artistik dalam penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam film ini, merupakan upaya penengembangan alternatif historis dan implementasi solidaritas transnasional. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui film ini Arief mengemasnya sehingga menjadi lebih intim dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">playfull <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">namun tetap berupaya memancing daya kritis penontonnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika membicarakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tentu banyak pro dan kontra yang timbul dalam diskusi publik. Namun kehadiran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam film ini dilihat sebagai tawaran baru dalam mengeksplorasi kebutuhan narasi film. Sebuah kesempatan untuk membicarakan proses kreatif akhirnya juga menjalar pada bagaimana penggunaan perangkat seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini dapat digunakan dengan cara yang bijak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eksplorasi penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini juga bukan kali pertama dilakukan oleh Arief, pada filmnya yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cShadow of The Sakura\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ia menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai upaya dalam mengisi kekosongan narasi personal penyintas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ianfu <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(perempuan yang dipaksa menjadi budak seksual oleh militer Jepang)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lewat wawancara yang dilakukan dengan mengundang arwah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ianfu <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk berkomunikasi secara intim terkait stigma dan trauma kelam yang membekas sebagai penyintas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ianfu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">AI <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dihadirkan sebagai upaya produksi arsip visual alternatif. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">generative AI <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam film tersebut juga serupa dengan yang Arief lakukan di film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLast May in Theaters\u201d.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan tersebut didasari oleh upayanya dalam mengisi kekosongan narasi yang hadir di permukaan. Memungkinkan eksplorasi narasi terkait suatu tragedi kelam dapat dinarasikan kembali hari ini, lewat penggunaan teknologi seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">generative AI<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Keterbatasan akses arsip dan informasi personal terkait tragedi ini bukan menjadi hambatan dalam mengeksplorasi narasi, namun sebaliknya hal ini mempertebal bagaimana artistik berfungsi sebagai pernyataan dan keberpihakan dalam membicarakan narasi yang sering kali dikesampingkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arief menggunakan kekuatan narasi film untuk mengajak penonton merefleksikan kembali situasi sosial hari ini, dengan kritis dan menggeser doktrinisasi atau sejarah baku yang pernah dituliskan sebelumnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini menjadi ruang politis dalam memunculkan narasi personal para penyintas tragedi seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gwangju Uprising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Tragedi 98 yang sering kali luput dari sorotan diskusi. Lewat kehadiran film ini akhirnya juga memicu percakapan terkait narasi personal pada tragedi-tragedi represif lainnya dalam sejarah, yang luput menyoroti sudut pandang penyintas yang sering kali tidak tampak di dinding-dinding museum. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang kita wacanakan hari ini melalui film, bisa jadi menimbulkan dampak terhadap wacana global di masa mendatang.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><strong>Editor: <\/strong><strong><a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/cika\/\">Fransiska Prihadi<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Film ini bisa ditonton di Minikino Film Week 12, Bali International Short Film Festival, tanggal <\/em><em>11\u201318 September 2026.<\/em><\/h6>\n<h6><strong>Minikino 18+<\/strong><br \/>\nMinggu, 13 September 2026 &#8211; 15:30 di RTB &#8211; Rumah Tanjung Bungkak<br \/>\nSelasa, 15 September 2026 &#8211; 19:30 di CS: Noema Resort Pererenan<br \/>\nKamis, 17 September 2026 &#8211; 13:00 di MASH Denpasar Art House Cinema<\/h6>\n<h6>Kunjungi <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\">minikino.org\/filmweek<\/a> untuk mengunduh katalog digital MFW12.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari Riset Hingga Pandangan Politik Bagaimana jika publik memiliki kuasa untuk menceritakan tragedi historis lewat kacamata personal mereka sebagai orang biasa? Kira-kira begitu premis yang ditawarkan film \u201cLast May In Theaters\u201d karya sutradara Arief Budiman yang berupaya menangkap narasi personal penjual tiket bioskop diantara dua belahan Asia &#8211; Indonesia dan Korea Selatan &#8211; yang sempat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":110,"featured_media":10119,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","jnews_video_option_group":[[]],"override":[{"template":"2","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":[],"jnews_podcast_series":[],"footnotes":""},"categories":[7,2],"tags":[749,101],"jnews-series":[],"class_list":["post-10118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-interviews","category-short-films","tag-749","tag-film-pendek"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dari Riset Hingga Pandangan Politik Bagaimana jika publik memiliki kuasa untuk menceritakan tragedi historis lewat kacamata personal mereka sebagai orang biasa? Kira-kira begitu premis yang ditawarkan film \u201cLast May In Theaters\u201d karya sutradara Arief Budiman yang berupaya menangkap narasi personal penjual tiket bioskop diantara dua belahan Asia &#8211; Indonesia dan Korea Selatan &#8211; yang sempat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-31T07:10:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-03T03:10:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-1-e1788160281336.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1416\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1056\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Made Virgie Avianthy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Made Virgie Avianthy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Made Virgie Avianthy\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f72a587998fe07fd5ae0862ec4ce9580\"},\"headline\":\"Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d\",\"datePublished\":\"2026-08-31T07:10:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-03T03:10:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/\"},\"wordCount\":1615,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/08\\\/last-may-in-theaters-1-e1788160281336.jpg\",\"keywords\":[\"2026\",\"film pendek\"],\"articleSection\":[\"INTERVIEWS\",\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/\",\"name\":\"Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/08\\\/last-may-in-theaters-1-e1788160281336.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-31T07:10:41+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-03T03:10:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f72a587998fe07fd5ae0862ec4ce9580\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/08\\\/last-may-in-theaters-1-e1788160281336.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/08\\\/last-may-in-theaters-1-e1788160281336.jpg\",\"width\":1416,\"height\":1056,\"caption\":\"Still Film Last May In Theaters (2025) Sutradara Arief Budiman\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/last-may-in-theaters\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/f72a587998fe07fd5ae0862ec4ce9580\",\"name\":\"Made Virgie Avianthy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/06\\\/virgie_avatar-96x96.jpg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/06\\\/virgie_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/06\\\/virgie_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Made Virgie Avianthy\"},\"description\":\"Made Virgie Avianthy (b. Jakarta, 2003) Seorang pembuat film berbasis riset, berfokus pada ranah dokumenter dan experimental naratif. Karyanya pernah masuk ke dalam festival dan pemutaran film, seperti ARKIPEL Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival, Festival Czas Letni di Polandia, ELSE Moving Image Screening Series di Doc &amp; Pub Thailand, Ba - Bau AIR di Vietnam. Di samping proyek independennya, ia juga aktif berkontribusi dalam ruang-ruang kesenian dan komunitas di Bandung, Jogja, dan Bali dalam program penayangan film, diskusi, dan workshop.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/author\\\/virgie\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d - Minikino Articles","og_description":"Dari Riset Hingga Pandangan Politik Bagaimana jika publik memiliki kuasa untuk menceritakan tragedi historis lewat kacamata personal mereka sebagai orang biasa? Kira-kira begitu premis yang ditawarkan film \u201cLast May In Theaters\u201d karya sutradara Arief Budiman yang berupaya menangkap narasi personal penjual tiket bioskop diantara dua belahan Asia &#8211; Indonesia dan Korea Selatan &#8211; yang sempat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2026-08-31T07:10:41+00:00","article_modified_time":"2026-09-03T03:10:35+00:00","og_image":[{"width":1416,"height":1056,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-1-e1788160281336.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Made Virgie Avianthy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Made Virgie Avianthy","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/"},"author":{"name":"Made Virgie Avianthy","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/f72a587998fe07fd5ae0862ec4ce9580"},"headline":"Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d","datePublished":"2026-08-31T07:10:41+00:00","dateModified":"2026-09-03T03:10:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/"},"wordCount":1615,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-1-e1788160281336.jpg","keywords":["2026","film pendek"],"articleSection":["INTERVIEWS","SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/","name":"Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-1-e1788160281336.jpg","datePublished":"2026-08-31T07:10:41+00:00","dateModified":"2026-09-03T03:10:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/f72a587998fe07fd5ae0862ec4ce9580"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-1-e1788160281336.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/08\/last-may-in-theaters-1-e1788160281336.jpg","width":1416,"height":1056,"caption":"Still Film Last May In Theaters (2025) Sutradara Arief Budiman"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/last-may-in-theaters\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ingatan dan Trauma di Balik Bioskop : \u201cLast May In Theaters\u201d"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/f72a587998fe07fd5ae0862ec4ce9580","name":"Made Virgie Avianthy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/06\/virgie_avatar-96x96.jpg","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/06\/virgie_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/06\/virgie_avatar-96x96.jpg","caption":"Made Virgie Avianthy"},"description":"Made Virgie Avianthy (b. Jakarta, 2003) Seorang pembuat film berbasis riset, berfokus pada ranah dokumenter dan experimental naratif. Karyanya pernah masuk ke dalam festival dan pemutaran film, seperti ARKIPEL Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival, Festival Czas Letni di Polandia, ELSE Moving Image Screening Series di Doc &amp; Pub Thailand, Ba - Bau AIR di Vietnam. Di samping proyek independennya, ia juga aktif berkontribusi dalam ruang-ruang kesenian dan komunitas di Bandung, Jogja, dan Bali dalam program penayangan film, diskusi, dan workshop.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/virgie\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/110"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10118"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10142,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10118\/revisions\/10142"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10118"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=10118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}