{"id":10262,"date":"2026-10-09T19:24:15","date_gmt":"2026-10-09T11:24:15","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=10262"},"modified":"2026-10-09T19:37:06","modified_gmt":"2026-10-09T11:37:06","slug":"romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/","title":{"rendered":"Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang Gen Z, sering sekali saya mendengar Gen Z disebut sebagai pemalas, terlalu frontal atau cuman ingin gampangnya saja. \u201cKamu kok di kamar terus?\u201d \u201cBaru <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">segitu doang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> udah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cape.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d \u201cHidup kamu enak sekarang, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ga kaya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dulu.\u201d \u201cKok belum dapat kerja? Padahal sekarang gampang nyari kerja.\u201d Komentar seperti itu biasanya dilontarkan oleh generasi milenial atau yang lebih tua kepada Gen Z. Hal yang sudah biasa jika kita membicarakan tentang perbedaan zaman dan teknologi yang sudah maju menyebabkan pandangan Gen Z berbeda dengan generasi lainnya dan tidak akan ada habisnya perbincangan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, berdasarkan pengalaman dan kenyataannya, hidup di tahun 2026 sebagai Gen Z dengan teknologi yang serba maju dan informasi yang tersebar luas tidak semudah itu. Miskonsepsi tentang kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan justru berbanding terbalik dari apa yang dipikirkan. Lapangan pekerjaan yang tidak sebanding jumlahnya dengan jumlah para pencari kerja merupakan kenyataan pahit yang sedang terjadi. Membawa gelar sarjana saja bukan modal yang cukup di zaman sekarang. Belum lagi syarat-syarat yang memang sulit dan tidak cocok sebagai lulusan baru. Ada beberapa perusahaan yang membuka lowongan dengan posisi magang tapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">requirement <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk posisi tersebut membutuhkan pengalaman 1 hingga 2 tahun. Ada juga yang membuka lowongan dengan tipe <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">entry-level<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan honor yang seadanya tapi tugas dan skill yang dibutuhkan merupakan tipe profesional yang dimana tidak mungkin dilakukan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fresh graduate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jangankan mendapatkan kerja, bahkan untuk sekedar dipanggil interview saja sudah cukup sulit jika syarat awalnya seperti itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegelisahan Gen Z merupakan topik yang sesuai dengan jeritan batin yang uniknya muncul sebagai bahasan utama di 7th Short Film Market Minikino Film Week 11 tahun 2025 lalu. Sesuai tema, judul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">industry events<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut adalah Gen Z POV yang diadakan di Dharma Negara Alaya Denpasar tanggal 17 September 2025 dengan pembicara <\/span><b>Gregorius Gabriel Kohar<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><b> Cok Istri Dian Rini Primadewi <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><b> Saddam Putra Dewa Rimbawan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Saddam membagikan pengalamannya dari sudut pandang filmmaker saat dia bekerja di produksi film dan syuting series. Menurutnya, stigma negatif dilanggengkan oleh generasi milenial terhadap Gen Z. Bentuknya bermacam-macam, meliputi perkataan dan anggapan bahwa Gen Z tidak bisa diarahkan serta tidak mau bekerja di bawah tekanan. Dalam kata lain Gen Z hanya ingin gampangnya saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Saddam, yang baru saja lulus dari studi S1 Film &amp; Televisi ISI Yogyakarta, Gen Z yang bekerja di industri film jarang memiliki kontrak yang jelas dan umumnya mendapatkan posisi sebagai asisten atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">intern<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saja. Porsi pekerjaan yang diberikan terkadang di luar posisi mereka sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">intern <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan pekerjaan yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overload <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">divalidasi oleh pemberi kerja sebagai \u201cpengalaman untuk belajar\u201d. Belum lagi kalau membahas bayaran yang tidak sepadan dengan tugas. Permintaan untuk kenaikan gaji hanya dibalas dalih saat masih muda sebaiknya cari pengalaman saja. Romantisasi<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kata-kata \u2018pengalaman\u2019 atau \u2018kesempatan belajar\u2019 membuat eksploitasi terhadap Gen Z dianggap hal wajar di dunia kerja.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_10263\" aria-describedby=\"caption-attachment-10263\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10263\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-001-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1707\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-001-scaled.jpg 2560w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-001-300x200.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-001-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-001-768x512.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-001-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-001-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10263\" class=\"wp-caption-text\">GEN Z POV &#8211; Industry Events 7th Short Film Market MFW11 di Dharma Negara Alaya (Dok: Felixrio Prabowo)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai Gen Z yang mendengarkan rekaman percakapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">industry events<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai bagian dari kerja magang saya di Minikino Film Week, nyaris satu tahun setelah percakapan tersebut terjadi, ada rasa miris sekaligus tervalidasi. Menurut\u00a0 saya, gap antargenerasi ini juga membuat Gen Z bisa bangkit dan lebih kreatif lagi di era globalisasi seperti saat ini. Tantangan seperti mental health, generational trauma, inklusivitas dan sebagainya sebetulnya lebih mudah disampaikan dan disoroti di zaman sekarang. Isu-isu ini sudah tidak lagi menjadi hal yang tabu untuk dibahas. Salah satu alat yang bisa dijadikan titik awal untuk membahas tentang masalah-masalah ini adalah film. Saya rasa pas sekali hal ini ternyata menjadi topik bahasan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">industry events<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di MFW11 tahun 2025 lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara tidak langsung, film menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coping mechanism <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bagi banyak orang dari kalangan Gen Z dalam menghadapi masalah mereka. Film menjadi media untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">filmmaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan juga penonton untuk menyampaikan sesuatu. Film dapat beresonansi dengan kehidupan dan masalah yang sedang dihadapi oleh Gen Z. Film seakan memberi suara yang berbicara menggantikan mereka. Terlebih lagi jika membahas tentang trauma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu juga yang disampaikan oleh Saddam dan Greg dalam sesi Gen Z POV di MFW11 tahun 2025 lalu. Greg yang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">generational trauma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena dirinya seorang keturunan Cina-Indo (Chindo) merasa bahwa film telah membantu dirinya untuk lebih merasakan perasaannya sendiri. Greg juga berusaha untuk membawa isu ini keluar dan lebih dilihat lagi oleh orang-orang dengan mengembangkan sebuah film dan membuat perubahan sebagai seorang Gen Z. Sementara itu, Saddam yang memiliki trauma dengan keluarganya yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">broken home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, juga melakukan hal yang sama untuk berkontemplasi agar bisa bangkit. Dia menggunakan film yang dia bikin sendiri dan film tersebut beresonansi dengan banyak orang. Banyak dari penonton ini juga yang memiliki cerita dan perasaan yang sama dengan apa yang dialami oleh Saddam.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_10265\" aria-describedby=\"caption-attachment-10265\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-10265 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-005-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1707\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-005-scaled.jpg 2560w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-005-300x200.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-005-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-005-768x512.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-005-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-005-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10265\" class=\"wp-caption-text\">GEN Z POV &#8211; Industry Events 7th Short Film Market MFW11 di Dharma Negara Alaya (Dok: Felixrio Prabowo)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai produser dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">programmer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di beberapa pemutaran film pendek, Saddam memandang advokasi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">awareness <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dibangun melalui film oleh Gen Z biasanya merupakan kesadaran mengenai isu sosial yang dirasakan oleh banyak orang. Medium audio visual dirasa lebih mudah untuk dimaknai dan akan lebih menyentuh perasaan para penonton. Dengan adanya representasi melalui film, diharapkan orang lain akan terdorong untuk menghadapi masalah mereka. Selain membantu mereka yang sedang membutuhkan, kepekaan terkait isu yang tidak diketahui umum juga akan menjadi sebuah aspek yang penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Cok Istri Dian Rini Primadewi, atau yang biasa dipanggil Cok Ima, membawa perspektif Gen Z dalam isu tentang inklusivitas dan keterkaitannya dengan para penyandang disabilitas. Cok Ima mengingatkan representasi disabilitas dalam film atau media sosial merupakan hal yang sangat penting. Berbagai dampak positif dapat didorong untuk teman-teman disabilitas, misalnya rasa percaya diri, lebih berani lagi untuk beropini dan bahkan bisa mengurangi stigma negatif terhadap penyandang disabilitas yang dianggap sebagai \u201cbeban\u201d. Lebih dari itu, penggunaan film atau media sosial dapat menunjukkan kemampuan orang dengan disabilitas lebih dari apa yang dipikirkan orang lain, atau bahkan mendobrak pandangan mereka sendiri. Pada saat yang bersamaan, kepekaan masyarakat terbangun sekaligus menjadi sarana edukasi terkait penyandang disabilitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang Gen Z yang sedang kerja magang di Minikino dan sekaligus penggemar film, saya tergerak untuk menulis artikel dengan topik ini karena merasakan langsung bagaimana film bisa sangat membantu menjadi cermin dalam memproses perasaan dan pandangan saya tentang kehidupan. Saya merasa \u2018dilihat\u2019 atau bahkan termotivasi karena film tersebut menjadi sesuatu yang merepresentasikan saya dalam kehidupan nyata. Untuk seseorang yang sulit mengungkapkan perasaan dan jarang bercerita, menonton film membuat saya lebih memahami perasaan sendiri. Saya rasa ini bukan perasaan yang eksklusif milik saya seorang diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari tantangan yang ada, saya percaya Gen Z akan mengukir gayanya sendiri untuk mengatasi berbagai problema hidup personal maupun tantangan ekonomi hari ini. Kesempatan magang merupakan jembatan potensial untuk mahasiswa tingkat akhir atau pun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fresh graduate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengatasi gap antargenerasi dan membangkitkan pemahaman satu sama lain untuk saling menghargai. Pengalaman dan ilmu yang didapatkan sangat bermanfaat bagi orang yang baru saja menetas dari kampus dan terjun ke dunia profesional. Namun perlu dicatat bahwa Gen Z tetap perlu cermat memperhatikan dan memilih apa yang baik dan tidak untuk kita. Kesadaran diri sangat penting agar kita bisa \u2018selamat\u2019 dalam dunia profesional. Begitu juga belajar bersikap dan menempatkan diri di lingkungan kerja lintas generasi, tua maupun muda.\u00a0 Niscaya romantisasi kehidupan tak akan jadi senjata makan tuan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Editor: <\/strong><strong><a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/cika\/\">Fransiska Prihadi<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seorang Gen Z, sering sekali saya mendengar Gen Z disebut sebagai pemalas, terlalu frontal atau cuman ingin gampangnya saja. \u201cKamu kok di kamar terus?\u201d \u201cBaru segitu doang udah cape.\u201d \u201cHidup kamu enak sekarang, ga kaya dulu.\u201d \u201cKok belum dapat kerja? Padahal sekarang gampang nyari kerja.\u201d Komentar seperti itu biasanya dilontarkan oleh generasi milenial atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":116,"featured_media":10264,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","jnews_video_option_group":[[]],"override":[{"template":"2","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":[],"jnews_podcast_series":[],"footnotes":""},"categories":[1,8],"tags":[761,97,762,123],"jnews-series":[],"class_list":["post-10262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-opinion","tag-gen-z","tag-intern","tag-millenial","tag-minikino-film-week"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai seorang Gen Z, sering sekali saya mendengar Gen Z disebut sebagai pemalas, terlalu frontal atau cuman ingin gampangnya saja. \u201cKamu kok di kamar terus?\u201d \u201cBaru segitu doang udah cape.\u201d \u201cHidup kamu enak sekarang, ga kaya dulu.\u201d \u201cKok belum dapat kerja? Padahal sekarang gampang nyari kerja.\u201d Komentar seperti itu biasanya dilontarkan oleh generasi milenial atau [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-09T11:24:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-09T11:37:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-013-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fauzan Maulana Yusuf\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fauzan Maulana Yusuf\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Fauzan Maulana Yusuf\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d92ffe16081a0c957b9da57a39e67298\"},\"headline\":\"Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z\",\"datePublished\":\"2026-10-09T11:24:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-09T11:37:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/\"},\"wordCount\":1190,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/10\\\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-013-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"Gen-Z\",\"intern\",\"millenial\",\"Minikino Film Week\"],\"articleSection\":[\"ARTICLES\",\"OPINION\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/\",\"name\":\"Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/10\\\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-013-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-09T11:24:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-09T11:37:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d92ffe16081a0c957b9da57a39e67298\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/10\\\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-013-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/10\\\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-013-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707,\"caption\":\"GEN Z POV - Industry Events 7th Short Film Market MFW11 di Dharma Negara Alaya (Dok: Felixrio Prabowo)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d92ffe16081a0c957b9da57a39e67298\",\"name\":\"Fauzan Maulana Yusuf\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/10\\\/fauzanmaulana_avatar-96x96.jpg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/10\\\/fauzanmaulana_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2026\\\/10\\\/fauzanmaulana_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Fauzan Maulana Yusuf\"},\"description\":\"Fauzan Maulana Yusuf is an International Relations graduate from Universitas Katolik Parahyangan with a deep fascination for global security and politics. In his free time or whenever he has the chance, he loves diving into conversations about films. He was previously an intern for the 8th Short Film Market at the 12th Minikino Film Week.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/minikino.org\\\/articles\\\/author\\\/fauzanmaulana\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z - Minikino Articles","og_description":"Sebagai seorang Gen Z, sering sekali saya mendengar Gen Z disebut sebagai pemalas, terlalu frontal atau cuman ingin gampangnya saja. \u201cKamu kok di kamar terus?\u201d \u201cBaru segitu doang udah cape.\u201d \u201cHidup kamu enak sekarang, ga kaya dulu.\u201d \u201cKok belum dapat kerja? Padahal sekarang gampang nyari kerja.\u201d Komentar seperti itu biasanya dilontarkan oleh generasi milenial atau [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2026-10-09T11:24:15+00:00","article_modified_time":"2026-10-09T11:37:06+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-013-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fauzan Maulana Yusuf","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fauzan Maulana Yusuf","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/"},"author":{"name":"Fauzan Maulana Yusuf","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/d92ffe16081a0c957b9da57a39e67298"},"headline":"Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z","datePublished":"2026-10-09T11:24:15+00:00","dateModified":"2026-10-09T11:37:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/"},"wordCount":1190,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-013-scaled.jpg","keywords":["Gen-Z","intern","millenial","Minikino Film Week"],"articleSection":["ARTICLES","OPINION"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/","name":"Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-013-scaled.jpg","datePublished":"2026-10-09T11:24:15+00:00","dateModified":"2026-10-09T11:37:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/d92ffe16081a0c957b9da57a39e67298"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-013-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/20250917-GENZ-POV-DNARD-FLX-013-scaled.jpg","width":2560,"height":1707,"caption":"GEN Z POV - Industry Events 7th Short Film Market MFW11 di Dharma Negara Alaya (Dok: Felixrio Prabowo)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/romantisasi-kehidupan-gaya-gen-z\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Romantisasi Kehidupan Gaya Gen Z"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/d92ffe16081a0c957b9da57a39e67298","name":"Fauzan Maulana Yusuf","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/fauzanmaulana_avatar-96x96.jpg","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/fauzanmaulana_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/10\/fauzanmaulana_avatar-96x96.jpg","caption":"Fauzan Maulana Yusuf"},"description":"Fauzan Maulana Yusuf is an International Relations graduate from Universitas Katolik Parahyangan with a deep fascination for global security and politics. In his free time or whenever he has the chance, he loves diving into conversations about films. He was previously an intern for the 8th Short Film Market at the 12th Minikino Film Week.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/fauzanmaulana\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/116"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10262"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10268,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10262\/revisions\/10268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10262"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=10262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}