{"id":6906,"date":"2021-07-23T19:51:27","date_gmt":"2021-07-23T11:51:27","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=6906"},"modified":"2021-07-26T14:56:27","modified_gmt":"2021-07-26T06:56:27","slug":"terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/","title":{"rendered":"Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada acara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Composing Film Music: Dummies Guide<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di MASH Denpasar tanggal 15 Juni 2021 tentang penggubahan skoring film, Dave Lumenta menjelaskan bahwa musik bahkan lebih tua daripada film itu sendiri. Film yang masih berusia layaknya embrio didukung penuh oleh musik latar. Awal film muncul, ia tanpa suara; mungkin kita lebih mengenal definisi ini dengan istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">silent film<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dave menjelaskan hal ini sembari memperlihatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">silent film<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sepenuhnya bergantung pada skoringnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepanjang pengalaman hidup saya soal menonton, dengan tulus saya ingin berkata bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">silent film<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membosankan. Tidak terhitung berapa kali saya tertidur lelap sembari menontonnya, tidak ada deru dialog yang membuat saya terpacu, hanya ada musik yang menemani perjalanan saya menonton, kadang mengantar menuju alam mimpi.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, beberapa kali skoring <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">silent film <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membawa saya dalam ketegangan. Hal ini tidak saya sadari, saya selalu beranggapan skoring film dan ketegangan yang dibawanya hanya sekadar dopamin semu. Tapi ada perkataan Dave yang menarik perhatian saya, \u201cSebelum adanya suara dialog dalam film, musik sudah lebih dulu mengisi kekosongan yang ada.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk pertama kalinya, Minikino mengadakan acara seminar untuk memperkenalkan komposisi musik dalam film untuk meningkatkan apresiasi dan menumbuhkan minat untuk mempelajari lebih lanjut. Dave Lumenta, narasumber acara ini<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah seorang musisi dan antropolog yang aktif mengajar bidang antropologi dan seni. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Karirnya di bidang skoring film dimulai saat Dave membuat beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jingle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sound design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga ia menggubah musik untuk beberapa film pendek dan film panjang. Dari Postcards from the Zoo (2012, Edwin), Nyanyian Musim Hujan (2015, Riri Riza), Posesif (2017, Edwin) dan saat ini sedang menggarap film scoring untuk Vengeance is Mine, All Others Pay Cash yang akan dirilis tahun 2021 dan disutradarai pula oleh Edwin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tahun terakhir ini saya diharuskan mempelajari musik untuk menyambung hidup. Mengetahui Dave akan mengisi kelas tentang skoring film, ini hal yang baru bagi saya untuk sempat ikut kelas semacam ini dan saya merasa bersemangat. Hal praktikal dalam hidup saya setidaknya akan beririsan dengan apa yang saya senangi; musik dan film. Bagaimana kedua unsur tersebut berasosiasi dan ada untuk satu sama lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata banyak hal baru yang Dave temukan dan pelajari di setiap prosesnya dalam menggubah skoring film. Ada proses timbal balik, dimana sutradara berpotensi untuk terinspirasi ketika mendengar musik, begitu pula yang dialami Dave. Ia bisa saja terinspirasi setelah melihat visual yang ada. Sutradara dan komposer skoring film banyak beradu pendapat, memastikan musik seperti apa yang terbaik untuk mengiringi cerita. Proses serupa banyak terjadi antara komposer skoring film dengan editor film.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses-proses ini membuat Dave mengenali karakteristik orang-orang yang bekerja dekat dengannya, pendekatan seperti apa yang mereka lakukan, hingga film-film garapan mereka. Saya melihat latar belakang Dave sebagai dosen antropologi sangat mempengaruhi proses pendekatan dan pembuatan skoring film yang ia kerjakan. Dengan proses adu pendapat, membuka diri terhadap elemen lain dalam film, semua interaksi antarmanusia ini adalah bentuk lain dari pendekatan Dave untuk membuat skoring-skoring film yang ia garap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para peserta juga menonton cuplikan-cuplikan Postcard From The Zoo (Edwin, 2012) bersama. Saya belum pernah menonton Postcard From The Zoo sebelumnya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Scene <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pembuka diawali dengan Lana kecil yang berjalan mengelilingi kebun binatang. I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">a menyeberangi sungai, menyusuri batu-batu, perjalanannya tampak magis.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Edwin awalnya ingin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scene <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pembuka diiringi musik dari awal hingga akhir. Namun Dave merasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scene <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut sudah sangat kuat tanpa iringan musik yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overpowering, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan akhirnya terbentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scene <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pembuka Postcard From The Zoo seperti yang bisa kita nikmati sekarang. Menonton<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Lana kecil mengelilingi kebun binatang, saya merasa berjarak dengan Lana, namun merasa penasaran. Skoring yang terdengar memperkuat perasaan yang saya alami.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_6908\" aria-describedby=\"caption-attachment-6908\" style=\"width: 360px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-6908 size-jnews-360x180\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music-1-360x180.webp\" alt=\"\" width=\"360\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music-1-360x180.webp 360w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music-1-750x375.webp 750w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music-1-1140x570.webp 1140w\" sizes=\"(max-width: 360px) 100vw, 360px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6908\" class=\"wp-caption-text\">Dave memperdengarkan composing audio film pada peserta. Dok: Cik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara tentang musik dalam film mampu menghasilkan dan mendukung perasaan yang muncul, Dave merasa musik punya kapasitasnya sebagai pengalaman indrawi. Menurutnya, musik berfungsi sebagai alat; ia merangsang pendengarnya untuk berimaginasi, hingga membuat asosiasi. Musik merangsang secara simbolik, ia mampu menentukan ritme, menanda setting, hingga membuat perbandingan. Suara diasosiasikan dengan berbagai genre, perasaan, bahkan budaya tertentu. Musik dalam film adalah salah satu bagian dari proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">storytelling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, asosiasi musik dengan cerita yang ada di dalamnya mendukung satu sama lain, hingga memantik persepsi, ide, hingga kenangan penonton.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dave membuat penasaran para peserta<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dengan memberi istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Leitmotif<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah ada skoring film yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">memorable <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bagi kalian?\u201d<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Tanya Dave<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu juga saya terngiang-ngiang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Wonder Woman<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Zack Snyder\u2019s Justice League. Saya selalu ingat, setiap saat karakternya muncul, ada elu-elu suara yang sama selalu berulang-ulang dimainkan. Rupanya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Leitmotif <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">inilah yang mendefinisikan repetisi yang saya rasakan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, tema berulang di suatu komposisi musik yang dikaitkan dengan orang, ide, atau situasi tertentu.\u00a0 Para peserta menyebutkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Superman, Jaws,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Godfather<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai film dengan skoring yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">memorable<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Pembahasan leitmotif malam itu menjadi pembahasan yang cukup panjang dan menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa film ditelisik bersama sembari Dave menjelaskan karakteristik skoring yang khas dari setiap film. Di film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Goldfinger <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Guy Hamilton, 1964) yang merupakan seri ketiga dari serial James Bond, Dave menuturkan bahwa James Bond muncul dengan apa yang disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">theme<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bond mempunyai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">theme<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri yang mempengaruhi keseluruhan skoring dalam film, esensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">theme<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara kohesif akan muncul sepanjang film berjalan, di momen-momen tertentu. Melodi yang terkesan megah, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sinister<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, namun heroik kerap menjadi kesan yang saya rasakan. Seperti yang sudah dijelaskan oleh Dave sebelumnya, disinilah kekuatan skoring sebagai penentu setting. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Theme <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">James Bond bahkan membuat asosiasi identitas, menggambarkan karakteristik seorang James Bond itu sendiri, dimana audiens akan sadar dengan hal itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dave merasa semakin ke jaman sekarang, skoring sepertinya mengikuti perkembangan estetika film. Skoring cenderung sangat melodis di awal-awal perkembangan film. Goldfinger, The Godfather, Superman (1978 &#8211; 1987) hanya segelintir dari sekian banyak contoh film yang mengadaptasi skoring yang melodis. Tetapi, The Killing Fields (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Roland Joff\u00e9, 1984)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi salah satu film pada jamannya yang menggunakan teknik skoring yang cerdik. Dave memberikan sekilas cerita, The Killing Fields adalah film fiksi yang dibuat berdasarkan kisah nyata jurnalis Sydney Schanberg dan Dith Pran saat mereka terjebak rezim Khmer Merah di Kamboja. Bukan tekstur, kebisingan, atau bahkan durasi, tetapi penempatan skoring di film ini bagi Dave sangat efektif dalam membangun ketegangan yang diperlukan sepanjang film.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skoring yang keras dan konstan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">infrasound<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di sepanjang film untuk menjaga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">suspense<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hal-hal ini sudah biasa kita konsumsi. Yang diperlukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Killing Fields<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hanyalah suara singkat raungan alien, ia menahan tensi di saat-saat krusial Dith Pran mencoba melarikan diri dari pengawasan rezim Khmer Merah, hingga satu nada tinggi yang muncul tiba-tiba, menggambarkan \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">surprise<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d yang palsu. Dave menjelaskan, Hal ini secara konsisten terjadi sepanjang film, audiens dimainkan emosinya, dibuat syok dan tegang dalam pola yang cenderung tak beraturan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menulis tulisan ini dan kembali mengingat penjelasan Dave Lumenta pada hari itu, banyak sekali hal-hal yang bisa saya pelajari. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berusaha menelisik lebih jauh tentang unsur-unsur menggubah musik untuk film bagi saya menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rabbit hole<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tiada dasar, saya selalu ingin mempelajari lebih jauh tentang hal ini.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan tajuknya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengalaman dan wawasan yang dibagikan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Dave bagi saya adalah \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guide<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d yang pas untuk teman-teman yang ingin satu langkah lebih tahu tentang skoring dalam film, tidak harus langsung mampu mencipta, apresiasi juga sangat penting, setidaknya itu yang saya rasakan. Tetapi layaknya mata kuliah dasar yang sudah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> diikuti<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, masih ada beberapa SKS yang harus diselesaikan. Boleh lagi dong, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workshop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya. Kali ini mungkin bisa \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Composing Film Music : What You Can Learn\/Do Next<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?\u201d<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada acara Composing Film Music: Dummies Guide di MASH Denpasar tanggal 15 Juni 2021 tentang penggubahan skoring film, Dave Lumenta menjelaskan bahwa musik bahkan lebih tua daripada film itu sendiri. Film yang masih berusia layaknya embrio didukung penuh oleh musik latar. Awal film muncul, ia tanpa suara; mungkin kita lebih mengenal definisi ini dengan istilah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6907,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[112,114,99],"jnews-series":[],"class_list":["post-6906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-notes","tag-dave-lumenta","tag-film-scoring","tag-minikino"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada acara Composing Film Music: Dummies Guide di MASH Denpasar tanggal 15 Juni 2021 tentang penggubahan skoring film, Dave Lumenta menjelaskan bahwa musik bahkan lebih tua daripada film itu sendiri. Film yang masih berusia layaknya embrio didukung penuh oleh musik latar. Awal film muncul, ia tanpa suara; mungkin kita lebih mengenal definisi ini dengan istilah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-23T11:51:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-07-26T06:56:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azalia Syahputri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azalia Syahputri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Azalia Syahputri\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/2d0297d0720608a19ac9d138086679ad\"},\"headline\":\"Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi\",\"datePublished\":\"2021-07-23T11:51:27+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-26T06:56:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/\"},\"wordCount\":1176,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music.webp\",\"keywords\":[\"dave lumenta\",\"film scoring\",\"Minikino\"],\"articleSection\":[\"NOTES\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/\",\"name\":\"Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music.webp\",\"datePublished\":\"2021-07-23T11:51:27+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-26T06:56:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/2d0297d0720608a19ac9d138086679ad\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music.webp\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Kelas Composing Film Music: Dummies Guide oleh Dave Lumenta di MASH Denpasar (15\/06). - Dok: Cik\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/2d0297d0720608a19ac9d138086679ad\",\"name\":\"Azalia Syahputri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Azalia-Syahputri_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Azalia-Syahputri_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Azalia Syahputri\"},\"description\":\"Goes by many names and abilities. Consider herself as a medium explorer, being explorative and not trapped in her own cage is her motto.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/azel\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi - Minikino Articles","og_description":"Pada acara Composing Film Music: Dummies Guide di MASH Denpasar tanggal 15 Juni 2021 tentang penggubahan skoring film, Dave Lumenta menjelaskan bahwa musik bahkan lebih tua daripada film itu sendiri. Film yang masih berusia layaknya embrio didukung penuh oleh musik latar. Awal film muncul, ia tanpa suara; mungkin kita lebih mengenal definisi ini dengan istilah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2021-07-23T11:51:27+00:00","article_modified_time":"2021-07-26T06:56:27+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Azalia Syahputri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azalia Syahputri","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/"},"author":{"name":"Azalia Syahputri","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/2d0297d0720608a19ac9d138086679ad"},"headline":"Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi","datePublished":"2021-07-23T11:51:27+00:00","dateModified":"2021-07-26T06:56:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/"},"wordCount":1176,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music.webp","keywords":["dave lumenta","film scoring","Minikino"],"articleSection":["NOTES"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/","name":"Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music.webp","datePublished":"2021-07-23T11:51:27+00:00","dateModified":"2021-07-26T06:56:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/2d0297d0720608a19ac9d138086679ad"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music.webp","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/dave-composing-film-music.webp","width":1920,"height":1080,"caption":"Kelas Composing Film Music: Dummies Guide oleh Dave Lumenta di MASH Denpasar (15\/06). - Dok: Cik"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/terpacu-dalam-interaksi-tercipta-sebuah-melodi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Terpacu dalam Interaksi, Tercipta sebuah Melodi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/2d0297d0720608a19ac9d138086679ad","name":"Azalia Syahputri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Azalia-Syahputri_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Azalia-Syahputri_avatar-96x96.jpg","caption":"Azalia Syahputri"},"description":"Goes by many names and abilities. Consider herself as a medium explorer, being explorative and not trapped in her own cage is her motto.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/azel\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6906"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6906\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6910,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6906\/revisions\/6910"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6906"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=6906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}