{"id":7312,"date":"2022-05-12T15:43:04","date_gmt":"2022-05-12T07:43:04","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=7312"},"modified":"2022-10-04T16:09:20","modified_gmt":"2022-10-04T08:09:20","slug":"menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/","title":{"rendered":"Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari medium seni lain, film adalah medium yang paling mencerminkan sifat manusia dalam berkomunikasi. Sebagai karya audio visual, film menggunakan tutur kata dan gerak tubuh dalam menyampaikan sesuatu. Oleh karena itu, saat menonton film, kita menyaksikan aksi berkomunikasi yang sangat dikenal. Menyerupai cara berkomunikasi kita dalam dunia keseharian. Namun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perbedaan utama film dengan dunia nyata adalah luputnya kekuatan penonton untuk menanggapi ataupun memotong pembicaraan. Penonton dituntut untuk hanya mendengar dan menyaksikan. Membiarkan karakter mengutarakan segala pikiran dan perasaan, tanpa interupsi spektator. Keakraban dan keterbatasan ini rasanya adalah kekuatan terbesar film dalam berkomunikasi. Tercipta pengalaman yang memungkinkan penonton untuk sepenuhnya terserap dalam lika-liku komunikasi antar karakter film.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menyaksikan program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia Raja 2022: Jawa Barat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya menjadi yakin bahwa ide ini jauh lebih kuat dalam medium film pendek. Dengan rata-rata durasi kurang dari 25 menit, lima film pendek dalam program ini menyajikan aksi komunikasi yang lebih efisien daripada kebanyakan film panjang. Lika-liku komunikasi manusia tampil dengan cara yang fokus, efektif, dan beragam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>DI ATAS MEJA MAKAN<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tumbuh di keluarga yang diwarnai perbedaan pendapat. Meskipun tumbuh besar dalam lingkungan dan didikan orang tua yang sama, saya dan kedua kakak perempuan tumbuh menjadi pribadi yang berbeda. Menjalani kehidupan dewasa, kami mengumpulkan bagasi hidup yang beragam dan kadang bertentangan. Setiap kesempatan bertemu, cara pandang kami yang berbeda kerap menyulut perdebatan di atas meja makan.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7317\" aria-describedby=\"caption-attachment-7317\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7317 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/hari-sebelum-puasa.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/hari-sebelum-puasa.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/hari-sebelum-puasa-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/hari-sebelum-puasa-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/hari-sebelum-puasa-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/hari-sebelum-puasa-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7317\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan <em>Hari Sebelum Puasa<\/em> (2021) karya Aditia Santosa.(dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah mengapa, bagi saya perselisihan dengan anggota keluarga seringnya lebih melelahkan dan berujung menyakitkan. Namun, fakta bahwa kami adalah saudara kandung dapat menjadi dorongan yang kembali menyatukan kita.\u00a0 Film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hari Sebelum Puasa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2021) garapan Aditia Santosa mengingatkan saya pada dinamika ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibuka dengan pertemuan kakak adik yang sudah lama terpisah baik secara geografis maupun ideologis. Bahkan sebelum berdialog, atmosfer di antara mereka sudah terasa genting. Perdebatan tentang mendiang ibu mereka, yang dilakukan secara simbolis di atas meja makan, tidak mengarah pada rekonsiliasi, melainkan semakin memecah belah keluarga. Di luar topik perdebatan yang spesifik, dinamika ini sangat akrab bagi saya. Saya dan banyak di antara kita yang memiliki dinamika keluarga yang serupa. Kesan akrab ini terbantu dengan sosok mendiang Ibu yang sama sekali tidak terlihat secara fisik dalam film. Eksistensinya disajikan melalui dialog, menciptakan sosok \u201cIbu\u201d yang universal. Penonton diajak menaruh sosok ibu mereka masing-masing ke dalam celah ini. Tercipta pengalaman menonton yang familiar dan di saat yang sama, universal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>MENYENANGKAN BUKAN BERARTI MEMAHAMI<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film kedua dalam program ini tidak bisa lebih berbeda dari film sebelumnya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fusion <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2022), karya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Irvan Achmad, Rizaldy Bagas, Calista Aradea dan Ice-Land<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, menggunakan empat segmen dan dua karakter dalam menyajikan komunikasi yang unik, abstrak, dan kadang konyol. Gaya ini cukup kuat muncul dalam karya Roufy Nasution sebelumnya, seorang sutradara yang berperan sebagai produser kreatif dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fusion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam empat segmen yang tidak berkesinambungan secara naratif, tiap bagian menunjukkan dialog dua aktor. Menonton mereka berbincang, membuat mereka seakan-akan memiliki pemahaman sendiri yang sepenuhnya terpisah dari logika penonton. Inilah keunikan dan daya tarik utama film ini; penonton tidak dimaksudkan untuk memahami pembicaraan mereka sama sekali. Kesan yang diterima penonton dapat membangun interpretasi individual yang sah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang film yang menggunakan pendekatan ini mudah membuat penonton merasa terasing. Tercipta sebuah impresi film \u201cseni\u201d yang terkesan eksklusif dan sulit dijangkau. Namun film ini sama sekali tidak masuk ke dalam prakonsepsi itu. Bungkusan komedi absurd yang menggelikan, memancing senyum dan tawa sepanjang menonton. Akibatnya, rasa bingung yang muncul justru saya rasakan sebagai\u00a0 apresiasi keasyikan pengalaman menonton. Saya rasa konsep \u201cmemahami\u201d itu sendiri menjadi poin utama dalam mengapresiasi film ini. Mencoba mencari makna film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fusion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti mencoba memahami orang lain, adalah hal yang absurd untuk dilakukan. Jadi, daripada berusaha keras untuk memahami, lebih baik menari dan nikmati segala absurditas itu, seperti yang dilakukan gadis dalam bagian pertama film.<\/span><\/p>\n<p><b><i>WHAT IT TAKES TO GET A SHOT<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan segala sesuatu yang dapat terjadi dalam lokasi syuting, set film dapat menjadi tempat terdekat bagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">filmmaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam mencari inspirasi. Apalagi dalam lokasi syuting film komunitas, segala pertikaian, drama, bahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cinlok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah tidak asing lagi. Selain itu, seperti novel tentang seorang novelis, film tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">filmmaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat menciptakan sudut pandang yang menarik dan jujur. Menciptakan semacam jendela bagi penonton mengenai hal-hal di balik layar.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7319\" aria-describedby=\"caption-attachment-7319\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-7319 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/What-It-Takes-to-Get-a-Shot-still-ir22jabar.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/What-It-Takes-to-Get-a-Shot-still-ir22jabar.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/What-It-Takes-to-Get-a-Shot-still-ir22jabar-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/What-It-Takes-to-Get-a-Shot-still-ir22jabar-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/What-It-Takes-to-Get-a-Shot-still-ir22jabar-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/What-It-Takes-to-Get-a-Shot-still-ir22jabar-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7319\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan <em>What It Takes to Get A Shot<\/em> (2021) karya Dito Prasetyo (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">What it Takes to Get a Shot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2021) menceritakan momen di balik layar sutradara film yang frustasi akibat aktornya yang kurang kompeten. Namun, meskipun menggambarkan suasana yang penuh stres, film ini dibungkus dengan komedi menggelikan. Sesuai judul, sebagai seorang penonton yang kebetulan pernah berada dalam lingkungan syuting, segala kekonyolan dan eksentrisitas kru dalam film ini mengingatkan saya terhadap cerita-cerita lucu upaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">filmmaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menciptakan sebuah shot. Dito Prasetyo, sang sutradara menciptakan situasi komedi menggunakan perspektif kameramen dalam film. Saya merasa seakan menjadi bagian dari kru film, terlibat dalam situasi set yang jenaka. Film ini membuktikan bahwa cerita dalam lokasi syuting pun tidak kalah sinematis dari karya film yang dibuat.<\/span><\/p>\n<p><b>SAAT KOMUNIKASI LUPUT<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila berbicara tentang komunikasi, kita perlu juga membicarakan konsekuensi dari tidak adanya komunikasi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Maybe Someday, Another Day, But Not Today<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">(2021) <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">karya sutradara Bihar Jafarian mengeksplorasi ide ini melalui rutinitas monoton seorang istri rumah tangga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiara, sang istri terpenjara kehidupan rumah tangga yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mengekang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Ia terpaksa menghadapi suami yang emosional dan mengintimidasi. Kita menyaksikan bagaimana suami mengendalikan segala aspek kehidupan istri, namun di saat yang sama mengabaikan pasangannya secara emosional.\u00a0 Keberadaan Tiara seakan-akan hanya ada untuk memenuhi hasrat dan kebutuhan suaminya. Sepanjang film Tiara tampak seperti perempuan yang kesepian dalam pernikahannya. Pada beberapa momen, ia muncul sebagai seorang perempuan permisif yang telah menyerah.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7318\" aria-describedby=\"caption-attachment-7318\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-7318 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Maybe-Someday-Another-Day-But-Not-Today-still-ir22jabar-scaled.webp\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1440\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Maybe-Someday-Another-Day-But-Not-Today-still-ir22jabar-scaled.webp 2560w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Maybe-Someday-Another-Day-But-Not-Today-still-ir22jabar-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Maybe-Someday-Another-Day-But-Not-Today-still-ir22jabar-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Maybe-Someday-Another-Day-But-Not-Today-still-ir22jabar-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Maybe-Someday-Another-Day-But-Not-Today-still-ir22jabar-1536x864.webp 1536w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Maybe-Someday-Another-Day-But-Not-Today-still-ir22jabar-2048x1152.webp 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7318\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan <em>Maybe Someday, Another Day, But Not Today<\/em> (2021) karya Bihar Jafarian (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Tiara secara tidak sengaja merusak baju suaminya di pertengahan film, situasi menjadi kacau balau. Mulai dari momen sederhana itu, montase rutinitas keseharian Tiara yang monoton, berubah menjadi film yang menegangkan. Dari sini, gambaran berpindah dari derita seorang istri yang tertindas menjadi sosok yang menunjukkan ketangguhan dan kreativitas seorang perempuan dalam mencari solusi. Penempatan konflik utama di tengah film adalah pilihan yang bijak. Pada momen ini penonton sudah mengenal situasi Tiara dan rumah tangganya. Sehingga kecemasan dan ketegangan yang dirasakan karakter dapat lebih dirasakan penonton.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun sang protagonis terkekang dan seakan-akan terpenjara kehidupannya sendiri, sesuai judulnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Maybe Someday, Another Day, But Not Today <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah film yang berakhir sendu namun penuh harapan. Iya, Tiara memang terkekang dalam rumah tangganya. Tetapi melalui perjalanannya sepanjang film, terdapat segelintir harapan bahwa dirinya masih dapat mengambil kendali itu. Bagi saya, film ini adalah film pendek paling menyentuh dalam program ini. Sebuah antidot dari dua film sebelumnya yang sangat ringan dan penuh jenaka.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>CHERRY-ON-TOP<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Selamat Datang di Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2021), film kelima dan terakhir dalam program ini adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cherry on top<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sangat-sangat pas. Film animasi ini mengeksplorasi kekuatan dari komunikasi itu sendiri. Bagaimana bila disajikan dan diucapkan dengan baik, segala kebohongan dapat terkesan seperti fakta.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7320\" aria-describedby=\"caption-attachment-7320\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7320 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Selamat-Datang-di-Indonesia-still-ir22jabar.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Selamat-Datang-di-Indonesia-still-ir22jabar.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Selamat-Datang-di-Indonesia-still-ir22jabar-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Selamat-Datang-di-Indonesia-still-ir22jabar-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Selamat-Datang-di-Indonesia-still-ir22jabar-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Selamat-Datang-di-Indonesia-still-ir22jabar-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7320\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan <em>Selamat Datang di Indonesia<\/em> (2021) karya Azalia Muchransyah (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berstruktur seperti video <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">training<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau edukasi, seorang perempuan masa depan menjelaskan sejarah Indonesia kepada warga bumi yang telah berpindah ke Mars. Pemaparan \u201cmateri\u201d yang disampaikan sangat problematis dan penuh dengan kekeliruan. Bertujuan untuk menciptakan citra terbaik dalam dunia memandang indonesia. Secara satir, film garapan Azalia Muchransyah ini mengomentari bagaimana sejarah kerap dipoles dan didistorsi demi kepentingan sang penulis sejarah.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelima film dalam program ini memanfaatkan kekuatan komunikasi film dalam menghadirkan kisah-kisah tentang komunikasi itu sendiri. Dari perdebatan kakak-beradik yang sudah jauh terpisah, perbincangan abstrak antar dua karakter, suasana jenaka lokasi syuting, hubungan suami-istri yang menyedihkan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hingga komunikasi massal berisi kebohongan, program ini menunjukkan bahwa dunia pada dasarnya dipenuhi dengan segala jenis komunikasi, dan peran sinema adalah untuk memproyeksikannya ke pada layar. Memungkinkan kita untuk terserap ke dalam suatu sudut pandang yang berbeda, tanpa adanya keinginan untuk menginterupsi.<\/span><\/p>\n<h6><em>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (Maret-September 2022).<\/em><br \/>\n<em>Program Indonesia Raja 2022 Jawa Barat dapat dipinjam untuk diputar di layar lebar. Informasi lebih lanjut tersedia di <a href=\"https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih dari medium seni lain, film adalah medium yang paling mencerminkan sifat manusia dalam berkomunikasi. Sebagai karya audio visual, film menggunakan tutur kata dan gerak tubuh dalam menyampaikan sesuatu. Oleh karena itu, saat menonton film, kita menyaksikan aksi berkomunikasi yang sangat dikenal. Menyerupai cara berkomunikasi kita dalam dunia keseharian. Namun perbedaan utama film dengan dunia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":7316,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[158,184,170,171],"jnews-series":[],"class_list":["post-7312","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-festival-writers","tag-hybrid-internship-2022","tag-indonesia-raja-2022","tag-indonesia-raja-2022-jawa-barat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lebih dari medium seni lain, film adalah medium yang paling mencerminkan sifat manusia dalam berkomunikasi. Sebagai karya audio visual, film menggunakan tutur kata dan gerak tubuh dalam menyampaikan sesuatu. Oleh karena itu, saat menonton film, kita menyaksikan aksi berkomunikasi yang sangat dikenal. Menyerupai cara berkomunikasi kita dalam dunia keseharian. Namun perbedaan utama film dengan dunia [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-12T07:43:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-04T08:09:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/fusion-ir22-jabar.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bintang Panglima\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bintang Panglima\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bintang Panglima\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43\"},\"headline\":\"Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek\",\"datePublished\":\"2022-05-12T07:43:04+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-04T08:09:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/\"},\"wordCount\":1345,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/fusion-ir22-jabar.webp\",\"keywords\":[\"Festival Writers\",\"Hybrid Internship 2022\",\"Indonesia Raja 2022\",\"Indonesia Raja 2022 Jawa Barat\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/\",\"name\":\"Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/fusion-ir22-jabar.webp\",\"datePublished\":\"2022-05-12T07:43:04+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-04T08:09:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/fusion-ir22-jabar.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/fusion-ir22-jabar.webp\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Salah satu adegan Fusion (2021) karya Irvan Achmad, Rizaldy Bagas, Calista Aradea, dan Ice-Land (dok: istimewa)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43\",\"name\":\"Bintang Panglima\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/bintang-panglima_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/bintang-panglima_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Bintang Panglima\"},\"description\":\"Bintang has always enjoyed watching and analyzing movies. Now a cinema studies student at the Jakarta Institute of Arts, He's attempting to find the balance between being behind the camera and being behind the keyboard.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/bintangpanglima\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek - Minikino Articles","og_description":"Lebih dari medium seni lain, film adalah medium yang paling mencerminkan sifat manusia dalam berkomunikasi. Sebagai karya audio visual, film menggunakan tutur kata dan gerak tubuh dalam menyampaikan sesuatu. Oleh karena itu, saat menonton film, kita menyaksikan aksi berkomunikasi yang sangat dikenal. Menyerupai cara berkomunikasi kita dalam dunia keseharian. Namun perbedaan utama film dengan dunia [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2022-05-12T07:43:04+00:00","article_modified_time":"2022-10-04T08:09:20+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/fusion-ir22-jabar.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Bintang Panglima","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bintang Panglima","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/"},"author":{"name":"Bintang Panglima","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43"},"headline":"Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek","datePublished":"2022-05-12T07:43:04+00:00","dateModified":"2022-10-04T08:09:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/"},"wordCount":1345,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/fusion-ir22-jabar.webp","keywords":["Festival Writers","Hybrid Internship 2022","Indonesia Raja 2022","Indonesia Raja 2022 Jawa Barat"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/","name":"Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/fusion-ir22-jabar.webp","datePublished":"2022-05-12T07:43:04+00:00","dateModified":"2022-10-04T08:09:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/fusion-ir22-jabar.webp","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/fusion-ir22-jabar.webp","width":1920,"height":1080,"caption":"Salah satu adegan Fusion (2021) karya Irvan Achmad, Rizaldy Bagas, Calista Aradea, dan Ice-Land (dok: istimewa)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyaksikan-komunikasi-dalam-film-pendek\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menyaksikan Komunikasi Dalam Film Pendek"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43","name":"Bintang Panglima","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/bintang-panglima_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/bintang-panglima_avatar-96x96.jpg","caption":"Bintang Panglima"},"description":"Bintang has always enjoyed watching and analyzing movies. Now a cinema studies student at the Jakarta Institute of Arts, He's attempting to find the balance between being behind the camera and being behind the keyboard.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/bintangpanglima\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7312"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7312\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7360,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7312\/revisions\/7360"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7312"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=7312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}