{"id":7335,"date":"2022-05-13T13:56:17","date_gmt":"2022-05-13T05:56:17","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=7335"},"modified":"2022-06-22T08:12:26","modified_gmt":"2022-06-22T00:12:26","slug":"membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/","title":{"rendered":"Membahas yang Rasional dan yang Mistis"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Kendati belakangan banyak Gen Z menarasikan Bali sebagai tempat yang baik untuk <i>healing<\/i> dan menggali <i>inner peace. <\/i>Sesungguhnya Bali selalu penuh dengan tegangan. Tegangan tentu tak semata-mata dipahami sebagai sumber konflik kekerasan fisik. Lebih sering, ia termanifestasi dalam dualitas pertentangan nilai dan paradigma yang bersemayam dalam masyarakat: antara tradisional dan modern, yang mistis dan yang rasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Masyarakat Bali seakan harus terus hidup di batas pertentangan ini. Entah menjembatani yang bertentangan atau mencari jalan di antaranya. Yang pasti, dinamika masyarakat dalam merespons hal ini bisa jadi sangat beragam. Dalam perkara yang mistis dan yang rasional, masyarakat Bali nampaknya memilih untuk memadukan keduanya sebagai paradigma yang berkelindan. Setidaknya itu yang saya lihat dari enam film pendek dalam Program Indonesia Raja 2022: Bali yang bertajuk Rasionalitas Mistis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Kardian Narayana sebagai programmer, menggunakan istilah Rasionalitas Mistis. Suatu istilah yang cukup sulit dipahami sebetulnya. Dan seperti biasa untuk mengakali sesuatu yang sulit, mari kita bandingkan Rasionalitas Mistis dengan istilah lain yang punya kemiripan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Saya pernah mendengar istilah yang mirip-mirip\u2014menentangkan dua hal\u2014seperti realisme magis atau spiritualisme kritis. Realisme magis biasa disematkan pada gaya tutur\/genre yang mencampuradukkan peristiwa sehari-hari dengan fenomena diluar nalar (<i>magical<\/i>). Lalu spiritualisme kritis pertama kali saya dengar dari sastrawan Ayu Utami yang kurang lebih mendefinisikannya \u201csebagai keterbukaan pada yang spiritual tanpa mengkhianati nalar kritis\u201d. Rasionalitas mistis saya rasa lebih dekat dengan yang kedua. Sama-sama perkara nalar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Bila dilihat dari sejarahnya, istilah rasio dekat dengan tradisi berpikir akali, sejak Filsuf Yunani Aristoteles menggunakan istilah <i>Animal rationale <\/i>(hewan yang mampu menalar) untuk membedakan hewan-manusia dengan hewan-non-manusia<i>. <\/i>Dan di sisi lain mistis\u2014dari bahasa Yunani <i>mystikos<\/i>\u2014sifatnya lebih misterius, tidak terjangkau akal, dan rahasia. Sederhananya di sini saya akan memahami rasionalitas mistis sebagai paradigma untuk menalar, mencari suatu sifat yang rasional dalam perkara yang kerap tidak terjangkau akal.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Dengan begitu, di tahun ke-empatnya menjadi programer Indonesia Raja Bali. Kardian nampak meniatkan program ini untuk menyentuh tataran paradigma melalui film-film pilihannya. Tentu jika kita bisa sepakat mengartikan paradigma sebagai sebuah pandangan atau pun cara pandang yang digunakan untuk menilai dunia dan alam sekitarnya. Maka program ini juga diperkuat dengan catatan program yang Kardian sematkan, \u201cAda hal-hal yang tak berwujud menggerakkan seluruh karakter dalam seluruh film-film pendek pilihan tahun ini. Dengan berbagai bentuk, hal-hal mistis dan spiritual ditafsirkan tanpa menjadi absolut\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><b><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Paradigma \u201cDi Antara\u201d<\/span><\/b><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Paradigma manusia yang berjalan dari mitos ke logos adalah mitos tersendiri. Suatu mitos tentang perkembangan yang dianggap selalu berjalan linier. Mitos yang erat kaitanya dengan perkara mistis, sejatinya tidak serta-merta ditinggalkan dan digantikan oleh sesuatu yang lebih modern-logis. Dalam film-film pendek seperti <i>Puisi Luka <\/i>(2022)<i>, Obsesi <\/i>(2022)<i>, On the Day I meet Marry <\/i>(2022)<i>,<\/i> terlihat jika hal-hal mistis adalah perihal rasa yang purba, dan ia tidak luput dari masyarakat yang sudah modern sekalipun.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7341\" aria-describedby=\"caption-attachment-7341\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7341 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Puisi-Luka_Moment.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Puisi-Luka_Moment.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Puisi-Luka_Moment-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Puisi-Luka_Moment-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Puisi-Luka_Moment-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Puisi-Luka_Moment-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7341\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan Puisi Luka (2022) karya Juan Bio (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Dalam Film eksperimental <i>Puisi Luka <\/i>\u00a0karya Juan Bio, kematian hewan ditampilkan sebagai suatu yang spiritual, mendorong tokoh utamanya melakukan hal yang absurd (dan puitis). Menghancurkan rumah peliharaan, membakar puing, dan menyirami puing sungguh suatu tindakan konyol dan sia-sia. Tapi justru di sana makna eksistensial tentang absurditas hidup mendapatkan tempatnya. Karena tidak semua hal dalam kehidupan\u2014termasuk fenomena hidup dan mati yang setua peradaban manusia\u2014bisa mentah-mentah dicerna nalar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><i><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Obsesi<\/span><\/i><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\"> karya Dharma Sukawiyana dan <i>On That Day I Met Marry<\/i> karya I kadek Indra Agustina berbicara tentang tema abadi lainnya, cinta. Kemajuan teknologi menjadi subteks yang penting di kedua film ini. <i>Obsesi <\/i>secara komedik menempatkan teknologi media sosial sebagai sirkuit percintaan dan perdukunan sebagai jalan meraih cinta. Lalu <i>On That Day I Met Marry <\/i>menghadirkan latar futuristik, di mana kisah tentang manusia yang mencintai humanoid dapat terealisasikan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7339\" aria-describedby=\"caption-attachment-7339\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7339\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/obsesi-still.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/obsesi-still.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/obsesi-still-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/obsesi-still-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/obsesi-still-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/obsesi-still-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7339\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan Obsesi (2022) karya Dharma Sukawiyana (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di tengah kemajuan teknologi itu, film <em>Obsesif <\/em>menampilkan adegan praktik spiritual perdukunan. Meskipun kelihatannya adegan itu ditampilkan sebagai suatu kritik atas praktik yang \u201ctidak masuk akal\u201d. Terlihat cara tokoh-tokoh dalam film-film ini merespons rasa, menunjukan paradigma tokoh dalam memandang realitas hidupnya. Keputusan yang diambil tokoh menjadi gambaran logika penyelesaian suatu masalah. Dan adegan-adegannya adalah manifestasi struktur atau sistem kepercayaan yang terbentuk untuk menunjang kepentingan film.<\/p>\n<p>Melalui berbagai kisah \u201cdi antara\u201d, tiga film dari program Indonesia Raja 2022 Bali ini menjadi pembuka yang baik untuk mengantarkan kita pada konsep <em>sekala-niskala. <\/em>Sebuah konsep tentang integrasi persoalan-persoalan kebatinan dan keduniawian yang cukup mengakar dalam paradigma masyarakat Bali. Dan tentu ini selaras dengan apa yang Kardian sebut dalam catatan programnya \u201chal-hal yang tak berwujud (mistis dan spiritual) menggerakkan seluruh karakter (tubuh dan dunianya)\u201d.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7340\" aria-describedby=\"caption-attachment-7340\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7340\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/on-that-day-i-met-marry-still.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/on-that-day-i-met-marry-still.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/on-that-day-i-met-marry-still-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/on-that-day-i-met-marry-still-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/on-that-day-i-met-marry-still-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/on-that-day-i-met-marry-still-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7340\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan ON THAT DAY I MET MARRY (2022) karya I Kadek Indra Agustina (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Negara, Modernitas, dan Mistifikasi Mitos<\/b><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Lain dengan tiga film sebelumnya yang mengandaikan hal-hal mistis sebagai suatu yang terberi (dan begitu adanya) sebagai fondasi logika film. Tiga film berikutnya, <i>Astungkara (May it happen by His will) <\/i>(2021), <a href=\"https:\/\/balitersenyum.id\/film-dokumenter-belajar-di-kampung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i>Belajar di Kampung <\/i><\/a>(2021), dan <i>Kala Rau When The Sun Got Eaten <\/i>(2022), ketika ditonton secara berurutan, terasa menawarkan eksaminasi yang lebih radikal tentang apa yang mistis dan yang rasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Menonton film dokumenter <i>Astungkara<\/i> arahan Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha<i>, <\/i>sedikit membawa saya pada pemahaman Gung Aji dan Gung Byang tentang dimensi spiritual Hindu-Bali. Dari film yang menggunakan format dokumenter observasional ini, terlihat laku ibadah dan keseharian para subjeknya di masa pagebluk. Matahari memiliki peran vital bagi para subjek dalam <i>Astungkara<\/i>. Praktik perapalan mantra <i>Nyurya Sewana <\/i>dan <i>Tri Sandya <\/i>menjadi laku spiritual (yang rasional) sebagai bentuk pemujaan kepada <i>Sanghyang Surya <\/i>(penguasa matahari) ketika beriringan dengan keyakinan Gung Aji jika, \u201cvirus akan mati kena sinar matahari\u201d.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7342\" aria-describedby=\"caption-attachment-7342\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7342\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Still-FIlm-Astungkara.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Still-FIlm-Astungkara.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Still-FIlm-Astungkara-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Still-FIlm-Astungkara-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Still-FIlm-Astungkara-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Still-FIlm-Astungkara-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7342\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan Astungkara (2021) karya Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; line-height: 150%; background: white;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Momentum pagebluk juga digunakan oleh I Made Suarbawa dalam filmnya<i> Belajar di Kampung<\/i>. Ia mengikuti keseharian Puspa Dewi yang harus sekolah dari rumah Neneknya di Desa karena penyebaran virus. Film ini dengan baik menangkap problematika keseharian dalam ranah teknologi, seperti siaran TVRI yang buram karena program digitalisasi siaran tv, sampai kesulitan mengirim pesan karena susah sinyal. Dalam lanskap sinema era pandemi di Indonesia yang dituruti dengan gencarnya wacana revolusi 4.0. Problematika keseharian yang ditampilkan dalam film ini menjadi kritik tajam atas retorika pembangunan yang abai pada \u201crealitas pinggiran\u201d. Di mana teknologi modern bukan satu-satunya jalan yang manjur untuk segala hal. Posisi sains dan teknologi adalah opsi yang tidak absolut.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Kedua film dokumenter pendek ini jelas memperlihatkan paradigma masyarakat atas virus sebagai suatu yang <i>niskala<\/i>. Dan mempengaruhi langsung dinamika kehidupan para subjeknya. Tapi perhatian saya, agaknya tertuju pada konteks yang lain; kehadiran matahari yang dibicarakan dalam <i>Astungkara <\/i>sebagai sesuatu yang agung dan memberi kebaikan. Dilanjut siaran belajar dari rumah dari TVRI sebagai bentuk rasionalitas kehadiran negara dalam <i>Belajar di Kampung. <\/i>Kedua hal yang hadir dalam konteks kekinian, memiliki konteks yang jauh berbeda 40 tahun yang lalu. Tepatnya tahun 1983 ketika berlangsungnya gerhana matahari total yang menjadi latar belakang film selanjutnya, <i>Kala Rau When The Sun Got Eaten.<\/i><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7343\" aria-describedby=\"caption-attachment-7343\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7343\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Belajar-Di-Kampung.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Belajar-Di-Kampung.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Belajar-Di-Kampung-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Belajar-Di-Kampung-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Belajar-Di-Kampung-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Belajar-Di-Kampung-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7343\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan Belajar Di Kampung (2021) karya I Made Suarbawa (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Medy Mahasena sebagai sutradara <i>Kala Rau When The Sun Got Eaten <\/i>menggabungkan pendekatan fiksi sejarah dengan kearifan lokal setempat tentang mitos Kala Rau. Kisahnya, tentang Sri yang mencari ayahnya saat gerhana matahari total berlangsung. Ada satu sekuens menarik dalam film ini yang menampilkan tegangan paradigma rasional dan mistis. ketika Sri dan beberapa warga lainnya duduk bersama di teras menghadap TV yang menyiarkan penjelasan mengenai gerhana matahari.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Penjelasan rasional dipresentasikan oleh pembawa acara perempuan di TVRI yang menjelaskan fenomena gerhana matahari. Di sisi lain, ada Pak Agus, seorang tokoh desa yang menceritakan Kala Rau yang kepalanya melesat abadi di angkasa dan memakan matahari. Dua kisah ini dituturkan secara bersamaan, dan kisah tentang Kala Rau menjadi dominan (punya desibel yang lebih besar) dibanding suara pembawa acara di TVRI yang tenggelam jadi suara latar. Nampaknya, kisah tentang Kala Rau sebagai mitos lebih mudah diterima oleh Sri.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Film telah diberkahi kemampuan luar biasa dibanding medium seni lainnya dalam merepresentasikan dan bahkan memanipulasi kenyataan. Dan film <i>Kala Rau<\/i> menjadi representasi atas kekuatan mitos sebagai instrumen politik, yang tampaknya sangat disadari oleh Soeharto. Mitos Kala Rau (atau Batara Kala di Jawa) direproduksi oleh pemerintah Orde Baru untuk melegitimasi kontrol terhadap masyarakat. Perintah melalui perangkat desa, menyuruh warga untuk berlindung di dalam rumah karena adanya bahaya yang mengancam di luar, dipatuhi mayoritas penduduk Indonesia. \u201cJangan mencoba-coba melihat GERHANA MATAHARI walaupun hanya sedetik\u201d, yang tertulis pada spanduk dalam film <i>Kala Rau, <\/i>bisa jadi jamak ditemui di seluruh Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Soeharto menjalankan negara dengan alam pikir Jawa-nya. Konsep \u201cselamet\u201d dimanifestasikan dalam narasi \u201cpenyelamatan\u201d. Obsesi Soeharto (sejak G30S) untuk menjadi juru selamat dan ratu adil, membentuk heroisme Bapak (pemerintah orde baru)\u2014melalui retorika modernisasi\u2014yang siap hadir dan menyelamatkan tiap kali bahaya datang. Retorika modernisasi Orde Baru adalah penerapan langsung rasionalitas instrumental yang menempatkan sesuatu \u201cmenjadi rasional\u201d jika dipandang nilai ekonomisnya. Begitu juga cerita rakyat dan kearifan lokal setempat, akan ditungganginya sebagai alat legitimasi kekuasaan yang efisien.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7345\" aria-describedby=\"caption-attachment-7345\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7345\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Kala_Rau.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Kala_Rau.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Kala_Rau-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Kala_Rau-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Kala_Rau-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/Kala_Rau-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7345\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan Kala Rau When The Sun Got Eaten (2022) karya Medy Mahasena (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Penggunaan mitos untuk memperkuat legitimasi penguasa adalah cerita lama orang Jawa. Wangsa Mataram, misalnya menciptakan mitos Nyai Roro Kidul yang disebut-sebut dalam Babad Tanah Jawi sebagai pasangan abadi para raja-raja Mataram. Terlebih, <\/span><span lang=\"EN-US\"><a href=\"https:\/\/www.google.co.id\/books\/edition\/Anak_Semua_Bangsa\/-jE5DwAAQBAJ?hl=id&amp;gbpv=1&amp;dq=Nyai+Roro+Kidul+adalah+kreasi+Jawa+yang+gemilang+untuk+mempertahankan+kepentingan+Raja-Raja+Pribumi+Jawa&amp;pg=PA77&amp;printsec=frontcover\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"color: #1155cc;\">Pramoedya Ananta Toer<\/span><\/a><span style=\"color: #333333;\"> dalam bukunya <i>Anak Semua Bangsa<\/i>, telah memperingatkan jika \u201cpenguasa-penguasa pribumi di Jawa yang menggunakan tahayul untuk menguasai rakyatnya sendiri, dan dengan demikian tak mengeluarkan biaya untuk menyewa tenaga-tenaga kepolisian untuk mempertahankan kepentingannya. Nyai Roro Kidul adalah kreasi Jawa yang gemilang untuk mempertahankan kepentingan Raja-Raja Pribumi Jawa.\u201d\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Tentu, tidak bisa dipungkiri jika yang mistis dan yang rasional bagaimanapun telah membentuk realitas menjadi begitu pelik untuk dicerna. Rasionalitas kritis tampaknya menjadi suatu yang penting, setidaknya untuk terus mempertanyakan dan menguji ulang sesuatu yang sudah mapan. Entah itu mitos yang dikait-kaitkan dengan hal spiritual (padahal bohong), atau mitos modern tentang kemajuan yang dipenuhi dengan retorika kepalsuan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Ketika Kardian menyatakan dalam programnya \u201chal-hal mistis dan spiritual ditafsirkan tanpa menjadi absolut\u201d. Saya pikir ini adalah pernyataan untuk terus menafsirkan konteks dan tidak terjebak dalam narasi tunggal paradigma yang dominan. Terutama dalam konteks masyarakat Bali yang begitu dekat dengan pertentangan ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin: 12.0pt 0cm 12.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: #333333;\">Melalui rangkaian program Indonesia Raja Bali, Kardian dengan baik menyusun film-film pendek para sineas Bali hingga saling berkesinambungan. Dalam program ini saya tidak melihat film pendek yang tunggal, sehingga menilai film mana yang lebih kuat atau yang lebih lemah jadi tidak berlaku. Yang saya lihat lebih dari itu: sebuah program yang menawarkan wacana yang menggugah.<\/span><\/p>\n<h6><em>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (Juni-September 2021).<\/em><br \/>\n<em>Program Indonesia Raja 2022 Bali dapat dipinjam untuk diputar di layar lebar. Informasi lebih lanjut tersedia di <a href=\"https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kendati belakangan banyak Gen Z menarasikan Bali sebagai tempat yang baik untuk healing dan menggali inner peace. Sesungguhnya Bali selalu penuh dengan tegangan. Tegangan tentu tak semata-mata dipahami sebagai sumber konflik kekerasan fisik. Lebih sering, ia termanifestasi dalam dualitas pertentangan nilai dan paradigma yang bersemayam dalam masyarakat: antara tradisional dan modern, yang mistis dan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":7344,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[59,170,172],"jnews-series":[],"class_list":["post-7335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-indonesia-raja","tag-indonesia-raja-2022","tag-indonesia-raja-2022-bali"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Membahas yang Rasional dan yang Mistis - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membahas yang Rasional dan yang Mistis - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kendati belakangan banyak Gen Z menarasikan Bali sebagai tempat yang baik untuk healing dan menggali inner peace. Sesungguhnya Bali selalu penuh dengan tegangan. Tegangan tentu tak semata-mata dipahami sebagai sumber konflik kekerasan fisik. Lebih sering, ia termanifestasi dalam dualitas pertentangan nilai dan paradigma yang bersemayam dalam masyarakat: antara tradisional dan modern, yang mistis dan yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-13T05:56:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-22T00:12:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/catatan-program-ir22bali.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ahmad Fauzi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ahmad Fauzi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ahmad Fauzi\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3\"},\"headline\":\"Membahas yang Rasional dan yang Mistis\",\"datePublished\":\"2022-05-13T05:56:17+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-22T00:12:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/\"},\"wordCount\":1775,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/catatan-program-ir22bali.webp\",\"keywords\":[\"Indonesia Raja\",\"Indonesia Raja 2022\",\"Indonesia Raja 2022 Bali\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/\",\"name\":\"Membahas yang Rasional dan yang Mistis - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/catatan-program-ir22bali.webp\",\"datePublished\":\"2022-05-13T05:56:17+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-22T00:12:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/catatan-program-ir22bali.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/catatan-program-ir22bali.webp\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Pengantar program dari Programmer Indonesia Raja 2022 Bali, Kardian Narayana. - Dok: Minikino\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membahas yang Rasional dan yang Mistis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3\",\"name\":\"Ahmad Fauzi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Ahmad-Fauzi_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Ahmad-Fauzi_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Ahmad Fauzi\"},\"description\":\"A film enthusiast, researcher and writer. He was active in journalistic and arts organizations while in college. He is interested in issues about equality, modernity\/coloniality, and audio-visual culture. He believes that collective work and solidarity have the power to bring good things in life(s).\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/fauzi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membahas yang Rasional dan yang Mistis - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Membahas yang Rasional dan yang Mistis - Minikino Articles","og_description":"Kendati belakangan banyak Gen Z menarasikan Bali sebagai tempat yang baik untuk healing dan menggali inner peace. Sesungguhnya Bali selalu penuh dengan tegangan. Tegangan tentu tak semata-mata dipahami sebagai sumber konflik kekerasan fisik. Lebih sering, ia termanifestasi dalam dualitas pertentangan nilai dan paradigma yang bersemayam dalam masyarakat: antara tradisional dan modern, yang mistis dan yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2022-05-13T05:56:17+00:00","article_modified_time":"2022-06-22T00:12:26+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/catatan-program-ir22bali.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Ahmad Fauzi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ahmad Fauzi","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/"},"author":{"name":"Ahmad Fauzi","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3"},"headline":"Membahas yang Rasional dan yang Mistis","datePublished":"2022-05-13T05:56:17+00:00","dateModified":"2022-06-22T00:12:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/"},"wordCount":1775,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/catatan-program-ir22bali.webp","keywords":["Indonesia Raja","Indonesia Raja 2022","Indonesia Raja 2022 Bali"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/","name":"Membahas yang Rasional dan yang Mistis - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/catatan-program-ir22bali.webp","datePublished":"2022-05-13T05:56:17+00:00","dateModified":"2022-06-22T00:12:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/catatan-program-ir22bali.webp","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/catatan-program-ir22bali.webp","width":1920,"height":1080,"caption":"Pengantar program dari Programmer Indonesia Raja 2022 Bali, Kardian Narayana. - Dok: Minikino"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membahas-yang-rasional-dan-yang-mistis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membahas yang Rasional dan yang Mistis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3","name":"Ahmad Fauzi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Ahmad-Fauzi_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Ahmad-Fauzi_avatar-96x96.jpg","caption":"Ahmad Fauzi"},"description":"A film enthusiast, researcher and writer. He was active in journalistic and arts organizations while in college. He is interested in issues about equality, modernity\/coloniality, and audio-visual culture. He believes that collective work and solidarity have the power to bring good things in life(s).","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/fauzi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7335"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7335\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7338,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7335\/revisions\/7338"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7335"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=7335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}