{"id":7415,"date":"2022-06-07T16:03:12","date_gmt":"2022-06-07T08:03:12","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=7415"},"modified":"2022-10-04T16:05:53","modified_gmt":"2022-10-04T08:05:53","slug":"aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/","title":{"rendered":"Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapatkah kita menulis sesuatu yang jauh berjarak dengan kita? Pertanyaan tersebut muncul secara acak di dalam benak saya ketika pertama kali menuliskan kembali isi kepala selepas menyaksikan Indonesia Raja 2022: Aceh dan Padang Panjang.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Tumbuh dan berkembang dalam di wilayah seperti Bintaro dan Ciputat dengan kultur yang tak jauh berbeda antara satu dan lainnya membuat saya merasakan jarak tersebut. Latar belakang budaya, bahasa, tradisi, serta adat istiadat Aceh dan Padang Panjang membuat saya penasaran. Apakah saya bisa mengurai kembali ingatan seusai menonton film-film pendek dari daerah ini untuk meluruhkan jarak antara saya dengan Aceh dan Padang Panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, waktu saya masih kecil, saya ingat pernah menonton film panjang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hafalan Shalat Delisa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2011) yang berlatarkan tsunami Aceh. Saya menontonnya berulang kali di televisi. Begitu juga film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tjoet Nya\u2019 Dhien <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(1988), film biopik perjuangan perempuan Aceh menyentuh saya. Lalu ada film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tenggelamnya Kapal Van der Wijck <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2013).\u00a0 Beberapa sastrawan asal Sumatera Barat seperti Marah Rusli, Abdul Moeis, Hamka, dan Selasih juga pernah saya baca karyanya. Itulah pengalaman berkenalan dengan Aceh dan Padang Panjang yang jadi dasar ingatan mengenai keadaan politik, budaya, dan demografi yang barangkali relevan dengan empat film pendek dalam program Indonesia Raja 2022: Aceh dan Padang Panjang ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baik Aceh maupun Padang Panjang keduanya sama-sama memiliki julukan Serambi Mekkah. Latar belakang historis keislaman yang kental hingga saat inilah yang membuat Aceh dan Padang Panjang dikenal dengan julukan tersebut. Empat film pendek ini berusaha memotret realitas sekarang terkait bagaimana masyarakat Aceh dan Padang Panjang memaknai tantangan zaman. Melalui program Indonesia Raja 2022: Aceh dan Padang Panjang dengan tajuk Budaya, Agama, dan Perempuan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Programmer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Akbar Rafsanjani dan Wahyudha menyematkan catatan, \u201cFilm-film pendek yang terpilih tahun ini mengundang penonton untuk membaca tafsiran berbeda dari narasi arus utama tentang budaya, agama, dan perempuan\u201d.<\/span><\/p>\n<p><b>Tradisi dan Benturan Perubahan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film pendek pertama yang diputar adalah <\/span><b><i>Tarek Pukat <\/i><\/b><b>(2021)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, film dokumenter yang disutradarai oleh Muhammad Ammar Roofif ini menceritakan kehidupan nelayan di pesisir pantai yang menggantungkan hidup dari mencari ikan. Teknik yang biasa digunakan nelayan untuk menangkap ikan adalah dengan pukat, dalam budaya Aceh dikenal dengan istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tarek pukat. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Teknik tersebut telah mengakar lama dan menjadi bagian tradisi. Pukat sebagai alat untuk menangkap ikan dinilai tidak berbahaya bagi lingkungan sekitarnya. Tradisi ini juga menguatkan kebersamaan yang terjalin di antara para nelayan. Kesabaran dan semangat para nelayan dibutuhkan agar hasil tangkapan dapat ditarik sepenuhnya. <em>T<\/em><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">arek pukat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan cerminan gotong royong,\u00a0 nilai tradisi masyarakat Aceh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film pendek berdurasi 21 menit ini berupaya menampilkan kehidupan nelayan kecil yang perlahan terganggu dengan kehadiran nelayan dengan kapal-kapal besar. Nelayan-nelayan kecil menyebut kapal berkapasitas besar ini sebagai nelayan berlampu, sebab beroperasi pada malam hari dengan lampu. Salah satu nelayan kecil beranggapan usaha mereka selama ini sia-sia, sebab nelayan besar memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">backing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang kuat. Nelayan besar terkadang beroperasi sampai laut dangkal, sehingga mengurangi ikan-ikan yang ada di daerah tersebut. Akibatnya nelayan kecil hanya mendapatkan sedikit ikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada upaya penindasan, perampasan, dan penaklukan wilayah yang dilakukan oleh nelayan besar memberikan dampak buruk bagi ekosistem laut. Nelayan besar menggunakan pukat harimau yang menggasak habis biota dasar laut. Kehadiran nelayan besar merugikan dua hal sekaligus, nelayan kecil dan lingkungan sekitar itu sendiri. Film dokumenter pendek yang menyajikan sudut pandang para nelayan kecil ini menyingkap sisi lain modernisme. Kehadirannya ternyata turut merampas hak masyarakat kecil dan mengganggu berlangsungnya ekosistem sekitar.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7449\" aria-describedby=\"caption-attachment-7449\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7449\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/ibu-still-01-ir-sumatra-aceh-padangpanjang.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/ibu-still-01-ir-sumatra-aceh-padangpanjang.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/ibu-still-01-ir-sumatra-aceh-padangpanjang-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/ibu-still-01-ir-sumatra-aceh-padangpanjang-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/ibu-still-01-ir-sumatra-aceh-padangpanjang-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/ibu-still-01-ir-sumatra-aceh-padangpanjang-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7449\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan film <em>Ibu<\/em> (2021) karya Rici Viondra (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan zaman mempengaruhi ranah publik dan juga keluarga. Film <\/span><b><i>Ibu <\/i><\/b><b>(2021)<\/b>, <span style=\"font-weight: 400;\">film pendek produksi Padang Panjang yang disutradarai oleh Rici Viondra ini memperkenalkan penonton pada kedatangan keluarga kecil ke rumah Ibu yang semula tinggal sendiri. Rasa sepi yang dirasakan ibu langsung terasa di dalam rumah. Kamera menyoroti tembok kusam, perabotan reot, dan barang-barang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jadul <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang menghiasi rumah memberikan kesan bahwa Ibu lama tinggal sendiri di rumah tersebut. Bahkan mungkin hampir separuh usianya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedatangan anak laki-laki, menantu, dan cucu Ibu memberikan secercah kebahagiaan. Anak, diperlihatkan bersikap acuh tak acuh pada Ibu. Tradisi Minangkabau populer memuliakan perempuan. Di luar daerah ini, kita akrab dengan nasihat memuliakan sosok ibu lantaran jasanya yang tak terhingga. Namun, Ibu di film ini nasibnya berbeda<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span> Saat<span style=\"font-weight: 400;\"> anak berniat untuk menjual rumah yang ditempati Ibu, saya merasakan haru. Ekspektasi awal yang terbangun saat melihat judul film mengecoh persepsi saya tentang hangat dan kasih sayang keluarga dalam tradisi Minangkabau. Film pendek ini ternyata menyajikan cinta Ibu yang ditunjukkan lewat kepasrahan dan keikhlasannya menerima keputusan sang anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Minangkabau dengan sistem kekerabatan matrilineal umumnya mementinkan keturunan dari garis ibu. Keistimewaan yang dimiliki oleh perempuan Minangkabau salah satunya adalah terkait hak properti seperti rumah. Alih-alih berusaha untuk memiliki rumah, laki-laki dalam adat Minangkabau bertugas untuk melindungi harta tersebut. Pergeseran posisi perempuan Minang di Sumatera Barat yang terekam dalam <\/span><b><i>Ibu <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">ini barangkali yang cerminan kondisi Minangkabau hari ini.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Tarek Pukat <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><b><i>Ibu<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> menyodorkan perubahan tradisi dan adat istiadat yang terjadi dalam masyarakat Aceh dan Padang Panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7450\" aria-describedby=\"caption-attachment-7450\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7450\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/semua-karena-cinta-still-01.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/semua-karena-cinta-still-01.webp 1920w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/semua-karena-cinta-still-01-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/semua-karena-cinta-still-01-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/semua-karena-cinta-still-01-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/semua-karena-cinta-still-01-1536x864.webp 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7450\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan film <em>Semua Karena Cinta<\/em> (2021) karya Beni Arona (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Upaya Memaknai Pertentangan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kali saya gelisah, saya selalu berusaha menghubungkannya dengan kecamatan kecil nan sumpek, tempat saya mencari ilmu, namanya Ciputat. Rasa benci tapi cinta dengan Ciputat inilah yang barangkali membuat saya banyak memaklumi dan memahami perasaan karakter Bapak dalam film <\/span><b><i>Semua Karena Cinta <\/i><\/b><b>(2021)<\/b>.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film pendek garapan Beni Arona ini menceritakan keluarga pendatang dari Medan yang memilih untuk menetap di Aceh sejak peristiwa tsunami 2004 merenggut nyawa Ibu. Film ini mengambil sudut pandang sang anak, Alfi, yang menolak untuk tetap tinggal di Aceh lantaran trauma peristiwa tsunami akan kembali terjadi. Penonton diajak turut merasakan betapa Aceh sudah tidak lagi menjadi tempat yang menyenangkan untuk Alfi. Baginya yang tersisa dari Aceh adalah kegundahan, pertentangan, dan ketakutan yang tiada habis. Sebagai penonton, mudah untuk memberi komentar betapa pentingnya komunikasi bapak dan anak. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya proses penerimaan Alfi terhadap pilihan bapak beriringan dengan penerimaan Alfi terhadap Aceh dengan segala hiruk pikuknya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7451\" aria-describedby=\"caption-attachment-7451\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7451\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Manyalak-Still-Photo-3-scaled.webp\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1440\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Manyalak-Still-Photo-3-scaled.webp 2560w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Manyalak-Still-Photo-3-300x169.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Manyalak-Still-Photo-3-1024x576.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Manyalak-Still-Photo-3-768x432.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Manyalak-Still-Photo-3-1536x864.webp 1536w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Manyalak-Still-Photo-3-2048x1152.webp 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7451\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu adegan film <em>Manyalak<\/em> (2021) karya Rere Reza (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isu tentang pertentangan hadir dalam bentuk lain dalam <\/span><b><i>Semua Karena Cinta, Menyalak <\/i><\/b><b>(2021) <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">menggambarkan dilema antara agama dan tradisi.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Film dokumenter asal Padang Panjang yang disutradarai oleh Rere dan Reza ini secara garis besar menceritakan tradisi berburu babi hutan dalam masyarakat Minangkabau. Tradisi unik yang disebut sebagai berburu kandiak atau babi hutan ini dilakukan untuk membasmi hama babi yang merusak tanaman. Aktivitas memburu babi hutan ini juga dianggap sebagai bentuk olahraga yang dapat menyehatkan tubuh. Menariknya, film dokumenter ini menyuguhkan dua elemen yang saling bersinggungan dalam masyarakat Minangkabau, yakni agama dan tradisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton diberikan sudut pandang masyarakat tradisi dan diberikan pula sudut pandang tokoh agama. Alih-alih menutup rapat-rapat tradisi atau agama, kita diperlihatkan masyarakat tradisi yang mulai progresif terhadap ajaran-ajaran Islam. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya segelintir pertanyaan yang diajukan oleh sekelompok masyarakat tradisi terkait hukum memelihara anjing dalam Islam. Kemunculan pertanyaan tersebut dapat ditafsirkan sebagai bentuk keterbukaan pikiran masyarakat tradisi terhadap nilai-nilai agama Islam.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Menyalak<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">menutup program Indonesia Raja 2022: Aceh dan Padang Panjang<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dengan sajian yang solid. Keempat film pendek dalam program ini, dapat kita lihat sebagai representasi masyarakat Aceh dan Padang Panjang memaknai tantangan zaman, yang tidak selalu dimaknai dengan kobaran semangat berapi-api. Ada kalanya hilang arah, putus asa, namun juga ada upaya-upaya berdamai, beradaptasi, dan menerima dengan lapang. Satu hal yang tidak luruh dari tokoh-tokoh dalam keempat film ini adalah kemampuan untuk tidak menyerah.<\/span><\/p>\n<h6><em>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (Maret-September 2022).<\/em><br \/>\n<em>Program Indonesia Raja 2022 Aceh &amp; Padang Panjang dapat dipinjam untuk diputar di layar lebar. Informasi lebih lanjut tersedia di <a href=\"https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dapatkah kita menulis sesuatu yang jauh berjarak dengan kita? Pertanyaan tersebut muncul secara acak di dalam benak saya ketika pertama kali menuliskan kembali isi kepala selepas menyaksikan Indonesia Raja 2022: Aceh dan Padang Panjang. Tumbuh dan berkembang dalam di wilayah seperti Bintaro dan Ciputat dengan kultur yang tak jauh berbeda antara satu dan lainnya membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":53,"featured_media":7448,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[158,184,59,170,176],"jnews-series":[],"class_list":["post-7415","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-festival-writers","tag-hybrid-internship-2022","tag-indonesia-raja","tag-indonesia-raja-2022","tag-indonesia-raja-2022-aceh-dan-padang-panjang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dapatkah kita menulis sesuatu yang jauh berjarak dengan kita? Pertanyaan tersebut muncul secara acak di dalam benak saya ketika pertama kali menuliskan kembali isi kepala selepas menyaksikan Indonesia Raja 2022: Aceh dan Padang Panjang. Tumbuh dan berkembang dalam di wilayah seperti Bintaro dan Ciputat dengan kultur yang tak jauh berbeda antara satu dan lainnya membuat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-07T08:03:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-04T08:05:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/tarek-pukat-still-01.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vira Feysa Razan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vira Feysa Razan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/\"},\"author\":{\"name\":\"Vira Feysa Razan\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6\"},\"headline\":\"Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman\",\"datePublished\":\"2022-06-07T08:03:12+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-04T08:05:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/\"},\"wordCount\":1252,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/tarek-pukat-still-01.webp\",\"keywords\":[\"Festival Writers\",\"Hybrid Internship 2022\",\"Indonesia Raja\",\"Indonesia Raja 2022\",\"Indonesia Raja 2022 Aceh dan Padang Panjang\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/\",\"name\":\"Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/tarek-pukat-still-01.webp\",\"datePublished\":\"2022-06-07T08:03:12+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-04T08:05:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/tarek-pukat-still-01.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/tarek-pukat-still-01.webp\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Salah satu adegan film Tarek Pukat (2021) karya Muhammad Ammar Roofif (dok: istimewa)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6\",\"name\":\"Vira Feysa Razan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/vira-feysa-razan_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/vira-feysa-razan_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Vira Feysa Razan\"},\"description\":\"Vira is an Indonesian Language and Literature Education student at UIN Jakarta. She's currently preparing for the old semester while exploring her passion in writing. She aspires to contribute in Indonesian literature.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/virafeysa\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman - Minikino Articles","og_description":"Dapatkah kita menulis sesuatu yang jauh berjarak dengan kita? Pertanyaan tersebut muncul secara acak di dalam benak saya ketika pertama kali menuliskan kembali isi kepala selepas menyaksikan Indonesia Raja 2022: Aceh dan Padang Panjang. Tumbuh dan berkembang dalam di wilayah seperti Bintaro dan Ciputat dengan kultur yang tak jauh berbeda antara satu dan lainnya membuat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2022-06-07T08:03:12+00:00","article_modified_time":"2022-10-04T08:05:53+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/tarek-pukat-still-01.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Vira Feysa Razan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Vira Feysa Razan","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/"},"author":{"name":"Vira Feysa Razan","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6"},"headline":"Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman","datePublished":"2022-06-07T08:03:12+00:00","dateModified":"2022-10-04T08:05:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/"},"wordCount":1252,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/tarek-pukat-still-01.webp","keywords":["Festival Writers","Hybrid Internship 2022","Indonesia Raja","Indonesia Raja 2022","Indonesia Raja 2022 Aceh dan Padang Panjang"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/","name":"Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/tarek-pukat-still-01.webp","datePublished":"2022-06-07T08:03:12+00:00","dateModified":"2022-10-04T08:05:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/tarek-pukat-still-01.webp","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/tarek-pukat-still-01.webp","width":1920,"height":1080,"caption":"Salah satu adegan film Tarek Pukat (2021) karya Muhammad Ammar Roofif (dok: istimewa)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/aceh-padang-panjang-dan-bising-tantangan-zaman\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aceh, Padang Panjang dan Bising Tantangan Zaman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6","name":"Vira Feysa Razan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/vira-feysa-razan_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/vira-feysa-razan_avatar-96x96.jpg","caption":"Vira Feysa Razan"},"description":"Vira is an Indonesian Language and Literature Education student at UIN Jakarta. She's currently preparing for the old semester while exploring her passion in writing. She aspires to contribute in Indonesian literature.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/virafeysa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/53"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7415"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7415\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7477,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7415\/revisions\/7477"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7415"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=7415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}