{"id":7510,"date":"2022-06-23T13:13:23","date_gmt":"2022-06-23T05:13:23","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=7510"},"modified":"2022-10-04T16:04:10","modified_gmt":"2022-10-04T08:04:10","slug":"liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/","title":{"rendered":"Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah <em>email<\/em> masuk menjelang pertemuan dengan pembicara tamu kedua para pesrta program Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writer. Kali ini <em>guest speaker<\/em> bernama Liisa Holmberg. Seperti biasa, selalu ada pengantar perkenalan mengenai pembicara, dan dalam <em>email<\/em> kali ini disertakan sebuah dokumen berjudul \u201cOFELAS: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Pathfinder (Guidelines for Responsible Filmmaking with S\u00e1mi Culture and People)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Yang membuat saya tertarik ketika mendengar nama \u201cS\u00e1mi Film Institut\u201d adalah karena saya tidak pernah mendengarnya selama ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">S\u00e1mi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebutan bagi penduduk yang mendiami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">S<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pmi,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebutan lain untuk daerah Lapland dan beberapa daerah yang berdekatan atau berbatasan langsung dengan Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Semenanjung Kola di Russia. Mereka juga adalah suku yang menggunakan bahasa S\u00e1mi yang juga terancam punah. Selain itu banyak dari keturunan S\u00e1mi yang menyebar di negara-negara tetangganya sehingga banyak yang mengira orang S\u00e1mi di Norwegia adalah orang Norwegia, dan S\u00e1mi di Finlandia juga adalah orang Finland dan seterusnya. Dokumen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ofela\u0161<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau dalam bahasa Inggris disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/isfi.no\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/OFELAS%CC%8C-FINAL-2022.pdf\">The Pathfinder<\/a>, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu sendiri berisi berbagai macam regulasi penting untuk para pembuat film dalam mengangkat budaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">S\u00e1pmi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam sinema. Pertanyaannya adalah mengapa? Dan sebenarnya apa yang terjadi sehingga dokumen itu penting dalam memahami perjalanan Liisa Holmberg dan S\u00e1mi Film Institute?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada hari Kamis, 2 Juni 2022 untuk pertama kalinya saya bertemu dengan orang S\u00e1mi. Orang-orang S\u00e1mi berada dalam ketidakpastian geografis. Liisa Holmberg mengkonfirmasi hal ini. Ketidakjelasan geopolitik, dan orang-orang S\u00e1mi yang terpencar di beberapa negara memicu eksploitasi budaya yang perlahan dapat menggerus budaya S\u00e1mi sendiri. Dokumen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Pathfinder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah contoh usaha mereka untuk mencegah eksploitasi budaya, terutama karena pernah dan terus menerus terjadi dalam konteks sinema.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7574\" aria-describedby=\"caption-attachment-7574\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7574\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/andika-Liisa-session-perlawanan-eksploitasi-budaya.webp\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"532\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/andika-Liisa-session-perlawanan-eksploitasi-budaya.webp 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/andika-Liisa-session-perlawanan-eksploitasi-budaya-300x142.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/andika-Liisa-session-perlawanan-eksploitasi-budaya-1024x486.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/andika-Liisa-session-perlawanan-eksploitasi-budaya-768x364.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7574\" class=\"wp-caption-text\">Pertemuan kedua peserta Hybrid Internship For Festival Writers 2022 dengan Liisa Holmberg via zoom (02\/06\/2022). Dok: Minikino<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Liisa menjelaskan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ofela\u0161<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang juga menjadi judul dokumen tersebut adalah judul film pertama yang menceritakan tentang budaya S\u00e1mi. Film tersebut dibuat oleh sutradara S\u00e1mi bernama Nils Gaup pada tahun 1987. Sebelumnya banyak sekali film yang mengangkat tentang budaya S\u00e1mi, namun justru tidak melibatkan orang-orang S\u00e1mi dalam posisi penting saat produksi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ofela\u0161<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hadir sebagai perlawanan terhadap kekecewaan intervensi luar terhadap budaya S\u00e1mi yang berujung kepada eksploitasi semata. Sebelumnya produksi film tidak menciptakan pertukaran ilmu seperti yang selalu diharapkan oleh orang-orang S\u00e1mi. Film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ofela\u0161<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sempat menjadi salah satu nominasi Academy Awards sebagai Best Foreign Pictures tahun 1988.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usaha dekolonisasi dan keinginan terbebas dari eksploitasi para pendatang atau orang luar suku S\u00e1mi mendorong inisiasi lahirnya S\u00e1mi Film Institut dan dokumen regulasi panduan bernama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Pathfinder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang juga diambil dari nama film yang menandai adanya revolusi sinema di dalam budaya S\u00e1mi. Hal ini menarik karena S\u00e1mi Film Institut ternyata menjadi corong utama mereka dalam memperjuangkan lahirnya ekosistem sinema yang sehat dan bebas dari eksploitasi. Organisasi ini juga mampu berkontribusi dalam perkembangan distribusi budaya dan pengetahuan lokal. Hal yang sama sebenarnya banyak terjadi di negara yang tidak terlalu maju distribusi atau reproduksi ilmu budayanya, terutama di negara-negara bekas koloni seperti di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Negara bekas koloni memiliki karakteristik yang sama, yaitu mewariskan pengetahuan yang diambil dari para penjajah untuk tetap dipakai walaupun sebenarnya pengetahuan tersebut sudah ada di negara koloni dalam bentuk dan laku yang berbeda. Reproduksi dan klaim ulang pengetahuan antara koloni dan yang mengkoloni ini di kemudian hari umum dikenali sebagai eksploitasi kebudayaan. Hal ini menjadi salah satu pilar bentuk dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Penjajahan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kolonialisme<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang lebih umum<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budaya mengkoloni dan menduduki suatu bangsa atau suku hari ini tidak melulu bermula dari ekspansi militer. Kolonialisme masuk melalui budaya, ekonomi, teknologi, bahkan hal-hal yang sifatnya lebih subtil yaitu cara pandang masyarakat di suatu wilayah. Sebagai orang Indonesia saya memahami ketakutan orang S\u00e1mi terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kolonisasi <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">model baru yang akan (atau bahkan sudah terjadi) melalui industri sinema yang masuk dan berusaha mewakili mereka tanpa keterlibatan berarti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketakutan yang sering terlintas di benak saya dan serupa dengan kekhawatiran orang S\u00e1mi misalnya tentang anak muda yang lebih suka menonton film Hollywood ketimbang film Indonesia.\u00a0 Berapa banyak anak muda yang suka lagu Indonesia ketimbang Korea\/ Jepang\/ Amerika? Dan berapa banyak orang Indonesia yang mau belajar tari tradisional ketimbang latihan <em>dance k-pop<\/em>? Kolonisasi modern punya kekuatan menciptakan satu atau dua generasi hari ini yang gamang alias <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> khawatir tertinggal budaya luar. Mungkin saja imbasnya adalah distribusi pengetahuan lokal yang suatu saat akan berhenti dan mati suatu saat nanti.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_7575\" aria-describedby=\"caption-attachment-7575\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7575\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Rembugan-Disbudparpora-dan-Kofita.webp\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"532\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Rembugan-Disbudparpora-dan-Kofita.webp 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Rembugan-Disbudparpora-dan-Kofita-300x142.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Rembugan-Disbudparpora-dan-Kofita-1024x486.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Rembugan-Disbudparpora-dan-Kofita-768x364.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7575\" class=\"wp-caption-text\">Rembugan Disbudparpora dan Kofita. Dok: penulis.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sempat mengalami sendiri situasi berada di lingkup komunitas kota Tasikmalaya yang tidak terlalu maju industri filmnya. Distribusi ilmu kebudayaannya juga tidak terlalu terawat dengan baik. Ketika saya dan teman-teman merasa ada kepentingan untuk meningkatkan produktifitas film lokal, terlalu banyak anak muda yang sudah berhenti berusaha. Ada perasaan bahwa perkembangan di daerah lain sudah sangat jauh dan tidak mungkin warga lokal Tasikmalaya akan mampu mengejar ketiggalan. Urusan arsip budaya lokal dipercayakan begitu saja terhadap orang luar daerah dan tidak ada kesadaran bahwa seringkali terjadi praktik diskriminatif, dan eksploitatif tanpa memberi timbal balik ilmu yang sepadan dari luar terhadap lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada waktu itu, saya dan kawan-kawan di Tasikmalaya mencoba menempuh berbagai cara. Salah satunya adalah membangun departemen perfilman di dalam dewan kesenian daerah. Ternyata hal tersebut tidak efektif pada praktiknya karena banyak disusupi oleh kepentingan politis yang melakukan komodifikasi kearifan lokal. Pada akhirnya semangat banyak komunitas meredup. Anak-anak muda mulai meninggalkan hal terkait film yang dahulu mereka perjuangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi ingat rasa takut yang sama saat bercakap-cakap dengan Liisa. Rasanya saya sebagai orang Indonesia masih sering tidak yakin bagaimana harus menyikap kearifan lokal<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan segala kegelisahannya, Liisa tetap berjuang selama bertahun-tahun mencoba untuk meyakinkan orang-orang S\u00e1mi dan orang luar budaya tersebut agar mau bersatu lebih bijak bersikap dalam menghadapi intervensi cara pandang luar yang melakukan komodifikasi lokalitas S\u00e1mi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya regulasi yang digunakan untuk melindungi kepentingan lokal seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Pathfinder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat menjadi rujukan penting bagaimana kita harus merawat distribusi pengetahuan dan perfilman lokal yang ada, sehingga hak-hak tiap orang yang ada di ekosistem perfilman dapat terpenuhi serta meminimalisir adanya penyimpangan dalam praktiknya. Sebab saya percaya film merupakan medium yang sejatinya sangat universal dan sudah seharusnya setiap orang memiliki hak yang sama untuk belajar dan menyuarakan pandangannya melalui film.<\/span><\/p>\n<h6><em>Penulis merupakan salah satu peserta terpilih dari Minikino Hybrid Internship for Festival Writers 2022 (Periode Maret-September 2022).<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah email masuk menjelang pertemuan dengan pembicara tamu kedua para pesrta program Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writer. Kali ini guest speaker bernama Liisa Holmberg. Seperti biasa, selalu ada pengantar perkenalan mengenai pembicara, dan dalam email kali ini disertakan sebuah dokumen berjudul \u201cOFELAS: The Pathfinder (Guidelines for Responsible Filmmaking with S\u00e1mi Culture and People)\u201d. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":7573,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[179,158,184,183,188,186,187,189],"jnews-series":[],"class_list":["post-7510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-notes","tag-borders","tag-festival-writers","tag-hybrid-internship-2022","tag-liisa-holmberg","tag-ofelas","tag-sami","tag-sami-film-institute","tag-the-pathfinder"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebuah email masuk menjelang pertemuan dengan pembicara tamu kedua para pesrta program Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writer. Kali ini guest speaker bernama Liisa Holmberg. Seperti biasa, selalu ada pengantar perkenalan mengenai pembicara, dan dalam email kali ini disertakan sebuah dokumen berjudul \u201cOFELAS: The Pathfinder (Guidelines for Responsible Filmmaking with S\u00e1mi Culture and People)\u201d. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-23T05:13:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-04T08:04:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Sesi-diskusi-RUAS-CacophonyID-2018.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Andika Wahyu Adi Putra\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Andika Wahyu Adi Putra\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Andika Wahyu Adi Putra\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/01ef73e80f985fa14365af6ee452f402\"},\"headline\":\"Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya\",\"datePublished\":\"2022-06-23T05:13:23+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-04T08:04:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/\"},\"wordCount\":1043,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Sesi-diskusi-RUAS-CacophonyID-2018.webp\",\"keywords\":[\"Borders\",\"Festival Writers\",\"Hybrid Internship 2022\",\"Liisa Holmberg\",\"Ofela\u0161\",\"S\u00e1mi\",\"S\u00e1mi Film Institute\",\"The Pathfinder\"],\"articleSection\":[\"NOTES\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/\",\"name\":\"Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Sesi-diskusi-RUAS-CacophonyID-2018.webp\",\"datePublished\":\"2022-06-23T05:13:23+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-04T08:04:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/01ef73e80f985fa14365af6ee452f402\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Sesi-diskusi-RUAS-CacophonyID-2018.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Sesi-diskusi-RUAS-CacophonyID-2018.webp\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Sesi diskusi RUAS CacophonyID (2018). Dok: penulis.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/01ef73e80f985fa14365af6ee452f402\",\"name\":\"Andika Wahyu Adi Putra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/andika-wahyu-adi-putra_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/andika-wahyu-adi-putra_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Andika Wahyu Adi Putra\"},\"description\":\"Andika is a film student at Jogja Film Academy. Exciting about new media art and social issues, He is currently active as a film director in Loste Studio and an art researcher at Jogja Biennale.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/andikawahyu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya - Minikino Articles","og_description":"Sebuah email masuk menjelang pertemuan dengan pembicara tamu kedua para pesrta program Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writer. Kali ini guest speaker bernama Liisa Holmberg. Seperti biasa, selalu ada pengantar perkenalan mengenai pembicara, dan dalam email kali ini disertakan sebuah dokumen berjudul \u201cOFELAS: The Pathfinder (Guidelines for Responsible Filmmaking with S\u00e1mi Culture and People)\u201d. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2022-06-23T05:13:23+00:00","article_modified_time":"2022-10-04T08:04:10+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Sesi-diskusi-RUAS-CacophonyID-2018.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Andika Wahyu Adi Putra","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Andika Wahyu Adi Putra","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/"},"author":{"name":"Andika Wahyu Adi Putra","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/01ef73e80f985fa14365af6ee452f402"},"headline":"Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya","datePublished":"2022-06-23T05:13:23+00:00","dateModified":"2022-10-04T08:04:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/"},"wordCount":1043,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Sesi-diskusi-RUAS-CacophonyID-2018.webp","keywords":["Borders","Festival Writers","Hybrid Internship 2022","Liisa Holmberg","Ofela\u0161","S\u00e1mi","S\u00e1mi Film Institute","The Pathfinder"],"articleSection":["NOTES"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/","name":"Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Sesi-diskusi-RUAS-CacophonyID-2018.webp","datePublished":"2022-06-23T05:13:23+00:00","dateModified":"2022-10-04T08:04:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/01ef73e80f985fa14365af6ee452f402"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Sesi-diskusi-RUAS-CacophonyID-2018.webp","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/Sesi-diskusi-RUAS-CacophonyID-2018.webp","width":1920,"height":1080,"caption":"Sesi diskusi RUAS CacophonyID (2018). Dok: penulis."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/liisa-holmberg-dan-perlawanan-terhadap-eksploitasi-budaya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Liisa Holmberg dan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Budaya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/01ef73e80f985fa14365af6ee452f402","name":"Andika Wahyu Adi Putra","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/andika-wahyu-adi-putra_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/andika-wahyu-adi-putra_avatar-96x96.jpg","caption":"Andika Wahyu Adi Putra"},"description":"Andika is a film student at Jogja Film Academy. Exciting about new media art and social issues, He is currently active as a film director in Loste Studio and an art researcher at Jogja Biennale.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/andikawahyu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7510"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7510\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7603,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7510\/revisions\/7603"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7573"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7510"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=7510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}