{"id":7527,"date":"2022-06-23T16:12:18","date_gmt":"2022-06-23T08:12:18","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=7527"},"modified":"2022-10-04T16:03:56","modified_gmt":"2022-10-04T08:03:56","slug":"the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/","title":{"rendered":"The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhir tahun 2021 lalu, saya dipercaya untuk menjadi sutradara dalam sebuah pementasan teater. Ini kali pertama saya menjadi sutradara, jadi peran tersebut bukan saja sulit secara praktik namun juga secara mental. Satu-satunya pengalaman terlibat dalam produksi teater hanyalah menjadi bagian dari penata kostum ketika magang di UKM teater kampus. Oh! Tentu saja ditambah bekal teori mata kuliah Kajian Drama I. Itu saja dan sisanya menjadi penonton tanpa pernah terlibat produksi sebuah pertunjukan teater. Namun, tentu saja semua ketakutan tidak saya biarkan hinggap dan terus meracau di kepala sampai hari pementasan tiba. Saya takut.<\/span><\/p>\n<p>Meskipun saya berhasil menaklukkan rasa takut tersebut, pergolakan batin terus berlanjut. Kelompok teater saya beranggotakan 15 orang. Bagaimana mengolah naskah yang hanya berisi empat tokoh anggota keluarga hingga semua aktor memiliki peran? Saya sangat bingung waktu itu. Proses bedah naskah dilakukan berhari-hari didampingi pembimbing, sampai akhirnya kami memiliki jawaban atas pertanyaan itu. Berangkat dari kesadaran bahwa setiap keluarga memiliki persoalan umum yang hampir sama, kami tidak hanya menyajikan satu keluarga melainkan tiga.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya yang kami lakukan agar penonton bisa mengenali perbedaan keluarga-keluarga tersebut adalah menyajikannya dengan beragam suku. Ada suku Betawi, Jawa, dan Minang yang sempat menjadi pilihan. Namun, setelah saya berpikir ulang, kami memang memiliki anggota kelompok dari Betawi dan Jawa. Tapi bagaimana dengan Minang? Kami tidak memiliki anggota dari suku tersebut, apakah kami bisa dan mampu membawakan dialog dalam naskah dengan dialek Minang tanpa memahami bahkan bukan bagian dari suku tersebut? Saya juga berpikir tentang bagaimana jika ada masyarakat Suku Minang yang menonton pementasan kami dan mempertanyakan hal tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah saya bagikan kepada siapapun, hanya tertanam dalam batin dan pikiran saja. Namun yang jelas saya meminta teman-teman untuk mencari suku lain yang dekat dan mampu kami bawakan. Setelah proses berpikir dan pencarian panjang, kami memilih suku Ambon sebagai suku dari keluarga yang akan kami pentaskan. Pemilihan suku Ambon didasari oleh salah satu teman yang memiliki garis keturunan dari suku tersebut. Proses belajar dan membiasakan dialek maupun adat istiadat pun berdasarkan pengetahuan yang teman kami miliki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sedikit perasaan lega ketika mengetahui bahwa ketiga suku yang kami tampilkan di pentas diperankan oleh orang-orang dari suku tersebut. Pengalaman menyutradari teater pementasan tersebut muncul kembali saat saya bertemu virtual dengan Liisa Holmberg yang berada di Norwegia. Liisa adalah Film Commissioner di <a href=\"https:\/\/isfi.no\/\">International S\u00e1mi Film Institute<\/a> (ISFI) salah satu pembicara tamu di Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers tahun ini. Saya merupakan salah satu peserta terpilih pada program tersebut. Saat bertemu Liisa Holmberg, muncul <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perasaan selepas membaca <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/isfi.no\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/OFELAS%CC%8C-FINAL-2022.pdf\">The Pathfinder<\/a>, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebuah panduan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk bertanggung jawab pada pembuatan film yang melibatkan orang-orang S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mi dan budayanya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Pathfinder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sendiri berfungsi sebagai panduan praktis bagi pembuat film yang ingin melibatkan topik dan orang-orang S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mi dengan cara yang beradab. Di sisi lain, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Pathfinder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berupaya menunjukkan nilai-nilai yang dihargai orang-orang S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mi dan memberikan panduan untuk menghindari penggambaran yang keliru terhadap mereka. Mereka beranggapan bahwa produksi film yang melibatkan orang-orang S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mi harus dilaksanakan dengan sensitivitas serta pemahaman terhadap sejarah dan realitas mereka hari ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Industri film S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mi mulai dikenal secara global dengan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ofela\u0161 (<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pathfinder) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang menjadi nominasi Oscar pada tahun 1987. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pathfinder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan kali pertama orang-orang S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mi menyaksikan film yang menceritakan tentang mereka dengan bahasa yang juga milik mereka. Sebagai industri yang masih terus berkembang, pada tahun 2009 dibentuk International S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mi Film Institute untuk mendukung film berbahasa S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Pathfinder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai berupaya memberikan informasi bahwa orang-orang S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mi belum memiliki kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensi yang mereka miliki dalam film. Maka mereka mengharapkan para pembuat film dari kalangan masyarakat mayoritas untuk menyadari posisi <em>privilege<\/em> mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat salah satu bagian yang menohok perasaan saya dalam panduan tersebut, bahwasanya kita (atau saya lebih tepatnya) kerap lupa bahwa semua hal yang dapat saya lakukan dan katakan merupakan sudut pandang dari seseorang yang memiliki <em>privilege<\/em>. Sementara kelompok minoritas termasuk masyarakat adat,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tidak berada dalam posisi yang sama dengan saya. Menghargai orang lain<\/span> adalah <span style=\"font-weight: 400;\">hal yang sangat penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa tidak hanya orang-orang yang berkecimpung dalam industri film, melainkan seluruh kalangan dapat membaca panduan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang diberikan Liisa untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sadar atau tidak sadar, frasa \u2018menghargai orang lain\u2019 kerap kita dengar di mana pun. Misalnya sesederhana mendengar dan menyimak orang lain yang sedang berbicara. Terdengar sangat mudah namun seringkali luput dari kita, atau barangkali justru karena mudah maka kita cenderung mengabaikannya? Apapun itu menurut saya \u201cmenghargai orang lain\u201d adalah sesuatu yang fundamental dan perlu dibangun juga diresapi dalam konstruksi berpikir kita.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">The pathfinder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">telah banyak memberikan wawasan baru untuk tidak hanya menghargai orang lain, sekaligus menyadarkan saya bahwa posisi di mana kita berbicara juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Sebab terdapat banyak faktor yang mempengaruhi alasan di balik cara kita melihat, berbicara, dan berpikir terhadap sesuatu hal yang tidak dapat disamaratakan antara individu satu dengan individu lainnya. Oleh karena itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Pathfinder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berupaya mengajak orang-orang dalam industri film untuk membangun kesadaran kolektif terhadap darimana mereka berasal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertemuan dengan Liisa tidak hanya menambah keinginan saya untuk mengunjungi Norwegia saja, melainkan menambah pengetahuan pada bagaimana industri film di wilayah S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00e1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pmi bekerja. Tidak hanya itu, kesempatan untuk bisa mengakses bacaan yang luar biasa inspiratif dan brilian juga merupakan salah satu hal yang saya syukuri. Terima kasih Liisa. Terima kasih Minikino.<\/span><\/p>\n<h6><em>Penulis merupakan salah satu peserta terpilih dari Minikino Hybrid Internship for Festival Writers 2022 (Periode Maret-September 2022).<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada akhir tahun 2021 lalu, saya dipercaya untuk menjadi sutradara dalam sebuah pementasan teater. Ini kali pertama saya menjadi sutradara, jadi peran tersebut bukan saja sulit secara praktik namun juga secara mental. Satu-satunya pengalaman terlibat dalam produksi teater hanyalah menjadi bagian dari penata kostum ketika magang di UKM teater kampus. Oh! Tentu saja ditambah bekal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":53,"featured_media":7571,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[179,158,184,191,183,188,186,187,189],"jnews-series":[],"class_list":["post-7527","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-notes","tag-borders","tag-festival-writers","tag-hybrid-internship-2022","tag-indonesia","tag-liisa-holmberg","tag-ofelas","tag-sami","tag-sami-film-institute","tag-the-pathfinder"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada akhir tahun 2021 lalu, saya dipercaya untuk menjadi sutradara dalam sebuah pementasan teater. Ini kali pertama saya menjadi sutradara, jadi peran tersebut bukan saja sulit secara praktik namun juga secara mental. Satu-satunya pengalaman terlibat dalam produksi teater hanyalah menjadi bagian dari penata kostum ketika magang di UKM teater kampus. Oh! Tentu saja ditambah bekal [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-23T08:12:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-04T08:03:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/vira-liisa-session-panduan-menghargai-budaya.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vira Feysa Razan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vira Feysa Razan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Vira Feysa Razan\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6\"},\"headline\":\"The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya\",\"datePublished\":\"2022-06-23T08:12:18+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-04T08:03:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/\"},\"wordCount\":884,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/vira-liisa-session-panduan-menghargai-budaya.webp\",\"keywords\":[\"Borders\",\"Festival Writers\",\"Hybrid Internship 2022\",\"Indonesia\",\"Liisa Holmberg\",\"Ofela\u0161\",\"S\u00e1mi\",\"S\u00e1mi Film Institute\",\"The Pathfinder\"],\"articleSection\":[\"NOTES\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/\",\"name\":\"The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/vira-liisa-session-panduan-menghargai-budaya.webp\",\"datePublished\":\"2022-06-23T08:12:18+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-04T08:03:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/vira-liisa-session-panduan-menghargai-budaya.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/vira-liisa-session-panduan-menghargai-budaya.webp\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Pementasan teater yang disutradarai oleh penulis. Dok: foto pribadi penulis.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6\",\"name\":\"Vira Feysa Razan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/vira-feysa-razan_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/vira-feysa-razan_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Vira Feysa Razan\"},\"description\":\"Vira is an Indonesian Language and Literature Education student at UIN Jakarta. She's currently preparing for the old semester while exploring her passion in writing. She aspires to contribute in Indonesian literature.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/virafeysa\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya - Minikino Articles","og_description":"Pada akhir tahun 2021 lalu, saya dipercaya untuk menjadi sutradara dalam sebuah pementasan teater. Ini kali pertama saya menjadi sutradara, jadi peran tersebut bukan saja sulit secara praktik namun juga secara mental. Satu-satunya pengalaman terlibat dalam produksi teater hanyalah menjadi bagian dari penata kostum ketika magang di UKM teater kampus. Oh! Tentu saja ditambah bekal [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2022-06-23T08:12:18+00:00","article_modified_time":"2022-10-04T08:03:56+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/vira-liisa-session-panduan-menghargai-budaya.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Vira Feysa Razan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Vira Feysa Razan","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/"},"author":{"name":"Vira Feysa Razan","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6"},"headline":"The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya","datePublished":"2022-06-23T08:12:18+00:00","dateModified":"2022-10-04T08:03:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/"},"wordCount":884,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/vira-liisa-session-panduan-menghargai-budaya.webp","keywords":["Borders","Festival Writers","Hybrid Internship 2022","Indonesia","Liisa Holmberg","Ofela\u0161","S\u00e1mi","S\u00e1mi Film Institute","The Pathfinder"],"articleSection":["NOTES"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/","name":"The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/vira-liisa-session-panduan-menghargai-budaya.webp","datePublished":"2022-06-23T08:12:18+00:00","dateModified":"2022-10-04T08:03:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/vira-liisa-session-panduan-menghargai-budaya.webp","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/06\/vira-liisa-session-panduan-menghargai-budaya.webp","width":1920,"height":1080,"caption":"Pementasan teater yang disutradarai oleh penulis. Dok: foto pribadi penulis."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-pathfinder-sebuah-panduan-menghargai-budaya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"The Pathfinder: Sebuah Panduan Menghargai Budaya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/a186f12938b33f588c9b61f2ae6ce5f6","name":"Vira Feysa Razan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/vira-feysa-razan_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/vira-feysa-razan_avatar-96x96.jpg","caption":"Vira Feysa Razan"},"description":"Vira is an Indonesian Language and Literature Education student at UIN Jakarta. She's currently preparing for the old semester while exploring her passion in writing. She aspires to contribute in Indonesian literature.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/virafeysa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7527","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/53"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7527"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7527\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7631,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7527\/revisions\/7631"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7527"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7527"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7527"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=7527"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}