{"id":7778,"date":"2022-09-05T12:04:54","date_gmt":"2022-09-05T04:04:54","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=7778"},"modified":"2022-09-26T17:59:47","modified_gmt":"2022-09-26T09:59:47","slug":"while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/","title":{"rendered":"While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukuman mati adalah tragedi kemanusiaan yang bersembunyi dibalik asas legal-formal. Hukuman mati adalah pembunuhan yang direncanakan oleh negara dan aparatusnya. Negara menggunakan kekuasaannya yang lebih besar atas seseorang dan mengambil hak paling dasar dari manusia: hak untuk hidup. Maka tentulah hukuman mati adalah hukuman yang paling kejam, tidak manusiawi dan merendahkan kemanusiaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">While My Goatee Gently Bleats <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2021)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">karya Pahurak Kong memotret jalannya proses hukuman mati dengan pendekatan yang absurd. Saya bilang absurd karena pendekatan visualnya, dan perasaan setelah menontonnya. Terlebih saya rasa apa yang membuat film dengan durasi lima menit ini menjadi pengalaman menonton yang absurd atau tidak masuk akal, adalah karena hukuman matinya sendiri tidak masuk akal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama-tama mari kita lihat bahasa visual dalam film pendek ini yang sangat terasa absurd dan tidak masuk akal. Dalam sinopsis tertulis \u201cAfter having the last supper, a scapegoat is brought to the gallows\u201d. Secara mentah, Kong menerjemahkan <em>s<\/em><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">capegoat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(tertuduh, kambing hitam) dalam bahasa visualnya menjadi manusia berkepala kambing. Manusia berkepala kambing (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scapegoat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) ini menghadirkan banyak muatan makna yang simbolis dalam kepala saya. Jika ditilik secara literal, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scapegoat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah kambing hitam yang biasanya adalah korban atau seseorang yang ditumbalkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi di sisi lain, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scapegoat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini tidak bisa dikatakan sebagai manusia karena menu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">last supper-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya adalah jerami. Maka aman saja untuk mengatakan terpidana ini adalah seorang manusia yang dikambing hitamkan, atau memang seorang manusia setengah kambing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan simbolis dari terpidana ini saya pikir adalah keputusan yang menarik. Pasalnya, hukuman mati sering menyasar kambing hitam. Hukuman mati, sebagaimana hukuman yang lain, selalu beresiko menghukum mereka yang tidak bersalah. Misalnya, tercatat dalam dokumen <\/span><a href=\"https:\/\/www.amnesty.org\/en\/what-we-do\/death-penalty\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amnesty Internasional<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, sejak 1973, lebih dari 184 tahanan yang dipidana hukuman mati di AS kemudian dibebaskan atau dibebaskan dari hukuman mati dengan alasan tidak bersalah. Terpidana lainnya, tentu tetap dieksekusi dalam keraguan serius tentang kesalahan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam film kita tidak diberi keterangan tentang kesalahan dari si <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scapegoat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kita hanya melihat bagaimana ia gelisah dan tegang menunggu waktu eksekusi. Bahkan si <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scapegoat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sempat ingin melarikan diri. Dia berlari dari pandangan kita sebagai penonton yang menyaksikan proses hukuman mati. Dia ingin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">off-screen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi gagal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, jika kita melihat terpidananya adalah manusia setengah kambing. Ini berkaitan dengan pandangan yang merendahkan martabat manusia, mensubordinasi suatu individu\/kelompok. Hewan adalah salah satu kelompok makhluk hidup yang paling tersubordinasi. Tubuh hewan direduksi menjadi sebatas daging (secara harfiah) yang dapat dikonsumsi, atau digunakan dalam proyek ilmiah yang menyakitkan atau tidak etis. Lantas, bagaimana dengan kelompok manusia yang masih tersubordinasi dalam struktur masyarakat modern?<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.amnesty.org\/en\/what-we-do\/death-penalty\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bobot hukuman mati secara tidak proporsional lebih sering didakwakan pada mereka yang tersubordinasi dalam latar belakang sosial-ekonomi yang kurang menguntungkan, minoritas ras, gender, etnis atau agama. Subordinasi ini juga termasuk perihal keterbatasan pengetahuan atau akses ke perwakilan hukum. Siapa yang ingin mengadvokasi manusia yang tidak dilihat kemanusiaannya (karena dia setengah kambing? setengah manusia?).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilihat dari sudut pandang manapun, tetap saja hukuman mati adalah hukuman yang sangat merendahkan martabat manusia. Dan negara adalah pihak yang harus bertanggung jawab. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">While My Goatee Gently Bleats <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah film yang diproduksi di Thailand dan menghadirkan negaranya dalam kerangka yang statis khas militer. Gerak-gerak aparat yang kaku seperti robot mekanik, menunjukan tampilan sejatinya jiwa korsa. Thailand sampai hari ini masih memberlakukan hukuman mati dan aparatus negara masih siap menjalankan hukumannya. Karena kerap kali hukuman mati juga digunakan sebagai alat politik untuk strategi kontrol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali lagi ke perasaan absurd yang saya singgung di atas. Film pendek ini menampilkan citraan seperti dibuat menggunakan roll film hitam putih\u2014saya tidak tahu apakah benar-benar direkam dengan roll film atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grading effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Yang pasti, efek jamur pada roll, garis-garis kasar khas roll film tua, membuat film pendek ini menembus dimensi waktu ke masa lalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah perasaan absurd itu muncul, karena saya seakan menyaksikan masa lalu. Ada kontradiksi antara masa lalu dan masa kini. Dan kenyataannya, apa yang terjadi dalam film ini. Hukuman mati, tragedi kemanusiaan yang berlangsung dalam film ini, semuanya aktual. Masih berlangsung hingga hari ini.<\/span><\/p>\n<h6><i>While My Goatee Gently Bleats adalah film yang terpilih dalam program internasional \u201cUnknown Known&#8221; dan juga Nominasi RWI ASIA PACIFIC AWARD. Untuk informasi lebih lanjut <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\">https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\u00a0 \u00a0<\/a><\/i><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hukuman mati adalah tragedi kemanusiaan yang bersembunyi dibalik asas legal-formal. Hukuman mati adalah pembunuhan yang direncanakan oleh negara dan aparatusnya. Negara menggunakan kekuasaannya yang lebih besar atas seseorang dan mengambil hak paling dasar dari manusia: hak untuk hidup. Maka tentulah hukuman mati adalah hukuman yang paling kejam, tidak manusiawi dan merendahkan kemanusiaan. Film pendek While [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":7779,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[232,231,129,115,230],"jnews-series":[],"class_list":["post-7778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-hukuman-mati","tag-pahurak-kong","tag-rwi","tag-short-film","tag-thailand"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hukuman mati adalah tragedi kemanusiaan yang bersembunyi dibalik asas legal-formal. Hukuman mati adalah pembunuhan yang direncanakan oleh negara dan aparatusnya. Negara menggunakan kekuasaannya yang lebih besar atas seseorang dan mengambil hak paling dasar dari manusia: hak untuk hidup. Maka tentulah hukuman mati adalah hukuman yang paling kejam, tidak manusiawi dan merendahkan kemanusiaan. Film pendek While [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-05T04:04:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-26T09:59:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/09\/While-My-Goatee.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ahmad Fauzi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ahmad Fauzi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ahmad Fauzi\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3\"},\"headline\":\"While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal\",\"datePublished\":\"2022-09-05T04:04:54+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-26T09:59:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/\"},\"wordCount\":683,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/09\/While-My-Goatee.jpg\",\"keywords\":[\"hukuman mati\",\"Pahurak Kong\",\"RWI\",\"short film\",\"Thailand\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/\",\"name\":\"While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/09\/While-My-Goatee.jpg\",\"datePublished\":\"2022-09-05T04:04:54+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-26T09:59:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/09\/While-My-Goatee.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/09\/While-My-Goatee.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still Film of While My Goatee Gently Bleats (2021) directed by Pahurak Kong (dok: istimewa)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3\",\"name\":\"Ahmad Fauzi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Ahmad-Fauzi_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Ahmad-Fauzi_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Ahmad Fauzi\"},\"description\":\"A film enthusiast, researcher and writer. He was active in journalistic and arts organizations while in college. He is interested in issues about equality, modernity\/coloniality, and audio-visual culture. He believes that collective work and solidarity have the power to bring good things in life(s).\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/fauzi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal - Minikino Articles","og_description":"Hukuman mati adalah tragedi kemanusiaan yang bersembunyi dibalik asas legal-formal. Hukuman mati adalah pembunuhan yang direncanakan oleh negara dan aparatusnya. Negara menggunakan kekuasaannya yang lebih besar atas seseorang dan mengambil hak paling dasar dari manusia: hak untuk hidup. Maka tentulah hukuman mati adalah hukuman yang paling kejam, tidak manusiawi dan merendahkan kemanusiaan. Film pendek While [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2022-09-05T04:04:54+00:00","article_modified_time":"2022-09-26T09:59:47+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/09\/While-My-Goatee.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ahmad Fauzi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ahmad Fauzi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/"},"author":{"name":"Ahmad Fauzi","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3"},"headline":"While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal","datePublished":"2022-09-05T04:04:54+00:00","dateModified":"2022-09-26T09:59:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/"},"wordCount":683,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/09\/While-My-Goatee.jpg","keywords":["hukuman mati","Pahurak Kong","RWI","short film","Thailand"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/","name":"While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/09\/While-My-Goatee.jpg","datePublished":"2022-09-05T04:04:54+00:00","dateModified":"2022-09-26T09:59:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/09\/While-My-Goatee.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/09\/While-My-Goatee.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still Film of While My Goatee Gently Bleats (2021) directed by Pahurak Kong (dok: istimewa)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/while-my-goatee-gently-bleats-2021-hukuman-mati-tidak-pernah-masuk-akal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"While My Goatee Gently Bleats (2021): Hukuman Mati Tidak Pernah Masuk Akal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/c4fced575fd81661f258e115e165bbc3","name":"Ahmad Fauzi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Ahmad-Fauzi_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Ahmad-Fauzi_avatar-96x96.jpg","caption":"Ahmad Fauzi"},"description":"A film enthusiast, researcher and writer. He was active in journalistic and arts organizations while in college. He is interested in issues about equality, modernity\/coloniality, and audio-visual culture. He believes that collective work and solidarity have the power to bring good things in life(s).","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/fauzi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7778"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7783,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7778\/revisions\/7783"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7778"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=7778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}