{"id":8138,"date":"2023-03-29T11:09:41","date_gmt":"2023-03-29T03:09:41","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8138"},"modified":"2023-03-29T13:35:39","modified_gmt":"2023-03-29T05:35:39","slug":"membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/","title":{"rendered":"Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Demi mewujudkan realitas madani, manusia perlu menjaga hubungan dengan pencipta, sesama manusia, dan dengan alam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Begitulah prinsip hidup orang-orang Kaili, sebuah suku yang banyak mendiami wilayah Sulawesi Tengah (khususnya di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu), dalam film dokumenter pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Saya di Sini Kau di Sana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2022) arahan Taufiqurrahman Kifu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dalam program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup Dengan Bencana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berlokasi di\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ring of fire<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, wilayah yang secara geologis paling aktif di dunia, membuat Indonesia rentan terhadap bencana alam; dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">018 merupakan tahun yang berat bagi masyarakat Indonesia. Belum usai masyarakat Lombok menata puing berserak akibat bumi berguncang, Palu dan Donggala diguncang gempa pada 28 September 2018 silam.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bencana merupakan perkara hidup yang bisa hadir dalam berbagai bentuk, pada waktu yang selalu tak terduga. Bisa dibilang, bencana merupakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sebuah keniscayaan dalam kehidupan manusia. Sudah sepatutnya manusia beradaptasi dan membangun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">langkah-langkah yang bisa diambil dalam rangka mempersiapkan diri, agar dampak bencana dapat dikurangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kenyataannya ruang diskusi tentang bencana belum terbangun dengan baik. Tidak semua orang menganggap bencana sebagai hal yang lumrah untuk dibicarakan. Melalui pemutaran program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup Dengan Bencana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Minikino Monthly Screening and Discussion tanggal 15 Maret 2023 lalu, teman-teman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">filmmakers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari Palu serta programmer, Halijah Jawardin dari Sinekoci, mengaku bahwa membicarakan bencana adalah hal yang tabu di Palu. Kebanyakan warga beranggapan bahwa membuka diskusi soal bencana sama dengan meminta bencana untuk menimpa mereka. Alhasil, tidak banyak ruang dan kesempatan untuk membahas soal mitigasi dan resiliensi karena banyak dari mereka yang memilih membisu dan berserah diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nur Amri Firmansyah, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sutradara film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yang Hilang dan Yang Tumbuh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2022), mengaku bahwa ketika ia duduk di bangku SMA, informasi bencana di Palu tidak pernah sampai ke telinganya. Warga di sana sungguh kekurangan arsip dan informasi yang resmi soal kebencanaan. Yang mereka jadikan pegangan adalah budaya tutur dari nenek moyang, seperti cerita-cerita rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menanggapi situasi tersebut, Halijah Jawardin dan para pembuat film di Palu justru memilih untuk melawan arus. Dengan gigih, mereka memutuskan untuk bersuara melalui film dokumenter. Bencana tragis yang menimpa kampung halamannya empat tahun lalu menumbuhkan aspirasinya untuk melahirkan program film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup Dengan Bencana\u2014<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang mengangkat mitigasi bencana alam tsunami.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka sadar dan percaya bahwa manusia perlu mengakali cara hidup berdampingan dengan bencana yang akan terus datang dan pergi. Bersama dengan Sinekoci, komunitas film asal Palu, serta komunitas kolaborator asal Sulawesi Tengah lainnya (Forum Sudut Pandang, Institut Tana Sanggamu, Nemu Buku dan Sikola Pomore), program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup Dengan Bencana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akhirnya berhasil menghasilkan 5 karya film dokumenter pendek. Kelima film tersebut menyorot isu kebencanaan dengan beragam perspektif yang &#8220;baru&#8221; atau jarang disuarakan sebelumnya; menjadikannya rangkaian yang kuat untuk sebuah program.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disutradarai oleh Taufiqurrahman Kifu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Saya di Sini Kau di Sana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang telah disinggung di awal paragraf, mengangkat persoalan akan ruang antara manusia dan buaya di teluk Kota Palu. Yang membuat dokumenter ini berbeda dari ke-4 dokumenter lainnya adalah dokumenter ini memiliki unsur kefiksian karena berangkat dari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> cerita rakyat dan arsip yang berhasil ditelusuri soal hubungan buaya dan manusia. Kifu melibatkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">narasi dongeng tentang Lasa Kumbili, seorang bangsawan yang diceritakan memiliki kembaran Yale Bonto, sosok buaya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kifu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> juga menyebutkan La Goroba, seekor buaya yang menelan seorang penambang pasir sekaligus gerobaknya tahun 1935. Dalam cerita tersebut, penonton turut diajak mengenal John Fischer dan keturunannya, yang dikatakan tidak boleh bermain di sungai selepas menembak La Goroba dengan peluru emas, karena La Goroba diyakini akan membalaskan dendam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin ada yang pernah celaka diterkam buaya, tetapi dalam dokumenter ini, kita juga diajak mendengar kesaksian mereka yang pernah diselamatkan. Kifu merasa narasi tersebut bukan sekadar cerita biasa, melainkan sebuah peringatan untuk menjaga relasi yang baik antara manusia, alam dan seisinya. Hal tersebut membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Saya di Sini Kau di Sana<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">menjadi dokumenter pembuka yang tepat untuk program ini.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Saya di sini Kau di Sana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2022) membahas persoalan antara manusia dan buaya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tanigasi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2022) karya Ade Nuriadin membahas soal\u00a0 kebertahanan pangan pasca-bencana yang jarang dibicarakan. Penonton akan diajak duduk dekat subjek dan merasakan resiliensi perihal potensi kebertahanan hidup manusia dari bencana alam melalui medium yang nyata. Dokumenter ini memperkenalkan penonton dengan pasangan suami istri, Rusdin dan Wardia, yang menggarap kebun terbengkalai milik mereka setelah tiga hari bencana 28 September 2018 berlalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada awalnya, Rusdin masih memilih bekerja sebagai pekerja bangunan. Namun, melihat keadaan pasca-bencana yang remuk redam, Wardia, sang istri, memintanya untuk berhenti. Dengan sejumlah bantuan yang mereka terima dari pemerintah, Wardia percaya bahwa kebun yang terbengkalai milik mereka akan menghasilkan sesuatu. Beragam bibit seperti; bibit kelapa, bibit kopi, kangkung, terong, kacang panjang mereka tanam pada kebun mereka. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tanigasi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2022) memperlihatkan bahwa Rusdin dan Wardia sangat gigih untuk menanam tanpa peduli kapan akan menuai. Meski yang tersisa dari bencana 2018 lalu adalah puing rumah mereka yang hancur, kebun mereka menjadi harapan dan tumpuan untuk meniti hari demi hari.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8140\" aria-describedby=\"caption-attachment-8140\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8140\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Timbul-Tenggelam-Web.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Timbul-Tenggelam-Web.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Timbul-Tenggelam-Web-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Timbul-Tenggelam-Web-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Timbul-Tenggelam-Web-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8140\" class=\"wp-caption-text\">Timbul Tenggelam karya Nurcholis Darmawan di MMSD Maret 2023: Hidup Dengan Bencana di MASH Denpasar (15\/03\/2023) (dok: Nicho\/Minikino)<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang-kadang timbul, kadang-kadang tenggelam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dari judulnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Timbul Tenggelam <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2022) garapan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nurcholis Darmawan, merupakan peribahasa untuk memaknai pasang dan surut kehidupan. Hal tersebut menjelaskan kondisi desa Tompe, Kab. Donggala, yang tanahnya terperosok sehingga terjadi fenomena banjir rob di waktu-waktu tertentu. Dokumenter ini merupakan hubungan antara semangat dan putus asa yang bergumul menjadi satu dalam realitas. Penonton diajak mencermati diskusi dari Sarifa dan kakeknya; dua generasi penyintas di Desa Tompe yang dilanda banjir rob pasca bencana tahun 2018 dan 1968. Dalam film selanjutnya,\u00a0 penonton juga akan berkenalan dengan penyintas lainnya, Nene Ratna. Seorang wanita lanjut usia berdarah Kaili lewat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Turun ke Atas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2022) yang disutradarai oleh Rizki Syafaat Urip. Para penyintas dalam dua film dokumenter ini benar-benar menunjukan bahwa dengan segala keterbatasan, mereka tetap berusaha memperjuangkan pijakan yang tersisa di rumah mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yang Hilang dan Yang Tumbuh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karya Nur Amri Firmansyah sebagai film penutup program. Dokumenter ini mengajak penonton untuk melihat ketangguhan perempuan berusia 19 tahun, yang terpaksa tak menyelesaikan pendidikannya di SMK sebab harus menikah karena telah dikaruniai seorang anak. Dokumenter ini berhasil membawa kesadaran perihal penciptaan ruang yang aman bagi perempuan anak saat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pasca bencana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para pembuat film yang terlibat dalam program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup Dengan Bencana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melakukan upaya membaca kembali pengetahuan dari arsip-arsip lokal seperti cerita rakyat dan mitos, dan memberi konteks pengetahuan ekologi di masa kini. Tujuannya untuk mengkritisi bagaimana cara pandang manusia yang mungkin terlalu antroposentris, sekaligus memberikan tawaran metode untuk mitigasi bencana itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping menjadi pernyataan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">bagaimana seharusnya kita menyikapi bencana dengan bekal mitigasi, program film pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup Dengan Bencana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini juga memberikan petunjuk pada penonton bahwa bantuan dari pihak yang berwenang belum tentu tepat dan berhasil mengurangi risiko bencana. Gerakan akar rumput dari warga setempat perlahan merajut harapan di Sulawesi Tengah, termasuk dengan eksistensi program film ini.\u00a0 Misi mengedukasi lewat film terpatri dalam diri mereka masing-masing setelah mengalami peristiwa tragis ini. Alih-alih bersandar pada konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">welfare state<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kala pemerintah dianggap memegang peranan penting dalam menjamin kesejahteraan bagi setiap warga negaranya), <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">program <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup Dengan Bencana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini membuktikan bahwa sistem ketahanan bencana masih menitikberatkan pada solidaritas warga setempat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang sekurang-kurangnya dapat dilakukan oleh kita saat ini adalah bersama-sama\u00a0 menjaga hubungan dengan pencipta, manusia, dan dengan alam, seperti nilai yang diemban oleh orang Kaili, \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Demi mewujudkan realitas madani, manusia perlu menjaga hubungan dengan pencipta, sesama manusia, dan dengan alam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d Saya mencatat petuah ini sambil mengingat alam yang hidup dan bergerak. Ia bukan objek mati yang bisa seenaknya dieksploitasi. Alam memberikan sumber penghidupan untuk manusia, dan alam jugalah yang mengambilnya kembali.<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor: Ahmad Fauzi dan Fransiska Prihadi<\/em><\/h6>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demi mewujudkan realitas madani, manusia perlu menjaga hubungan dengan pencipta, sesama manusia, dan dengan alam. Begitulah prinsip hidup orang-orang Kaili, sebuah suku yang banyak mendiami wilayah Sulawesi Tengah (khususnya di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu), dalam film dokumenter pendek Saya di Sini Kau di Sana (2022) arahan Taufiqurrahman Kifu dalam program Hidup Dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":8139,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[321,325,320,326,327,324,323,322],"jnews-series":[],"class_list":["post-8138","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-bencana","tag-jika-saya-di-sini-kau-di-sana","tag-palu","tag-saya-di-sini-kau-di-sana","tag-sinekoci","tag-tanigasi","tag-timbul-tenggelam","tag-turun-ke-atas"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Demi mewujudkan realitas madani, manusia perlu menjaga hubungan dengan pencipta, sesama manusia, dan dengan alam. Begitulah prinsip hidup orang-orang Kaili, sebuah suku yang banyak mendiami wilayah Sulawesi Tengah (khususnya di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu), dalam film dokumenter pendek Saya di Sini Kau di Sana (2022) arahan Taufiqurrahman Kifu dalam program Hidup Dengan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-29T03:09:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-29T05:35:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Saya-di-Sini-Kau-Di-Sana-Artikel.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tirza Kanya Bestari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tirza Kanya Bestari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tirza Kanya Bestari\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/6430d7034d803dd92152615d2adef39b\"},\"headline\":\"Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana\",\"datePublished\":\"2023-03-29T03:09:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-29T05:35:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/\"},\"wordCount\":1206,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Saya-di-Sini-Kau-Di-Sana-Artikel.jpg\",\"keywords\":[\"Bencana\",\"Jika Saya di sini Kau di Sana\",\"Palu\",\"Saya di Sini Kau di Sana\",\"Sinekoci\",\"Tanigasi\",\"Timbul Tenggelam\",\"Turun ke Atas\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/\",\"name\":\"Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Saya-di-Sini-Kau-Di-Sana-Artikel.jpg\",\"datePublished\":\"2023-03-29T03:09:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-29T05:35:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/6430d7034d803dd92152615d2adef39b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Saya-di-Sini-Kau-Di-Sana-Artikel.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Saya-di-Sini-Kau-Di-Sana-Artikel.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still Film Saya di Sini Kau di Sana directed by Taufiqurrahman Kifu (dok: Sinekoci)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/6430d7034d803dd92152615d2adef39b\",\"name\":\"Tirza Kanya Bestari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Tirza-Kanya_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Tirza-Kanya_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Tirza Kanya Bestari\"},\"description\":\"A dancing dork and Disney storyteller who is currently preparing her academic review on La La Land\u2019s Mia Dolan. Her passion in writing, as well as stage performing, has evolved in the past three years. She aspires to work in the field of language, art, and culture \u2013 while running a personal blog with cute template, incorporating dance projects, and taking internships as a writer to enrich her knowledge and experience.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/kanya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana - Minikino Articles","og_description":"Demi mewujudkan realitas madani, manusia perlu menjaga hubungan dengan pencipta, sesama manusia, dan dengan alam. Begitulah prinsip hidup orang-orang Kaili, sebuah suku yang banyak mendiami wilayah Sulawesi Tengah (khususnya di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu), dalam film dokumenter pendek Saya di Sini Kau di Sana (2022) arahan Taufiqurrahman Kifu dalam program Hidup Dengan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2023-03-29T03:09:41+00:00","article_modified_time":"2023-03-29T05:35:39+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Saya-di-Sini-Kau-Di-Sana-Artikel.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Tirza Kanya Bestari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tirza Kanya Bestari","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/"},"author":{"name":"Tirza Kanya Bestari","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/6430d7034d803dd92152615d2adef39b"},"headline":"Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana","datePublished":"2023-03-29T03:09:41+00:00","dateModified":"2023-03-29T05:35:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/"},"wordCount":1206,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Saya-di-Sini-Kau-Di-Sana-Artikel.jpg","keywords":["Bencana","Jika Saya di sini Kau di Sana","Palu","Saya di Sini Kau di Sana","Sinekoci","Tanigasi","Timbul Tenggelam","Turun ke Atas"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/","name":"Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Saya-di-Sini-Kau-Di-Sana-Artikel.jpg","datePublished":"2023-03-29T03:09:41+00:00","dateModified":"2023-03-29T05:35:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/6430d7034d803dd92152615d2adef39b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Saya-di-Sini-Kau-Di-Sana-Artikel.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/03\/Saya-di-Sini-Kau-Di-Sana-Artikel.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still Film Saya di Sini Kau di Sana directed by Taufiqurrahman Kifu (dok: Sinekoci)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/membicarakan-bencana-yang-bukan-mengundang-bencana\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membicarakan Bencana yang Bukan Mengundang Bencana"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/6430d7034d803dd92152615d2adef39b","name":"Tirza Kanya Bestari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Tirza-Kanya_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2021\/07\/Tirza-Kanya_avatar-96x96.jpg","caption":"Tirza Kanya Bestari"},"description":"A dancing dork and Disney storyteller who is currently preparing her academic review on La La Land\u2019s Mia Dolan. Her passion in writing, as well as stage performing, has evolved in the past three years. She aspires to work in the field of language, art, and culture \u2013 while running a personal blog with cute template, incorporating dance projects, and taking internships as a writer to enrich her knowledge and experience.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/kanya\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8138"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8145,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8138\/revisions\/8145"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8138"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}