{"id":8305,"date":"2023-07-06T10:42:24","date_gmt":"2023-07-06T02:42:24","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8305"},"modified":"2023-07-06T11:15:19","modified_gmt":"2023-07-06T03:15:19","slug":"bertemu-naga-sambil-ngopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/","title":{"rendered":"Bertemu Naga Sambil Ngopi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir empat tahun tinggal di Yogyakarta, istilah-istilah seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nrima ing pan(k)dum, manunggaling kawula gusti,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan relasi<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Merapi dengan Mbah Marijan sering saya dengar di sekitaran masyarakat Kota Gudeg ini. Istilah-istilah ini kembali mondar mandir di kepala saya seusai menonton film pendek animasi Serangan Oemoem (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bro Dragon, The City is Under Attack!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) (2022) yang digarap oleh Fajar Martha Santosa. Saya berkesempatan menonton film ini karena mengikuti program <\/span><a href=\"https:\/\/minikino.org\/xtokoseniman\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Residensi Minikino X Toko Seniman<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Denpasar dari tanggal 27 Juni &#8211; 2 Juli 2023, menonton film sambil minum kopi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">indie! <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menonton film-film pendek Indonesia Raja 2023 selama dua hari dan di hari kedua akhirnya saya memutuskan untuk memilih film animasi pendek dalam <a href=\"https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/#ir2023\">Indonesia Raja 2023 D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah<\/a> yang diprogram oleh Gerry Junus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, setelah menonton film ini saya terhibur sekaligus ditarik memori akan jejak-jejak rasa saat pertama kali minum kopi joss di pinggir rel kereta di Jogja, abstrak tapi nyata. Cerita dalam film diawali dengan tiga orang sahabat bernama Gani, Sulis, dan Boba yang sedang bermain engklek di suatu halaman luas. Menggunakan photography dalam membuat latar, sehingga latar film tampak nyata, sedangkan ketiga tokoh di atas adalah sosok sentral dalam wujud animasi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, keseruan ditambah dengan hadirnya sosok naga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">relax <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang akan menjadi penyelamat kota Yogyakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan lain yang semakin memantapkan saya memilih film animasi pendek ini dikuatkan dari hasil obrolan bersama Edo Wulia dari Minikino. Menurutnya, melalui animasi kita membantu menciptakan animasi sebagai alih wahana, sarana edukasi yang melibatkan anak-anak. Bagi Edo, anak-anak sangat penting untuk masa depan sinema terutama sinema dalam negeri, harapannya terus berumur panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengusung latar kehidupan masyarakat Jawa khususnya di DI Yogyakarta, film animasi pendek ini menampilkan pelestarian nilai-nilai leluhur dan kesetiaan. Konsep pengabdian penuh rakyat kepada Sultan, sosok mistis di sekitarnya yaitu Gunung Merapi dan Nyi Roro Kidul (Ratu Pantai Selatan di Laut Selatan). Saya mencoba menghubungkan narasi Gunung Merapi dan naga dengan penjelasan ilmiah dari penelitian Antropologi yang ditulis oleh Eko Punto Hendro (2018) mengenai \u201cReligiusitas Gunung Merapi\u201d dalam jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Disebutkan bahwa sampai saat ini pandangan masyarakat Jawa dalam menyikapi kehidupannya sering diwarnai oleh pemikiran kosmis tentang<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> jagad cilik<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (mikrokosmos) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jagad gede<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (makrokosmos), hal ini yang membuat sangat masuk akal apabila masyarakat Jawa khususnya di Yogyakarta masih mengkeramatkan gunung dan menganggapnya simbol religiusitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengupas sisi sinematik animasi ini, objek-objek nyata seperti hamparan rumah di pinggir Kali Code, kasur, halaman bermain, sungai, dan gunung yang disatukan dengan tokoh-tokoh berwujud animasi terasa segar dan mencuri perhatian. Lalu kehadiran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Nogo <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bro Dragon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang bisa disebut penyelamat tak lepas dari kepercayaan masyarakat Yogyakarta yang diceritakan dalam film bahwa sesungguhnya Gunung Merapi yang sakral itu dijaga oleh sesosok naga, diceritakan sang naga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngubengi <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau mengitari salah satu gunung api teraktif di Indonesia.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8307\" aria-describedby=\"caption-attachment-8307\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8307 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8307\" class=\"wp-caption-text\">Still Film Serangan Oemoem (Bro Dragon, The City is Under Attack!) (2022) karya Fajar Martha Santosa (dok: istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan naga yang menjaga Gunung Merapi, percaya atau tidak diperkuat dengan mitos-mitos yang sampai hari ini hidup di masyarakat setempat, yaitu sosok naga penjaga yang bernama <\/span><a href=\"https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/132850798\/mengenal-sang-hyang-antaboga-naga-dalam-mitologi-jawa-dan-bali?page=all\"><span style=\"font-weight: 400;\">Naga Antaboga atau Eyang Antaboga<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Naga Antaboga bertugas <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menjaga keseimbangan gunung juga masyarakat yang tinggal disekitarnya agar tidak tenggelam ke dalam bumi. Hal-hal ini diproyeksikan menjadi animasi dan memang ia berhasil menghancurkan monster sebagai wujud kejahatan. Dengan ber<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mahkota seperti ksatria jawa dan jurus-jurus ajaibnya sembari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mesem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pantaslah sang naga masuk menjadi salah satu elemen penting cerita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Animasi film pendek yang digarap tahun 2022 ini juga cukup kritis dengan menyisipkan label \u201cmanusia modern\u201d. Diakui manusia modern memang masih suka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngeyel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Seperti ucapan Gani<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201caku kan modern\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adakalanya modernitas membentuk dan menciptakan manusia yang seenaknya tanpa kita sadari. Persoalan riil yang baru-baru ini dirasakan penduduk Indonesia yaitu cuaca yang akhir-akhir ini semakin panas, hujan tiba-tiba datang di bulan-bulan yang seharusnya musim panas, ditambah cepat mencairnya es krim yang sedang dinikmati Gani di dalam film ini, hmm. Efek pemanasan global <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">riil bosku<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, masih mau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngeyel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Mengendapkan Rasa<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyambung soal rasa dan menonton film pendek, pengalaman saya mencicipi rasa kopi sampai hari kelima residensi juga begitu manis dan membenamkan saya ke sudut-sudut melankolis. Mengolah buah kopi menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">green bean<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kemudian lanjut proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">roasting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan penyajian sedemikian rupa dengan alat, mesin, atau teknik tertentu. Hingga akhirnya secangkir kopi hangat atau sebotol kopi dingin diantar ke meja memang sangat layak diromantisasi. Pengalaman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cupping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selama dua hari juga icip-icip rasa kopi melalui orderan pribadi, mempertemukan saya dengan Kintamanis. Mas Insan, sebagai koordinator residensi dari Toko Seniman, yang menjembatani pertemuan saya dengan Kintamanis (terima kasih Mas!). Dari awal hingga akhir menonton film Serangan Oemoem (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bro Dragon, The City is Under Attack!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), saya membayangkan menonton film animasi pendek ini bersama keluarga di hari Minggu.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8309\" aria-describedby=\"caption-attachment-8309\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption alignright\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-8309 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Cupping-web.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Cupping-web.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Cupping-web-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Cupping-web-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Cupping-web-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8309\" class=\"wp-caption-text\">Proses Explorasi Cita Rasa Kopi (dok: Brigitta Patricia)<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Body <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kopi Kintamanis yang cenderung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">light <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">balance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan sempurna dirayakan dengan sajian dalam format kopi panas. Enam belas menit yang menyenangkan untuk memperkenalkan film animasi dalam negeri ini kepada remaja Indonesia. Melalui lidah saya menemukan sensasi Kintamanis yang riang dan ringan. Salah satu varian natural origin Bali milik Toko Seniman yang segar seperti teh, kalau kata Mas Insan dan barista kopi di toko, Kintamanis ini meninggalkan jejak rasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fruity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> buah berry, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngeteh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tapi ini kopi. Jadi, sebenarnya ini kopi atau teh?<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8311\" aria-describedby=\"caption-attachment-8311\" style=\"width: 200px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8311\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Bali-Kintamanis-web.jpeg-200x300.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Bali-Kintamanis-web.jpeg-200x300.jpg 200w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Bali-Kintamanis-web.jpeg.jpg 388w\" sizes=\"(max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8311\" class=\"wp-caption-text\">Kopi Bali Kintamanis dalam kemasan di Toko Seniman (dok:Brigitta Patricia)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hujan selama dua malam di Toko Seniman menemani proses penemuan pada persamaan kata pada judul film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan Oemoem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan peristiwa sejarah yang terjadi di Yogyakarta yaitu Serangan Umum 1 Maret 1949. Saya rasa film animasi pendek ini dibuat untuk memperingati tujuan yang sama yaitu merebut dan mempertahankan. Manifestasi peristiwa sejarah ke dalam wujud animasi modern, menghadirkan trio menggemaskan Gani, Sulis, dan Boba yang dengan berani mencari sampai menemukan superhero kota, yaitu Naga Antaboga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka ingin merebut kembali kedamaian dan menyelamatkan orang juga hal-hal yang mereka cintai, yaitu orang tua, kehidupan, atau barang duniawi, seperti yang diutarakan nenek Sulis di dalam film. Agaknya menjentik batin saya. Filosofi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nrimo ing pandum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kontra dengan cara-cara hidup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nrimo. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia modern sekarang suka dengan hal-hal yang riil, hal-hal yang nampak abstrak dan filosofis terasa seperti berat untuk diperjuangkan, enggak riil. Apakah terjadi pergeseran dalam upaya mewujudkan kedamaian batin di era rekam dan unggah saat ini? Mungkin bisa dijawab sendiri dalam hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir sebelum kembali diserang realita, saya tutup tulisan apresiasi kepada film Serangan Oemoem (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bro Dragon, The City is Under Attack!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dengan penggalan lirik lagu milik Geng Kobra (GK). GK merupakan salah satu band lokal asal Solo dan sekarang tinggal di Yogyakarta. Mereka juga menyanyikan puisi-puisi berbahasa Jawa dan lirik lagu GK menggunakan bahasa Jawa sehari-hari atau ngoko. Salah satu lagu yang saya kutip berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ning Nong Ning Gung<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c Ning-nong-ning-gung, Pak Bayan<br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0Nasi jagung, ngga doyan<br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0Biar semua kebagian<br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0Jangan pada berebutan<br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0Jaman kemajuan, maju bener atau bohongan? Huh!\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Holopis kuntul baris, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">panase mbok uwis!\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">1 Juli 2023<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">pukul sembilan malam<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em>masih hujan di Toko Seniman Denpasa<\/em>r<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor: Ahmad Fauzi<\/em><\/h6>\n<h5>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta program Artist Residency kerja sama antara Mash Denpasar, Minikino dan Toko Seniman yang dilaksanakan di Denpasar pada 6 Juni sampai 2 Juli. Selangkapnya tentang program ini, kunjungi: <a href=\"https:\/\/minikino.org\/xtokoseniman\/\">https:\/\/minikino.org\/xtokoseniman\/<\/a><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hampir empat tahun tinggal di Yogyakarta, istilah-istilah seperti nrima ing pan(k)dum, manunggaling kawula gusti, dan relasi Merapi dengan Mbah Marijan sering saya dengar di sekitaran masyarakat Kota Gudeg ini. Istilah-istilah ini kembali mondar mandir di kepala saya seusai menonton film pendek animasi Serangan Oemoem (Bro Dragon, The City is Under Attack!) (2022) yang digarap oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":8306,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[364,59,363,347,361,346,352,344],"jnews-series":[],"class_list":["post-8305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-notes","tag-animasi","tag-indonesia-raja","tag-jogja","tag-kopi","tag-mash-denpasar","tag-residensi","tag-serangan-oemoem","tag-toko-seniman"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bertemu Naga Sambil Ngopi - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bertemu Naga Sambil Ngopi - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hampir empat tahun tinggal di Yogyakarta, istilah-istilah seperti nrima ing pan(k)dum, manunggaling kawula gusti, dan relasi Merapi dengan Mbah Marijan sering saya dengar di sekitaran masyarakat Kota Gudeg ini. Istilah-istilah ini kembali mondar mandir di kepala saya seusai menonton film pendek animasi Serangan Oemoem (Bro Dragon, The City is Under Attack!) (2022) yang digarap oleh [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-06T02:42:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-07-06T03:15:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Brigitta Patricia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Brigitta Patricia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Brigitta Patricia\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95c68954a15dfbda22635faef4b83ae7\"},\"headline\":\"Bertemu Naga Sambil Ngopi\",\"datePublished\":\"2023-07-06T02:42:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-06T03:15:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/\"},\"wordCount\":1182,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom1.jpg\",\"keywords\":[\"Animasi\",\"Indonesia Raja\",\"Jogja\",\"Kopi\",\"Mash Denpasar\",\"Residensi\",\"Serangan Oemoem\",\"Toko Seniman\"],\"articleSection\":[\"NOTES\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/\",\"name\":\"Bertemu Naga Sambil Ngopi - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-07-06T02:42:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-06T03:15:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95c68954a15dfbda22635faef4b83ae7\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom1.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still Film Serangan Oemoem (Bro Dragon, The City is Under Attack!) (2022) karya Fajar Martha Santosa (dok: istimewa)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bertemu Naga Sambil Ngopi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95c68954a15dfbda22635faef4b83ae7\",\"name\":\"Brigitta Patricia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/brigitta-patricia_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/brigitta-patricia_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Brigitta Patricia\"},\"description\":\"Lahir di Semarang, 29 tahun yang lalu. Seorang Finance-Accounting. Aktif menulis (puisi, cerpen) dan menari (contemporary dance). Dua tulisannya pernah dimuat di platform Lazy Susan -platform yang menghubungkan komunitas penelitian, budaya, dan kreativitas melalui makanan. Terbaru menjadi performer untuk Tromarama : PERSONALIA exhibition (Oktober 2022).\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/brigitta\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bertemu Naga Sambil Ngopi - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bertemu Naga Sambil Ngopi - Minikino Articles","og_description":"Hampir empat tahun tinggal di Yogyakarta, istilah-istilah seperti nrima ing pan(k)dum, manunggaling kawula gusti, dan relasi Merapi dengan Mbah Marijan sering saya dengar di sekitaran masyarakat Kota Gudeg ini. Istilah-istilah ini kembali mondar mandir di kepala saya seusai menonton film pendek animasi Serangan Oemoem (Bro Dragon, The City is Under Attack!) (2022) yang digarap oleh [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2023-07-06T02:42:24+00:00","article_modified_time":"2023-07-06T03:15:19+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Brigitta Patricia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Brigitta Patricia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/"},"author":{"name":"Brigitta Patricia","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95c68954a15dfbda22635faef4b83ae7"},"headline":"Bertemu Naga Sambil Ngopi","datePublished":"2023-07-06T02:42:24+00:00","dateModified":"2023-07-06T03:15:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/"},"wordCount":1182,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom1.jpg","keywords":["Animasi","Indonesia Raja","Jogja","Kopi","Mash Denpasar","Residensi","Serangan Oemoem","Toko Seniman"],"articleSection":["NOTES"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/","name":"Bertemu Naga Sambil Ngopi - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom1.jpg","datePublished":"2023-07-06T02:42:24+00:00","dateModified":"2023-07-06T03:15:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95c68954a15dfbda22635faef4b83ae7"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom1.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Serangan-Oemom1.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still Film Serangan Oemoem (Bro Dragon, The City is Under Attack!) (2022) karya Fajar Martha Santosa (dok: istimewa)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/bertemu-naga-sambil-ngopi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bertemu Naga Sambil Ngopi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95c68954a15dfbda22635faef4b83ae7","name":"Brigitta Patricia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/brigitta-patricia_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/brigitta-patricia_avatar-96x96.jpg","caption":"Brigitta Patricia"},"description":"Lahir di Semarang, 29 tahun yang lalu. Seorang Finance-Accounting. Aktif menulis (puisi, cerpen) dan menari (contemporary dance). Dua tulisannya pernah dimuat di platform Lazy Susan -platform yang menghubungkan komunitas penelitian, budaya, dan kreativitas melalui makanan. Terbaru menjadi performer untuk Tromarama : PERSONALIA exhibition (Oktober 2022).","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/brigitta\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8305"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8319,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8305\/revisions\/8319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8305"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}