{"id":8367,"date":"2023-08-30T14:55:38","date_gmt":"2023-08-30T06:55:38","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8367"},"modified":"2023-09-07T16:16:20","modified_gmt":"2023-09-07T08:16:20","slug":"mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/","title":{"rendered":"Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menonton ulang sebuah film merupakan sebuah pilihan yang dipengaruhi oleh waktu, materi, dan akses. Tidak semua orang memilih untuk melakukannya sebab satu atau lebih faktor tersebut terkadang tidak dimiliki. Aksesibilitas menonton ulang film pendek dalam sirkuit festival lebih sulit direalisasikan daripada film panjang. Berbagai pilihan film panjang dapat diakses dengan mudah lewat bioskop komersil ataupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">streaming platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sedangkan film pendek biasanya hanya hadir pada layar-layar alternatif, seperti art house sinema, pemutaran komunitas, dan paling dirayakan dalam festival film. Sebagai salah satu peserta program <\/span><a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/film-festival-writers-2023\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hybrid Internship for Festival Writer 2023<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, saya mendapatkan kesempatan untuk mengakses film-film pendek nominasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Best Audio Visual Experimental Short<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam Minikino Film Week 9, bahkan untuk menontonnya secara berulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pribadi saya menonton film karya Gladys Ng yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Every Floor Looks The Same <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2022) secara berulang kali dilatarbelakangi oleh alasan personal.\u00a0 Sebagai sebuah film eksperimental, film ini hadir dengan permainan elemen sinematis, menyandingkan dan menabrakkannya satu sama lain dalam cara-cara inkonvensional. Hal ini merupakan pengalaman menonton yang asing bagi saya. Keasingan ini kemudian mendorong saya untuk memaksa diri untuk memahami film dalam bingkai pemikiran naratif. Ketika film-film Hollywood yang khas dengan konvensi penceritaan naratif selalu menjadi tipe film yang saya konsumsi sejak dulu, kebiasaan untuk mencerna film dengan bingkai pemikiran naratif ini pun secara otomatis terbentuk. Bingkai ini kemudian membuat film eksperimental lekat dengan kesan film yang tidak jelas. Mungkin karena film eksperimental tidak menjelaskan dirinya lewat cara yang akrab saya temui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya, alih-alih bisa membacanya secara tekstual, untuk mencernanya saja saya butuh menontonnya berulang kali. Di sisi lain, kesempatan untuk menonton film pendek (yang eksperimental) berulang kali merupakan hal yang langka. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menceritakan pengalaman langka ini ke dalam tulisan saya. Selama tiga kali sesi menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Every Floor Looks The Same<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, berbagai interpretasi dan perasaan muncul secara berurutan dari sesi pertama hingga terakhir. Namun, ada pula yang muncul secara tumpang tindih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Pertama, Berkenalan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, menonton film untuk pertama kalinya menyerupai proses berkenalan dengan orang baru, dan menonton film eksperimental, dalam pandangan saya, sama seperti berkenalan dengan orang yang abstrak, sulit dimengerti, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">artsy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Berkenalan pada pertama kali hanya akan meninggalkan kesan-kesan abstrak dari baju yang ia kenakan dan bagaimana ia berbicara, tanpa benar-benar memahami apa yang dibicarakan. Saat pertama berkenalan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Every Floor Looks The Same<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> meninggalkan kesan-kesan abstrak dari sudut pandang Osmanth\u00fcs, seorang gadis kecil yang berpetualang menyusuri lanskap kota tempat tinggalnya, tanpa benar-benar memahami apa yang ia ingin lakukan. Sambil memfokuskan diri untuk berusaha (keras) memahami cerita, kesan-kesan abstrak itu menjadi jerat yang menjaga mata saya tetap tertaut ke layar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam film, Osmanth\u00fcs terlihat tidak terlalu bersemangat untuk \u201cbergerak\u201d. Bergerak di dalam lingkungan kota tempat tinggalnya yang modern, namun sepi. Tidak terlalu banyak interaksi yang terjadi di sekitar Os. Sendirian, Ia mengelilingi kota yang didominasi gedung-gedung modern dengan sedikit sentuhan pepohonan. Hingga akhir, satu-satunya yang tampak memercikan semangat Osmanth\u00fcs adalah taman hiburan di kotanya. Menggunakan burung yang hilang sebagai alasan untuknya \u201cbergerak\u201d, Os pada akhirnya mendapatkan yang ia inginkan meskipun tidak sesuai harapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengikuti keseharian Osmanth\u00fcs yang bebas berjalan-jalan sendirian, saya bertanya-tanya, mengapa ia sangat tidak bersemangat? Bukankah harusnya seorang anak kecil yang bebas biasanya lebih bersemangat? Waktu kecil, saya sangat suka saat ditinggal sendiri di rumah karena bisa bebas melakukan apapun. Hingga akhirnya saya sampai pada adegan ia sedang les biola. Adegan itu mengingatkan saya saat momen masa kecil yang harus mengikuti les piano karena dipaksa orang tua. Seketika saya menyadari, mungkin Os tidak sebebas yang saya kira.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8444\" aria-describedby=\"caption-attachment-8444\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8444 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Every-Floor-Looks-The-Same1.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Every-Floor-Looks-The-Same1.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Every-Floor-Looks-The-Same1-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Every-Floor-Looks-The-Same1-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Every-Floor-Looks-The-Same1-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8444\" class=\"wp-caption-text\">Still Film <em>Every Floor Looks The Same<\/em> (2022) arahan Gladys Ng (dok: Minikino)<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Kedua, Yang Tersirat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berkenalan dan familiar dengan Osmanth\u00fcs, les biolanya, kota tempat tinggalnya, burung yang hilang, dan sebagian besar latar tempat dan waktu film, sesi kedua membuat saya sadar akan detil-detil kecil yang tersusun di setiap adegannya. Sesi kedua merupakan sesi terbentuknya berbagai interpretasi konten film.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali pada analogi saya yang memandang proses menonton film sebagai berkenalan dengan seseorang, di pertemuan kedua, saya menemukan pola \u201ckelakuan\u201d orang ini. Pola ini dibentuk melalui motif sinematis yang muncul secara berulang, lalu mencoba memahami alasan di balik keputusan pemunculannya. Salah satunya adalah warna hijau yang digunakan secara konsisten. Mulai dari warna teks judul film, warna properti karakter, hingga pada bentangan pepohonan yang banyak menjadi latar sepanjang film. Bentangan pepohonan ini, dihadirkan dan digambarkan secara inferior. Pepohonan seringkali digambarkan terhimpit oleh gedung-gedung tinggi, beberapa adegan lain melakukan empasis terhadap alat penebangan pohon dan prosesnya. Satu adegan bahkan menyandingkan suara teriakkan anak kecil di wahana bermain, dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pohon kering, pohon ditebang, serta pohon kecil yang diapit dua gedung tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan antara pohon, gedung, dan kota dalam film ini mencuri sebagian besar perhatian saya saat sesi menonton kedua. Melihat konteks film yang berlatar dan berasal dari Singapura, pemunculan ketiga objek tersebut dapat dimaknai sebagai komentar Gladys Ng terhadap Singapura yang menekan habis ruang-ruang hijau di kota-kotanya. Sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">statement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berangkat dari kepenatannya sebagai warga kota yang selalu berpapasan dengan gedung modern yang seolah mengurung ruang bergerak, dan kerinduannya dengan pepohonan yang lambat laun hilang dari pandangan. Karakter Os terlihat seperti wujud individu \u201ckecil\u201d yang kebingungan mencari tempat \u201cbermain\u201d di tengah kota yang berusaha keras memodernisasi diri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Ketiga, Muncul ke Permukaan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam salah satu pembahasan mata kuliah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Experimental Film Production <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sewaktu saya kuliah, dosen saya menyebut bahwa film eksperimental lebih fokus untuk membagikan sebuah perasaan atau sebuah kesan, sebuah kata sifat, daripada berusaha untuk menceritakan sesuatu atau menyampaikan sebuah pesan moral. Fokus ini juga terlihat jelas pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Every Floor Looks The Same.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Bertemu kali ketiga dengan Osmanth\u00fcs membuat saya semakin dekat dengannya, hingga akhirnya bisa menyelami dan (sedikit) memahami perasaannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sesi menonton pertama dan kedua, saya masih sibuk mencari kaitan konsep dengan konten. Namun saat menonton ketiga kalinya, hal yang lebih muncul ke permukaan adalah perasaan-perasaan yang film ini coba tawarkan pada penonton. Terpisah dari segala makna simbolis yang tersemat di sepanjang film, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Every Floor Looks The Same<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membagikan sebuah perasaan terperangkap dan percikan keinginan untuk bergerak membebaskan diri. Sebagai individu yang terkadang terlalu betah dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">status quo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menawarkan ilusi kenyamanan dari lingkungan modern, saya merasa terhubung dengan Osmanth\u00fcs.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan ini juga kemudian berbicara tentang perasaan \u201cbesar\u201d dan \u201ckecil\u201d. Terdapat satu dialog dalam film yang menggambarkan perasaan ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDo you know what it means to be big and small at the same time?\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang diucapkan oleh guru biola Osmanth\u00fcs. Dialog ini menjadi sebuah refleksi yang mempertanyakan kembali apa arti menjadi besar atau kecil. Apakah orang dewasa dan anak kecil menjadi indikator dari apa yang disebut \u201cbesar\u201d dan \u201ckecil\u201d? Atau apakah kedua kata sifat itu sebenarnya berbicara lebih dari usia atau ukuran semata?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya, kisah Os dalam film ini sebenarnya adalah potret sebagian besar masyarakat kota. Saya, dan mungkin orang dewasa di perkotaan lainnya, pun sebenarnya setiap hari berkutat dengan apa yang biasa disebut dengan krisis eksistensi. Menyadari seberapa kecil signifikansi diri terhadap lingkungan sekitar, mempertanyakan sebenarnya kita diciptakan untuk apa atau untuk siapa. Perasaan dan pertanyaan yang seringkali seketika muncul, ditemani tatapan kosong saat terjebak macet, ataupun saat terjaga sendirian di malam-malam panjang yang dihiasi lampu kota. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Every Floor Looks The Same<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terasa seperti rekaman memori berulang dari kehidupan banal manusia modern.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya Osmanth\u00fcs bukan hanya sebatas tokoh dalam film. Perjumpaan terus menerus dengannya menyadarkan saya bahwa ia bukan sekedar karakter fiksi yang hidup di dunia fiktifnya sendiri. Jiwa Osmanth\u00fcs sejatinya hidup dalam diri para manusia kota. Hidup dalam diri Gladys, ataupun dalam diri saya sendiri. Mungkin, apabila saya menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Every Floor Looks The Same<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> beberapa kali lagi atau berjumpa dengan Osmanth\u00fcs beberapa kali lagi, ada banyak perasaan lain yang tertangkap. Mengenal dan mengikuti Osmanth\u00fcs bergerak di dunianya, memberikan gambaran awal akan ide tentang film pendek yang bisa berperan selain sebagai medium yang ekspresif, tapi juga medium yang kontemplatif.<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor: Bintang Panglima<\/em><\/h6>\n<h5>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (May-November 2023). <em>Every Floor Looks The Same<\/em> adalah film yang terpilih dalam program internasional \u201cPUZZLED\u201d dan juga Nominasi Best Audio Visual Experimental Short 2023. Untuk informasi lebih lanjut <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\">https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\u00a0 \u00a0<\/a><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menonton ulang sebuah film merupakan sebuah pilihan yang dipengaruhi oleh waktu, materi, dan akses. Tidak semua orang memilih untuk melakukannya sebab satu atau lebih faktor tersebut terkadang tidak dimiliki. Aksesibilitas menonton ulang film pendek dalam sirkuit festival lebih sulit direalisasikan daripada film panjang. Berbagai pilihan film panjang dapat diakses dengan mudah lewat bioskop komersil ataupun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":8443,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[393,159,101,392,405,115],"jnews-series":[],"class_list":["post-8367","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-every-floor-looks-the-same","tag-experimental","tag-film-pendek","tag-gladys-ng","tag-mfw9","tag-short-film"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022) - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022) - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menonton ulang sebuah film merupakan sebuah pilihan yang dipengaruhi oleh waktu, materi, dan akses. Tidak semua orang memilih untuk melakukannya sebab satu atau lebih faktor tersebut terkadang tidak dimiliki. Aksesibilitas menonton ulang film pendek dalam sirkuit festival lebih sulit direalisasikan daripada film panjang. Berbagai pilihan film panjang dapat diakses dengan mudah lewat bioskop komersil ataupun [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-30T06:55:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-07T08:16:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Every-Floor-Looks-The-Same.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Felix Dustin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Felix Dustin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/\"},\"author\":{\"name\":\"Felix Dustin\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b\"},\"headline\":\"Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022)\",\"datePublished\":\"2023-08-30T06:55:38+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-07T08:16:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/\"},\"wordCount\":1347,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Every-Floor-Looks-The-Same.jpg\",\"keywords\":[\"Every Floor Looks The Same\",\"experimental\",\"film pendek\",\"Gladys Ng\",\"MFW9\",\"short film\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/\",\"name\":\"Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022) - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Every-Floor-Looks-The-Same.jpg\",\"datePublished\":\"2023-08-30T06:55:38+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-07T08:16:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Every-Floor-Looks-The-Same.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Every-Floor-Looks-The-Same.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still Film Every Floor Looks The Same (2022) arahan Gladys Ng (dok: Minikino)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b\",\"name\":\"Felix Dustin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/felix-dustin_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/felix-dustin_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Felix Dustin\"},\"description\":\"Felix is a final-year film student in Multimedia Nusantara University. Previously a scriptwriter and a film festival enthusiast, in 2023 he got the chance to participate in UCIFEST 14 as the Competition Film Programmer. Since then, he aspires to work in the film festival ecosystem while still likes to write short film script in his free time.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/felixdustin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022) - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022) - Minikino Articles","og_description":"Menonton ulang sebuah film merupakan sebuah pilihan yang dipengaruhi oleh waktu, materi, dan akses. Tidak semua orang memilih untuk melakukannya sebab satu atau lebih faktor tersebut terkadang tidak dimiliki. Aksesibilitas menonton ulang film pendek dalam sirkuit festival lebih sulit direalisasikan daripada film panjang. Berbagai pilihan film panjang dapat diakses dengan mudah lewat bioskop komersil ataupun [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2023-08-30T06:55:38+00:00","article_modified_time":"2023-09-07T08:16:20+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Every-Floor-Looks-The-Same.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Felix Dustin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Felix Dustin","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/"},"author":{"name":"Felix Dustin","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b"},"headline":"Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022)","datePublished":"2023-08-30T06:55:38+00:00","dateModified":"2023-09-07T08:16:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/"},"wordCount":1347,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Every-Floor-Looks-The-Same.jpg","keywords":["Every Floor Looks The Same","experimental","film pendek","Gladys Ng","MFW9","short film"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/","name":"Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022) - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Every-Floor-Looks-The-Same.jpg","datePublished":"2023-08-30T06:55:38+00:00","dateModified":"2023-09-07T08:16:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Every-Floor-Looks-The-Same.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/07\/Every-Floor-Looks-The-Same.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still Film Every Floor Looks The Same (2022) arahan Gladys Ng (dok: Minikino)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/mengenal-osmanthus-wujud-manusia-modern-yang-bergerak-di-every-floor-looks-the-same-2022\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Osmanth\u00fcs, Wujud Manusia Modern Yang Bergerak di Every Floor Looks The Same (2022)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b","name":"Felix Dustin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/felix-dustin_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/felix-dustin_avatar-96x96.jpg","caption":"Felix Dustin"},"description":"Felix is a final-year film student in Multimedia Nusantara University. Previously a scriptwriter and a film festival enthusiast, in 2023 he got the chance to participate in UCIFEST 14 as the Competition Film Programmer. Since then, he aspires to work in the film festival ecosystem while still likes to write short film script in his free time.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/felixdustin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8367","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8367"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8367\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8521,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8367\/revisions\/8521"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8367"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}