{"id":8452,"date":"2023-08-23T11:05:29","date_gmt":"2023-08-23T03:05:29","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8452"},"modified":"2023-08-24T12:04:46","modified_gmt":"2023-08-24T04:04:46","slug":"between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/","title":{"rendered":"Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah dapat dipahami sebagai konsep yang abstrak karena maknanya\u2014baik secara literal maupun figuratif\u2014sangat luas dan terkait dengan hal-hal yang personal. Tetapi, berbagai jenis interpretasi dapat bermuara pada satu makna: rumah ialah tempat di mana kita merasa nyaman dan terlindung. Dari makna tersebut, maka negara dapat dianggap sebagai rumah bagi warganya, namun banyak negara gagal menjadi rumah yang layak ditinggali. Hal ini kemudian memaksa sebagian kecil (atau besar) warganya untuk pergi, bermigrasi mencari \u201crumah\u201d baru, melahirkan berbagai kelompok diaspora di berbagai belahan dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah karakter diaspora juga sering dituturkan dalam medium film. Tipikal cerita yang diangkat cenderung serupa, yakni menyorot kebebasan dan hak hidup kelompok diaspora yang dibatasi, karena dianggap asing oleh lingkungan tempat mereka tinggal, tempat di mana mereka seharusnya terlindungi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebut saja film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">My Small Land<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2022) karya Emma Kawawada yang bercerita tentang seorang gadis pengungsi dari keluarga Kurdi yang tidak mendapatkan dukungan apapun dari lingkungannya, saat keluarganya terancam dipulangkan oleh pemerintah Jepang. Atau mari mundur ke 1990-an, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mississippi Masala<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1991) karya Mira Nair mengangkat kisah keluarga berketurunan India yang harus terusir dari Uganda karena kebijakan negara, menghasilkan sentimen terhadap ras kulit hitam meskipun hidup berdampingan di Amerika Serikat setelahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah isu tersebut, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Between Two Islands<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2023) karya Hideki Miyazaki menghadirkan sudut pandang alternatif terhadap kelompok diaspora. Film pendek ini membawakan kisah coming-of-age Sayu, seorang remaja perempuan Kuba berketurunan Jepang, yang dihadapkan dengan kemungkinan bahwa ia harus meninggalkan negara yang dicintainya. Kembali ke Jepang, tempat yang menurut keluarganya lebih baik bagi dirinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Revolusi dan Identitas\u00a0\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">My Small Land<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Sayu dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Between Two Island<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih mirip Mina dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mississippi Masala<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Keduanya adalah karakter diaspora yang teridentifikasi dan terangkul. Mina oleh kultur Afrika-Amerika, dan Sayu oleh kultur Kuba. Gaya berbicara, cara berpakaian, hingga hobinya bermain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skateboard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> nyaris menyamarkan perbedaan fisiknya. Sayu dihargai dan diakui sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelompok diaspora Jepang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nikkei People<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) datang pertama kali ke Kuba pada 1910-an. Setelah dipandang sebagai \u201cmusuh nasional\u201d selama Perang Dunia Ke-2, para Nikkei pada akhirnya diakui identitasnya setelah Revolusi Kuba melalui pernyataan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cThe Revolution is color-blind\u201d.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Revolusi tersebut <\/span><a href=\"https:\/\/discovernikkei.org\/en\/journal\/2016\/8\/22\/future\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">memperkuat identitas<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Nikkei di Kuba, dengan memandang mereka sama dengan yang lainnya, yakni sebagai warga Kuba (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cuban<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Revolusi Kuba mengakhiri pelabelan Nikkei sebagai musuh nasional, sekaligus awal dari kedekatan mereka dengan warga Kuba yang didasari oleh pandangan kesetaraan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayu menjadi bukti bahwa pengaruh positif Revolusi Kuba tersebut masih mengakar dalam kehidupan masyarakatnya hingga sekarang. Akan tetapi, pengaruh ini tidak berlaku merata di seluruh masyarakatnya. Hal ini pun tidak luput dari kacamata Miyazaki sebagai sutradara dalam membingkai Kuba.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8454\" aria-describedby=\"caption-attachment-8454\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8454 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8454\" class=\"wp-caption-text\">Still Film Between Two Islands (2023) arahan Hideki Miyazaki (dok: Minikino)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam satu adegan, seseorang tak dikenal mempertanyakan darimana Sayu berasal, seusai dirinya bermain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skateboard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pertanyaan tersebut muncul dari rasa ingin tahu mengenai Sayu yang memiliki ciri fisik yang berbeda. Namun, intonasi dari pertanyaan tersebut mengubah maksudnya menjadi lebih dari sekadar rasa ingin tahu, melainkan menjadi bentuk mikroagresi. Pertanyaan ini mereduksi kompleksitas identitas Sayu sebagai seorang Nikkei, mengesampingkan banyak faktor yang membuat dirinya unik. Sayu kemudian hanya dipandang sebatas bagian dari ras lain yang \u201cbukan dari sini (Kuba)\u201d, disertai dengan sebongkah stigma terhadap ras tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, bentuk mikroagresi ini menjadi bagian dari pola tindakan rasisme yang secara tak sadar hadir dalam interaksi dengan kelompok diaspora. Pertanyaan seperti ini kemudian dinormalisasi karena dianggap tidak berdampak serius, yang mana anggapan tersebut jauh dari kata tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski nada tegas dalam jawaban Sayu mengindikasikan bentuk mikro agresi semacam itu kerap ia terima, hal tersebut akan selalu meninggalkan dampak terhadap mentalnya. Ditambah lagi dengan situasi keluarga yang memaksa dirinya untuk kembali ke Jepang, pertanyaan tersebut meninggalkan bising yang tak biasa. Terduduk melamun dekat pantai, Sayu berharap angin laut dapat menyamarkan bising pertanyaan tentang identitas dan tempat tinggal yang memenuhi kepalanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Lantunan Personal<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kenyamanan Sayu untuk tinggal di Kuba, dipertanyakan dan bahkan terancam diambil setelah menerima telepon dari ayahnya, Sayu pergi mencari tempat berkeluh kesah. Tempat itu, tak lain ialah lingkungan pertemanannya. Diiringi ritme gitar yang dimainkan seorang temannya, Sayu mencurahkan isi hatinya melalui nyanyian, menyatakan perasaannya terhadap Kuba dengan kata yang lebih kuat dari \u201cnyaman\u201d, yakni \u201ccinta\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lirik-lirik yang dinyanyikan (atau diciptakan) oleh Sayu, terasa seperti dilema yang selama ini ia simpan sendiri. Dilema tentang apakah ia harus mendengarkan pandangan orang, atau mengikuti rasa cintanya, dalam mengutuhkan identitas dan tempat tinggalnya. Nada dasar lagu yang ia atur sebelum bernyanyi, serta sudut pandang \u201caku\u201d yang digunakan dalam lirik, memperkuat kesan personalnya sekaligus memungkinkan bahwa lagu tersebut adalah ciptaannya sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila lantunan cinta itu ciptaan Sayu, otomatis juga merupakan ciptaan Hideki Miyazaki, sang sutradara yang sendirinya adalah orang Kuba berketurunan Jepang. Sebuah sentuhan personal yang manis di antara kumpulan sentuhan Miyazaki di dalam film ini. Salah satunya, untuk menjustifikasi kenyamanan dan kecintaan Sayu, Miyazaki tidak menggambarkan Kuba secara berlebihan. Sebaliknya, Kuba digambarkan apa adanya, tanpa mengeksploitasi imajinasi yang memandang Kuba sebagai negara yang eksotis, cantik, dan warna-warni khas bayangan orang Eropa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Miyazaki menghadirkan sudut pandangnya sebagai orang yang tinggal di Kuba dan tumbuh di dalamnya. Kenyamanan dan kecintaan yang dirasakan Sayu (dan Miyazaki), digambarkan berasal dari hal yang menghidupkan sudut-sudut kota itu sendiri, yakni kultur dan masyarakatnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Between Two Islands<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terasa seperti sebuah ungkapan cinta dari Hideki Miyazaki, kepada semua warga Kuba yang telah merangkulnya selama proses pembentukan identitasnya yang penuh gejolak dan pertanyaan. Pengemasannya yang personal mampu menjamah sisi-sisi emosional yang mungkin tidak bisa dijamah oleh film dengan pendekatan berbeda. Meski begitu, hal ini tidak melemahkan apa yang ingin disampaikan olehnya. Sebaliknya, film ini mampu beresonansi dengan lebih banyak orang, menyadarkan bahwa selama ini kelompok diaspora luput dari perbincangan tentang narasi inklusivitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ditutup dengan sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">long take<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, menyorot Sayu dari belakang yang sedang berjalan menyusuri jalanan kota. Dikelilingi bangunan-bangunan khas arsitektur Kuba, Sayu berjalan dengan gestur penuh percaya diri. Melangkah dengan pasti seakan ia mengenal setiap titik di sana, di rumahnya. Seiring adegan berjalan, perlahan Sayu menyatu dengan sekitarnya, mengutuhkan identitasnya sebagai orang Kuba.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor: Bintang Panglima<\/em><\/h6>\n<h5>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (May-November 2023). <em>Between Two Islands<\/em> adalah film yang terpilih dalam program internasional \u201cBoundaries\u201d, di Minikino Film Week 9. Untuk informasi lebih lanjut <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/2023-official-selections\">https:\/\/minikino.org\/filmweek\/2023-official-selections<\/a><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumah dapat dipahami sebagai konsep yang abstrak karena maknanya\u2014baik secara literal maupun figuratif\u2014sangat luas dan terkait dengan hal-hal yang personal. Tetapi, berbagai jenis interpretasi dapat bermuara pada satu makna: rumah ialah tempat di mana kita merasa nyaman dan terlindung. Dari makna tersebut, maka negara dapat dianggap sebagai rumah bagi warganya, namun banyak negara gagal menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":8453,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[216,394,397,101,395,396,123],"jnews-series":[],"class_list":["post-8452","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-amerika-latin","tag-between-two-islands","tag-diaspora","tag-film-pendek","tag-hideki-miyazaki","tag-kuba","tag-minikino-film-week"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rumah dapat dipahami sebagai konsep yang abstrak karena maknanya\u2014baik secara literal maupun figuratif\u2014sangat luas dan terkait dengan hal-hal yang personal. Tetapi, berbagai jenis interpretasi dapat bermuara pada satu makna: rumah ialah tempat di mana kita merasa nyaman dan terlindung. Dari makna tersebut, maka negara dapat dianggap sebagai rumah bagi warganya, namun banyak negara gagal menjadi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-23T03:05:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-08-24T04:04:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Felix Dustin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Felix Dustin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/\"},\"author\":{\"name\":\"Felix Dustin\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b\"},\"headline\":\"Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh\",\"datePublished\":\"2023-08-23T03:05:29+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-24T04:04:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/\"},\"wordCount\":1026,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island1.jpg\",\"keywords\":[\"Amerika Latin\",\"Between Two Islands\",\"Diaspora\",\"film pendek\",\"Hideki Miyazaki\",\"Kuba\",\"Minikino Film Week\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/\",\"name\":\"Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-08-23T03:05:29+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-24T04:04:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island1.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still Film Between Two Islands (2023) arahan Hideki Miyazaki (dok: Minikino)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b\",\"name\":\"Felix Dustin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/felix-dustin_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/felix-dustin_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Felix Dustin\"},\"description\":\"Felix is a final-year film student in Multimedia Nusantara University. Previously a scriptwriter and a film festival enthusiast, in 2023 he got the chance to participate in UCIFEST 14 as the Competition Film Programmer. Since then, he aspires to work in the film festival ecosystem while still likes to write short film script in his free time.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/felixdustin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh - Minikino Articles","og_description":"Rumah dapat dipahami sebagai konsep yang abstrak karena maknanya\u2014baik secara literal maupun figuratif\u2014sangat luas dan terkait dengan hal-hal yang personal. Tetapi, berbagai jenis interpretasi dapat bermuara pada satu makna: rumah ialah tempat di mana kita merasa nyaman dan terlindung. Dari makna tersebut, maka negara dapat dianggap sebagai rumah bagi warganya, namun banyak negara gagal menjadi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2023-08-23T03:05:29+00:00","article_modified_time":"2023-08-24T04:04:46+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Felix Dustin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Felix Dustin","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/"},"author":{"name":"Felix Dustin","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b"},"headline":"Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh","datePublished":"2023-08-23T03:05:29+00:00","dateModified":"2023-08-24T04:04:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/"},"wordCount":1026,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island1.jpg","keywords":["Amerika Latin","Between Two Islands","Diaspora","film pendek","Hideki Miyazaki","Kuba","Minikino Film Week"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/","name":"Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island1.jpg","datePublished":"2023-08-23T03:05:29+00:00","dateModified":"2023-08-24T04:04:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island1.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/Between-Two-Island1.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still Film Between Two Islands (2023) arahan Hideki Miyazaki (dok: Minikino)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/between-two-islands-2023-diaspora-dan-pencarian-identitas-yang-utuh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Between Two Islands (2023): Diaspora dan Pencarian Identitas Yang Utuh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/171f088591e145555e3169aa1fd6bd7b","name":"Felix Dustin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/felix-dustin_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/felix-dustin_avatar-96x96.jpg","caption":"Felix Dustin"},"description":"Felix is a final-year film student in Multimedia Nusantara University. Previously a scriptwriter and a film festival enthusiast, in 2023 he got the chance to participate in UCIFEST 14 as the Competition Film Programmer. Since then, he aspires to work in the film festival ecosystem while still likes to write short film script in his free time.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/felixdustin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8452","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8452"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8452\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8456,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8452\/revisions\/8456"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8452"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8452"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8452"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8452"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}