{"id":8465,"date":"2023-08-28T12:07:33","date_gmt":"2023-08-28T04:07:33","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8465"},"modified":"2023-08-28T14:54:47","modified_gmt":"2023-08-28T06:54:47","slug":"the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/","title":{"rendered":"The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih sulit membayangkan akhir dunia ketimbang akhir kapitalisme, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ceunah.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Sebenarnya, yah, banyak cenayang dan nujumania berusaha memprediksi akhir kapitalisme. Bagaimana tidak? Kita terus berhadapan krisis dan gejolak tiap beberapa tahun sekali. Tapi, ketimbang berakhir, kita malah berada di entah jenis atau tahapan kapitalisme yang kesekian, dan jika saya tak salah kira (kalau tidak salah harusnya benar, sih), semua orang sekarang bergumam-gumam di ujung lidah mereka, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inilah kapitalisme lanjut (late-stage capitalism) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2015 <\/span><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/we-live-in-a-time-of-late-capitalism-but-what-does-that-mean-and-whats-so-late-about-it-191422\"><span style=\"font-weight: 400;\">sistem ekonomi yang menjadikan semua hal yang bahkan non-material menjadi komoditas untuk dikonsumsi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembangunan yang menjadi tentakel kapitalisme paling raksasa terus menjalar tak terkendali. Ia tak malu-malu merampas tanah dan lahan untuk berbagai macam jualannya\u2014termasuk gaya hidup yang dijajakan melalui turisme a la-a la: skema <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">healing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan berbagai macam pemandangan alam dari teras-teras hotel dan layanan ba bi bu bi-ntang lima. Jualan ini dibungkus dengan eksotis dan dipasarkan melalui layar-layar yang mengaburkan dunia maya dan nyata. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Sunset Special<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2021) karya sutradara dan penulis Nicolas Gebbe dari Jerman, bermain-main dalam kaburnya batas dunia maya dan nyata ini\u2015animasi yang, dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">booming-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya AI hari-hari belakangan, terasa dibuat oleh AI, tapi dengan seluruh kejituan yang tak mungkin bisa diproduksi oleh AI untuk menyentil elemen-elemen kapitalisme lanjut.<\/span><\/p>\n<p><b>Visual yang Nakal Mengusik<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di awal film, kita disuguhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">interface <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">layaknya sebuah gim: menu pilihan karakter dan latar belakang situs permainan. Lalu karakter terpilih\u2015 seorang bapak-bapak\u2015terlihat naik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">motorboat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menuju sebuah pulau untuk berlibur. Di latar belakang, kita melihat (dalam kualitas yang tak seberapa) kumpulan foto-foto liburan eksotis dalam sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feed <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram, kumpulan foto-foto yang sering kita temui dari liburan orang-orang biasa, influenser, hingga marketing-marketing liburan yang terkurasi untuk membuat suatu citra gaya hidup aspirasi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">#goals<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kelas menengah ke atas. Semuanya terasa palsu, jika animasi ini\u2015yang terinspirasi dari realita\u2015adalah palsu, apakah realita kita juga palsu? Sesekali, animasi ini menghadirkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">glitch <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang seharusnya mengganggu, tapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">glitch <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam film hanya terasa layaknya bagian dari fenomena layar saja yang sering kita temui. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Glitch <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah bagian dari realita yang tak nyata. Kombinasi antara animasi yang jelas-jelas tak nyata dan bahkan berkualitas rendah dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feed <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram yang mengkurasi citra-citra nyata tak nyata di menit-menit awal sudah cukup membuat saya terkekeh geli, dan bahkan karakter bapak itu pun belum sampai di pulau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di pulau, kita diperlihatkan pulau berisikan kumpulan gedung-gedung dengan bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">paling generik <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di dunia modern ini: kotak-kotak tinggi berwarna abu-abu. Tak ada yang spesial dari pulau itu, kecuali karena kita sudah \u201cdiberi tahu\u201d di awal bahwa pulau tersebut adalah pulau yang \u201cspesial\u201d dan \u201cmahal\u201d sebagai destinasi liburan. Hanya hamparan kotak-kotak tinggi yang dihubungan dengan hamparan aspal yang sama abu-abunya, didekorasi dengan secercah hijau-hijau palsu di antaranya. Begitulah kapitalisme bekerja: ia sesungguhnya hanyalah ekspansi hal-hal generik yang paling mudah dijual di pasar. Berbekal teknologi, ia mengaburkan yang nyata dan maya, dan membungkus jualannya di dunia maya sebagai sesuatu yang diidam-idamkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(desirable) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di dunia nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bertemu dengan seorang ibu yang juga sedang liburan tapi tak bisa menemukan anaknya, si bapak ini menelusuri pulau bersama si ibu sekaligus membantu mencari anaknya. Telusuran di pulau pun hanya menyuguhkan kotak-kotak abu-abu yang lebih banyak, aspal yang lebih luas, dan blok-blok hijau yang lebih palsu, masih dengan suguhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">glitch<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mengganggu. Anaknya kemudian ditemui di sebuah taman hiburan: sang anak memiliki desain karakter seperti boneka yang, sejujurnya, agak menyeramkan. Sang anak tidak dihadirkan kembali di ruang manapun; di pulau liburan yang (seharusnya) cukup luas untuk berlibur itu, ruang yang hanya bisa diakses oleh seorang anak\u2015yang bahkan tak punya cukup agensi dalam animasi ini untuk berkata atau bertindak apapun\u2015hanyalah sebuah taman hiburan yang sama seram dan mengganggu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(eerie)-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya seperti desain karakter anak itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah si bapak dan si ibu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">check-in<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di hotel, kita disuguhkan visual <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">glitching <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">keras dengan audio yang melambat dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">glitching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pula. Lalu, animasi berpindah ke video tur promosional hotel dengan segala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">beach area, city view, pool area, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan tetek bengek lainnya. Pengalaman (yang seharusnya) pribadi liburan si bapak dan ibu digantikan dengan iklan turisme yang sangat generik, dan kita tak tahu persis apa saja yang dilakukan para turis selama berlibur di hotel. Tidak ada cerita liburan yang bisa kita ikuti (secara naratif) selama mereka di hotel, hanya suguhan pemandangan eksotis yang (tak) menarik.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Glitching <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan kualitas gambar absurd menjadi elemen konstan dalam film yang terus mengusik pengalaman berlibur, bahkan ketika berpindah ke visual tur promosional hotel. Promosi spot liburan eksotis yang harusnya cukup menggoda selalu ditebas oleh gangguan-gangguan visual tersebut, menyisipkan perasaan tak nyaman selama menonton dan menghambat perasaan penonton untuk jatuh terlena atas tempat liburan yang sedang \u201cdiiklankan\u201d. Iklan liburan yang biasa menjual eskapisme dari kepusingan duniawi justru dibuat memusingkan dalam animasi ini. Hal ini kemudian membuat penonton\u2015mungkin saya, khususnya\u2015harus berhadapan dengan ke(tidak)nyataan industri turisme yang berkelindan dengan teknologi pemasaran dalam strategi kapitalisme lanjut. Karena belakangan ini, citra yang dibuat(-buat) dan dikurasi oleh turisme kapitalis hanyalah imaji semu, namun tetap terjadi di sekitar kita, seiring kaburnya batas-batas realita masa kini.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8467\" aria-describedby=\"caption-attachment-8467\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8467 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special1.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special1.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special1-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special1-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special1-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8467\" class=\"wp-caption-text\">Still Film The Sunset Special (2021) arahan Nicolas Gebbe (dok: Nicolas Gebbe)<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Cakap yang Jahil Mencibir<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya mengusik mata, animasi ini juga janggal di telinga, menegaskan kejituan cibiran animasi atas kapitalisme. Semua dialog disuarakan oleh suara layaknya suara monoton mesin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">text-to-speech <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">penerjemahan Google yang tentu menimbulkan kesan tak natural. Meski isi dialog menyatakan bahwa para karakter menikmati liburan mereka, motivasi emotif yang biasa menyelubungi cerita pengalaman liburan\u2015senang, gembira, bersemangat, terkesima\u2015habis ludes tergantikan dengan datarnya nada bicara mesin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">text-to-speech<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan justru menyisakan perasaan janggal dan tak nyaman. Disjungsi antara isi dialog yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sangat berlebihan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menyatakan kesenangan mereka menikmati liburan dan datarnya nada suara mereka juga jadi elemen konstan yang mengganggu sepanjang film.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isi dialognya pun cukup menyentil. Saat si bapak dan si ibu berjalan-jalan di antara gedung-gedung, si bapak dan si ibu memuji <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">luar biasa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bagaimana unik dan historisnya arsitektur hamparan kotak-kotak abu-abu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">generik <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu, membuat saya kembali terkekeh geli. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cI can feel the history here.\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah macam apa yang mungkin tergambar di sudut-sudut balok-balok itu?\u2015balok-balok biasa layaknya tumpukan lego yang disusun serampangan. Belum lagi, saya harus mendengar antusiasme bombastis mereka soal (non-)eksistensi sejarah arsitektural dengan nada datar dan monoton. \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Everything feels so alive.\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, hamparan pemandangan kota lego ini yang tersaji dalam animasi adalah pemandangan yang sangat tak bernyawa, dan mereka yang mengatakannya pun terdengar tak bernyawa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lifeless.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dialog lainnya ada yang menaikkan bulu-bulu halus di tangan saya. Setelah ditampilkan visual desain karakter anaknya yang serupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">boneka,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tak bicara sepatah kata pun dan tak melakukan apapun,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">si ibu memuji-muji anaknya dengan jargon-jargon produktivitas: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cshe pushes herself every day. She likes to be ahead, growing up in a world like this.\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Di dunia seperti ini\u2015realita yang dipenuhi kepalsuan hasil kurasi citra a la kapitalisme\u2015apakah nilai seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">anak kecil <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hanya berharga jika ia menunjukkan tendensi produktif toksik a la <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hustle culture, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tunduk tanpa memperlihatkan agensi dan kapabilitasnya yang lain selain bekerja keras di bawah tekanan pasar? Si bapak mengiyakan pujian si ibu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cdiscovering and solving problems is an attribute that comes in handy later in life \u2026 fundament of a successful and happy life.\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Pujian semacam ini terus diulang-ulang dalam percakapan si ibu dan si bapak yang bergantian mengamini\u2015lagi, dengan nada yang monoton dan robotik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dialog menyentil tak hanya datang dari si ibu dan si bapak, tapi juga sang resepsionis hotel. Ia menawarkan fasilitas hotel dengan racauan tanpa henti, hingga ia terdengar tak masuk akal: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cthe ocean sweet comfort lounge sun area unique experience special visit elegant interior deluxe edition the boutique and the reception area vintage furniture premium visitor discount customized events weddings receptions incentives or seminars fitness center included twenty four hours room service true delight and relaxation in the garden and spa elegant d\u00e9cor and spacious luxury suites feature living and bathroom and restaurant on site continental breakfast beautiful scenery panoramic views\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2015jargon-jargon generik yang sering kita temui pada promosi hotel turisme, yang ketika terpisah mereka adalah kata-kata deskriptif yang menawarkan segala kemewahan dan keindahan pengalaman liburan, tapi ketika digabungkan dan diulang-ulang ia hanya menjadi kumpulan kata-kata tak masuk akal yang luar biasa konyol di telinga. Industri turisme jadi terdengar sangat konyol dalam racauan ini, tapi nyatanya, kekonyolan itulah yang dijual di pasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekonyol apapun marketing liburan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Sunset Special, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">si bapak dan si ibu tetap terkesan puas setelah menikmati liburan. Ah, yang ada, mereka juga jadi meracau konyol: sekeluarnya mereka dari hotel, mereka secara bergantian makin bombastis memuji-muji layanan yang disuguhkan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cVery special. Inspiring. Delightful. Excellent. Incredible. Wonderful. Glamorous. Exceptional. Fantastic. Amazing. Touching. Impressive. Beautiful. Lovely. Mind-blowing.\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu, masih dengan nada robotik yang sama, memberikan kesan tak berarti meski mereka sedang menyatakan betapa berartinya pengalaman liburan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kombinasi visual dan dialog semacam itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Sunset Special <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jadi karya animasi yang jitu dalam kenakalan dan kejahilannya mengolok-olok industri turisme di tengah-tengah moda kapitalisme lanjut ini. Visual yang mengganggu tersebut memang tak nyaman di mata, tapi kita tak bisa memalingkan mata karena dialog yang robotik dan juga menggelitik untuk didengar itu, yang sesekali memberi penghiburan dan membuat terkekeh. Paduan keduanya jadi memaksa kita untuk terus menancapkan perhatian pada animasi yang mengganggu itu, dan secara langsung-tak-langsung, memaksa kita juga untuk menghadapi ke(tidak)nyataan industri turisme di bawah kapitalisme lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, saya jadi membayangkan, jika pemasaran industri turisme dibuat semengganggu dan sekonyol ini, apakah masih akan ada yang mau berlibur ke hotel-hotel dan resor-resor bintang lima itu? Sejujurnya, saya rasa jawabannya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">masih. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Karena segetol apapun kritik terhadap moda ekonomi berorientasi profit ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">late stage capitalism <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">belakangan ini mampu menjadikan apapun menjadi menguntungkan buat para pendukungnya di pasar\u2015menghisap segalanya bagai lubang hitam untuk konsumsinya sendiri. Lihat saja tayangan di beberapa platform <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">streaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sekarang mendominasi pasar; sudah banyak tayangan yang mengkritik kapitalisme itu sendiri, tapi tetap ditayangkan dengan mekanisme pasar yang meraup untung sebanyak-banyaknya bagi mereka yang duduk di kaki-kaki langit. Lagi-lagi, kata mereka, lebih mudah membayangkan akhir dunia ketimbang akhir kapitalisme. Begitulah, mungkin, kapitalisme lanjut yang terus melanjutkan kapitalisme sampai akhir jaman.<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor: Bintang Panglima<\/em><\/h6>\n<h5>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (May-November 2023). <em>The Sunset Special<\/em> adalah film yang terpilih dalam program internasional \u201cEnigma\u201d dan masuk dalam nominasi Best Animation Short\u00a0di Minikino Film Week 9. Untuk informasi lebih lanjut <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/2023-official-selections\">https:\/\/minikino.org\/filmweek\/2023-official-selections<\/a><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih sulit membayangkan akhir dunia ketimbang akhir kapitalisme, ceunah. Sebenarnya, yah, banyak cenayang dan nujumania berusaha memprediksi akhir kapitalisme. Bagaimana tidak? Kita terus berhadapan krisis dan gejolak tiap beberapa tahun sekali. Tapi, ketimbang berakhir, kita malah berada di entah jenis atau tahapan kapitalisme yang kesekian, dan jika saya tak salah kira (kalau tidak salah harusnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":67,"featured_media":8466,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[409,364,101,405,123,408,407],"jnews-series":[],"class_list":["post-8465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-ai","tag-animasi","tag-film-pendek","tag-mfw9","tag-minikino-film-week","tag-nicolas-gebbe","tag-the-sunset-special"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lebih sulit membayangkan akhir dunia ketimbang akhir kapitalisme, ceunah. Sebenarnya, yah, banyak cenayang dan nujumania berusaha memprediksi akhir kapitalisme. Bagaimana tidak? Kita terus berhadapan krisis dan gejolak tiap beberapa tahun sekali. Tapi, ketimbang berakhir, kita malah berada di entah jenis atau tahapan kapitalisme yang kesekian, dan jika saya tak salah kira (kalau tidak salah harusnya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-28T04:07:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-08-28T06:54:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Cahyaloka Julinanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Cahyaloka Julinanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/\"},\"author\":{\"name\":\"Cahyaloka Julinanda\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/db615ef9c66e2ec9eacc76145740eb0e\"},\"headline\":\"The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme\",\"datePublished\":\"2023-08-28T04:07:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-28T06:54:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/\"},\"wordCount\":1695,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special.jpg\",\"keywords\":[\"AI\",\"Animasi\",\"film pendek\",\"MFW9\",\"Minikino Film Week\",\"Nicolas Gebbe\",\"The Sunset Special\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/\",\"name\":\"The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special.jpg\",\"datePublished\":\"2023-08-28T04:07:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-28T06:54:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/db615ef9c66e2ec9eacc76145740eb0e\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still Film The Sunset Special (2021) arahan Nicolas Gebbe (dok: Nicolas Gebbe)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/db615ef9c66e2ec9eacc76145740eb0e\",\"name\":\"Cahyaloka Julinanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/pychita-julinanda_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/pychita-julinanda_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Cahyaloka Julinanda\"},\"description\":\"(they\/he) a radical care labourer, a mystical solarpunk enthusiast, an occasional cosplayer, but mainly a neurodivergent genderfluid member of the working class labouring as media and cultural worker. their involvement circles in the Indonesian art scene, media environment, and social movement.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/julinanda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme - Minikino Articles","og_description":"Lebih sulit membayangkan akhir dunia ketimbang akhir kapitalisme, ceunah. Sebenarnya, yah, banyak cenayang dan nujumania berusaha memprediksi akhir kapitalisme. Bagaimana tidak? Kita terus berhadapan krisis dan gejolak tiap beberapa tahun sekali. Tapi, ketimbang berakhir, kita malah berada di entah jenis atau tahapan kapitalisme yang kesekian, dan jika saya tak salah kira (kalau tidak salah harusnya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2023-08-28T04:07:33+00:00","article_modified_time":"2023-08-28T06:54:47+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Cahyaloka Julinanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Cahyaloka Julinanda","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/"},"author":{"name":"Cahyaloka Julinanda","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/db615ef9c66e2ec9eacc76145740eb0e"},"headline":"The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme","datePublished":"2023-08-28T04:07:33+00:00","dateModified":"2023-08-28T06:54:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/"},"wordCount":1695,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special.jpg","keywords":["AI","Animasi","film pendek","MFW9","Minikino Film Week","Nicolas Gebbe","The Sunset Special"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/","name":"The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special.jpg","datePublished":"2023-08-28T04:07:33+00:00","dateModified":"2023-08-28T06:54:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/db615ef9c66e2ec9eacc76145740eb0e"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/The-Sunset-Special.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still Film The Sunset Special (2021) arahan Nicolas Gebbe (dok: Nicolas Gebbe)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/the-sunset-special-2021-kapitalisme-lanjut-lanjut-terus-kapitalisme\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"The Sunset Special (2021): Kapitalisme Lanjut, Lanjut Terus Kapitalisme"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/db615ef9c66e2ec9eacc76145740eb0e","name":"Cahyaloka Julinanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/pychita-julinanda_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/pychita-julinanda_avatar-96x96.jpg","caption":"Cahyaloka Julinanda"},"description":"(they\/he) a radical care labourer, a mystical solarpunk enthusiast, an occasional cosplayer, but mainly a neurodivergent genderfluid member of the working class labouring as media and cultural worker. their involvement circles in the Indonesian art scene, media environment, and social movement.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/julinanda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/67"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8465"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8484,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8465\/revisions\/8484"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8465"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}