{"id":8497,"date":"2023-09-06T16:55:42","date_gmt":"2023-09-06T08:55:42","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8497"},"modified":"2023-09-07T16:12:17","modified_gmt":"2023-09-07T08:12:17","slug":"one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/","title":{"rendered":"One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLand is becoming a very scarce and costly commodity in Singapore. Therefore, it is imperative that all available land is put to the most advantageous use for the benefit of the people of Singapore. Swamps and wastelands, therefore, have to be reclaimed.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Perdana Menteri Pertama Singapura, Lee Kuan Yew di hadapan Majelis Legislatif, <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/www.nas.gov.sg\/archivesonline\/data\/pdfdoc\/lky19640610c.pdf\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">10 Juni 1964<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai negara terkecil di Asia Tenggara, dan negara kedua terkecil di Asia (setelah Maladewa), luas wilayah Singapura tidaklah sebanding dengan ambisi pembangunannya. Inilah mengapa wilayah Singapura terus menerus meluas. <\/span><a href=\"https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/133798214\/sejarah-singapura-memulai-reklamasi-sejak-zaman-thomas-raffles?page=2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak tahun 1960<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, wilayah Singapura meluas sekitar 25%, sebagian besar melalui proyek reklamasi, atau alih fungsi rawa, sungai, dan lahan pantai menjadi daratan (salah satu yang paling terkenal adalah Pulau Sentosa, yang sekarang menjadi pusat pariwisata dan hiburan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ambisi modernisasi tidak sekadar ambisi milik Singapura, melainkan merupakan paradigma yang berlaku secara global. Lalu, apa alasan sebuah negara berlomba menjadi yang paling modern? Modernisasi seringkali dilihat sebagai praktik paling jitu untuk membawa kemajuan bagi masyarakat, untuk merubah yang miskin menjadi kaya, dan yang terbelakang jadi beradab.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, di balik setiap praktik modernisasi, selalu ada konsekuensi tentang, apa yang ditindih dan dikorbankan. Dalam konteks Singapura, film dokumenter pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Day in Lim Chu Kang <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Michael Kam, 2022) berhasil menangkap praktik modernisasi dengan pendekatan yang menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini merekam Lim Chu Kang, sebuah distrik di Singapura yang pada pandangan pertama, tidak sesuai dengan pesona yang muncul saat kita membayangkan Singapura. Pemandangan Lim Chu Kang didominasi oleh lahan hijau yang dimanfaatkan untuk peternakan, pertanian, dan juga lahan kuburan. Di Lim Chu Kang, gedung-gedung pencakar langit ikonik Singapura hanya terlihat mungil di kejauhan. Namun, keunikan ini tidak membuatnya imun dari dampak upaya modernisasi, yang tengah mengubah Lim Chu Kang menjadi pemukiman urban.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Day in Lim Chu Kang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membawa penonton ke dalam situasi spesifik yang dialami oleh pembuat film, Michael Kam, dan kedua orang tuanya. Berlokasi di tengah lanskap hijau distrik Lim Chu Kang, mereka tengah melakukan penggalian kubur seorang kerabat yang terancam tertindih oleh sebuah proyek pembangunan besar. Ekshumasi ini dilakukan pada siang bolong, di hadapan traktor-traktor ekskavasi yang seakan-akan menunggu di kejauhan. Bersama-sama, mereka menyaksikan seorang pekerja penggali kubur menggali kembali jasad leluhur mereka dan meletakkan sisa-sisa tulang yang sudah rapuh dan menghitam ke dalam sebuah ember plastik.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8499\" aria-describedby=\"caption-attachment-8499\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8499 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam1.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam1.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam1-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam1-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam1-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8499\" class=\"wp-caption-text\">Still Film One Day in Lim Chu Kang (2022) karya Michael Kam (dok: Michael Kam)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara langsung dan nyata, film ini mendokumentasikan ketercabutan yang hinggap akibat modernisasi. Kultur, seperti halnya pemakaman tradisional, penghormatan terhadap leluhur yang kuat dalam kultur Hokkien menjadi kabur karena adanya praktik modernisasi yang tumpang tindih. Sejarah atas wilayah akan perlahan-lahan menghilang. Hilangnya jejak ini membuat banyak identitas tak lagi terepresentasi dalam tanah mereka sendiri. Membuat mereka merasa asing, serta kehilangan akar di tempat yang selama ini mereka sebut sebagai rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini sejalan dengan apa yang coba disorot oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Day in Lim Chu Kang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Film ini tak berusaha untuk mengkritik keberadaan modernitas itu sendiri, melainkan memfokuskan kamera terhadap aspek yang sangat pribadi, yakni keluarga, dan bagaimana kehidupan pribadi sang sutradara, dan mungkin banyak orang Singapura lainnya, terpengaruh secara langsung oleh modernitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan Michael Kam<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk merekamnya menggunakan kamera seluloid <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Super 8<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga memperkuat pengalaman menonton. Hasilnya, imaji film memberikan kesan nostalgia yang kuat, menyajikan komentarnya soal modernisasi melalui sudut pandang dan kualitas gambar yang khas dengan masa lalu. Selain itu, stok film <\/span><a href=\"https:\/\/www.kodak.com\/en\/motion\/page\/super-8-history\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Super 8<\/span><\/i><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">pada akhir tahun 60-an<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">terutama dipasarkan sebagai pilihan bagi keluarga untuk membuat film-film rumahan. Hal ini secara tak langsung memperkuat gagasan bahwa tindakan ini sangat pribadi dan berkaitan erat dengan keluarga.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Day in Lim Chu Kang <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berkomentar soal modernisasi Singapura dengan cara seefisien mungkin. Dalam durasi hanya 4 menit, setiap potongan shot dan kontribusinya terhadap gagasan sang pembuat film dirancang untuk menciptakan kesatuan yang puitis. Salah satu contoh yang sangat mencolok adalah bagaimana film ini menjukstaposisi gambar penggalian makam seorang leluhur, suatu hal yang sangat personal dan emosional, dengan eskavator-eskavator industrial yang juga sedang menggali. Di mana melalui penggaliannya masing-masing, Kam dan keluarganya menggali dari masa lalu, sementara eskavator menggali untuk masa depan. Hal ini menghadirkan dua pandangan berlawanan tentang cara manusia melihat dan memanfaatkan tanah, pada tanah yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun modernitas dan tradisi muncul di arena yang sama, yaitu pemakaman Lim Chu Kang, film ini mengakui bahwa pertarungan ini bukanlah sebuah persaingan yang adil. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Day in Lim Chu Kang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tak ragu untuk menegaskan sisi mana yang terpaksa kalah dan menyerah. Bahwa pada dasarnya, gejala dari modernisme adalah tergesernya tradisi, dan lewat pengalaman Michael Kam dan keluarganya, sebuah makam, sebagai tempat di mana mereka mengenang masa lalu, kesannya tidak lagi memiliki tempat di dunia yang terus memandang ke depan.<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor: Ahmad Fauzi<\/em><\/h6>\n<h5><em>One Day In Lim Chu Kang<\/em> adalah film yang terpilih dalam program internasional Sense Of Place dan juga Nominasi Raoul Wallenberg Institute Asia Pacific Award at MFW9. Untuk informasi lebih lanjut <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\">https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\u00a0 \u00a0<\/a><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cLand is becoming a very scarce and costly commodity in Singapore. Therefore, it is imperative that all available land is put to the most advantageous use for the benefit of the people of Singapore. Swamps and wastelands, therefore, have to be reclaimed.\u201d &#8211; Perdana Menteri Pertama Singapura, Lee Kuan Yew di hadapan Majelis Legislatif, 10 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":8498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[405,421,420,129,419],"jnews-series":[],"class_list":["post-8497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-mfw9","tag-michael-kam","tag-one-day-in-lim-chu-kang","tag-rwi","tag-singapura"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cLand is becoming a very scarce and costly commodity in Singapore. Therefore, it is imperative that all available land is put to the most advantageous use for the benefit of the people of Singapore. Swamps and wastelands, therefore, have to be reclaimed.\u201d &#8211; Perdana Menteri Pertama Singapura, Lee Kuan Yew di hadapan Majelis Legislatif, 10 [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-06T08:55:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-07T08:12:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bintang Panglima\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bintang Panglima\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bintang Panglima\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43\"},\"headline\":\"One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi\",\"datePublished\":\"2023-09-06T08:55:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-07T08:12:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/\"},\"wordCount\":807,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam.jpg\",\"keywords\":[\"MFW9\",\"Michael Kam\",\"One Day in Lim Chu Kang\",\"RWI\",\"Singapura\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/\",\"name\":\"One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam.jpg\",\"datePublished\":\"2023-09-06T08:55:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-07T08:12:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still Film One Day in Lim Chu Kang (2022) karya Michael Kam (dok: Michael Kam)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43\",\"name\":\"Bintang Panglima\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/bintang-panglima_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/bintang-panglima_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Bintang Panglima\"},\"description\":\"Bintang has always enjoyed watching and analyzing movies. Now a cinema studies student at the Jakarta Institute of Arts, He's attempting to find the balance between being behind the camera and being behind the keyboard.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/bintangpanglima\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi - Minikino Articles","og_description":"\u201cLand is becoming a very scarce and costly commodity in Singapore. Therefore, it is imperative that all available land is put to the most advantageous use for the benefit of the people of Singapore. Swamps and wastelands, therefore, have to be reclaimed.\u201d &#8211; Perdana Menteri Pertama Singapura, Lee Kuan Yew di hadapan Majelis Legislatif, 10 [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2023-09-06T08:55:42+00:00","article_modified_time":"2023-09-07T08:12:17+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bintang Panglima","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bintang Panglima","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/"},"author":{"name":"Bintang Panglima","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43"},"headline":"One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi","datePublished":"2023-09-06T08:55:42+00:00","dateModified":"2023-09-07T08:12:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/"},"wordCount":807,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam.jpg","keywords":["MFW9","Michael Kam","One Day in Lim Chu Kang","RWI","Singapura"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/","name":"One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam.jpg","datePublished":"2023-09-06T08:55:42+00:00","dateModified":"2023-09-07T08:12:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/08\/One-Day-in-Lim-Chu-Kang-Michael-Kam.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still Film One Day in Lim Chu Kang (2022) karya Michael Kam (dok: Michael Kam)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/one-day-in-lim-chu-kang-memori-yang-terkubur-modernisasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"One Day in Lim Chu Kang (2022): Memori yang Terkubur Modernisasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7625253f32ea388c612e7d81af1adb43","name":"Bintang Panglima","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/bintang-panglima_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2022\/05\/bintang-panglima_avatar-96x96.jpg","caption":"Bintang Panglima"},"description":"Bintang has always enjoyed watching and analyzing movies. Now a cinema studies student at the Jakarta Institute of Arts, He's attempting to find the balance between being behind the camera and being behind the keyboard.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/bintangpanglima\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8497"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8497\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8519,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8497\/revisions\/8519"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8497"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}