{"id":8514,"date":"2023-09-07T16:10:10","date_gmt":"2023-09-07T08:10:10","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8514"},"modified":"2023-09-07T16:17:54","modified_gmt":"2023-09-07T08:17:54","slug":"senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/","title":{"rendered":"Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah terbayang, bagaimana cara memberikan akses bagi orang Tuli untuk menonton film? Jika jawabannya adalah melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">subtitle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tentu benar. Namun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">subtitle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang seperti apa? Apakah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">subtitle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah istilah yang tepat? Di saat yang sama, upaya memberikan akses yang lebih inklusif, juga hadir dalam kegiatan yang barangkali dianggap mustahil bagi orang Tuli, yakni bernyanyi. Hal inilah yang berusaha ditampilkan dalam film dokumenter pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">A Sonorous Melody<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) (Riani Singgih, 2022). Sebuah film yang tidak hanya berhenti pada upaya representasi, namun juga aksesibilitas menonton bagi orang Tuli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berlatar di Jakarta, film dokumenter pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menyusuri kisah Hasna Mufidah atau yang akrab dipanggil Mufi, seorang perempuan Tuli, dalam perjalanannya membentuk karir di bidang musik. Sejak awal film, kita melihat Mufi berlatih untuk penampilannya bersama Pamungkas, dalam pagelaran musik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">We The Fest <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">2019. Mufi tampak berdiskusi dengan interpreternya untuk menggali lebih dalam makna dari lagu yang akan dia nyanyikan &#8211; <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Intro I <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Walk The Talk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">oleh Pamungkas. Di paruh akhir film pun, Mufi juga ditunjukkan dengan bangga menyanyikan lagu yang dia tulis, yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Power<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tentang kesetaraan untuk Tuli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menarik untuk menyaksikan bagaimana istilah \u201cmenyanyi\u201d tetap digunakan dalam film ini. Prihal istilah ini, mengingatkan saya pada film dokumenter pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">End of The Tunnel <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Garry Christian, 2021) yang mengisahkan 3 orang pengkarya disabilitas netra. Dalam pengalaman menonton film, mereka menolak untuk mengubah terminologi \u201cmenonton\u201d, meski tidak melihat film secara langsung. Menurut mereka, film dan menonton adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Begitulah juga Mufi memaknai usahanya. Menurutnya, orang Tuli tetap bisa menyanyi, namun bukan lewat suara, melainkan dengan bahasa isyarat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada dasarnya mampu memberikan ruang yang cukup leluasa untuk Mufi berbahasa isyarat. Riani sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">filmmaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukan kedekatannya dengan Mufi sebagai subjek filmnya. Kedekatan ini terlihat dari bagaimana Mufi yang begitu luwes dalam menuturkan kisah hidupnya. Melalui selera humornya, Mufi bahkan sempat memparodikan suatu situasi, ketika bel rumahnya ditekan, dan dirinya berjoget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluwesan ini tidak hanya muncul dalam interaksi, namun juga pengambilan gambar yang dinamis dan cekatan dalam menangkap momen. Misalnya, saat Mufi berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang ingin belajar bahasa isyarat. Gambar diambil di atas pundak orang-orang ini (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">over the shoulder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), menjadikan Mufi sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">centre of frame<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 menunjukkan betapa telaten dan ramahnya dia dalam memberikan penjelasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, dampak lain dari pengambilan gambar yang dinamis ini, adalah tidak seluruh penggunaan bahasa isyarat mampu ditangkap kamera. Dari 2 orang yang berkomunikasi dengan bahasa isyarat, mungkin hanya salah satunya yang dapat diidentifikasi. Tidak tercapainya sisi yang ideal ini, tidak bisa dianggap sebagai kesalahan. Barangkali, memang ada tujuan yang lebih besar dari film berbahasa isyarat, yakni film yang inklusif \u2013 film yang dapat ditonton oleh orang dengar (yang tidak berbahasa isyarat) dan komunitas Tuli. Disinilah, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dihadirkan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8516\" aria-describedby=\"caption-attachment-8516\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8516\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates1.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates1.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates1-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates1-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates1-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8516\" class=\"wp-caption-text\">Still Film Senandung Senyap (A Sonorous Melody) (2022) karya Riani Singgih (dok: Inteamates)<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Hadirnya<\/b><b><i> Open Caption<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sendiri, mempunyai sedikit perbedaan makna dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">subtitle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">closed caption. Caption<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, baik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">closed<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan teks yang mengacu pada dialog beserta audio lainnya dalam bahasa yang sama. Jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan teks yang telah menyatu (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burned-in<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dengan video, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">closed caption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memberikan opsi pada penonton video mengaktifkan atau menonaktifkan teks audio sesuai kebutuhan. Sementara itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">subtitle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan teks yang digunakan dalam kebutuhan alih bahasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam upaya menuju inklusivitas menonton (baik film, maupun audio visual lainnya), dihadirkan juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">subtitle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk komunitas Tuli dan mereka yang kesulitan mengakses informasi melalui suara. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Subtitle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jenis ini dikenal dengan istilah SDH (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Subtitles for Deaf or Hard of Hearing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) \u2013 yang difungsikan sebagai alih bahasa sekaligus penjelasan suara. Aktivisme sinema inklusif, hadir di\u00a0<a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/2023-inclusive-programs\/\"><em>Inclusive Program<\/em>\u00a0<\/a><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Minikino Film Week 9<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, termasuk film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dikemas dalam program khusus yang dilengkapi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Closed Caption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(CC) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Audio Description <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(AD) \u2013 bahkan ada yang menampilkan keduanya sekaligus.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Open caption<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tidak hanya menjadi sesuatu yang esensial, ia juga sesuatu yang spesial. Hal yang seketika menoreh perhatian tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam film ini, adalah penggunaan gaya huruf (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">font<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Tidak dapat diidentifikasi secara pasti, nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">font<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang digunakan, namun dalam film ini, ada 2 jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">font<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan kesan formal dan informal. Sebagian besar teks<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">disajikan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">font <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">formal. Sementara, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">font <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jenis informal biasanya digunakan dalam memberikan penekanan kalimat dan sewaktu Mufi bernyanyi. Beberapa bahkan ada yang ditampilkan dalam ukuran yang lebih besar. Jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">font<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini, kemudian disokong juga dengan penggunaan grafis bergerak berupa notasi musik, yang mengiringi permainan musik tiap kali dimainkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penempatan, adalah hal yang selanjutnya dapat diperhatikan terkait penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam film ini. Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, karena pengambilan gambar yang dinamis, beberapa percakapan, baik dengan, maupun tanpa suara tidak ditampilkan secara utuh. Hal tersebut, kemudian diakali secara cerdik, melalui penempatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sesuai dengan sumber suara. Apabila sang pembicara berada di luar kiri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">frame<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan ditempatkan di sebelah kiri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">frame<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Begitu pula sebaliknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, saya pikir ragam kreasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">barangkali hanya menjadi inovasi dalam pendekatan artistik, sebelum kemudian dicoba pendekatan lain dalam menonton film ini. Sebagai <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/film-festival-writers-2023\/\">Festival Writers<\/a> tahun ini, saya mendapat kesempatan menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">screener<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditonton secara privat. Sebagai orang dengar, saya kemudian mencoba untuk menontonnya tanpa suara. Hal utama yang dapat diperhatikan adalah, penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan grafis notasi musik, menimbulkan dampak lebih signifikan \u2013 karena melalui inilah dapat diketahui apa yang dibincangkan para tokoh dalam film ini dan kapan musik dimainkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembacaan tentang fungsi penempatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada paragraf sebelumnya pun, baru disadari saat menonton film ini tanpa suara. Di samping itu, pemaknaan \u201cmenyanyi\u201d oleh komunitas Tuli, lebih mampu dimengerti, melalui bahasa isyarat dan ekspresi Mufi sebagai wadahnya untuk bernyanyi. Hal tersebut, tentu akan jauh lebih bermakna jika memahami bahasa isyarat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menghadirkan orang Tuli sebagai subjek dokumenter, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mengajak kita untuk mawas terkait isu aksesibilitas. Mendorong kebutuhan untuk menampilkan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> caption<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam film untuk akses yang lebih luas. Terlebih, <em>Senandung Senyap<\/em> menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Open caption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan begitu kreatif dan mampu mengupayakan kebutuhan komunitas Tuli, melalui penekanan jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">font <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan ukuran, penempatan, serta grafis notasi musik. Alangkah menariknya, apabila bisa menonton tidak hanya versi dengan suara, namun juga versi tanpa suara. Sebab baru disanalah, si <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open caption <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berlenggang, mendampingi senandung yang senyap.<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor: Ahmad Fauzi<\/em><\/h6>\n<h5>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (May-November 2023).<\/h5>\n<h5><em>Senandung Senyap<\/em> adalah film yang terpilih dalam program internasional Humanity Beats, Inclusive Cinema: CC, MFW Pop-Up Cinema Program (Journey to Desa Adat Pagi), Nominasi National Competition Award 2023, dan juga Nominasi Raoul Wallenberg Institute Asia Pacific Award at MFW9. Untuk informasi lebih lanjut <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\">https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\u00a0\u00a0<\/a><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah terbayang, bagaimana cara memberikan akses bagi orang Tuli untuk menonton film? Jika jawabannya adalah melalui subtitle, tentu benar. Namun subtitle yang seperti apa? Apakah subtitle adalah istilah yang tepat? Di saat yang sama, upaya memberikan akses yang lebih inklusif, juga hadir dalam kegiatan yang barangkali dianggap mustahil bagi orang Tuli, yakni bernyanyi. Hal inilah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":8515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[426,272,69,405,424,423,422,425],"jnews-series":[],"class_list":["post-8514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-a-sonorous-melody","tag-closed-caption","tag-dokumenter","tag-mfw9","tag-open-caption","tag-riani-singgih","tag-senandung-senyap","tag-subtitle"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pernahkah terbayang, bagaimana cara memberikan akses bagi orang Tuli untuk menonton film? Jika jawabannya adalah melalui subtitle, tentu benar. Namun subtitle yang seperti apa? Apakah subtitle adalah istilah yang tepat? Di saat yang sama, upaya memberikan akses yang lebih inklusif, juga hadir dalam kegiatan yang barangkali dianggap mustahil bagi orang Tuli, yakni bernyanyi. Hal inilah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-07T08:10:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-07T08:17:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Putu Bayuwestra\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Putu Bayuwestra\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Putu Bayuwestra\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010\"},\"headline\":\"Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat\",\"datePublished\":\"2023-09-07T08:10:10+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-07T08:17:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/\"},\"wordCount\":1070,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates.jpg\",\"keywords\":[\"A Sonorous Melody\",\"Closed Caption\",\"Dokumenter\",\"MFW9\",\"Open Caption\",\"Riani Singgih\",\"Senandung Senyap\",\"Subtitle\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/\",\"name\":\"Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates.jpg\",\"datePublished\":\"2023-09-07T08:10:10+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-07T08:17:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still Film Senandung Senyap (A Sonorous Melody) (2022) karya Riani Singgih (dok: Inteamates)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010\",\"name\":\"Putu Bayuwestra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/bayuwestra_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/bayuwestra_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Putu Bayuwestra\"},\"description\":\"Bayu has an interest in reading film as a text. He was once the Program Director of 8th Sewon Screening. Currently he is also active as a scriptwriter in a collective called Rambutifiz and Javania Films, while entering his final year at ISI Yogyakarta. | IG: @bayuwestra\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/bayuwestra\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat - Minikino Articles","og_description":"Pernahkah terbayang, bagaimana cara memberikan akses bagi orang Tuli untuk menonton film? Jika jawabannya adalah melalui subtitle, tentu benar. Namun subtitle yang seperti apa? Apakah subtitle adalah istilah yang tepat? Di saat yang sama, upaya memberikan akses yang lebih inklusif, juga hadir dalam kegiatan yang barangkali dianggap mustahil bagi orang Tuli, yakni bernyanyi. Hal inilah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2023-09-07T08:10:10+00:00","article_modified_time":"2023-09-07T08:17:54+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Putu Bayuwestra","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Putu Bayuwestra","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/"},"author":{"name":"Putu Bayuwestra","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010"},"headline":"Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat","datePublished":"2023-09-07T08:10:10+00:00","dateModified":"2023-09-07T08:17:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/"},"wordCount":1070,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates.jpg","keywords":["A Sonorous Melody","Closed Caption","Dokumenter","MFW9","Open Caption","Riani Singgih","Senandung Senyap","Subtitle"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/","name":"Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates.jpg","datePublished":"2023-09-07T08:10:10+00:00","dateModified":"2023-09-07T08:17:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Senandung-Senyap-Inteamates.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still Film Senandung Senyap (A Sonorous Melody) (2022) karya Riani Singgih (dok: Inteamates)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/senandung-senyap-2022-merekam-gerak-menyanyi-lewat-isyarat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Senandung Senyap (2022): Merekam Gerak, Menyanyi Lewat Isyarat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010","name":"Putu Bayuwestra","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/bayuwestra_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/bayuwestra_avatar-96x96.jpg","caption":"Putu Bayuwestra"},"description":"Bayu has an interest in reading film as a text. He was once the Program Director of 8th Sewon Screening. Currently he is also active as a scriptwriter in a collective called Rambutifiz and Javania Films, while entering his final year at ISI Yogyakarta. | IG: @bayuwestra","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/bayuwestra\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8514"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8522,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8514\/revisions\/8522"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8514"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}