{"id":8566,"date":"2023-10-19T13:51:17","date_gmt":"2023-10-19T05:51:17","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8566"},"modified":"2023-10-19T13:51:17","modified_gmt":"2023-10-19T05:51:17","slug":"berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/","title":{"rendered":"Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film dokumenter pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">A Sonorous Melody<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Riani Singgih, 2022) tidak ingin hanya sekedar diputar di layar. Ia ingin berjalan lebih jauh, melalui distribusi berdampak yang diharapkan membawa perubahan bagi teman Tuli dan masyarakat di sekelilingnya. <\/span><a href=\"https:\/\/penabulufoundation.org\/besiberani-distribusi-berdampak-film-pesantren\/#:~:text=Pemutaran%20film%20Pesantren%20ditangani%20oleh,berbagai%20refleksi%20dan%20pemikiran%20baru.\"><span style=\"font-weight: 400;\">Distribusi berdampak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">impact distribution<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, adalah distribusi yang menjadikan pemutaran film, sebagai advokasi isu tertentu melalui diskusi dan kegiatan interaktif dengan penonton untuk menstimulasi berbagai refleksi dan pemikiran baru, serta membawa perubahan ke masyarakat dan lingkungan sekitar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selepas pemutaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">RWI Asia Pacific Award <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Griya Musik Irama Indah, saya berkesempatan untuk melakukan interview dengan tim <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang terdiri dari Riani Singgih (Sutradara), Annisa Adjam (Produser), Mohammad Ismail (Produser Dampak), Hasna Mufidah (Subjek Dokumenter), dan Sinta Nainggolan (Juru Bahasa Isyarat) pada Jumat (21\/09) sore di Kedai RAK Kopi, yang tepat bersebelahan dengan Griya Musik Irama Indah. Dalam interview tersebut, beragam keresahan mengenai aksesibilitas bagi Tuli, serta perjalanan rencana distribusi berdampak ini dijelaskan.<\/span><\/p>\n<p><b>Keresahan Tentang Aksesibilitas<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aksesibilitas di konser musik dan film, adalah hal yang disoroti Riani Singgih, sebagai landasan dalam membuat film.\u00a0 \u201cAku dan tim melihat sendiri gimana kesulitan teman-teman Tuli di ruang-ruang seperti ini [konser musik] <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gitu lah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Masih banyak orang dengar yang belum inklusif terhadap teman Tuli. Contoh lainnya permintaan untuk menaruh subtitle bahasa Indonesia pun masih sulit gitu, biar teman Tuli bisa nonton,\u201d ungkap Riani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasna Mufidah yang akrab dipanggil Mufi juga menyampaikan keresahannya (dalam bahasa isyarat) terkait perbedaan aksesibilitas di Indonesia dan Singapura. \u201cContohnya pada saat aku datang ke Singapura, aku datang ke suatu museum. Aku pikir, \u2018<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya udah lah ya, aku nggak usah minta akses<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, aku datang aja\u2019. Terus aku bilang, \u2018<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hey I&#8217;m deaf<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u2019 langsung ditulis mereka, langsung ada tukar tiket, lalu aku tunggu. Kalau misalnya di Jakarta kita datang kan, entah kita bilang tulis segala macam, disuruh aja datang sendiri. Tapi kalau di Singapura, ternyata ada juru bahasa isyarat yang membantu secara akses. Jadi aku merasa bahwa aku bukan disabilitas pada saat di museum tersebut. Karena lingkungan membuatku bisa memahami. Walaupun bahasa isyaratnya agak berbeda ya, tapi secara visual aku mengerti maknanya apa.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sulitnya aksesibilitas tersebut, tentunya tidak hanya terjadi di bidang seni, namun juga di layanan publik. Banyak layanan publik yang hingga kini masih menyampaikan pengumuman lewat suara \u2013 seperti di kantor pemerintahan, rumah sakit, dan layanan publik lainnya. Pengumuman tersebut, tidak disertai teks penjelas\/pendamping, baik melalui papan nomor antrian digital atau papan pengumuman digital. Kesempatan orang Tuli dalam memperoleh pekerjaan pun masih sangat minim. Hal tersebut dikarenakan Tuli dianggap tidak kompeten dan tidak mampu beraktivitas seperti orang-orang pada umumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, Sinta Nainggolan memaparkan perspektifnya mengenai polemik yang hingga kini masih timbul akibat SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) buatan pemerintah yang digunakan di SLB (Sekolah Luar Biasa). Menurutnya pemerintah enggan mengakui kesalahan, atas SIBI yang dibuat tanpa melibatkan komunitas Tuli, sehingga secara bahasa tulis hingga kini masih kacau dan menghambat edukasi bahasa Isyarat. Hal tersebut juga membuat perkembangan anak-anak Tuli menjadi agak berat, sebab dalam komunikasi sehari-hari, komunitas Tuli lebih sering menggunakan Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia), bahasa isyarat yang berkembang secara alamiah pada kelompok masyarakat Tuli sesuai daerahnya dan lebih mampu merepresentasikan maksud mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kampanye akan aksesibilitas bagi Tuli yang dilakukan selama beberapa tahun belakangan, telah memantik sejumlah orang untuk peduli dengan masalah ini. Namun, kepedulian tersebut tampaknya masih berjarak. Film-film yang menceritakan Tuli atau kegiatan yang mengkampanyekan kebutuhan Tuli masih minim melibatkan orang Tuli. Sehingga, perspektif yang dibentuk adalah perspektif orang dengar yang melihat orang Tuli. Hal tersebut juga yang disadari Riani dan Annisa Adjam, yang pada akhirnya mengajak Mohammad Ismail, seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hard of Hearing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang pernah menjadi ketua Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) sebagai Produser <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CxQFgHCyjlU\/?utm_source=ig_web_copy_link&amp;igshid=MzRlODBiNWFlZA==\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Impact<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8567\" aria-describedby=\"caption-attachment-8567\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8567\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230922-RWI-ASIAN-PASIFIC-AWARD-IIMH-BGS-72.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230922-RWI-ASIAN-PASIFIC-AWARD-IIMH-BGS-72.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230922-RWI-ASIAN-PASIFIC-AWARD-IIMH-BGS-72-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230922-RWI-ASIAN-PASIFIC-AWARD-IIMH-BGS-72-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230922-RWI-ASIAN-PASIFIC-AWARD-IIMH-BGS-72-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8567\" class=\"wp-caption-text\">Sesi diskusi bersama filmmaker dalam program RWI Asia Pasific CC\/AD pada Jumat (21\/09) sore di Griya Musik Irama Indah (dok: Bagus\/Minikino)<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Rencana Distribusi Berdampak<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Distribusi berdampak film dokumenter pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, direncanakan akan dilaksanakan 5 kota di Indonesia, yang diharapkan dapat berdampak kembali ke depan atau diadaptasi oleh kegiatan lain. Annisa Adjam selaku produser, menambahkan bahwa tim <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan memulai dari daerah yang mereka sudah familiar, secara keberadaan ruang putar dan komunitas Tuli. \u201cNamun, bukan hanya dari tim kami, kami juga akan berkolaborasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">changemaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di daerah-daerah tersebut, contohnya bidang edukasi. Kami akan mencari tahu lagi dan me-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mapping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> siapa-siapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">changemaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kami untuk membuat dampak perubahan ini menjadi lebih besar,\u201d Jelas Mohammad Ismail (dalam bahasa isyarat). Ia mengharapkan input dari respon-respon teman-teman yang menonton, baik Tuli maupun dengar selama proses distribusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam buku panduan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dokumenter Untuk Perubahan: Dari Produksi, Distribusi, Eksibisi, hingga Aksi <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">oleh Docsociety, yang diterjemahkan In-Docs, dijelaskan bahwa diperlukan banyak mitra dalam melaksanakan distribusi berdampak. Mitra yang tepat dapat membantu tim distribusi dampak untuk memahami konteks di balik isu, kemungkinan solusi, menajamkan kampanye, dan pihak yang disasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita akan ada 4 kolaborator. Jadi yang pertama itu fasilitator, dari NGO (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Non Governmental Organization<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) ataupun komunitas yang bergerak di isu disabilitas. Terus ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">changemaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, badan institusi yang memang memberikan pendanaan ataupun memberikan ruang buat perubahan. Setelah itu kita ada festival film, yang memang memutarkan film-film kita. Terus ada juga rekan pemutar tadi. Jadi kita pengen ada ruang-ruang pemutaran alternatif ataupun komunitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cinephile<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ataupun ya komunitas anak muda yang memang ingin mengundang kita sebagai film.\u201d Jelas Annisa terkait pihak yang dilibatkan dalam rencana distribusi berdampak film dokumenter pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ia kemudian menambahkan tim <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga akan membantu menghubungkan satu pihak dengan pihak lainnya, sehingga terbentuk rantai kerja sama yang lebih organik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, bukan usaha yang mudah untuk melaksanakan distribusi berdampak film dokumenter pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika program ini direncanakan untuk diadakan di banyak daerah, tentu perlu diketahui keberadaan Juru Bahasa Isyarat (JBI), sebab di beberapa daerah keberadaan JBI masih sangat minim. Seperti di Bali, yang menurut pemaparan Mufi, hanya ada 6 JBI. Selain itu, Sinta juga menambahkan bahwa program inklusif seringkali sulit diadakan karena permasalahan biaya, \u201ckarena selalu ada yang bilang, \u2018inklusif itu mahal\u2019. Bukan cuma di organisasi, di perusahaan selalu bilang inklusif itu mahal, karena harus bayar, bentuk apa, segala macam.\u201d<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8568\" aria-describedby=\"caption-attachment-8568\" style=\"width: 1123px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8568\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/Bayu-dan-Tim-Senandung-Senyap.jpg\" alt=\"\" width=\"1123\" height=\"841\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/Bayu-dan-Tim-Senandung-Senyap.jpg 1123w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/Bayu-dan-Tim-Senandung-Senyap-300x225.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/Bayu-dan-Tim-Senandung-Senyap-1024x767.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/Bayu-dan-Tim-Senandung-Senyap-768x575.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1123px) 100vw, 1123px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8568\" class=\"wp-caption-text\">(searah jarum jam) Brahmantyo Putra, Penulis, Hasna Mufidah, Mohammad Ismail, Riani Singgih, Sinta Nainggolan, dan Annisa Adjam di Minikino Film Week 9 (dok. Brahma)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selayaknya distribusi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">impact<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tentu ada dampak atau target yang ingin dicapai dalam pelaksanaan program ini. \u201cJadi harapannya, masyarakat ini sendiri juga bisa paham situasi teman-teman disabilitas. Karena masyarakat itu sebenarnya punya hak untuk harusnya menyesuaikan dengan teman-teman disabilitas. Nah mungkin harapannya dari program ini, tidak ada yang timpang satu sama lain entah masyarakat, entah teman-teman disabilitas tidak ada ketimpangan, tapi bagaimana perspektif antara Tuli dan dengar yang ingin kami gabungkan.\u201d Jelas Mohammad Ismail terkait dampak yang ingin dicapai dari distribusi berdampak film dokumenter pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ia juga berharap, program ini dapat mendorong orang Tuli untuk lebih percaya diri, sehingga akan lahir orang-orang seperti Mufi yang dapat mengembangkan bakatnya dan berkolaborasi dengan seniman dan profesi lainnya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Senandung Senyap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pada akhirnya tidak hanya selesai ketika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">credit title<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bersama dengan tim yang namanya tentu muncul di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">credit title <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut, dirancang sebuah upaya advokasi dan aktivasi film atas keresahan-keresahan para pembuatnya terkait situasi yang masih timpang bagi disabilitas, khususnya Tuli. Melalui distribusi berdampak ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan orang-orang, anak-anak, dan komunitas Tuli, serta masyarakat di sekelilingnya untuk menciptakan ruang yang lebih inklusif.<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor: Ahmad Fauzi<\/em><\/h6>\n<h5>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (May-November 2023).<\/h5>\n<h5><em>Senandung Senyap<\/em> adalah film yang terpilih dalam program internasional Humanity Beats, Inclusive Cinema: CC, MFW Pop-Up Cinema Program (Journey to Desa Adat Pagi), Nominasi National Competition Award 2023, dan juga Nominasi Raoul Wallenberg Institute Asia Pacific Award at MFW9. Untuk informasi lebih lanjut <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\">https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\u00a0<\/a><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Film dokumenter pendek Senandung Senyap (A Sonorous Melody, Riani Singgih, 2022) tidak ingin hanya sekedar diputar di layar. Ia ingin berjalan lebih jauh, melalui distribusi berdampak yang diharapkan membawa perubahan bagi teman Tuli dan masyarakat di sekelilingnya. Distribusi berdampak atau impact distribution, adalah distribusi yang menjadikan pemutaran film, sebagai advokasi isu tertentu melalui diskusi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":8570,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[426,272,439,69,405,423,422,425,315],"jnews-series":[],"class_list":["post-8566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-interviews","tag-a-sonorous-melody","tag-closed-caption","tag-distribusi-berdampak","tag-dokumenter","tag-mfw9","tag-riani-singgih","tag-senandung-senyap","tag-subtitle","tag-tuli"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022) - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022) - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Film dokumenter pendek Senandung Senyap (A Sonorous Melody, Riani Singgih, 2022) tidak ingin hanya sekedar diputar di layar. Ia ingin berjalan lebih jauh, melalui distribusi berdampak yang diharapkan membawa perubahan bagi teman Tuli dan masyarakat di sekelilingnya. Distribusi berdampak atau impact distribution, adalah distribusi yang menjadikan pemutaran film, sebagai advokasi isu tertentu melalui diskusi dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-19T05:51:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230916-Pop-Up-Cinema-DP-FIK-125.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Putu Bayuwestra\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Putu Bayuwestra\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/\"},\"author\":{\"name\":\"Putu Bayuwestra\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010\"},\"headline\":\"Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022)\",\"datePublished\":\"2023-10-19T05:51:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/\"},\"wordCount\":1264,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230916-Pop-Up-Cinema-DP-FIK-125.jpg\",\"keywords\":[\"A Sonorous Melody\",\"Closed Caption\",\"Distribusi Berdampak\",\"Dokumenter\",\"MFW9\",\"Riani Singgih\",\"Senandung Senyap\",\"Subtitle\",\"Tuli\"],\"articleSection\":[\"INTERVIEWS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/\",\"name\":\"Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022) - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230916-Pop-Up-Cinema-DP-FIK-125.jpg\",\"datePublished\":\"2023-10-19T05:51:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230916-Pop-Up-Cinema-DP-FIK-125.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230916-Pop-Up-Cinema-DP-FIK-125.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Senandung Senyap arahan Riani Singgih di Minikino Film Week 9 Pop Up Cinema Desa Adat Pagi (16\/09\/2023) (dok: Vifick\/Minikino)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010\",\"name\":\"Putu Bayuwestra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/bayuwestra_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/bayuwestra_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Putu Bayuwestra\"},\"description\":\"Bayu has an interest in reading film as a text. He was once the Program Director of 8th Sewon Screening. Currently he is also active as a scriptwriter in a collective called Rambutifiz and Javania Films, while entering his final year at ISI Yogyakarta. | IG: @bayuwestra\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/bayuwestra\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022) - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022) - Minikino Articles","og_description":"Film dokumenter pendek Senandung Senyap (A Sonorous Melody, Riani Singgih, 2022) tidak ingin hanya sekedar diputar di layar. Ia ingin berjalan lebih jauh, melalui distribusi berdampak yang diharapkan membawa perubahan bagi teman Tuli dan masyarakat di sekelilingnya. Distribusi berdampak atau impact distribution, adalah distribusi yang menjadikan pemutaran film, sebagai advokasi isu tertentu melalui diskusi dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2023-10-19T05:51:17+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230916-Pop-Up-Cinema-DP-FIK-125.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Putu Bayuwestra","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Putu Bayuwestra","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/"},"author":{"name":"Putu Bayuwestra","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010"},"headline":"Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022)","datePublished":"2023-10-19T05:51:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/"},"wordCount":1264,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230916-Pop-Up-Cinema-DP-FIK-125.jpg","keywords":["A Sonorous Melody","Closed Caption","Distribusi Berdampak","Dokumenter","MFW9","Riani Singgih","Senandung Senyap","Subtitle","Tuli"],"articleSection":["INTERVIEWS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/","name":"Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022) - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230916-Pop-Up-Cinema-DP-FIK-125.jpg","datePublished":"2023-10-19T05:51:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230916-Pop-Up-Cinema-DP-FIK-125.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/10\/20230916-Pop-Up-Cinema-DP-FIK-125.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Senandung Senyap arahan Riani Singgih di Minikino Film Week 9 Pop Up Cinema Desa Adat Pagi (16\/09\/2023) (dok: Vifick\/Minikino)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/berbincang-dengan-tim-senandung-senyap-2022\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berbincang dengan Tim Senandung Senyap (2022)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/ab6a87e83cbc108ed66e8811f8d6c010","name":"Putu Bayuwestra","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/bayuwestra_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/06\/bayuwestra_avatar-96x96.jpg","caption":"Putu Bayuwestra"},"description":"Bayu has an interest in reading film as a text. He was once the Program Director of 8th Sewon Screening. Currently he is also active as a scriptwriter in a collective called Rambutifiz and Javania Films, while entering his final year at ISI Yogyakarta. | IG: @bayuwestra","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/bayuwestra\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8566"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8571,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8566\/revisions\/8571"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8566"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}