{"id":8813,"date":"2024-06-25T14:33:21","date_gmt":"2024-06-25T06:33:21","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8813"},"modified":"2024-06-27T17:17:35","modified_gmt":"2024-06-27T09:17:35","slug":"menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/","title":{"rendered":"Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan antar manusia adalah hubungan yang terasa sulit dan kompleks. Manusia kerap dihadapkan pada kondisi yang sulit untuk menyampaikan perasaan yang sebenarnya. Komunikasi terbuka secara dua arah dapat terjadi apabila dibangun dengan empati terhadap satu sama lain. Namun kita sering beranggapan bahwa keterbukaan berarti memahami perasaan lawan bicara secara penuh. Sebagai seseorang yang pernah mengalami miskomunikasi karena tidak adanya ketidakterbukaan satu sama lain, saya merefleksikan diri agar bisa mengerti orang lain, sebelum dimengerti oleh orang lain, agar bisa melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program Indonesia Raja: 2024 Padangpanjang yang diprogram oleh Fransiska Prihadi berisi 3 film pendek yang ketiganya identik dengan budaya Minang. Setelah menonton Program Indonesia Raja: 2024 Padangpanjang, saya diajak untuk memahami kisah keluarga melalui sudut pandang teman, hingga orang yang tak dikenal. Saya kemudian berkesempatan untuk melihat berbagai macam komunikasi dalam hubungan keluarga dalam konteks budaya Minang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Opini Religi dalam Keluarga<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film pendek pembuka dari Program Indonesia Raja: 2024 Padangpanjang berjudul<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kwarteleitjes. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan, ini bukan bahasa Minangkabau, melainkan bahasa Belanda yang berarti telur puyuh.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kwarteleitjes <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2023) arahan Hafizu Sandro, dibuka dengan adegan tiga orang anak, mereka berlomba untuk mendapatkan telur burung puyuh. Saat mereka menggali tanah, mereka justru mendapati granat yang tertanam di dalam tanah. Mereka berdebat tentang langkah selanjutnya, apakah mereka harus memberitahu orang tua mereka atau mengeluarkan granat itu dan pergi. Menjelang malam, mereka memutuskan untuk pulang. Febi melapor pada ibunya tentang \u201cbom\u201d yang ia temukan, namun ibunya tidak percaya itu, ibunya menyarankan Febi untuk tidak banyak bermain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">game online, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan Febi akhirnya langsung diminta pergi ke surau untuk mengaji.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8818\" aria-describedby=\"caption-attachment-8818\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8818 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kwarteleitjes-web.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kwarteleitjes-web.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kwarteleitjes-web-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kwarteleitjes-web-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kwarteleitjes-web-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8818\" class=\"wp-caption-text\">Still film dari Kwarteleitjes (2023) arahan Hafizu Sandro (dok. Minikino)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat adegan itu di layar, saya teringat tentang saran orang tua dan kerabat saya yang biasanya hanya dilandaskan pada opini berbasis budi pekerti dalam agama saja. Saat kecil, saya pernah mengeluh tentang hal yang saya alami, perasaan tidak nyaman, yang mudah disimpulkan sebagai kurangnya ibadah yang saya lakukan, sehingga tidak adanya ruang untuk berkomunikasi secara dua arah. Perasaan yang dialami selalu dikaitkan dengan kedekatan saya terhadap Tuhan; seolah faktor sosial, psikologis, dan budaya tidak menjadi masalah untuk didiskusikan dalam keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang membuat saya merasa dekat adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soundtrack<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang digunakan ketika Febi bersiap pergi ke surau. Lagu \u201cAku Ingin Merdeka\u201d (2022) oleh Jason Ranti menjadi dekat karena potongan lirik seperti<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cAku ingin merdeka\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTanpa negara, Tanpa hukum, Tanpa iming-iming surga\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membuat saya mengingat kembali dinamika hubungan keluarga saya yang sangat erat dengan religiusitas. Dengan lantunan lirik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTak ingin diatur, Tak mau mengatur\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adegan film ini ditutup oleh rasa penasaran Febi terhadap granat yang membuatnya menarik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">safety pin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari granat tersebut. Melalui adegan itu, saya juga turut merefleksikan kembali perasaan yang tidak dapat diekspresikan secara bebas, akibat religiusitas yang memiliki andil besar dalam hubungan keluarga.<\/span><\/p>\n<p><b>Diskusi di Jamban<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila film pendek sebelumnya mengajak kita melihat hubungan antara anak laki-laki dan ibunya, film pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kakuih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2023) karya Rifki Aditya dan Rizqullah Ramadhan Panggabean menggunakan dua karakter laki-laki yang tidak mengenal satu sama lain. Kita ditunjukkan pada karakter pria berkepala plontos sedang menelpon istrinya. Dalam percakapan telepon itu, terdengar\u00a0 istrinya mengomel tentang suaminya yang dinilai tak bertanggung jawab. Kesal mendengar celotehan istrinya, pria itu melemparkan ponselnya hingga mendarat pada seorang pemuda yang sedang buang air besar di Jamban yang juga ditelpon ibu kostnya karena telat membayar uang sewa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pria berkepala plontos yang merupakan kepala keluarga itu, datang ke Jamban yang sama seperti pemuda yang telat membayar uang sewa kost. Kita disuguhkan pada kedua konflik yang sama, yaitu finansial, dengan dua karakter dari latar belakang berbeda. Keduanya pun mengobrol, mengetahui bahwa pemuda di sebelahnya baru lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan, pria tersebut menyarankan kepada pemuda itu untuk giat mencari pekerjaan agar bisa menghidupi keluarganya dengan layak, tidak seperti dirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa ragu, pria tersebut melanjutkan sudut pandangnya dalam berumah tangga sebagai laki-laki. Ia mencurahkan isi hatinya dengan leluasa, ia mengaku kondisinya sangat sulit, ia kesulitan mencari pekerjaan \u201chalal\u201d untuk menghidupi keluarganya. Dia juga tak berani menceritakan isi hatinya kepada sang istri karena malu dan takut terlihat lemah di hadapan perempuan yang ia cintai, sehingga ia tidak mempunyai teman bercengkrama tentang hal yang ia lalui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, film ini menggambarkan komunikasi bisa berjalan dua arah jika tak ada rasa ingin menghakimi pengalaman masing-masing, karena semua perasaan adalah valid. Eratnya hubungan satu sama lain membuat kita kerap menitikberatkan seseorang pada ekspektasi kita secara pribadi. Dialog personal antara kedua karakter ini menjadi unik bagi saya, sebab keduanya bisa leluasa untuk mengungkapkan isi hati mereka walau tidak bertatap-tatapan, dan perasaan untuk memahami bisa timbul meskipun di tempat yang tidak diekspektasikan penonton, yaitu jamban.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kakuih <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2023) tidak menyampaikan narasi secara kompleks dan berbelit. Film ini terasa seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dear diary <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">melalui audio visual. Ini juga mengingatkan saya pada kondisi konstruksi sosial yang mengotak-ngotakkan pengalaman hanya berdasarkan pada jenis kelamin. Stigma masyarakat tentang laki-laki tidak boleh bersedih dan menangis merebak menjadi salah satu faktor terjadinya ketidaksetaraan.<\/span><\/p>\n<p><b>Anak Tunggal Laki-laki<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film pendek ketiga berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mandeh (<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">2023) adalah film penutup. Bagi saya, film pendek ini merepresentasikan adanya komunikasi secara dua arah dalam lingkup keluarga. Melihat dua film pendek sebelumnya mengisahkan komunikasi yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mandeg <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">antar anggota keluarga, film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mandeh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2023) karya Dhaffa Attoriq menjadi penutup yang hangat dalam rangkaian Indonesia Raja 2024: Padangpanjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8815\" aria-describedby=\"caption-attachment-8815\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-8815 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Mandeh.jpg\" alt=\"Seorang pemuda memandang ke atas sambil duduk dipojok halaman rumah.\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Mandeh.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Mandeh-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Mandeh-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Mandeh-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8815\" class=\"wp-caption-text\">Still film dari Mandeh (2023) arahan Dhaffa Attoriq (dok. Minikino)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkisah tentang anak laki-laki bernama Rakha yang pergi merantau ke Bandung dan tidak menyukai kota kelahirannya, Padang. Rakha digambarkan sebagai anak yang jarang memberi kabar kepada ibunya. Komunikasi di antara keduanya berjalan dengan baik. Ibunya digambarkan sebagai karakter ibu yang suportif atas pilihan anak laki-laki semata wayangnya. Kesalahpahaman pada komunikasi mereka disebabkan oleh Rakha yang tidak mengetahui bahwa ibunya sedang melawan penyakit. Sampai akhirnya, Fadil, temannya memberitahu Rakha bahwa ibunya akan segera dioperasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rakha akhirnya merefleksikan tingkah lakunya terhadap sang ibu dan meminta maaf atas kelakuaknnya. Ibunya juga turut menjelaskan bahwa ia sengaja tak memberitahu Rakha agar Rakha tidak merasa khawatir. Komunikasi di antara mereka berlangsung secara empati karena keduanya memberi ruang untuk diskusi dan saling mendengarkan. Mereka mencoba memahami sudut pandang masing-masing dibanding mencari siapa yang paling benar. Kesadaran akan pentingnya peran dalam keluarga seperti ibu bagi anak, dan sebaliknya menjadi catatan fundamental bagi saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari penemuan granat dalam tanah, diskusi di Jamban, hingga anak rantauan yang membenci tempat kelahirannya untuk pulang. Ketiga film pendek dalam program ini memiliki benang merah yang sama: pentingnya komunikasi dengan rasa empati dalam hubungan keluarga. Meskipun pemahaman tentang arti dari keluarga memiliki interpretasi yang berbeda, keterbukaan atas komunikasi yang berjalan secara dua arah menjadi esensi untuk terciptanya rasa nyaman terhadap satu sama lain. Dalam durasi 48 menit, bagi saya, ketiga film pendek ini terasa memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sequence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menjadi padu layaknya satu film, namun dengan tiga babak cerita yang berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor:\u00a0<a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/julinanda\/\">Pychita Julinanda<\/a><\/em><\/h6>\n<h5>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (April-September 2024). Program Indonesia Raja 2024: Padangpanjang dapat dipinjam untuk diputar di layar lebar. Informasi lebih lanjut tersedia di <a href=\"https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/<\/a><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hubungan antar manusia adalah hubungan yang terasa sulit dan kompleks. Manusia kerap dihadapkan pada kondisi yang sulit untuk menyampaikan perasaan yang sebenarnya. Komunikasi terbuka secara dua arah dapat terjadi apabila dibangun dengan empati terhadap satu sama lain. Namun kita sering beranggapan bahwa keterbukaan berarti memahami perasaan lawan bicara secara penuh. Sebagai seseorang yang pernah mengalami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":84,"featured_media":8814,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[524,520,523,521,522,534],"jnews-series":[],"class_list":["post-8813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-fransiska-prihadi","tag-indonesia-raja-2024","tag-kakuih","tag-kwarteleitjes","tag-mandeh","tag-padangpanjang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hubungan antar manusia adalah hubungan yang terasa sulit dan kompleks. Manusia kerap dihadapkan pada kondisi yang sulit untuk menyampaikan perasaan yang sebenarnya. Komunikasi terbuka secara dua arah dapat terjadi apabila dibangun dengan empati terhadap satu sama lain. Namun kita sering beranggapan bahwa keterbukaan berarti memahami perasaan lawan bicara secara penuh. Sebagai seseorang yang pernah mengalami [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-25T06:33:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-27T09:17:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kakuih-web.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Elvatara Khalishah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Elvatara Khalishah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/\"},\"author\":{\"name\":\"Elvatara Khalishah\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5e88c4df55234816dad2f2e0e9dcd65\"},\"headline\":\"Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga\",\"datePublished\":\"2024-06-25T06:33:21+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-27T09:17:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/\"},\"wordCount\":1147,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kakuih-web.jpg\",\"keywords\":[\"Fransiska Prihadi\",\"Indonesia Raja 2024\",\"Kakuih\",\"Kwarteleitjes\",\"Mandeh\",\"Padangpanjang\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/\",\"name\":\"Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kakuih-web.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-25T06:33:21+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-27T09:17:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5e88c4df55234816dad2f2e0e9dcd65\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kakuih-web.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kakuih-web.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still film dari Kakuih (2023) karya Rifki Aditya dan Rizqullah Ramadhan Panggabean (dok. Minikino)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5e88c4df55234816dad2f2e0e9dcd65\",\"name\":\"Elvatara Khalishah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/tara_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/tara_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Elvatara Khalishah\"},\"description\":\"Tara is a cinema studies student at the Jakarta Institute of Arts. She used to make short films as a producer and write about social movements with a focus on gender equality. Now she wants to explore the context and texts that exist when watching movies.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/tara\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga - Minikino Articles","og_description":"Hubungan antar manusia adalah hubungan yang terasa sulit dan kompleks. Manusia kerap dihadapkan pada kondisi yang sulit untuk menyampaikan perasaan yang sebenarnya. Komunikasi terbuka secara dua arah dapat terjadi apabila dibangun dengan empati terhadap satu sama lain. Namun kita sering beranggapan bahwa keterbukaan berarti memahami perasaan lawan bicara secara penuh. Sebagai seseorang yang pernah mengalami [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2024-06-25T06:33:21+00:00","article_modified_time":"2024-06-27T09:17:35+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kakuih-web.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Elvatara Khalishah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Elvatara Khalishah","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/"},"author":{"name":"Elvatara Khalishah","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5e88c4df55234816dad2f2e0e9dcd65"},"headline":"Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga","datePublished":"2024-06-25T06:33:21+00:00","dateModified":"2024-06-27T09:17:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/"},"wordCount":1147,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kakuih-web.jpg","keywords":["Fransiska Prihadi","Indonesia Raja 2024","Kakuih","Kwarteleitjes","Mandeh","Padangpanjang"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/","name":"Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kakuih-web.jpg","datePublished":"2024-06-25T06:33:21+00:00","dateModified":"2024-06-27T09:17:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5e88c4df55234816dad2f2e0e9dcd65"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kakuih-web.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Kakuih-web.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still film dari Kakuih (2023) karya Rifki Aditya dan Rizqullah Ramadhan Panggabean (dok. Minikino)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menjelajah-kompleksitas-hubungan-keluarga\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menjelajah Kompleksitas Hubungan Keluarga"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5e88c4df55234816dad2f2e0e9dcd65","name":"Elvatara Khalishah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/tara_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/tara_avatar-96x96.jpg","caption":"Elvatara Khalishah"},"description":"Tara is a cinema studies student at the Jakarta Institute of Arts. She used to make short films as a producer and write about social movements with a focus on gender equality. Now she wants to explore the context and texts that exist when watching movies.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/tara\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/84"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8813"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8840,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8813\/revisions\/8840"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8813"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}