{"id":8822,"date":"2024-06-26T10:50:47","date_gmt":"2024-06-26T02:50:47","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8822"},"modified":"2024-06-26T10:50:47","modified_gmt":"2024-06-26T02:50:47","slug":"menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/","title":{"rendered":"Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seseorang yang lahir dan besar selama 22 tahun di kota, saya terkadang tidak sadar betapa cepatnya kehidupan kota. Berbagai macam hal yang harus dijalankan sering membuat saya tidak memperhatikan batin sendiri, dan selalu membiarkan alam bawah sadar untuk mengambil kendali atas diriku. Namun, ada beberapa waktu saya sadar akan hal tersebut dan bertanya, \u201cbagaimana pikiran bawah sadar saya menjadi sebuah dorongan untuk menjalankan hari-hari dalam kehidupan urban yang kompleks ini?\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui Program Indonesia Raja 2024: Jakarta Metropolitan yang diprogram oleh Nosa Normanda, penonton diajak untuk berhenti sebentar dan menarik nafas. Membawa alam bawah sadar kita ke permukaan dan melihat bagaimana mereka mempunyai kendali besar atas bagaimana masyarakat kota menjalankan kehidupannya.<\/span><\/p>\n<p><b>Duka dan Penyangkalan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Psikiater <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Elisabeth K\u00fcbler-Ross menulis dalam bukunya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">On Death and Dying <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(1969) bahwa mayoritas orang yang berduka akan merasakan penyangkalan dalam tahap pertama; mempercayai sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">false reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan berpegang teguh pada hal tersebut sebagai mekanisme pertahanan diri. Inilah yang terjadi pada film pendek pertama, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Where We Left Off <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2023) karya Ephraim Ryan Pranata, di mana sang adik sedang berduka atas kepergian kakaknya. Namun, alih-alih menayangkan suasana melankolis, penonton disuguhkan dengan warna kuat dan visual cerah yang melukis indahnya Hanoi dan Jakarta. Visual ini seolah untuk menempatkan kita di posisi adik yang sedang menjalankan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">false reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> liburan bersama kakaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat hal tersebut di layar membuat saya teringat akan diri sendiri. Setiap kali seseorang yang saya cintai pergi, akan ada suatu waktu di mana saya hanya akan duduk diam merenung atau berjalan-jalan di taman. Mengisolasikan diri untuk berimajinasi dan membuat percakapan berdasarkan ingatan saya tentangnya sebagai pengalihan realita. Fenomena ini pernah saya ceritakan kepada teman-teman saya di tongkrongan dan menariknya, mayoritas dari mereka juga melakukan hal yang sama disaat berduka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak terikat dengan status, domisili, ataupun kebangsaan, duka adalah sebuah perasaan universal yang dapat menimpa siapa saja. Pesan ini tersampaikan secara efektif dengan film pendek ini sebagai pilihan pertama di program. Namun, apa yang membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Where We Left Off<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> masih terikat dalam lanskap perkotaan?<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sequence black-and-white<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di film menunjukan si kakak yang bersemangat mengajak adiknya untuk berlibur bersama. Mencoba meyakikannya dengan memperkenalkan budaya destinasi liburan mereka melalui foto-foto serta mencicipi makanan lokal seperti pho dan rendang. Tetapi sayang, si adik tidak pernah dapat mengabulkan permintaan si kakak yang secara mendadak meninggalkannya sendiri di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlihat sia-sia jika si adik pergi untuk berpetualang sekarang, tetapi ia tetap memutuskan untuk berlibur sendiri. Melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">solo travelling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menghidupi kenangan kakaknya yang pada saat itu berharap melihat sisi lain dunia di luar kotanya sendiri. Memproses duka dengan menghidupi waktu-waktu yang ia lalui bersama kakaknya di Seoul dan secara bersamaan membuat memori baru di kota Hanoi dan Jakarta; sebuah lanskap urban yang belum pernah dikunjungi adik. Film pendek ini menjadi sebuah pembuka yang baik untuk menjelaskan program ini akan mengupas memori dan perasaan yang berkelindan dengan lanskap kota.<\/span><\/p>\n<p><b>Mabuk dan Ketakutan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film kedua langsung dibuka dengan menunjukan seseorang dalam keadaan sakau. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Togar Tegar <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2024)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">karya Argo Brahm memperlihatkan tokoh utama Togar yang datang ke rumah ibunya di bawah pengaruh obat dan meminta uang. Scene ini diambil semua dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">one-take<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, melihat bagaimana kelakuan Togar meresahkan banyak warga sampai kakaknya Magdalena dan suaminya Patra harus membawa dia pergi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah film, saat Magdalena mencoba menenangkan dia, Togar memberanikan diri untuk berkata \u201ctakut.\u201d Saya bersimpati kepada Togar mengingat sulitnya hidup di kota sebagai anak muda. Kehidupan di kota sendiri sangatlah tidak bisa ditebak, menyebabkan ketidakpastian akan masa depan. Belum lagi, ekspektasi masyarakat secara tak sadar membebani mental. Seperti Togar, harus saya akui bahwa saya juga pernah jatuh ke berbagai bentuk candu sebagai rekreasi untuk menghilangkan penat sementara. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Togar Tegar <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membuat saya sadar bahwa ketakutan inilah yang membuat saya jatuh ke godaan tersebut. Namun, reaksi keluarga menjadi perbedaan yang menonjol antara saya dan Togar. Saya sendiri masih mempunyai keluarga yang suportif. Sementara, keluarga Togar terkesan belum mampu untuk memberikan dukungan yang memadai pada Togar di luar institusi rehabilitasi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8826\" aria-describedby=\"caption-attachment-8826\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8826 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Togar-Tegar.jpg\" alt=\"Seorang bersender lemas di depan pintu\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Togar-Tegar.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Togar-Tegar-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Togar-Tegar-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Togar-Tegar-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8826\" class=\"wp-caption-text\">Still film dari Togar Tegar (2024) karya Argo Brahm (dok. Minikino)<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Lupa dan Kesibukan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih berbicara soal hubungan keluarga, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang Tunggu: Ani <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2023) karya Vonny Rasida melihat interaksi antara seorang wanita karir di kota bernama Ani dan ibunya yang terkena demensia. Di permukaan, film ini seperti mengulik mengenai bagaimana jika orang yang kita cintai lupa kepada diri kita. Namun, film pendek ketiga dalam program ini berani memutarkan topiknya kepada Ani yang sehat, tetapi lupa akan ibunya; terlihat dalam sebuah momen dimana secara perlahan ibu Ani <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fade out <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari layar, meninggalkan Ani sendiri dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut. Argumen ini diperkuat saat si Ani mendengar ibunya berbicara tentang anak kesayangannya yang terus giat bekerja, membuatnya kangen akan dia yang hampir tidak pernah pulang untuk menemuinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hanya dilihat di tataran permukaan saja, mungkin akan muncul bahwa Ani terlalu sibuk pada karirnya sehingga luput memberi perhatian pada ibunya. Tetapi, program ini secara keseluruhan membuat saya berpikir lebih luas dalam konteks metropolitan dan lalu bertanya, \u201capakah ini memang pilihan Ani?\u201d Apalagi mengingat teman-teman saya yang sudah bekerja dan mengeluh akan hidupnya harus mengerahkan semua energinya terhadap pekerjaan. Hanya saja, mereka tidak punya pilihan lain, mengingat tingginya biaya hidup di kota dan juga sengitnya lapangan pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p><b>Penyesalan dan Pelampiasan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang Tunggu: Ani <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berfokus pada lupa, maka film pendek selanjutnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Proyeksi <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2024)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">karya Firdan Hafidsyah membahas mengenai ingatan. Pemenang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Audience Favorit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di UIFF12 ini bercerita mengenai sutradara terkenal Guntur di tengah-tengah pembuatan film tentang almarhum istrinya, Nia. Di permukaan, tentu intensi tersebut terdengar baik. Namun munculnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insert shot <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Nia secara acak di sepanjang film seperti menandakan ketidakstabilan kondisi psikis Guntur karena belum mampu melepaskannya. Hal ini berdampak buruk tidak hanya pada dirinya namun juga orang-orang di sekitarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton langsung diajak melihat keadaan syuting yang sudah tidak sehat. Terobsesi untuk mencapai visinya yang sempurna, kepemimpinan Guntur membuat seluruh set tegang dan terasa gelap. Ia terus melecehkan pemain dan kru dengan tangan dan kata-kata kasar yang mempengaruhi mereka secara emosional. Jika itu belum keterlaluan, si sutradara memaksa sang aktris Ayu untuk menembak lawan mainnya menggunakan senjata asli. Bahkan si produser yang mempunyai kewenangan lebih tinggi tidak dapat menghentikan aksi gilanya tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merasa kondisi Guntur dapat dihubungkan juga dengan kehidupan kota yang penuh dengan keramaian namun sendiri berjuang dalam masalah batin. Maka, ia melampiaskan rasa sesalnya ke hal lain, entah itu pekerjaan ataupun individu.\u00a0 Setidaknya di akhir film, Guntur berhasil untuk keluar dari sesalnya. Namun, tentu saja pelampiasan tersebut memiliki konsekuensi yang membawa malapetaka, yang seharusnya dapat dihindari jika ia mau terbuka dan akuntabel atas situasinya.<\/span><\/p>\n<p><b>Kenangan dan Kebahagiaan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menonton semua film pendek ini, saya tidak dapat memungkiri pikiran yang terlintas \u201cHanya inikah yang dapat ditawarkan kota? Mengapa semuanya terasa gelap dan berat?\u201d Beruntungnya, program ini ditutup dengan sesuatu yang lebih ringan. Walaupun masih dalam ranah kematian, setidaknya narator di film<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Segalanya Tentang Melly <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2023)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">karya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Efraim Napitupulu mencoba untuk merayakan kehidupan teman baiknya Melly.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8827\" aria-describedby=\"caption-attachment-8827\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-8827 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Semua-Tentang-Melly.jpg\" alt=\"Dua gambar terpisah: di kiri gambar kotak menampilkan perempuan yang tersenyum; di kanan gambar lingkaran menampilkan lelaki dengan kamera genggam\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Semua-Tentang-Melly.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Semua-Tentang-Melly-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Semua-Tentang-Melly-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Semua-Tentang-Melly-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8827\" class=\"wp-caption-text\">Still film dari Segalanya Tentang Melly (2023) karya Efraim Napitupulu (dok. Minikino)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, dokumenter (atau lebih tepatnya mokumenter) ini sebenarnya terlihat berantakan. Tidak begitu ada koherensi pada format yang digunakan; menggabungkan semua video, foto, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">motion graphic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan juga media visual lainnya yang dicampur aduk dalam film. Narasinya pun juga terasa sangat tersegmentasi. Contohnya saja, saat narator bercerita mengenai puisi Melly, ia tiba-tiba membahas ikat rambut Melly yang ia temui di jok motornya. Seolah memberi kesan bahwa film ini adalah sebuah lautan kenangan di mana si narator seperti mencoba memecahkan teka-teki apa yang membuat Melly sangat spesial. Mungkin si narator masih terus mencari jawaban, tetapi saya sebagai penonton mengerti betul betapa berharga nya Melly di hidupnya. Bahkan membuat saya merefleksikan diri apakah saya juga sudah pernah menjadi \u201cMelly\u201d di hidup seseorang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tingginya gedung-gedung pencakar langit dan padatnya penduduk di kota dapat membuat kita merasa kecil, orang biasa di antara lautan manusia. Hal tersebut juga sempat saya rasakan pada saat remaja; merasa lelah setiap pagi, pergi sekolah untuk belajar, dan pulang saat matahari terbenam hanya untuk beristirahat. Tidak ada hal yang spesial dalam hal tersebut. Namun sang sutradara (yang juga berperan sebagai narator di film ini) mengajak saya untuk melihat hal-hal yang terlihat sepele tersebut menjadi berarti: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">inside jokes <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bersama teman-teman saat makan siang, atau kabur di jam pelajaran ke atap sekolah untuk curhat soal \u201cgebetan\u201d. Toh hal-hal itulah yang membuat hubungan kita erat dan masih saling berkontak walaupun sudah beda benua. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Segalanya Tentang Melly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah pilihan sempurna untuk menutup program ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir kata, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">program ini sukses dalam memberikan secuil harapan di tengah kompleksitas kota. Juga, memberitahu kita bahwa tidak semua alam bawah sadar mendorong kita melakukan hal-hal negatif, namun juga dapat memberikan warna dalam hidup kita.<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor:\u00a0<a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/julinanda\/\">Pychita Julinanda<\/a><\/em><\/h6>\n<h5>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (April-September 2024). Program Indonesia Raja 2024: Jakarta Metropolitan dapat dipinjam untuk diputar di layar lebar. Informasi lebih lanjut tersedia di <a href=\"https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/minikino.org\/indonesiaraja\/<\/a><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seseorang yang lahir dan besar selama 22 tahun di kota, saya terkadang tidak sadar betapa cepatnya kehidupan kota. Berbagai macam hal yang harus dijalankan sering membuat saya tidak memperhatikan batin sendiri, dan selalu membiarkan alam bawah sadar untuk mengambil kendali atas diriku. Namun, ada beberapa waktu saya sadar akan hal tersebut dan bertanya, \u201cbagaimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":8825,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[59,289,459,528,527,529,526,525],"jnews-series":[],"class_list":["post-8822","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-indonesia-raja","tag-jakarta","tag-nosa-normanda","tag-proyeksi","tag-ruang-tunggu-ani","tag-segalanya-tentang-melly","tag-togar-tegar","tag-where-we-left-off"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024 - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024 - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai seseorang yang lahir dan besar selama 22 tahun di kota, saya terkadang tidak sadar betapa cepatnya kehidupan kota. Berbagai macam hal yang harus dijalankan sering membuat saya tidak memperhatikan batin sendiri, dan selalu membiarkan alam bawah sadar untuk mengambil kendali atas diriku. Namun, ada beberapa waktu saya sadar akan hal tersebut dan bertanya, \u201cbagaimana [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-26T02:50:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Ruang-Tunggu-Ani.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Gregorius Gabriel Kohar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Gregorius Gabriel Kohar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/\"},\"author\":{\"name\":\"Gregorius Gabriel Kohar\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6\"},\"headline\":\"Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024\",\"datePublished\":\"2024-06-26T02:50:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/\"},\"wordCount\":1458,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Ruang-Tunggu-Ani.jpg\",\"keywords\":[\"Indonesia Raja\",\"Jakarta\",\"Nosa Normanda\",\"Proyeksi\",\"Ruang Tunggu Ani\",\"Segalanya Tentang Melly\",\"Togar Tegar\",\"Where We Left Off\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/\",\"name\":\"Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024 - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Ruang-Tunggu-Ani.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-26T02:50:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Ruang-Tunggu-Ani.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Ruang-Tunggu-Ani.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still film dari Ruang Tunggu: Ani (2023) karya Vonny Rasida (dok. Minikino)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6\",\"name\":\"Gregorius Gabriel Kohar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/greg_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/greg_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Gregorius Gabriel Kohar\"},\"description\":\"A film graduate from Kyungsung University, Busan. While working as a freelance filmmaker, Greg also has an interest in film criticism. He participated as a Cinephile Jury on 28th Busan International Film Festival and occasionally creates video essays on his YouTube channel. Currently working on his next short film set in Seoul, South Korea.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/greg\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024 - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024 - Minikino Articles","og_description":"Sebagai seseorang yang lahir dan besar selama 22 tahun di kota, saya terkadang tidak sadar betapa cepatnya kehidupan kota. Berbagai macam hal yang harus dijalankan sering membuat saya tidak memperhatikan batin sendiri, dan selalu membiarkan alam bawah sadar untuk mengambil kendali atas diriku. Namun, ada beberapa waktu saya sadar akan hal tersebut dan bertanya, \u201cbagaimana [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2024-06-26T02:50:47+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Ruang-Tunggu-Ani.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Gregorius Gabriel Kohar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Gregorius Gabriel Kohar","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/"},"author":{"name":"Gregorius Gabriel Kohar","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6"},"headline":"Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024","datePublished":"2024-06-26T02:50:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/"},"wordCount":1458,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Ruang-Tunggu-Ani.jpg","keywords":["Indonesia Raja","Jakarta","Nosa Normanda","Proyeksi","Ruang Tunggu Ani","Segalanya Tentang Melly","Togar Tegar","Where We Left Off"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/","name":"Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024 - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Ruang-Tunggu-Ani.jpg","datePublished":"2024-06-26T02:50:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Ruang-Tunggu-Ani.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/06\/Ruang-Tunggu-Ani.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still film dari Ruang Tunggu: Ani (2023) karya Vonny Rasida (dok. Minikino)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/menyelami-alam-bawah-sadar-masyarakat-kota-metropolitan-melalui-indonesia-raja-2024\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menyelami Alam Bawah Sadar Masyarakat Kota Metropolitan Melalui Indonesia Raja 2024"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6","name":"Gregorius Gabriel Kohar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/greg_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/greg_avatar-96x96.jpg","caption":"Gregorius Gabriel Kohar"},"description":"A film graduate from Kyungsung University, Busan. While working as a freelance filmmaker, Greg also has an interest in film criticism. He participated as a Cinephile Jury on 28th Busan International Film Festival and occasionally creates video essays on his YouTube channel. Currently working on his next short film set in Seoul, South Korea.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/greg\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8822"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8822\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8824,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8822\/revisions\/8824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8822"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}