{"id":8884,"date":"2024-08-14T21:17:48","date_gmt":"2024-08-14T13:17:48","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=8884"},"modified":"2024-11-11T18:24:08","modified_gmt":"2024-11-11T10:24:08","slug":"perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/","title":{"rendered":"Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]<span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDianggap penting, tetapi kadang terlupakan,\u201d Begitulah cara jurnalis Elsa Emiria Leba membuka tulisannya yang berjudul \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/hiburan\/2022\/09\/24\/jalan-panjang-film-pendek\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Panjang Film Pendek<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d, mengenai bagaimana masyarakat memandang film pendek. Jika tidak dimainkan dalam film festival bergengsi seperti Cannes atau Venice, dalam kurun waktu 2-3 bulan film-film ini akan perlahan menghilang dalam radar pembicaraan. Padahal film pendek yang kerap tidak dibuat untuk kepentingan pasar mempunyai kebebasan lebih dalam seni bercerita; yang memungkinkan pembuat film lebih bebas dalam menyampaikan pendapat baik dalam tema dan juga tekniknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program S-Express 2024: Indonesia yang diseleksi oleh Fransiska Prihadi mewakili Minikino sepertinya menegaskan kekuatan seni bercerita tersebut. Membuka program ini dengan catatan yang bertuliskan bahwa film-film yang terpilih dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lineup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini adalah sebuah perayaan terhadap \u201ckeahlian luar biasa mereka (pembuat film) dalam pembuatan film pendek\u201d. Mengajak penonton untuk melihat potensi yang dapat ditawarkan film pendek walaupun dengan durasi yang terbatas.<\/span><\/p>\n<p><b>Alegori Dalam Cerita<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat dulu bersekolah, guru Bahasa Indonesia saya pernah berkata bahwa sebuah tulisan yang menarik\u2014baik fiksi, non-fiksi, ataupun puisi\u2014adalah gaya bahasa yang digunakan penulis. Film juga seperti itu, di mana gaya bercerita adalah elemen penting untuk membuat penonton tersedot masuk ke dalam dunia sinematik yang ditawarkan pembuat film. Salah satunya adalah gaya bercerita menggunakan alegori.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Poetry (2023)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karya Muhammad Heri Fadli terasa tidak begitu asing dengan dunia yang kita tinggali di mana seorang nelayan bernama Ucup mencoba menghidupi keluarganya dengan menangkap ikan untuk bertahan hidup. Namun di tengah film, penonton dapat memperhatikan kejanggalan dan sadar bahwa ikan adalah sampah, dan sampah adalah ikan. Di akhir hari, sampah yang ditangkap dijual kepada penduduk desa dan sisanya dikonsumsi oleh keluarga Ucup sebagai sumber nutrisi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8544\" aria-describedby=\"caption-attachment-8544\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8544\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Blue-Poetry-Layar-Anak-Nusantara-Chendooll-Imaginations1.jpg\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Blue-Poetry-Layar-Anak-Nusantara-Chendooll-Imaginations1.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Blue-Poetry-Layar-Anak-Nusantara-Chendooll-Imaginations1-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Blue-Poetry-Layar-Anak-Nusantara-Chendooll-Imaginations1-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2023\/09\/Blue-Poetry-Layar-Anak-Nusantara-Chendooll-Imaginations1-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8544\" class=\"wp-caption-text\">Still Blue Poetry (2023) arahan Muhammad Heri Fadli (dok: Layar Anak Nusantara &amp; Chendooll Imaginations)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penukaran fungsi objek yang digunakan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue Poetry<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak sekedar berfungsi untuk membuat penonton penasaran dengan konsepnya yang unik, namun juga berguna dalam menyampaikan pesannya terhadap keadaan bumi yang semakin mengkhawatirkan. Mendorong penonton untuk berpikir kritis bahwa sampah plastik tidak hanya mempengaruhi alam saja, tetapi segala makhluk hidup yang tinggal di bumi termasuk kita. Jika penjelasan di atas belum cukup untuk membujuk penonton, sekuens terakhir dalam film 18-menit ini tentu akan membuat penonton merenung terhadap kerusakan yang sudah kita lakukan selama ini.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Domio Instano Extendido<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2023) karya Gugun Arief juga menggunakan teknik bercerita yang sama namun untuk efek yang berbeda; memakai alegori secara hiperbolik untuk mengkritik kondisi Indonesia di masa kini. Animasi pendek 11-menit ini berlatar di Negara Wakuwaku yang mempunyai undang-undang bahwa rakyat hanya boleh mengonsumsi mie halal \u201cJavomie\u201d. Namun disaat Senior Sekte Caping Montanus memakan mie terlarang yang ditawarkan oleh Disastrus\u2014seorang pria yang dianiaya karena penistaan agama\u2014Montanus langsung kehilangan kepercayaannya dan diburu oleh negara karena aksinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harus saya akui bahwa terkadang saya kehilangan fokus di beberapa momen saat menonton. Bagaimana tidak? Premisnya yang absurd dan juga narasi Jepang KW sepanjang film membuat saya terus tertawa terbahak-bahak. Namun dibalik semua komedi yang ditawarkan, tema yang diangkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Domio Instano Extendido<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebenarnya cukup menuai pro dan kontra di dalam masyarakat kita. Dapat saya bayangkan jika sutradara menggunakan pendekatan dengan cara yang serius dan mungkin saja film ini dapat dicap sebagai kontroversial oleh kalangan tertentu. Tetapi penggunaan mie instan sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">MacGuffin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menggerakan narasi, membuat film ini terasa ringan dan di saat yang bersamaan masih dapat menyampaikan pesannya yang efektif mengenai kuasa dan agama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Penggunaan Teknik Non-Konvensional<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pengalaman saya menonton film panjang di bioskop atau platform OTT, jarang sekali sutradara mencoba mengaplikasikan teknik non-konvensional ke karyanya. Ada berbagai alasan, tetapi yang paling utama adalah ketakutan para produser dan distributor bahwa teknik tersebut dapat menjadi sebuah kelemahan di saat mereka ingin memikat berbagai kalangan pasar. Berbeda dengan film pendek di mana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">filmmaker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mempunyai kanvas untuk bereksperimen teknik bercerita mereka sebagai bentuk ekspresi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teknik yang digunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Science Around Us<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2021) karya Arif Abdillah mungkin tidak terkesan begitu segar mengingat sudah ada beberapa film panjang yang menggunakan one-take secara keseluruhan seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Macbeth<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1982) karya B\u00e9la Tarr<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">1917 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2019) karya Sam Mendes. Namun, terasa jelas intensi sang sutradara mengapa ia ingin mengambil film ini dalam one-take. Bercerita mengenai Budi, pria Indonesia paruh baya yang bekerja di Belanda sebagai pemilik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Airbnb<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mencoba membujuk ayahnya di Indonesia untuk berobat sambil membersihkan pesta liar kemarin malam sebelum tamu selanjutnya datang; dan semua ini harus dilakukan dalam 20 menit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persis dengan durasi film pendek ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Science Around Us<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berhasil memberikan efek tegang dan cemas. Membuat penonton bertanya-tanya apakah Budi berhasil melakukan kedua hal tersebut dalam waktu yang terbatas. Bayangkan saja jika sutradara Abdillah menggunakan teknik konvensional dengan mengambil berbagai kamera <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">angle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan menyatukannya di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">editing.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Tidak akan penonton merasakan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Sense of urgency<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut akibat hilangnya kesan realisme <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">long take<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bertujuan untuk membangun ketegangan penonton.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8888\" aria-describedby=\"caption-attachment-8888\" style=\"width: 1123px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-8888 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/Trashtalk-web.jpg\" alt=\"\" width=\"1123\" height=\"632\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/Trashtalk-web.jpg 1123w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/Trashtalk-web-300x169.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/Trashtalk-web-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/Trashtalk-web-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1123px) 100vw, 1123px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8888\" class=\"wp-caption-text\">Still film dari Trashtalk (2023) karya Rizqullah Ramadhan Panggabean (dok. Acah Acah Films)<\/figcaption><\/figure>\n<p><i>Trashtalk<\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2023) karya <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rizqullahrp\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rizqullah Ramadhan Panggabean<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juga menggunakan teknik non-konvensional dalam bercerita yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">screenlife<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebuah teknik yang dipopulerkan oleh sutradara-produser Timur Bekmambetov\u2014pemilik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Production House<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Bazelevs yang mendanai film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Unfriended<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2015),<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Searching <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2018) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Profile<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2018)\u2014<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">screenlife<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah konsep cerita visual di mana semua nya terjadi di layar; baik itu komputer, tablet ataupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">smartphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pemenang Minikino Begadang Filmmaking Competition 2023 ini bercerita mengenai Sulis si tukang sampah yang mengupload kehidupan sehari-harinya lewat <em>WhatsApp Story<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton ditempatkan dalam sudut pandang pertama yang setidaknya sekedar tahu tentang Sulis. Menghabiskan waktu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scrolling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di sosial media dan kebetulan melihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">story <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang di<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upload<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> olehnya. Keluh kesahnya membuat kita sadar mengenai kehidupan seorang tukang sampah yang direndahkan oleh masyarakat dan dijauhi hanya karena statusnya. Konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">storytelling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang digunakan sutradara membuat saya merasa dekat dengan Sulis mengingat dia ada di dalam \u201cdaftar kontak\u201d; membangun simpati tidak hanya kepada tokoh utama namun juga yang sudah berjasa membuat lingkungan kita bersih dan nyaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Mengungkap Tabu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak dapat dipungkiri beberapa tahun terakhir film-film pendek Indonesia terasa lebih berani dalam berekspresi. Berfokus kepada isu-isu yang sepertinya masih tabu untuk dibicarakan dalam lingkungan masyarakat. Film penutup program S-Express 2024: Indonesia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bising <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2023) karya Amar Haikal dapat dibilang masuk ke dalam radar tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemenang kompetisi nasional Minikino Film Week ke-9 ini bercerita mengenai remaja bernama Dewo dan pemilik bengkel Gunawan yang baru saja kehilangan sesuatu berharga dalam hidupnya. Babak kedua film ini penuh dengan keheningan, hanya terisi sepatah dua kata untuk menghindari kecanggungan; membuat saya penasaran apa yang sebenarnya bikin bengkel ini spesial. Pertanyaan saya semua terjawab di saat film mencapai klimaks<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0yang sederhana namun tak terpikirkan oleh saya sebagai penonton bahwa Dewo hanya butuh tempat untuk pelampiasan emosinya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_8889\" aria-describedby=\"caption-attachment-8889\" style=\"width: 1122px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8889\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/Bising-web.jpg\" alt=\"Still film dari Bising (2023) karya Amar Haikal (dok. Podium Pictures)\" width=\"1122\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/Bising-web.jpg 1122w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/Bising-web-300x143.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/Bising-web-1024x486.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/Bising-web-768x365.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1122px) 100vw, 1122px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8889\" class=\"wp-caption-text\">Still film dari Bising (2023) karya Amar Haikal (dok. Podium Pictures)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan sebuah kebetulan bahwa film ini ditempatkan sebagai film penutup oleh programmer. Dengan teknik pengambilan gambar yang cukup konvensional dan juga latar filmnya yang kita alami sehari-hari, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mungkin tidak begitu menonjol jika dibandingkan dengan film-film sebelumnya. Namun saya merasa film pendek karya mahasiswa film Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini paling menyentuh; mengingat posisi saya sebagai laki-laki yang masih dikelilingi stigma konservatif bahwa pria harus selalu terlihat kuat. Mengangkat masalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">toxic masculinity <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang memang seharusnya dibicarakan lebih dan lebih lagi di negara kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelima film yang ditayangkan cukup mencakup kekuatan-kekuatan film pendek Indonesia melalui alegori, teknik non-konvensional dan juga isu-isu tersembunyi di negara kita. Aspek-aspek yang telah saya tulis di atas tentu tidak mencakup potensi-potensi lain yang dapat ditawarkan film pendek. Namun sepertinya program yang ditawarkan Fransiska Prihadi adalah sebuah selebrasi yang patut kita banggakan terhadap berkembangnya film pendek dalam negara kita; terutama sebagai seni yang mengedepankan ekspresi filmmaker dalam bercerita dan menyentuh hati penonton.<\/span><\/p>\n<h6><em>Editor: <a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/fauzi\/\">Ahmad Fauzi<\/a><\/em><\/h6>\n<h5>Penulis merupakan salah satu dari empat peserta terpilih Minikino Hybrid Internship for Film Festival Writers (April-September 2024). Program ini dapat disaksikan di Minikino Film Week 10 pada hari Sabtu, 14 September 2024 di Uma Seminyak jam 18:30 WITA dan hari Selasa, 17 September 2024 di DNA Audio Visual pada jam 16:00 WITA, selengkapnya kunjungi <a href=\"http:\/\/minikino.org\/filmweek\">minikino.org\/filmweek<\/a><\/h5>\n<p>[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text]\u201cDianggap penting, tetapi kadang terlupakan,\u201d Begitulah cara jurnalis Elsa Emiria Leba membuka tulisannya yang berjudul \u201cJalan Panjang Film Pendek\u201d, mengenai bagaimana masyarakat memandang film pendek. Jika tidak dimainkan dalam film festival bergengsi seperti Cannes atau Venice, dalam kurun waktu 2-3 bulan film-film ini akan perlahan menghilang dalam radar pembicaraan. Padahal film pendek yang kerap tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":8887,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","format":"standard","subtitle":"Mengulas Program S-Express 2024: Indonesia","jnews_video_option_group":[[]],"disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_review":[],"enable_review":"0","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[{"good_text":""}],"bad":[{"bad_text":""}],"score_override":"","override_value":"","rating":[{"rating_text":"","rating_number":"10"}],"price":[{"shop":"","price":"","link":"","icon":""}],"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":{"enable_podcast":"0","podcast_duration":"","upload":""},"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[484,429,558,524,191,93,559,560],"jnews-series":[],"class_list":["post-8884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-bising","tag-blue-poetry","tag-domio-instano-extendido","tag-fransiska-prihadi","tag-indonesia","tag-s-express","tag-science-around-us","tag-trashtalk"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"[vc_row][vc_column][vc_column_text]\u201cDianggap penting, tetapi kadang terlupakan,\u201d Begitulah cara jurnalis Elsa Emiria Leba membuka tulisannya yang berjudul \u201cJalan Panjang Film Pendek\u201d, mengenai bagaimana masyarakat memandang film pendek. Jika tidak dimainkan dalam film festival bergengsi seperti Cannes atau Venice, dalam kurun waktu 2-3 bulan film-film ini akan perlahan menghilang dalam radar pembicaraan. Padahal film pendek yang kerap tidak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-14T13:17:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-11T10:24:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/DOMIO-INSTANO-EXTENDIDO-still-01-web.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Gregorius Gabriel Kohar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Gregorius Gabriel Kohar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Gregorius Gabriel Kohar\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6\"},\"headline\":\"Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia\",\"datePublished\":\"2024-08-14T13:17:48+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-11T10:24:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/\"},\"wordCount\":1309,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/DOMIO-INSTANO-EXTENDIDO-still-01-web.jpg\",\"keywords\":[\"Bising\",\"Blue Poetry\",\"Domio Instano Extendido\",\"Fransiska Prihadi\",\"Indonesia\",\"S-Express\",\"Science Around Us\",\"Trashtalk\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/\",\"name\":\"Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/DOMIO-INSTANO-EXTENDIDO-still-01-web.jpg\",\"datePublished\":\"2024-08-14T13:17:48+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-11T10:24:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/DOMIO-INSTANO-EXTENDIDO-still-01-web.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/DOMIO-INSTANO-EXTENDIDO-still-01-web.jpg\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Still film dari Domio Instano Extendido (2023) karya Gugun Arief (dok. Minikino)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6\",\"name\":\"Gregorius Gabriel Kohar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/greg_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/greg_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Gregorius Gabriel Kohar\"},\"description\":\"A film graduate from Kyungsung University, Busan. While working as a freelance filmmaker, Greg also has an interest in film criticism. He participated as a Cinephile Jury on 28th Busan International Film Festival and occasionally creates video essays on his YouTube channel. Currently working on his next short film set in Seoul, South Korea.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/greg\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia - Minikino Articles","og_description":"[vc_row][vc_column][vc_column_text]\u201cDianggap penting, tetapi kadang terlupakan,\u201d Begitulah cara jurnalis Elsa Emiria Leba membuka tulisannya yang berjudul \u201cJalan Panjang Film Pendek\u201d, mengenai bagaimana masyarakat memandang film pendek. Jika tidak dimainkan dalam film festival bergengsi seperti Cannes atau Venice, dalam kurun waktu 2-3 bulan film-film ini akan perlahan menghilang dalam radar pembicaraan. Padahal film pendek yang kerap tidak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2024-08-14T13:17:48+00:00","article_modified_time":"2024-11-11T10:24:08+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/DOMIO-INSTANO-EXTENDIDO-still-01-web.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Gregorius Gabriel Kohar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Gregorius Gabriel Kohar","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/"},"author":{"name":"Gregorius Gabriel Kohar","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6"},"headline":"Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia","datePublished":"2024-08-14T13:17:48+00:00","dateModified":"2024-11-11T10:24:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/"},"wordCount":1309,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/DOMIO-INSTANO-EXTENDIDO-still-01-web.jpg","keywords":["Bising","Blue Poetry","Domio Instano Extendido","Fransiska Prihadi","Indonesia","S-Express","Science Around Us","Trashtalk"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/","name":"Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/DOMIO-INSTANO-EXTENDIDO-still-01-web.jpg","datePublished":"2024-08-14T13:17:48+00:00","dateModified":"2024-11-11T10:24:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/DOMIO-INSTANO-EXTENDIDO-still-01-web.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/08\/DOMIO-INSTANO-EXTENDIDO-still-01-web.jpg","width":1122,"height":533,"caption":"Still film dari Domio Instano Extendido (2023) karya Gugun Arief (dok. Minikino)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/perayaan-seni-bercerita-kekuatan-dan-kebebasan-dalam-film-pendek-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perayaan Seni Bercerita: Kekuatan dan Kebebasan dalam Film Pendek Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/95dfa319054e1faa0e253b633fc4bae6","name":"Gregorius Gabriel Kohar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/greg_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/05\/greg_avatar-96x96.jpg","caption":"Gregorius Gabriel Kohar"},"description":"A film graduate from Kyungsung University, Busan. While working as a freelance filmmaker, Greg also has an interest in film criticism. He participated as a Cinephile Jury on 28th Busan International Film Festival and occasionally creates video essays on his YouTube channel. Currently working on his next short film set in Seoul, South Korea.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/greg\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8884"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8884\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9117,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8884\/revisions\/9117"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8884"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=8884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}