{"id":9340,"date":"2025-05-06T18:40:19","date_gmt":"2025-05-06T10:40:19","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=9340"},"modified":"2025-05-09T10:51:04","modified_gmt":"2025-05-09T02:51:04","slug":"tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/","title":{"rendered":"Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandara Internasional Edinburgh, 10 Maret 2025. Kondisi langit cukup gelap dan udara begitu dingin menusuk, padahal waktu setempat menunjukkan pukul 10.15 siang hari. Saya mencoba membuka telepon genggam sembari menunggu bagasi keluar\u2014temperatur udara menginjak angka satu derajat Celsius. Dingin yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengenakan jaket parasut hitam yang sengaja saya masukkan ke tas ransel sebagai tambahan untuk sweater yang tak dapat menghangatkan dan syal biru yang saya lilit menutupi leher. Pikiran saya bercampur aduk, memahami kenyataan jika akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di tempat yang jauh, yang sebelumnya tak terbayangkan, dan tempat di mana salah satu sutradara film favorit saya, Lynne Ramsay, berkarya: Skotlandia!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teringat jelas adegan penutup dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ratcatcher<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Lynne Ramsay, 1999): James, anak berusia dua belas tahun yang sepanjang film mengalami rentetan peristiwa berat, diakhiri dengan kepindahan keluarganya ke rumah di hamparan ladang. James tersenyum menghadap kamera, dan film pun berakhir. Bagian penutup dari film panjang pertama Ramsay sangat berkesan dan kembali terngiang saat saya tiba di Skotlandia.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saya terdiam menikmati dua jam perjalanan menggunakan mobil menuju Cove Park, tempat tinggal pertama saya yang berada di kota Helensburgh. Total durasi perjalanan dari Indonesia kini menginjak dua puluh dua jam sampai saya tiba di Cove Park. Pikiran saya tentu cukup lelah, namun entah kenapa lanskap sungai dan rumah khas Eropa mengajak saya merenungkan kembali senyuman James di bagian akhir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ratcatcher<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014 apakah dia senang dan bersiap untuk petualangan baru di kediaman barunya? Sama seperti saya saat itu, yang menanti peristiwa apa saja yang akan saya jumpai di program residensi pertama yang saya ikuti, <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/bali-glasgow\">Bali\u2013Glasgow Filmmaker and Programme Exchange.<\/a><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9348\" aria-describedby=\"caption-attachment-9348\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9348 size-large\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/cove-park-residensi-haris-at-glasgow-1024x717.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"717\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/cove-park-residensi-haris-at-glasgow-1024x717.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/cove-park-residensi-haris-at-glasgow-300x210.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/cove-park-residensi-haris-at-glasgow-768x538.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/cove-park-residensi-haris-at-glasgow.jpg 1500w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9348\" class=\"wp-caption-text\">Tempat tinggal selama residensi di Cove Park &#8211; dok. Haris Yuliyanto.<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Pelajaran pertama dari Ibu dan Cove Park<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat tinggal saya selama residensi merupakan sebuah kotak kontainer yang dirancang menjadi kamar nyaman dengan pemandangan danau serta pegunungan. Saya langsung melakukan panggilan video dengan Ibu saya untuk mengajak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">room tour <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">alias pamer kamar<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ibu saya terpukau karena pemandangan yang kontras berbeda dibandingkan tempat tinggal kami di Semarang yang saling berhimpitan dengan suhu panas ciri khas pemukiman pesisir pantai utara Jawa. Ibu saya terpukau melihat pemandangan bak negeri dongeng\u2014sangat kontras dengan tempat tinggal kami di Semarang yang sesak, rumah-rumah saling berhimpitan, dan suhu panas khas permukiman pesisir utara Jawa.Namun, yang membuat saya terharu bukan ekspresi Ibu melihat lanskap indah itu, melainkan ucapannya yang tanpa sadar terekam saat ia lupa menutup panggilan: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSakne bocahe dewean neng kono, kerjo abot seng rak pernah dilakoke.\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu khawatir. Ini adalah kali pertama saya pergi jauh untuk waktu lama, di mana semua urusan bertahan hidup harus saya tangani sendiri. Ucapannya membekas. Saya tersenyum haru dan menutup panggilan. Cove Park, tempat terpencil yang membuat saya merasa terisolasi, langsung memberikan pelajaran pertamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini saya hanya fokus bekerja untuk kebutuhan sehari-hari. Film terasa hanya menjadi pelarian, pemenuhan ambisi personal. Saya lupa menghargai waktu bersama orang-orang terdekat. Rasa bersalah itu mendorong saya mengirim pesan terima kasih kepada mereka yang selalu menemani proses saya membuat film\u2014terutama pasangan saya, Annisa Dewi.<\/span><\/p>\n<p><b>Kawan-kawan baru<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kebingungan soal menu berbuka puasa di hari keempat residensi. Bersama Nicola (programmer Cove Park) dan kawan baru bernama Ayo Akingbade, kami memutuskan belanja ke kota. Ayo banyak berbagi soal masakan. Obrolan kami berkembang menjadi diskusi film. Kami sama-sama menyukai sutradara Portugal, Pedro Costa, terutama film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Casa de Lava<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1994).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Referensi Ayo sangat menarik\u2014banyak menyebut sutradara-sutradara klasik Eropa. Namun percakapan kami terhenti karena udara Cove Park makin dingin sore itu.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9346\" aria-describedby=\"caption-attachment-9346\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9346 size-large\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/meet-Ayo-haris-at-glasgow-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/meet-Ayo-haris-at-glasgow-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/meet-Ayo-haris-at-glasgow-300x225.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/meet-Ayo-haris-at-glasgow-768x576.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/meet-Ayo-haris-at-glasgow.jpg 1500w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9346\" class=\"wp-caption-text\">Pertemuan Kembali dengan Ayo di Glasgow Short FIlm Festival 2025 &#8211; dok. Haris Yulianto.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil menyiapkan menu berbuka, saya penasaran siapa sebenarnya Ayo. Saya mencari tahu lewat internet, dan terkejut: Ayo adalah pembuat film yang karyanya diputar di Cannes Film Festival, International Film Festival Rotterdam, hingga mendapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">special mention<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di International Short Film Festival Oberhausen 2017. Fakta ini membuat diri saya bersemangat untuk tumbuh lebih jauh dan lagi &#8211; lagi saya merasa diingatkan perihal sikap rendah hati bagi seorang pengkarya dari pertemuan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ayo Akingbade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hari itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Cove Park, saya juga berkenalan dengan Melanie Stidolph, seniman fotografi, dan Moira Nisson, seniman tekstil asal Swedia. Moira membuat karya tekstil dengan mengadaptasi gradasi warna pegunungan di seberang Cove Park\u2014hijau dan coklat yang terhubung indah. Saya terinspirasi mengadaptasi metode ini untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mise-en-sc\u00e8ne<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> film saya berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayo dan Melanie merupakan inspirasi saya belajar mengenai metode kekaryaan yang unik dan belum terpikirkan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melanie sedang menyiapkan film dokumenter pendek pertamanya. Ia bercerita tentang usaha untuk memastikan bahwa setiap foto yang ia ambil dapat memberi kehangatan pada subjeknya kelak. Detail seperti tawa dan sentuhan menjadi perhatiannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya lagi di fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stuck<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya selalu mendorong diri untuk menghadirkan kebaruan di tiap film saya,\u201d ujar saya.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah kamu tidak senang dengan proses film-mu selama ini? Aku pikir, selama kamu terus membuat film, itu adalah pembelajaran baru untukmu,\u201d jawab Melanie.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9347\" aria-describedby=\"caption-attachment-9347\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9347 size-large\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/Melanie-Stidolph-haris-glasgow-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/Melanie-Stidolph-haris-glasgow-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/Melanie-Stidolph-haris-glasgow-300x225.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/Melanie-Stidolph-haris-glasgow-768x576.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/Melanie-Stidolph-haris-glasgow.jpg 1500w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9347\" class=\"wp-caption-text\">Melanie Stidolph dengan Bukunya, Endles Reproduction &#8211; dok. Haris Yulianto.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ucapan Melanie membawa saya mengenang film pertama bersama teman-teman. Perasaan yang tak terbebani, karena kami menyukai prosesnya. Nuansa kegembiraan itulah yang turut saya temukan dalam film &#8211; film yang diputar dalam perhelatan Glasgow Short Film Festival 2025 nantinya.<\/span><\/p>\n<p><b>Pengalaman Multikultural di Glasgow<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari terakhir saya di Cove Park, hujan turun. Pertama kalinya selama saya di Skotlandia. Perasaan kosong melanda. Meski sejenak, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cove Park<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memberikan pengalaman mendalam. Selain saya mendapatkan ide untuk merombak struktur cerita film pendek baru saya, tempat ini seolah menjadi tempat istirahat untuk saya menyegarkan pemikiran dan mengenal kembali diri saya. Bertemu dengan teman-teman seniman lintas budaya, para perempuan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">powerful<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan mereka sangat menyambut baik saya, sebagai satu-satunya laki &#8211; laki yang residensi saat itu membuat saya terharu dan memahami bagaimana rasa kolektif antar seniman meleburkan batas gender dan suku bangsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di minggu kedua, saya pindah ke kota Glasgow. Kesan pertama: multikultural. Saya yang kini menjadi minoritas justru merasa gembira\u2014tanda bahwa saya akan bertemu banyak orang dari latar belakang beragam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang kemudian membuat saya kian jatuh hati adalah fasilitas arsip yang luar biasa. Kerja &#8211; kerja pengarsipan yang saya temui di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Scottish Screen Archive <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sungguh sangat mendorong saya untuk melakukan hal serupa di Kota Semarang. Selain film dokumenter sejarah penting Kota Glasgow, beragam materi audio visual seperti film pendek komunitas, hasil produksi kine kampus, hingga video ajar pengenalan sinematografi turut diarsip lengkap dengan dokumen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shotlist <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tiap detik, sinopsis dan informasi siapa orang &#8211; orang yang mengerjakan di baliknya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9345\" aria-describedby=\"caption-attachment-9345\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9345 size-large\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/opening-glasgow-short-film-festival-2025-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/opening-glasgow-short-film-festival-2025-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/opening-glasgow-short-film-festival-2025-300x200.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/opening-glasgow-short-film-festival-2025-768x513.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/opening-glasgow-short-film-festival-2025.jpg 1500w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9345\" class=\"wp-caption-text\">Menghadiri Opening Glasgow Short Film Festival 2025 &#8211; dok. Ingrid Mur, Glasgow Short Film Festival 2025.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Glasgow Short Film Festival adalah festival internasional pertama yang saya hadiri dengan membawa film sendiri. Festival yang sangat intim, berkenalan dan berbincang hingga larut malam mengenai film &#8211; film yang barusan ditonton bersama. Saya gembira bisa bertemu pembuat film dari berbagai negara dan bertukar referensi. Aktivitas inilah yang kembali mengisi daya semangat untuk mengeksplorasi ragam tutur sinema dari berbagai negara. Kesenangan ini juga mengubah cara saya menikmati film: dari yang semula fokus pada cerita dan konteks, kini juga perlahan menikmati pengalaman menonton film itu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Ingat Untuk Bergembira<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semangat independen saya rasakan di film-film yang disajikan Glasgow Short FIlm Festival 2025. Bukan soal minimnya budget, tapi <\/span>kegembiraan dan ketulusan dalam mengolah cerita<span style=\"font-weight: 400;\">. Keberpihakan yang utuh. Eksperimen bentuk tak terpaku nilai produksi tinggi, namun ketulusan berkarya adalah nilai produksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu sendiri.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9343\" aria-describedby=\"caption-attachment-9343\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9343 size-large\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/qna-program-kompetisi-internasional-haris-at-glasgow-1024x782.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"782\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/qna-program-kompetisi-internasional-haris-at-glasgow-1024x782.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/qna-program-kompetisi-internasional-haris-at-glasgow-300x229.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/qna-program-kompetisi-internasional-haris-at-glasgow-768x587.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/qna-program-kompetisi-internasional-haris-at-glasgow-1536x1173.jpg 1536w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/qna-program-kompetisi-internasional-haris-at-glasgow-2048x1564.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9343\" class=\"wp-caption-text\">Sesi tanya jawab Program Kompetisi Internasional Sutradara Frake, Claire Elizabet &#8211; dok. Haris Yulianto.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang akhir perjalanan saya di Glasgow, hujan kembali turun. Sama seperti waktu saya meninggalkan Cove Park, penanda perpisahan. Menjadi minoritas dan jauh dari tempat tinggal, membuat saya lebih peduli mengenai makna kesendirian hingga mendorong saya untuk lebih menikmati tiap proses dan momen bersama dengan orang &#8211; orang di sekitar saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pengajar ekstrakurikuler film di SMA, percakapan dengan <\/span>Alia Ghafar<span style=\"font-weight: 400;\">\u2014yang juga seorang pengajar\u2014menginspirasi saya untuk mencari metode pengajaran yang tepat dan menyenangkan. Di tempatnya, negara menyusun silabus untuk anak sekolah. Berbagai materi seperti macam bentuk film pendek, termasuk eksperimental, sudah diajarkan ke teman-teman pelajar yang mengikuti ekstrakurikuler film.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang tak kalah seru, pertemuan saya dengan Matt Lloyd, Direktur Festival Glasgow Short Film Festival, juga memberikan kesan tersendiri. Sikap santainya selama mendekati dan saat festival mengajarkan saya untuk lebih tenang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah kamu senang akhirnya festival selesai dengan lancar?\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cEmm tentu. Saya selalu senang setiap saat,\u201djawab Matt sambil tertawa<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang mudah overthinking belajar dari Matt bahwa terkadang, kita hanya perlu menikmati proses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, dalam mempersiapkan perjalanan ini, saya dipenuhi ketakutan\u2014soal bahasa, soal bertahan hidup. Tapi saat perjalanan pulang, entah mengapa saya sudah <\/span>merindukan kota Glasgow yang menumbuhkan rasa <span style=\"font-weight: 400;\">nyaman untuk tumbuh dan belajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">James <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">film Ratcatcher <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tak akan setuju dengan statement\u00a0 dan kesan saya mengenai Glasgow, karena ia harus bertahan di sisi\u00a0 buruk perkotaan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Skotlandia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya malah berpikiran senyuman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">James <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terakhir adalah caranya mengelola kesedihan untuk tetap bertahan, ia tampak mengingatkan penonton untuk terus bertahan meski kehidupan kian tak memihak.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9344\" aria-describedby=\"caption-attachment-9344\" style=\"width: 1021px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9344 size-full\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/sesi-qna-indonesian-spice-route-at-glasgow.jpg\" alt=\"\" width=\"1021\" height=\"682\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/sesi-qna-indonesian-spice-route-at-glasgow.jpg 1021w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/sesi-qna-indonesian-spice-route-at-glasgow-300x200.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/sesi-qna-indonesian-spice-route-at-glasgow-768x513.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1021px) 100vw, 1021px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9344\" class=\"wp-caption-text\">Sesi Tanya Jawab Indonesian Spice Route &#8211; dok. Ingrid Mur, Glasgow Short Film Festival 2025.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Saya ingin menutup artikel ini dengan ucapan terima kasih:<\/p>\n<p>Untuk Kak Cika, yang mendorong saya berani melangkah lebih jauh\u2014saya akan terus tumbuh, Kak!<br \/>\nUntuk Kak Dyana dan tim Minikino, yang memberi kepercayaan kepada saya untuk bergabung di program Bali\u2013Glasgow Filmmaker and Programme Exchange.<br \/>\nUntuk Annisa Dewi, pasangan dan produser saya, yang mengajari saya masak nasi goreng dan membantu semua persiapan keberangkatan.<br \/>\nUntuk kawan-kawan dekat saya\u2014Ivan, Arfi, Intan, Gemma, Dimas, dan Gleinda\u2014terima kasih telah menjadi bagian penting dalam proses filmmaking saya hingga saat ini. Mari terus tumbuh dan berkarya bersama!<br \/>\nUntuk Mas Ucu, Mas Yogi, dan Mas Rizal, yang membekali saya dengan pengalaman mereka ke Eropa.<br \/>\nUntuk Mas Anggi Noen, yang memberi surat rekomendasi\u2014terima kasih sudah percaya.<\/p>\n<p>Terakhir, untuk Ibu saya<span style=\"font-weight: 400;\">, yang selalu mendoakan dan mengkhawatirkan anak laki-lakinya. Sedewasa apa pun saya, saya tetap anak kecil di matanya. <\/span><b>Love!<\/b><\/p>\n<p><b>Semarang, 14 April 2025<\/b><b><br \/>\n<\/b><b>Haris Yuliyanto<\/b><\/p>\n<p><em>editor: <a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/cika\">Fransiska Prihadi<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandara Internasional Edinburgh, 10 Maret 2025. Kondisi langit cukup gelap dan udara begitu dingin menusuk, padahal waktu setempat menunjukkan pukul 10.15 siang hari. Saya mencoba membuka telepon genggam sembari menunggu bagasi keluar\u2014temperatur udara menginjak angka satu derajat Celsius. Dingin yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya mengenakan jaket parasut hitam yang sengaja saya masukkan ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":96,"featured_media":9354,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","jnews_video_option_group":[[]],"override":[{"template":"2","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_podcast_option":[],"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[644,648,652,650,647,653,651,649],"jnews-series":[],"class_list":["post-9340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-notes","tag-collaboration","tag-connectionthroughculture","tag-covepark","tag-glasgow","tag-residency","tag-scotland","tag-shortfilms","tag-thebritishcouncil"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bandara Internasional Edinburgh, 10 Maret 2025. Kondisi langit cukup gelap dan udara begitu dingin menusuk, padahal waktu setempat menunjukkan pukul 10.15 siang hari. Saya mencoba membuka telepon genggam sembari menunggu bagasi keluar\u2014temperatur udara menginjak angka satu derajat Celsius. Dingin yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya mengenakan jaket parasut hitam yang sengaja saya masukkan ke [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-06T10:40:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-09T02:51:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/glasgow-sff-Photo-by-Ingrid-Mur.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1367\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Haris Yuliyanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Haris Yuliyanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/\"},\"author\":{\"name\":\"Haris Yuliyanto\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/8a0414a368c385fd97206c4d1a2aed9f\"},\"headline\":\"Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow\",\"datePublished\":\"2025-05-06T10:40:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-09T02:51:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/\"},\"wordCount\":1655,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/glasgow-sff-Photo-by-Ingrid-Mur.jpg\",\"keywords\":[\"collaboration\",\"ConnectionThroughCulture\",\"CovePark\",\"Glasgow\",\"Residency\",\"Scotland\",\"ShortFilms\",\"TheBritishCouncil\"],\"articleSection\":[\"NOTES\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/\",\"name\":\"Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/glasgow-sff-Photo-by-Ingrid-Mur.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-06T10:40:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-09T02:51:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/8a0414a368c385fd97206c4d1a2aed9f\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/glasgow-sff-Photo-by-Ingrid-Mur.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/glasgow-sff-Photo-by-Ingrid-Mur.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1367,\"caption\":\"Opening di Glasgow Short Film Festival - dok. Ingrid Mur\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/8a0414a368c385fd97206c4d1a2aed9f\",\"name\":\"Haris Yuliyanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/haris-yuliyanto_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/haris-yuliyanto_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Haris Yuliyanto\"},\"description\":\"Haris adalah pembuat film dan pengajar ekstrakurikuler film di SMA di Semarang. Terinspirasi dari latar keluarganya sebagai pelaut, ia banyak mengeksplorasi isu kemaritiman dan sosial. Film debutnya, Berlabuh (Anchoring), masuk kompetisi di Internationale Kurzfilmtage Oberhausen 2021. Karya terbarunya, Pelabuhan Berkabut (Fish, Please!), mengangkat isu bencana ekologis di pesisir Semarang.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/harishyuliyanto\/\"],\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/harisyuliyanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow - Minikino Articles","og_description":"Bandara Internasional Edinburgh, 10 Maret 2025. Kondisi langit cukup gelap dan udara begitu dingin menusuk, padahal waktu setempat menunjukkan pukul 10.15 siang hari. Saya mencoba membuka telepon genggam sembari menunggu bagasi keluar\u2014temperatur udara menginjak angka satu derajat Celsius. Dingin yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya mengenakan jaket parasut hitam yang sengaja saya masukkan ke [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2025-05-06T10:40:19+00:00","article_modified_time":"2025-05-09T02:51:04+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1367,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/glasgow-sff-Photo-by-Ingrid-Mur.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Haris Yuliyanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Haris Yuliyanto","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/"},"author":{"name":"Haris Yuliyanto","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/8a0414a368c385fd97206c4d1a2aed9f"},"headline":"Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow","datePublished":"2025-05-06T10:40:19+00:00","dateModified":"2025-05-09T02:51:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/"},"wordCount":1655,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/glasgow-sff-Photo-by-Ingrid-Mur.jpg","keywords":["collaboration","ConnectionThroughCulture","CovePark","Glasgow","Residency","Scotland","ShortFilms","TheBritishCouncil"],"articleSection":["NOTES"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/","name":"Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/glasgow-sff-Photo-by-Ingrid-Mur.jpg","datePublished":"2025-05-06T10:40:19+00:00","dateModified":"2025-05-09T02:51:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/8a0414a368c385fd97206c4d1a2aed9f"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/glasgow-sff-Photo-by-Ingrid-Mur.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/glasgow-sff-Photo-by-Ingrid-Mur.jpg","width":2048,"height":1367,"caption":"Opening di Glasgow Short Film Festival - dok. Ingrid Mur"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/tempat-yang-pelan-pelan-mengajarkan-banyak-hal-cerita-dari-glasgow\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tempat yang Pelan-Pelan Mengajarkan Banyak Hal: Cerita dari Glasgow"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/8a0414a368c385fd97206c4d1a2aed9f","name":"Haris Yuliyanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/haris-yuliyanto_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/haris-yuliyanto_avatar-96x96.jpg","caption":"Haris Yuliyanto"},"description":"Haris adalah pembuat film dan pengajar ekstrakurikuler film di SMA di Semarang. Terinspirasi dari latar keluarganya sebagai pelaut, ia banyak mengeksplorasi isu kemaritiman dan sosial. Film debutnya, Berlabuh (Anchoring), masuk kompetisi di Internationale Kurzfilmtage Oberhausen 2021. Karya terbarunya, Pelabuhan Berkabut (Fish, Please!), mengangkat isu bencana ekologis di pesisir Semarang.","sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/harishyuliyanto\/"],"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/harisyuliyanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/96"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9340"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9362,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9340\/revisions\/9362"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9340"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=9340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}