{"id":9422,"date":"2025-06-10T17:02:31","date_gmt":"2025-06-10T09:02:31","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=9422"},"modified":"2025-06-11T15:50:54","modified_gmt":"2025-06-11T07:50:54","slug":"memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/","title":{"rendered":"Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ih, kok anaknya dibiarin nonton YouTube?! Ga takut terekspos konten tak pantas?&#8221; Sebuah komen di salah satu postingan pesohor ini adalah komen template di media sosial untuk mengomentari perilaku anak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">zaman now<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada postingan parenting di akun yang lain, salah satu komen yang muncul seperti ini: &#8220;Anak saya mau jadi YouTuber, itu ada masa depannya nggak ya?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Familiar dengan komen-komen tersebut?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang ibu dan mantan guru di sekolah, berikut ini berbagai siasat yang ingin saya bagi. Untuk si bungsu yang masuk gen Alpha, kami sering melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open discussion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, membahas konten-konten di YouTube, apapun genrenya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga sering memberi masukan: lebih baik menonton video panjang bukan short video agar tidak memiliki <em>short attention span<\/em>, yang akan berimbas kurang baik pada pertumbuhan kognitif dan konsentrasinya. Namun, seiring cepatnya perkembangan teknologi digital, apa saya mengeluh dan berhenti hanya sampai sana, atau mengikuti arus? Semesta ternyata mendukung saya untuk tak berhenti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Workshop Penggunaan Film Pendek Untuk Tenaga Pendidik<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertengahan Maret lalu, saya beruntung menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">observer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (pengamat) Workshop Penggunaan Film Pendek untuk Tenaga Pendidik yang diselenggarakan oleh Minikino, sebagai lanjutan dari riset Yayasan Kino Media sejak 2023, dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan tahun 2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Workshop yang saya hadiri ini adalah workshop kedua yang diadakan, merespons workshop pertama yang mendapat antusiasme cukup besar, diikuti peserta tenaga pendidik tingkat sekolah dasar di Kota Denpasar, dengan tujuan memperkenalkan metode kreatif menggunakan film pendek sebagai alat bantu pembelajaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasar modul yang saya dapatkan saat itu, ternyata saya punya keberuntungan lagi. Ada kesempatan <em>real<\/em> untuk mempraktikkan modul tersebut saat workshop, dengan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (dir. Alex Murawski, 2016) dan film stop-motion animation <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mogu &amp; Perol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (dir. Tsuneo Goda, 2018).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Praktik Literasi Film Bersama SD Salam Yogyakarta dan mahasiswa UNY\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada hari Kamis, 24 April lalu, sebagai orang tua kelas, saya mengajukan diri memimpin praktik literasi yang saya dapat dari workshop bersama Minikino bersama peserta didik kelas 5 SD Salam Yogyakarta, kelas di mana bungsu saya, Dydy belajar.\u00a0 Fokus workshop ini lebih kepada literasi dan empat aspek analisis utama pada modul, yaitu tokoh, cerita, audio, dan visual.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat kondisi kelas dengan siswa yang jumlahnya tak banyak dan ketika itu dihadiri beberapa mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sedang studi observasi di kelas, saya menyesuaikan alur acara. Tak seratus persen sama dengan modulnya, karena dari segi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sound<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya pun sangat standar, bukan seperti di ruang bioskop.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengawali acara hari itu, saya menguji peserta yang hadir dengan pemantik film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jumbo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Ryan Adriandhy, Indonesia, 2025) yang baru mereka tonton seminggu sebelumnya. Saya bertanya jawab tentang tokoh, cerita, audio, dan visual film tersebut. Ternyata kadar pengetahuan dan pemahaman mereka tentang film cukup baik. Ada yang tahu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stop motion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, animasi, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">voice over<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, jembatan diskusi kami sebelum ke materi inti saya isi dengan tanya jawab tentang baik buruk YouTube, sebagai pengantar bahwa kedua film yang akan ditonton itu ada di YouTube dan mudah diakses. Jadi, pada momen itu saya menyampaikan bahwa di dalam dunia YouTube, film bermakna yang bisa jadi media belajar sesungguhnya tersedia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film pertama yang diputar adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebelum dimulai, saya minta siswa dan mahasiswa yang hadir untuk mengamati tokoh utama dan ceritanya. Suasana mendadak hening, disertai celetukan beberapa siswa di tengah tayangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Ending<\/em> yang cukup mengejutkan dengan seruan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jadi pembuka diskusi: &#8220;Wah, kertasnya bukan cuma dikunyah, tapi dimakan.&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Aku kira dia akan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">confess<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mungkin dengan begitu, dia jadi diterima teman-temannya. Apalagi cewe yang ditaksir ikut bertepuk tangan, dan tersenyum.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya terkejut, karena untuk adegan <em>ending<\/em> saja, persepsi setiap orang berbeda-beda. Lalu, kami membahas adegan per adegan: &#8220;Kukira di adegan pertama, dia akan dibully teman-temannya. Ternyata nggak, ya.&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ya, karena nggak ada yang bully dia.&#8221; Semua yang hadir pun mengangguk-angguk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Pelatihnya saja kasi kesempatan dia untuk terlibat, tapi ya dia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overweight<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan ketinggalan di permainan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ya, meski dia udah usaha dengan nge-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gym<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, susah juga dia mengejar kemampuan teman-temannya.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peserta workshop yang lain juga urun berkomentar: &#8220;Kayaknya dia marah tuh waktu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cewek<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditaksir diajak pulang sama temen cowo yang lain, makanya snacknya dibuang.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tapi, ketika ada kesempatan berdua, dia pun nggak berani ngomong. Eh aku kira dia ngomong, tapi ternyata suara temannya itu.&#8221; Pendapat itu terus bergulir seputar tokoh dan cerita film, meski dengan catatan, tak semua siswa mampu menonton film berbahasa Inggris tanpa subtitle.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9424\" aria-describedby=\"caption-attachment-9424\" style=\"width: 727px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-9424\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.26.27-300x226.jpeg\" alt=\"\" width=\"727\" height=\"548\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.26.27-300x226.jpeg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.26.27-1024x771.jpeg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.26.27-768x578.jpeg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.26.27-1536x1156.jpeg 1536w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-10-at-16.26.27-2048x1541.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 727px) 100vw, 727px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9424\" class=\"wp-caption-text\">Literasi Film Bersama SD Salam Yogyakarta dan mahasiswa UNY (dok. Ivy Sujana)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya sendiri, film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kuat menggambarkan isu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">body shaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, baik dari tokoh dan jalan ceritanya sehingga tanpa subtitle pun, tak terlalu mengganggu keasyikan menonton peserta workshop.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk film kedua, metode saya berbeda. Saya mengadakan eksperimen kecil. Pada pemutaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mogu &amp; Perol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, beberapa mahasiswa yang hadir menutup matanya dan beberapa siswa kelas 5 menutup telinganya. Setelah itu kami mendiskusikannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fasilitator (sebutan untuk guru\/pendamping) kelas ini malah seketika berkomentar begitu film usai: &#8220;Ternyata sulit banget nonton yang animasi, tidak disertai suara [karena menutup telinga]. Jadi tidak bisa menikmati.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Nggak ngerti ceritanya, apalagi nggak ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">subtitle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, cuma tahu masak aja, lalu apa lagi nggak paham.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kalau aku yang cuma dari suara malah nggak ngerti itu film apa. Tahunya film Jepang dan kayaknya ada masak-memasak.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa yang menutup matanya malah menyimpulkan film ini cerita anak dan monster. Ada juga yang bilang tokoh di film ada tiga dan ada adegan aktivitas masak memasak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara dari siswa, pendapat mereka serupa tapi tak sama. Dydy yang menutup telinganya, menikmati film hanya dari visual, bilang itu hanya film masak memasak. Temannya yang menutup matanya, bilang dia tahu film yang ditonton film Jepang, ada suasana malam hari karena ada ucapan selamat malam dalam bahasa Jepang, serta kegiatan masak memasak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, film diputar lagi dengan semua bisa menonton secara audio dan visual. Seruan penonton bersahutan satu sama lain, karena mereka jadi tahu film sebenarnya seperti apa. Barulah, kami mendiskusikan bagaimana pertemanan Mogu dan Perol yang menjadi inti ceritanya. Pengalaman ini merubah kesan peserta tentang film: Kalau Perol mau makan, dia seharusnya ikut membantu menyiapkan atau nanti menolong membereskan alat masak dan makan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya mencetuskan apakah ini seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simbiosis parasitisme<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau dengan istilah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> toxic relationship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sempat ada yang berujar, &#8220;Mogu pun nggak punya teman. Jadi dengan adanya Perol, meski minta makan terus, Mogu jadi nggak kesepian.&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Obrolan berlanjut tentang buah berry yang sangat asam saat Perol makan langsung dari pohonnya, tetapi nikmat ketika sudah jadi kue. Hal tersebut menuai kesimpulan ada jenis makanan yang memang perlu diproses dahulu baru keluar manfaatnya, atau jadinya tidak meracuni, seperti wortel, kentang, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diskusi film di kelas 5 hari itu diakhiri dengan dorongan saya tentang eksplorasi film produksi Dwarf yang mengeluarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mogu &amp; Perol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, supaya para siswa bisa menikmati tayangan menarik yang lain. Saya menyampaikan data bahwa Tsuneo Goda, si sutradara, melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">take<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> 24 kali pengambilan gambar, hanya untuk adegan 1 detik saja, yang lalu digabungkan. Saya kemudian bertanya: berarti, perlu berapa ribu pengambilan gambar untuk membuat film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mogu &amp; Perol <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang lamanya 8 menit?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesi menonton film pendek untuk pengayaan literasi hari itu usai sudah. Meski saya hanya bisa membersamai mereka sekali tanpa memberi tugas lanjutan, akan tetapi bagaimana mereka berdialog dan bisa memberi pendapat telah mewujudkan praktik literasi terutama dalam memahami, menginterpretasikan, berpikir kritis, serta mengkomunikasikannya dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><b>Memetik Manfaat Berkembangnya Teknologi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila\u00a0para mahasiswa yang sedang studi observasi di kelas dan beberapa fasilitator merasa banyak belajar dan mendapat masukan tentang keberagaman media pembelajaran di kelas, saya pribadi mendapat insight tersendiri sebagai orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila kita membuka peluang dan mengeksplorasi teknologi, seperti penggunaan media film pendek di platform YouTube, selalu ada celah dan cara yang mampu menghasilkan manfaat bagi banyak orang, terutama sebagai media pembelajaran bagi gen Alpha yang sangat visual.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan teknologi tak melulu harus ditakuti dan ujung-ujungnya dibenci &#8216;kan? Sungguh beruntung saya pernah belajar dari Minikino tentang hal tersebut.<\/span><\/p>\n<h6>Editor: <a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/nataniaa\/\">Nathania Marcella<\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Ih, kok anaknya dibiarin nonton YouTube?! Ga takut terekspos konten tak pantas?&#8221; Sebuah komen di salah satu postingan pesohor ini adalah komen template di media sosial untuk mengomentari perilaku anak zaman now.\u00a0 Pada postingan parenting di akun yang lain, salah satu komen yang muncul seperti ini: &#8220;Anak saya mau jadi YouTuber, itu ada masa depannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":9430,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","jnews_video_option_group":[[]],"override":[{"template":"2","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_podcast_option":[],"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[101,655,654,641],"jnews-series":[],"class_list":["post-9422","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-notes","tag-film-pendek","tag-literasi-film-pendek","tag-pendidikan-kreatif","tag-workshop-guru"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&#8220;Ih, kok anaknya dibiarin nonton YouTube?! Ga takut terekspos konten tak pantas?&#8221; Sebuah komen di salah satu postingan pesohor ini adalah komen template di media sosial untuk mengomentari perilaku anak zaman now.\u00a0 Pada postingan parenting di akun yang lain, salah satu komen yang muncul seperti ini: &#8220;Anak saya mau jadi YouTuber, itu ada masa depannya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-10T09:02:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-11T07:50:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/54281500019_1d6a205db1_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ivy Sudjana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ivy Sudjana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ivy Sudjana\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7d0dc4bcbe45ef45be77c76a4dcf77a2\"},\"headline\":\"Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual\",\"datePublished\":\"2025-06-10T09:02:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-11T07:50:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/\"},\"wordCount\":1283,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/54281500019_1d6a205db1_k.jpg\",\"keywords\":[\"film pendek\",\"Literasi Film Pendek\",\"Pendidikan kreatif\",\"workshop guru\"],\"articleSection\":[\"NOTES\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/\",\"name\":\"Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/54281500019_1d6a205db1_k.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-10T09:02:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-11T07:50:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7d0dc4bcbe45ef45be77c76a4dcf77a2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/54281500019_1d6a205db1_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/54281500019_1d6a205db1_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365,\"caption\":\"Workshop untuk Tenaga Pendidik yang diadakan Minikino bulan Januari 2025 (dok. Felix Rio)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7d0dc4bcbe45ef45be77c76a4dcf77a2\",\"name\":\"Ivy Sudjana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/02\/ivysudjana_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/02\/ivysudjana_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Ivy Sudjana\"},\"description\":\"Penulis kelahiran Jakarta yang kini tinggal di Denpasar. Aktif menulis cerpen dan puisi sejak kecil, Ivy mulai serius menulis setelah menjadi ibu dari dua anak, salah satunya penyandang autistik. Pernah menjadi blogger di ivyberbagi.wordpress.com dan jurnalis warga di Balebengong.id sejak 2011. Saat ini tergabung dalam tim workshop Puan Menulis, tim Media dan Jaringan Srikandi Lintas Iman-Yogyakarta, serta pernah menjadi penulis di seide.id dan Opinia. Tulisannya telah dimuat di berbagai media, seperti Neswa.id, Islami.co, dan Mubadalah. Karyanya hadir dalam sejumlah antologi, serta novel Atma untuk Akcaya dan buku anak Mereka Hanya Berbeda, yang mengangkat kisah individu autistik.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/ivysudjana\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual - Minikino Articles","og_description":"&#8220;Ih, kok anaknya dibiarin nonton YouTube?! Ga takut terekspos konten tak pantas?&#8221; Sebuah komen di salah satu postingan pesohor ini adalah komen template di media sosial untuk mengomentari perilaku anak zaman now.\u00a0 Pada postingan parenting di akun yang lain, salah satu komen yang muncul seperti ini: &#8220;Anak saya mau jadi YouTuber, itu ada masa depannya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2025-06-10T09:02:31+00:00","article_modified_time":"2025-06-11T07:50:54+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/54281500019_1d6a205db1_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ivy Sudjana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ivy Sudjana","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/"},"author":{"name":"Ivy Sudjana","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7d0dc4bcbe45ef45be77c76a4dcf77a2"},"headline":"Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual","datePublished":"2025-06-10T09:02:31+00:00","dateModified":"2025-06-11T07:50:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/"},"wordCount":1283,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/54281500019_1d6a205db1_k.jpg","keywords":["film pendek","Literasi Film Pendek","Pendidikan kreatif","workshop guru"],"articleSection":["NOTES"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/","name":"Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/54281500019_1d6a205db1_k.jpg","datePublished":"2025-06-10T09:02:31+00:00","dateModified":"2025-06-11T07:50:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7d0dc4bcbe45ef45be77c76a4dcf77a2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/54281500019_1d6a205db1_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/06\/54281500019_1d6a205db1_k.jpg","width":2048,"height":1365,"caption":"Workshop untuk Tenaga Pendidik yang diadakan Minikino bulan Januari 2025 (dok. Felix Rio)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/memetik-manfaat-dari-menonton-film-pendek-untuk-media-literasi-anak-anak-era-visual\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memetik Manfaat dari Menonton Film Pendek untuk Media Literasi Anak-Anak Era Visual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/7d0dc4bcbe45ef45be77c76a4dcf77a2","name":"Ivy Sudjana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/02\/ivysudjana_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/02\/ivysudjana_avatar-96x96.jpg","caption":"Ivy Sudjana"},"description":"Penulis kelahiran Jakarta yang kini tinggal di Denpasar. Aktif menulis cerpen dan puisi sejak kecil, Ivy mulai serius menulis setelah menjadi ibu dari dua anak, salah satunya penyandang autistik. Pernah menjadi blogger di ivyberbagi.wordpress.com dan jurnalis warga di Balebengong.id sejak 2011. Saat ini tergabung dalam tim workshop Puan Menulis, tim Media dan Jaringan Srikandi Lintas Iman-Yogyakarta, serta pernah menjadi penulis di seide.id dan Opinia. Tulisannya telah dimuat di berbagai media, seperti Neswa.id, Islami.co, dan Mubadalah. Karyanya hadir dalam sejumlah antologi, serta novel Atma untuk Akcaya dan buku anak Mereka Hanya Berbeda, yang mengangkat kisah individu autistik.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/ivysudjana\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9422","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9422"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9422\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9434,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9422\/revisions\/9434"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9422"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=9422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}