{"id":9535,"date":"2025-08-15T15:45:38","date_gmt":"2025-08-15T07:45:38","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=9535"},"modified":"2025-08-15T17:14:16","modified_gmt":"2025-08-15T09:14:16","slug":"korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/","title":{"rendered":"KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Workshop KORINCO menjadi wadah pertemuan antar budaya dari negara Korea Selatan, Indonesia, dan Kolombia melalui animasi stop motion. Workshop KORINCO dirancang untuk anak-anak umur 10-12 tahun. Anak-anak diajak untuk mengenal budaya satu sama lain lewat makanan, permainan tradisional, sejarah, dan bahasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada Juli 2023, saya bersama tiga anak lain dari Indonesia sempat menjadi peserta Workshop KORINCO yang pertama bertemakan \u201cdessert\u201d (hidangan setelah makan). Saya mendaftarkan diri menjadi peserta karena ingin menjadi animator dan mempelajari tentang animasi stop motion. Di workshop tersebut selain belajar tentang stop motion, saya juga memperkenalkan makanan tradisional dari Indonesia, seperti kue crorot dan kue bantal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Juli tahun 2025 adalah pelaksanaan KORINCO yang ketiga. Saya mengajukan diri untuk menulis artikel tentang Workshop KORINCO. Sebagai seorang pengamat, saya merasakan nostalgia pengalaman sebagai peserta di KORINCO tahun 2023. Menulis artikel KORINCO membuat saya bisa menambah keterampilan menulis. Dalam menulis artikel KORINCO ini, saya mempraktekkan paraphrasing dan riset yang saya pelajari di organisasi Roots di sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KORINCO ketiga di Indonesia dilaksanakan selama tiga hari dari Rabu, 9 Juli 2025 hingga Jumat, 11 Juli 2025. Acara yang diselenggarakan oleh Minikino tersebut berlokasi di Mash Denpasar dan diikuti oleh empat peserta.\u00a0Tema dari KORINCO ketiga adalah \u201cMuseum\u201d; yang akan mengenal koleksi-koleksi dari masing-masing negara.<\/span><\/p>\n<p><b>Sejarah KORINCO<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ide awal dari KORINCO adalah \u201cLet&#8217;s Draw Cinema\u201d, merupakan proyek kolaborasi yang digagas Minikino, Indonesia dengan SESIFF (Seoul International Extreme-Short Image &amp; Film Festival) yang diadakan tahun 2022. Dilihat dari namanya, \u201cLet&#8217;s Draw Cinema\u201d berarti \u201cAyo Gambar Sinema\u201d, merupakan kegiatan menggambar setelah menonton film pendek yang diikuti oleh anak-anak di Indonesia dan Korea Selatan. Acara tersebut berlangsung dalam waktu yang sama secara langsung melalui live video.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara \u201cLet&#8217;s Draw Cinema\u201d berjalan sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk dari Bogoshorts (Bogota Short Film Festival). Ketertarikan Bogoshorts untuk ikut acara \u201cLet\u2019s Draw Cinema\u201d terhalang perbedaan waktu. Indonesia dan Korea Selatan memiliki perbedaan waktu satu jam sehingga<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> live video<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa dilakukan. Sedangkan Kolombia memiliki perbedaan waktu dua belas hingga tiga belas jam sehingga tidak memungkinkan mengikuti konsep \u201cLet\u2019s Draw Cinema\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut penjelasan dalam video <\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=xqdp8m7oX74\"><span style=\"font-weight: 400;\">Behind The Scene KORINCO pertama<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ketiga festival mengadakan pertemuan di Clermont-Ferrand (Clermont-Ferrand Short Film Festival) untuk membicarakan bagaimana merancang kegiatan di mana Kolombia bisa ikut berkolaborasi. Lalu lahirlah ide untuk membuat program animasi pendek secara kolektif disebut KORINCO\u2013Korea Indonesia Colombia. Animasi stop motion KORINCO memiliki tiga tokoh utama, yaitu Komodo dari Indonesia, Beruang Berkacamata dari Kolombia, dan Harimau dari Korea Selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program pembuatan animasi pendek secara kolektif ini melibatkan anak-anak dari Korea Selatan, Indonesia, dan Kolombia. Mereka membuat stop motion di negara masing-masing. Dari cerita yang utuh, scene dibagi-bagikan untuk masing-masing negara. Lalu hasil stop motion yang dibuat dikumpulkan, dan diedit menjadi film.<\/span><\/p>\n<p><b>Perkenalan KORINCO Museum<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pagi hari tanggal 9 Juli 2025, empat peserta KORINCO Museum hadir di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Art House Cinema <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">MASH Denpasar untuk mengikuti workshop. Acara ini dimulai dengan perkenalan para peserta, yaitu Dydy, Azam, Kenan, dan Mang Agus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, para peserta KORINCO diperkenalkan tentang negara Kolombia, Korea Selatan, dan Indonesia yang dipandu oleh Kak Cika. Peserta jadi mengenal Kolombia terletak di Amerika Selatan, Korea Selatan terletak di Asia Timur, dan Indonesia terletak di Asia Tenggara. Perbedaan benua dari ketiga negara berpengaruh pada waktu dan iklim. Ketiga Negara ini juga memiliki bahasa yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah sesi perkenalan, mereka menonton film hasil workshop dan video BTS (Behind The Scene) KORINCO kedua yang berlangsung pada tahun 2024. BTS KORINCO kedua menunjukkan proses anak-anak peserta KORINCO kedua membuat stop motion. Video ini ditunjukkan agar para peserta tahu apa saja yang akan dilakukan nanti saat mengikuti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workshop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tentunya setelah menonton BTS, mereka menonton hasil film KORINCO kedua, KORINCO Games, yang bertemakan permainan tradisional. Dalam film tersebut, Indonesia memperkenalkan permainan egrang bambu, egrang batok kelapa, dan congklak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Belajar Animasi<\/b><\/p>\n<figure id=\"attachment_9544\" aria-describedby=\"caption-attachment-9544\" style=\"width: 1033px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9544 \" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.24.23_6e9b5c02-1-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"1033\" height=\"582\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.24.23_6e9b5c02-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.24.23_6e9b5c02-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.24.23_6e9b5c02-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.24.23_6e9b5c02-1.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1033px) 100vw, 1033px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9544\" class=\"wp-caption-text\">Pengenalan Animasi bersama Edo Wulia pada Workshop Korinco Museum (dok. I Made Suarbawa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih pada hari pertama Workshop KORINCO, para peserta diperkenalkan teknik animasi stop motion. Singkatnya, stop motion adalah jenis animasi dimana objek dimanipulasi secara fisik seolah-olah bergerak dengan sendirinya. Objeknya bergerak sedikit demi sedikit tiap frame yang ditangkap dengan kamera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam animasi, termasuk stop motion, ada yang namanya fps (frame per second), yaitu jumlah gambar yang ditampilkan per detik. Jumlah fps yang sering digunakan industri film adalah 24 fps, tetapi seringkali dianimasikan dengan cara \u201con twos\u201d atau \u201con threes\u201d, di mana satu gambar diduplikasi menjadi dua atau tiga gambar. Sehingga satu detik hanya membutuhkan 12 gambar atau 8 gambar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka juga mempelajari tentang perangkat animasi pra film, yaitu zoetrope dan lentera ajaib. Zoetrope adalah perangkat yang membuat ilusi gerak akibat pergantian cepat pada gambar. Para peserta melihat seperti apa bentuk zoetrope.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat zoetrope pertama diputar, gambarnya bergerak terbalik. \u201cEh, kudanya mundur!\u201d kata salah satu peserta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kak Edo, pengajar dan fasilitator workshop, yang baru menyadari terbaliknya gerak gambar segera memutar zoetrope ke arah sebaliknya. Rupanya zoetrope diputar ke arah berlawanan jarum jam. Sementara itu, lentera ajaib adalah jenis awal proyektor. Alat ini memproyeksikan gambar dari plat transparan, lewat satu lensa atau lebih, yang disinari oleh sumber cahaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Belajar Mengisi Suara<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mempelajari tentang gambar, para peserta juga mempelajari tentang suara. Mereka belajar tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">foley<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">voice acting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Foley<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah proses pengisian efek suara sehari-hari ke film, seperti suara angin, semak-semak, hewan, dan lain sebagainya yang menghasilkan bunyi. Sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">voice acting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah pengisian suara narasi dan karakter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar bisa mengisi suara untuk animasi, mereka berlatih dasar-dasar voice acting. Pertama, mereka pemanasan suara dibarengi latihan pernafasan. Mereka mulai dengan menyuarakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">a i u e o <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">secara cepat untuk melatih otot mulut. Selanjutnya adalah menarik nafas lalu menyuarakan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> a i u e o <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang panjang secara bergantian, kalau yang ini untuk melatih nafas saat sedang mengisi suara. Sesi ini dilanjutkan dengan pemanasan melenturkan lidah, yaitu dengan menggetarkan lidah berbunyi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">r<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan menggerakkan lidah keatas dan kebawah, kiri dan kanan, serta keluar dan masuk. Aktivitas ini terasa lucu, anak-anak pun tertawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bersenang-senang mempelajari voice acting, mereka berlatih mengisi suara dengan membaca narasi. Teks yang akan mereka baca adalah narasi tentang topeng sakral di Bali. Topeng-topeng tersebut ada Rangda, Barong, Barong Landung Jero Gede, dan Barong Landung Jero Luh. Tiap anak dapat satu narasi topeng yang harus mereka pelajari untuk dibaca.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam latihan membaca narasi, mereka mempelajari tentang pemahaman cerita dalam teks, intonasi dan cepat lambat saat membaca. Mereka juga mempelajari tentang ekspresi, emosi, dan bahasa tubuh.<\/span><\/p>\n<p><b>Produksi: Membuat Animasi &amp; Mengisi Suara<\/b><\/p>\n<figure id=\"attachment_9546\" aria-describedby=\"caption-attachment-9546\" style=\"width: 1031px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9546 \" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.14.09_2e832c3a-1-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"1031\" height=\"581\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.14.09_2e832c3a-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.14.09_2e832c3a-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.14.09_2e832c3a-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.14.09_2e832c3a-1.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1031px) 100vw, 1031px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9546\" class=\"wp-caption-text\">Latihan pemanasan suara bersama Safira Nusa Dewi (dok. I Made Suarbawa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari kedua Workshop KORINCO, Kamis, 10 Juli 2025, para peserta memulai sesi produksi animasi. Sebelum memulai proses produksi, mereka melihat dan mempelajari scene-scene yang akan mereka buat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film KORINCO Museum memiliki 20 scene, di mana scene-scene tersebut dibagikan untuk masing-masing negara. Scene-scene yang telah dibagikan ditandai dengan bendera negara KORINCO. Peserta workshop dari Indonesia mendapatkan 6 scene yang akan mereka kerjakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Scene yang akan dibuat pertama adalah scene 4. Mereka memilih scene itu karena lumayan sulit, sebab harus menggerakkan banyak sekali gambar. Ada ombak-ombak di background dan hewan-hewan yang sedang bermain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memproduksi animasi, peserta melakukan pembagian tugas. Ada satu orang yang menjadi operator untuk mengoperasikan software stop motion di komputer. Ada juga tiga orang yang menjadi animator untuk menggerakkan karakter tiap frame.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan imajinasi para peserta, mereka menggerakkan karakter-karakter tersebut tidak hanya sekedar berjalan atau bergoyang-goyang seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">storyboard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah disiapkan. Mereka menggerakkan kambing untuk berputar 360 derajat. Ada juga singa yang diseruduk dua kambing seolah-olah itu bola, lalu salah satu kambing itu dimakan singa lain. Selain itu, ada pula kura-kura yang terbalik tidak bisa berdiri. Saking rumitnya, satu scene itu memakan sekitar satu setengah jam dari perkiraan, melewati jam snack. Scene ini cukup menantang dan menguras tenaga para peserta, tetapi bagi mereka ini bagian yang paling asik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah istirahat dan menikmati kudapan, mereka lanjut membuat scene berikutnya. Mereka mengerjakan 5 scene selanjutnya dengan lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan scene 4. Di 5 scene tersebut hanya ada sedikit karakter serta gerakan yang lebih sederhana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum hari kedua berakhir, para peserta melakukan perekaman suara. Dimulai dengan merekam narasi topeng yang sudah dipelajari di hari pertama. Walau begitu, mereka mengalami kegugupan, sehingga ada yang lupa urutan karena ada yang menghafal, ada pula yang sampai sakit perut saking gugupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah sukses merekam narasi, anak-anak mulai merekam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">foley<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mereka membuat berbagai efek suara dengan mulut mereka seperti suara angin, suara hewan, bunyi lompat, bunyi mainan, suara semak-semak, suara tepuk tangan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">thinking bubble<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan sorakan \u201cYay!.\u201d Aktivitas itu menyenangkan, para peserta mengisi suara dengan ceria sambil tertawa-tawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Pergi ke Museum Bali<\/b><\/p>\n<figure id=\"attachment_9547\" aria-describedby=\"caption-attachment-9547\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9547 \" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.18.11_996728e8-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"577\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.18.11_996728e8-300x169.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.18.11_996728e8-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.18.11_996728e8-768x432.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-14.18.11_996728e8.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9547\" class=\"wp-caption-text\">Kunjungan dan perkenalan koleksi di Museum Bali (dok. Natania Marcella)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari ketiga, 11 Juli 2025, adalah hari yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Peserta KORINCO mengunjungi Museum Bali. Museum Bali adalah museum negara yang berada di Kota Denpasar. Koleksi di Museum Bali terdiri dari peninggalan manusia di masa lampau, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, kesenian, keagamaan, dan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka memulai kunjungan ke Gedung Tabanan di area Museum Bali untuk melihat-lihat koleksi topeng. Jenisnya ada topeng Barong Ket, Rangda, Barong Landung Jero Gede, dan Barong Landung Jero Luh. Dengan mempelajari topeng-topeng sakral, para peserta akan mengenal topeng-topeng yang akan mereka perkenalkan di film KORINCO yang mereka buat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesudah dari Gedung Tabanan, para peserta melanjutkan pengamatan koleksi ke gedung selanjutnya yaitu Gedung Karangasem dan Gedung Buleleng. Di Gedung Karangasem, ada koleksi yang berkaitan dengan ritual panca yadnya, sedangkan di Gedung Buleleng memiliki koleksi yang berkaitan dengan perkembangan kriya tekstil tradisional Bali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menjelajahi tiga gedung di Museum Bali, para peserta main tebak-tebakan topeng dari potongan gambar yang dipandu oleh Kak Pepen. \u201cIni gambar apa?!\u201d tanya Kak Pepen, sambil menunjukkan salah satu potongan gambar topeng di tangannya. Setelah permainan berakhir, mereka berkumpul untuk foto bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai acara penutup, peserta KORINCO dan orang tuanya berkumpul di MASH Art House Cinema<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk menerima laporan dari panitia<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tentang kegiatan yang sudah dilakukan selama tiga hari. Kemudian, mereka diundang dalam sesi wawancara untuk mendengarkan pendapat orang tua dan perasaan anak selama berlangsungnya kegiatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari wawancara Minikino dengan orang tua dan anak, alasan mengikuti Workshop KORINCO adalah untuk mengisi waktu liburan sekolah, serta ketertarikan dengan animasi. Menurut orang tua, manfaat Workshop KORINCO bagi anak adalah supaya bisa belajar keterampilan dan ilmu baru di luar sekolah. Selain Itu, menurut saya kegiatan ini bisa membuat para peserta mendapat teman yang baru dan kepercayaan diri tumbuh. Sebagai alumni, saya berharap Workshop KORINCO kedepannya selalu menjadi wadah pertemuan kreatif antara anak-anak Indonesia dengan anak-anak Korea Selatan dan Kolombia. Mereka juga mendapat kesempatan menunjukkan karya film mereka di Opening Minikino Film Week 11 (MFW11) pada tanggal 12 September 2025 mendatang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6><strong>Editor: <a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/nataniaa\/\">Natania Marcella <\/a><\/strong><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Workshop KORINCO menjadi wadah pertemuan antar budaya dari negara Korea Selatan, Indonesia, dan Kolombia melalui animasi stop motion. Workshop KORINCO dirancang untuk anak-anak umur 10-12 tahun. Anak-anak diajak untuk mengenal budaya satu sama lain lewat makanan, permainan tradisional, sejarah, dan bahasa. Pada Juli 2023, saya bersama tiga anak lain dari Indonesia sempat menjadi peserta Workshop [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":102,"featured_media":9545,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","jnews_video_option_group":[[]],"override":[{"template":"2","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_podcast_option":[],"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[1,6],"tags":[364,675,673,99,674],"jnews-series":[],"class_list":["post-9535","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-notes","tag-animasi","tag-education","tag-korinco","tag-minikino","tag-workshop-stop-motion"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Workshop KORINCO menjadi wadah pertemuan antar budaya dari negara Korea Selatan, Indonesia, dan Kolombia melalui animasi stop motion. Workshop KORINCO dirancang untuk anak-anak umur 10-12 tahun. Anak-anak diajak untuk mengenal budaya satu sama lain lewat makanan, permainan tradisional, sejarah, dan bahasa. Pada Juli 2023, saya bersama tiga anak lain dari Indonesia sempat menjadi peserta Workshop [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-15T07:45:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-15T09:14:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.25.58_c753e924-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1102\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"620\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Puspa Dewi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Puspa Dewi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/\"},\"author\":{\"name\":\"Puspa Dewi\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/f2670502cd0263526862b6205e5246fb\"},\"headline\":\"KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO\",\"datePublished\":\"2025-08-15T07:45:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-15T09:14:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/\"},\"wordCount\":1732,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.25.58_c753e924-1.jpg\",\"keywords\":[\"Animasi\",\"Education\",\"KORINCO\",\"Minikino\",\"Workshop Stop Motion\"],\"articleSection\":[\"ARTICLES\",\"NOTES\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/\",\"name\":\"KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.25.58_c753e924-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-15T07:45:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-15T09:14:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/f2670502cd0263526862b6205e5246fb\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.25.58_c753e924-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.25.58_c753e924-1.jpg\",\"width\":1102,\"height\":620,\"caption\":\"Pelaksanaan Workshop Korinco Museum (dok. I Made Suarbawa)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/f2670502cd0263526862b6205e5246fb\",\"name\":\"Puspa Dewi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/upabirus_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/upabirus_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Puspa Dewi\"},\"description\":\"Lahir di Denpasar tahun 2011, suka nonton film, membaca komik &amp; novel. Sedang belajar menulis dan menggambar untuk komik.\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/upabirus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO - Minikino Articles","og_description":"Workshop KORINCO menjadi wadah pertemuan antar budaya dari negara Korea Selatan, Indonesia, dan Kolombia melalui animasi stop motion. Workshop KORINCO dirancang untuk anak-anak umur 10-12 tahun. Anak-anak diajak untuk mengenal budaya satu sama lain lewat makanan, permainan tradisional, sejarah, dan bahasa. Pada Juli 2023, saya bersama tiga anak lain dari Indonesia sempat menjadi peserta Workshop [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2025-08-15T07:45:38+00:00","article_modified_time":"2025-08-15T09:14:16+00:00","og_image":[{"width":1102,"height":620,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.25.58_c753e924-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Puspa Dewi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Puspa Dewi","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/"},"author":{"name":"Puspa Dewi","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/f2670502cd0263526862b6205e5246fb"},"headline":"KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO","datePublished":"2025-08-15T07:45:38+00:00","dateModified":"2025-08-15T09:14:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/"},"wordCount":1732,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.25.58_c753e924-1.jpg","keywords":["Animasi","Education","KORINCO","Minikino","Workshop Stop Motion"],"articleSection":["ARTICLES","NOTES"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/","name":"KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.25.58_c753e924-1.jpg","datePublished":"2025-08-15T07:45:38+00:00","dateModified":"2025-08-15T09:14:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/f2670502cd0263526862b6205e5246fb"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.25.58_c753e924-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-15-at-15.25.58_c753e924-1.jpg","width":1102,"height":620,"caption":"Pelaksanaan Workshop Korinco Museum (dok. I Made Suarbawa)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/korinco-museum-2025-mengenal-koleksi-korinco\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KORINCO Museum (2025): Mengenal Koleksi KORINCO"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/f2670502cd0263526862b6205e5246fb","name":"Puspa Dewi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/upabirus_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/upabirus_avatar-96x96.jpg","caption":"Puspa Dewi"},"description":"Lahir di Denpasar tahun 2011, suka nonton film, membaca komik &amp; novel. Sedang belajar menulis dan menggambar untuk komik.","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/upabirus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/102"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9535"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9551,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9535\/revisions\/9551"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9545"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9535"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=9535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}