{"id":9553,"date":"2025-08-19T17:08:57","date_gmt":"2025-08-19T09:08:57","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=9553"},"modified":"2025-09-05T18:27:31","modified_gmt":"2025-09-05T10:27:31","slug":"blitzmusik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/","title":{"rendered":"Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun ini saya kembali mengisi Audio Description (AD) film-film yang dipilih untuk Inclusive Cinema pada Minikino Film Week (MFW) 11. Salah satu film yang saya isi adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blitzmusik<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Martin Amiot, Kanada, 2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang langsung menarik perhatian saya adalah sinopsis yang disertakan pada pengiriman audio film, untuk saya pelajari dan persiapkan lebih dahulu. Dua orang tentara di masa perang kehabisan amunisi dan saat itu yang bisa mereka temukan hanyalah alat musik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit banyak saya sudah dapat menduga bagaimana isi film ini, namun saya tetap tidak sabar untuk menekan tombol \u201cPlay\u201d dan mulai mendengarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suara ledakan, langkah-langkah kaki tergesa, serbuan suara tembakan, sengalan napas, seruan-seruan teredam. Sepanjang film, saya fokus mendengarkan detail suara film yang dicocokan dengan imajinasi di kepala. Seringkali, saya bisa sangat tidak sabaran untuk mendengarkan film, yang pendek sekali pun. Namun kali ini saya menunggu dengan lebih telaten dari biasanya, mencari-cari sesuatu yang bernada atau suara alat musik yang familier. Kendati di beberapa bagian terdengar sangat ambigu, tetapi tempo film yang cukup cepat membuat saya tidak bosan menunggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa saat, terdengar desingan gramofon. Saya yakin itu gramofon meskipun tidak melihat visualnya. Suara gesekan putaran piringan hitam yang beradu dengan tuas gramofon khas sekali, bukan? Dan lagu jazz klasik yang terdengar kemudian. Lalu desingan crash cymbal yang tak lama disusul ketukan snare berikut tom-tom dan floor tom. Saya semakin tertarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drum set dimainkan beberapa saat kemudian. Tensinya terhenti, lalu hi-hat dan bas menyelaraskan tempo lagu yang masih terputar di gramofon, disusul lengkingan terompet yang sekonyong-konyong dan entah dari siapa dan dimana. Kemudian ledakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin saya dengarkan, semakin saya menikmati film ini. Rasanya seperti mendengarkan film pendek favorit, menunggu-nunggu apa yang akan terjadi selanjutnya dan menanti-nantikan titik kulminasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memutar audio film ini dua kali, sambil bertanya-tanya deskripsi visual seperti apa yang akan saya temukan ketika rekaman AD nanti. Ini akan jauh lebih menarik dari film-film yang saya isi sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika proses perekaman deskripsi audio berlangsung, akhirnya saya mendapatkan konteks dari deskripsi visualnya. Rasanya seperti menemukan makna dari sebuah lagu yang tadinya asing. Audio film yang sangat atmosferik. Tensi yang dibawa dalam babak demi babak film, titik puncak yang tepat, dan akhir yang memungkasi keseluruhan sajian film ini dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mencoba mengingat-ingat, film pendek mana yang pernah membuat saya memiliki perasaan serupa saat mendengarnya untuk pertama kali? Sepertinya, perbandingan paling jauh yang bisa saya temukan adalah dengan mencocokan apa yang saya rasakan ketika mendengarkan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suli Storyboard <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Anggun Priambodo, 2023) film pendek yang juga saya kerjakan untuk MFW10 tahun lalu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika tempo film yang tepat membawa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dialog yang atmosferik, babak-babak yang intensif menanjak ke titik kulminasi, dan akhir sebagai penutup yang tuntas memungkasi premis film. Ini kesan yang beberapa kali saya temukan dalam film-film lainnya yang juga dibuatkan deskripsi audio oleh Minikino Film Week: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Amar Haikal, 2023),<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Blue Poetry<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Heri Fadli, 2023), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perfected Grammar <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Andrea Suwito, 2024), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Eden Junjung, 2022) serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Basri dan Salma dalam Komedi yang Terus Berputar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Khozy Rizal, 2023).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya saya mulai mendapatkan semacam pencerahan tentang alasan saya bisa mendengarkan beberapa film pendek dengan baik dan telaten. Ini perasaan yang juga membuat saya tidak sabar menikmati film yang lain\u2014baik yang belum dan yang sudah terisi AD.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua film yang saya sebutkan di atas adalah film-film pendek yang saya temukan pada festival MFW tiga tahun terakhir. Tidak ada satu pun yang punya genre yang sama. Durasinya pun berbeda-beda. Namun hanya film-film itu yang melekat lama dalam ingatan saya dari belasan film yang diputar pada Sinema Inklusif sepanjang tiga MFW terakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mendengarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suli Storyboard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Anggun Priambodo, 2023) untuk pertama kali, saya terdistraksi dengan narasi yang sudah sangat deskriptif sementara saya harus mengisi deskripsi audio untuk film ini. Yah, waktu itu saya belum menikmati film tersebut dengan baik sebab terjebak dengan premis utama pekerjaan saya sebagai pengisi AD. Pada akhirnya, saya bisa menikmati film itu setelah mendengarnya beberapa kali dan menyukainya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9558\" aria-describedby=\"caption-attachment-9558\" style=\"width: 995px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-9558\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/250726-AD_YUNI-12-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"995\" height=\"746\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/250726-AD_YUNI-12-300x225.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/250726-AD_YUNI-12-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/250726-AD_YUNI-12-768x576.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/250726-AD_YUNI-12-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/250726-AD_YUNI-12.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 995px) 100vw, 995px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9558\" class=\"wp-caption-text\">Proses rekaman Audio Description film pendek untuk MFW11 bersama talent tunanetra, di MASH Denpasar (dok. Saffira Nusa Dewi)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengarkannya ulang dengan atau tanpa AD tidak memberikan perasaan yang berbeda. Narasi baik, deskripsi cukup lengkap. Ada kedalaman nuansa dalam suara Anggun (Priambodo) di beberapa bagian dan tensi pada setiap babaknya. \u201cFilm yang seolah-olah bermain-main dengan ritme,\u201d jika mengutip Edo Wulia, ketika saya bertanya padanya perihal apa yang sebenarnya yang ingin disampaikan film tersebut.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blitzzmusik <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Martin Amiot, Kanada, 2024), tanpa deskripsi audio, dialog, dan narasi sama sekali bisa saya dengarkan tanpa distraksi. Film itu menyampaikan apa yang ingin disampaikan, dengan sedikit tedeng aling-aling,\u00a0 bahkan sebelum saya mengisi deskripsi film ini. Bahkan sebelum tulisan \u201cFUCK THOSE WARS\u201d disodorkan ke depan mata penonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menemukan film pendek yang bisa langsung saya sukai ketika mendengarnya untuk pertama kali, adalah kenikmatan yang sangat jarang saya rasakan. Karena itu, saya terus menelaah bagaimana beberapa film bisa dengan mudah meninggalkan kesan mendalam, bahkan sebelum diisi deskripsi audio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian pernah menonton film bagus? Bagaimana kalian membahasakan sebuah film bagus? Apa itu bisa disamakan dengan perasaan seperti melihat lukisan yang indah? Atau bisa terasa seperti mendengarkan lagu yang baik?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang saya khawatir ada bias dan pendapat yang kurang kuat akibat jarang mendapatkan \u201cdosis film pendek\u201d. Namun saya yakin tulisan ini adalah upaya membahasakan bagaimana film yang berbeda genre, berbeda nuansa bisa meninggalkan kesan yang nyaris serupa pada penonton non-visual seperti saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, film pendek tetap terasa dan bisa dinikmati dengan didengarkan. Mungkin seperti itu pula kawan-kawan tunanetra saya yang lain. Karena itulah, beberapa film bisa saya nikmati begitu saja tanpa visual, tanpa konteks yang jelas, tapi tetap terasa indah dan menyentuh. Seperti mendengarkan lagu berbahasa asing atau menikmati musik-musik instrumental.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak sedang membahas musik di dalam film, atau film yang menggunakan premis musik, atau sesuatu semacam itu. Saya sedang membicarakan kenikmatan yang lebih universal. Perihal tata suara yang apik, tone yang emosional, tempo yang tepat, titik puncak, dan intensi yang dibawa di setiap babak jika kita membicarakan film pendek. Beberapa film yang pernah saya dengarkan, dengan atau tanpa AD, teridentifikasi dan saya nikmati dengan cara ini, dan itu terasa seperti mendengarkan lagu yang terkomposisi dengan baik. Saya bisa betah mendengar dan mengulangnya tanpa visual maupun deskripsi audionya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, AD bukan bagian dari film, tidak akan pernah bisa menyampaikan isi film dengan atmosferik, atau membuat film menjadi lebih mudah dipahami. Namun deskripsi audio adalah alat agar film sampai ke kelompok yang tidak duduk di bangku utama bioskop, alat bantu agar konteks sinematik, suara, dan cerita tersampaikan pada mereka.<\/span><\/p>\n<p><strong>Editor: <a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/edowulia\/\">Edo Wulia<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahun ini saya kembali mengisi Audio Description (AD) film-film yang dipilih untuk Inclusive Cinema pada Minikino Film Week (MFW) 11. Salah satu film yang saya isi adalah Blitzmusik (Martin Amiot, Kanada, 2024). Hal pertama yang langsung menarik perhatian saya adalah sinopsis yang disertakan pada pengiriman audio film, untuk saya pelajari dan persiapkan lebih dahulu. Dua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":9554,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","jnews_video_option_group":[[]],"override":[{"template":"2","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":[],"jnews_podcast_series":null,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[273,676,677,115,485],"jnews-series":[],"class_list":["post-9553","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-audio-description","tag-blitzmusik","tag-martin-amiot","tag-short-film","tag-sinema-inklusif"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahun ini saya kembali mengisi Audio Description (AD) film-film yang dipilih untuk Inclusive Cinema pada Minikino Film Week (MFW) 11. Salah satu film yang saya isi adalah Blitzmusik (Martin Amiot, Kanada, 2024). Hal pertama yang langsung menarik perhatian saya adalah sinopsis yang disertakan pada pengiriman audio film, untuk saya pelajari dan persiapkan lebih dahulu. Dua [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-19T09:08:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-05T10:27:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/blitzmusik-1080p.mp4_snapshot_01.56.664.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"858\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Komang Yuni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Komang Yuni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/\"},\"author\":{\"name\":\"Komang Yuni\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850\"},\"headline\":\"Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik\",\"datePublished\":\"2025-08-19T09:08:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-05T10:27:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/\"},\"wordCount\":1070,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/blitzmusik-1080p.mp4_snapshot_01.56.664.jpg\",\"keywords\":[\"Audio Description\",\"Blitzmusik\",\"Martin Amiot\",\"short film\",\"sinema inklusif\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/\",\"name\":\"Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/blitzmusik-1080p.mp4_snapshot_01.56.664.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-19T09:08:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-05T10:27:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/blitzmusik-1080p.mp4_snapshot_01.56.664.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/blitzmusik-1080p.mp4_snapshot_01.56.664.jpg\",\"width\":2048,\"height\":858,\"caption\":\"Still Film Blitzmusik (2024) sutradara Martin Amiot, diproduksi di Canada\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850\",\"name\":\"Komang Yuni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/04\/ni-komang-yuni-lestari_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/04\/ni-komang-yuni-lestari_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Komang Yuni\"},\"description\":\"Komang Yuni Lahir di Gianyar Bali, namun nyaris separuh masa hidupnya dihabiskan di Denpasar. Sudah menggandrungi film-film pendek yang bagus dari 2023, dan terus berusaha menambah dosis film pendek sejak saat itu. Sekarang tengah menempuh studi Sosiologi di Universitas Brawijaya, sambil terus menulis yang terus dilakoninya sebagaimana ia bernapas.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.quora.com\/profile\/Komang-Yuni-2\/activity\",\"https:\/\/www.instagram.com\/komang_yuni_\/\"],\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/komangyuni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik - Minikino Articles","og_description":"Tahun ini saya kembali mengisi Audio Description (AD) film-film yang dipilih untuk Inclusive Cinema pada Minikino Film Week (MFW) 11. Salah satu film yang saya isi adalah Blitzmusik (Martin Amiot, Kanada, 2024). Hal pertama yang langsung menarik perhatian saya adalah sinopsis yang disertakan pada pengiriman audio film, untuk saya pelajari dan persiapkan lebih dahulu. Dua [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2025-08-19T09:08:57+00:00","article_modified_time":"2025-09-05T10:27:31+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":858,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/blitzmusik-1080p.mp4_snapshot_01.56.664.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Komang Yuni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Komang Yuni","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/"},"author":{"name":"Komang Yuni","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850"},"headline":"Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik","datePublished":"2025-08-19T09:08:57+00:00","dateModified":"2025-09-05T10:27:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/"},"wordCount":1070,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/blitzmusik-1080p.mp4_snapshot_01.56.664.jpg","keywords":["Audio Description","Blitzmusik","Martin Amiot","short film","sinema inklusif"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/","name":"Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/blitzmusik-1080p.mp4_snapshot_01.56.664.jpg","datePublished":"2025-08-19T09:08:57+00:00","dateModified":"2025-09-05T10:27:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/blitzmusik-1080p.mp4_snapshot_01.56.664.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/08\/blitzmusik-1080p.mp4_snapshot_01.56.664.jpg","width":2048,"height":858,"caption":"Still Film Blitzmusik (2024) sutradara Martin Amiot, diproduksi di Canada"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/blitzmusik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blitzmusik (2024), Manakala Film Pendek Bisa terdengar Seperti Lagu yang Baik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850","name":"Komang Yuni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/04\/ni-komang-yuni-lestari_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/04\/ni-komang-yuni-lestari_avatar-96x96.jpg","caption":"Komang Yuni"},"description":"Komang Yuni Lahir di Gianyar Bali, namun nyaris separuh masa hidupnya dihabiskan di Denpasar. Sudah menggandrungi film-film pendek yang bagus dari 2023, dan terus berusaha menambah dosis film pendek sejak saat itu. Sekarang tengah menempuh studi Sosiologi di Universitas Brawijaya, sambil terus menulis yang terus dilakoninya sebagaimana ia bernapas.","sameAs":["https:\/\/id.quora.com\/profile\/Komang-Yuni-2\/activity","https:\/\/www.instagram.com\/komang_yuni_\/"],"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/komangyuni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9553"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9553\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9560,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9553\/revisions\/9560"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9553"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=9553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}