{"id":9660,"date":"2025-09-04T18:55:50","date_gmt":"2025-09-04T10:55:50","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=9660"},"modified":"2025-09-05T19:11:21","modified_gmt":"2025-09-05T11:11:21","slug":"yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/","title":{"rendered":"Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada kebutuhan untuk lebih dekat, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih utuh. Itu yang membuat saya\u2014pengisi deskripsi audio untuk Sinema Inklusif MFW11\u2014mengajukan kesempatan mewawancarai sutradara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yongky\u2019s First Heartbeats<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2024), Giovanni Rustanto. Selain untuk melengkapi tulisan ulasan film ini, ada kesadaran lain yang terus mengalir di benak saya sepanjang hingga sesudah proses pengisian deskripsi audio: bahwa film ini penting untuk ditonton dan dipahami lebih banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak akan repot-repot menulis ulang uraian kelam tahun politik 98. Mari langsung ke hal-hal yang substansial: relasi kuasa dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yongky\u2019s First Heartbeats<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan upaya sang sutradara merekonstruksi ingatannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku adalah keturunan Cina Indonesia yang tumbuh di tahun-tahun politik itu. Lapisan-lapisan dalam film ini adalah hubungan antara keluargaku dan politik,\u201d Gio membuka cerita. Ia lalu memaparkan bagaimana keluarganya yang cukup militeristik sebagai keturunan Tionghoa Indonesia masih menyisakan jejak Orde Baru\u2014baik pada keluarga maupun dirinya\u2014setelah puncak peristiwa 1998.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak awal, saya merasa tidak adil jika menuliskan ulasan film ini secara \u201cobjektif\u201d. Walau itu hak saya sebagai penonton\u2014lebih tepatnya sebagai pendengar film dengan Deskripsi Audio\u2014rasanya pengalaman personal Gio memang menuntut pembacaan yang juga personal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gio sendiri menekankan bahwa film-filmnya memang berangkat dari pendekatan subjektif, bukan dari riset historis atau referensi akademis. Ia ingin jujur dalam karya: menyampaikan perasaan dan pikirannya sebagaimana adanya. Gaya naratif ini, kata Gio, akan ia lanjutkan di karya-karya berikutnya. Dan karena itu, kesempatan mewawancarainya otomatis membuat tulisan saya menjadi sama personalnya dengan film itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya paham, ketika sebuah film dilempar ke layar, sutradara tidak lagi punya kuasa atas bagaimana filmnya diterima penonton. Perasaan sutradara bisa saja berbeda jauh dari pengalaman penonton. Tapi mari membaca lebih dekat penuturan Gio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penjelasan Gio tentang latar belakang film ini terasa agak bertentangan dengan pengalaman saya mendengarkannya. Kedekatan yang ia ceritakan hanya sedikit saya tangkap. Namun itu tetap ada, terutama dalam penggambaran Yongky, Sri, dan keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, pertanyaan-pertanyaan Gio terasa sederhana dibanding lapisan-lapisan simbolis yang ia hadirkan. Ada bagian film yang menampilkan situasi politis dengan gamblang, ada juga yang justru sangat jauh dari itu\u2014sesederhana relasi pengasuh dan anak asuh. Dan, seperti dapat ditebak, keterasingan dari figur orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sini, kebingungan muncul: apakah film ini ingin berbicara sebagai kisah seorang anak laki-laki yang mencari kasih sayang keluarga, atau sebagai alegori politik dengan lapisan simbolis?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku tidak terlalu banyak riset untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yongky<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Aku tidak ingin membuat film ini jadi acuan sejarah,\u201d kata Gio dalam wawancara. Sekilas pernyataan itu membuat saya mengernyit. Namun, jika dilihat dari cara Gio bercerita, film ini memang personal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, riset menyeluruh adalah suatu dedikasi yang tidak terpisahkan agar sebuah film atau tulisan memiliki kekuatan untuk sampai pada penonton atau pembaca dengan baik. Tanpa itu, kedalaman sebuah karya pasti terpengaruh. Dan saya, merasakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, mari kesampingkan dulu hal teknis itu dulu. Dari wawancara saya, jelas Gio hanya mencoba menarik hal-hal yang dekat dengan ingatannya di Malang: panggilan masa kecilnya, \u201cSinyo\u201d; sebutan \u201cGenduk\u201d bagi pembantu rumah tangga Jawa di keluarga Tionghoa; nama Yongky yang sering ia temui; dan pertanyaan-pertanyaan yang masih ia bawa sejak masa kecil tahun 98.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun akhirnya melepaskan keinginan untuk menulis ulasan objektif ketika Gio memaparkan hal itu. Apa yang ingin saya tulis pada awalnya, selalu mengacu pada bagaimana ulasan film ditulis. Segalanya berbicara tentang teknis, penceritaan, dan lain sebagainya. Tak ada satu pun kriteria di atas yang menyebut-nyebut perasaan dan pengalaman sutradara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihan untuk mengapresiasi sebuah film bisa diambil dari dua sisi: dekat dan personal, atau jarak dan objektif. Memilih lebih dekat bukan berarti kehilangan objektivitas. Sebaliknya, setiap penonton berhak melihat film dari sisi mana pun, tanpa mengubah bobot film itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat pertama kali menerima audio film ini, saya tidak punya banyak ekspektasi. Proses mendengar sebelum rekaman Deskripsi Audio biasanya memberi gambaran awal. Dan ternyata, bagi penonton non-visual seperti saya, film ini cukup mudah ditebak arahnya. Isu rasial, militer, 98, Yongky, stetoskop, dan Sri\u2014semua bisa saya tangkap meski sempat bingung di beberapa bagian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seruan rasial, istilah militer, siaran berita turunnya Soeharto\u2014semua itu membuat saya sesaat teralihkan dari premis inti: Yongky mencuri stetoskop ayahnya karena percaya benda itu punya kekuatan, hingga rusak, lalu Sri membantunya mendengar detak jantungnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai rekaman Deskripsi Audio selesai, saya tidak lagi bisa menahan rasa penasaran akan simbolisme stetoskop dalam film ini. Melalui deskripsi dari poster-poster demo di akhir film, saya malah membuat kesimpulan yang berbeda sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mungkin bisa mengimajinasikan ayah Yongky yang berwajah oriental, sebab Yongky diejek\u00a0 \u201cCina.\u201d Yongky memanggil ayahnya \u201cpapi.\u201d Tapi dialog politis antara ayah dan pasien militernya terasa mengambang. Entah karena kurang jelas, atau memang saya tidak punya konteks cukup.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9663\" aria-describedby=\"caption-attachment-9663\" style=\"width: 724px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-9663\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.22.23_5f4f5ea5-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"724\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.22.23_5f4f5ea5-300x169.jpg 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.22.23_5f4f5ea5-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.22.23_5f4f5ea5-768x432.jpg 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.22.23_5f4f5ea5.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 724px) 100vw, 724px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9663\" class=\"wp-caption-text\">Still Film Yongky&#8217;s First Heartbeats (2024) sutradara Giovanni Rustanto, diproduksi di Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah karena ketidak jelasan, atau karena saya tidak mengetahui lapisan ini dari awal, saya masih belum bisa memahami film ini sampai kreditnya berakhir sampai kemudian Edo Wulia, direktur Minikino yang sekaligus menangani langsung proses perekaman deskripsi audio menjelaskan bahwa film ini memiliki lapisan-lapisan yang simbolik, terutama perihal kedekatan beberapa kelompok etnis Cina Indonesia dengan militer, sebagian lainnya yang memiliki pengaruh ekonomi yang dekat dengan pemerintahan, kemudian mayoritas kelompok etnis Cina Indonesia yang dipersekusi dalam kerusuhan 98.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya bisa manggut-manggut, sedikit terperangah. Saya tidak pernah tahu, atau peduli, bahwa ada lapisan-lapisan kompleks seperti ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencarian saya di internet akhirnya sedikit-sedikit membawa saya pada informasi yang saya inginkan. Walau pun tidak banyak, dan kemasannya juga tidak menarik. Rasanya hanya seperti membaca baris-baris di papan informasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sini, memutar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yongky\u2019s First Heartbeats<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jadi terasa lebih dekat dan penting. Karena film ini \u201cmemperlihatkan\u201d bagaimana relasi kuasa berdampak berbeda pada tiap lapisan. Film ini adalah wahana yang diperlukan untuk memahami jurang hirarkis yang muncul pada tahun-tahun politik itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya, generasi Z kelahiran 2004, tidak pernah membayangkan bahwa kerumitan ini nyata adanya. Kegemaran saya membaca tentang 98 tidak pernah membawa saya pada detail seperti ini\u2014hingga mengisi deskripsi audio film ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Relasi kuasa berkelindan di seputaran Yongky, Sri dan Ayahnya.\u00a0 Yongky, hanya ingin mendengar suara detak jantungnya saja, melalui stetoskop ayahnya. Simbolisme stetoskop ini adalah hal yang paling ingin saya ketahui melalui wawancara dengan Gio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUntuk memeriksa apakah orang ini masih punya hati, nggak? Apakah \u2018detaknya\u2019 masih ada?\u201d kata Gio. Interpretasi simbolisme stetoskop dapat diartikan macam-macam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stetoskop di tangan ayah Yongky adalah simbol otoritas kekuatan, selapis di atas militer. Yongky, melihat ayah dan stetoskopnya mampu memerintah tentara. Yongky meyakini kekuatan itu bisa membantunya mendengar detak jantungnya sendiri \u2014 yang baru ia temukan bersama Sri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agak membingungkan memang, namun maknanya tetap bisa dirasakan di balik lapisan politis, Yongky mencari sesuatu yang sangatlah mendasar. Cinta. Ya, hanya cinta. Perpaduan tanpa gradien yang mulus, yang alih-alih memperhalus transisi film\u00a0 ini, malah menjadi sesuatu yang sangat kontras. Meskipun itu tidak mengubah nuansa film secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yongky\u2019s First Heartbeats<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah film penting untuk melihat lebih dekat kerumitan posisi politis etnis Cina Indonesia di masa Orde Baru, yang jika mau diseret lebih jauh lagi, tentu tidak lepas kaitannya dengan tahun 65. Sungguh sebuah situasi yang tak pernah terbayangkan di benak saya, bahwa ada segelintir etnis yang dipojokkan dalam situasi yang sedemikian runyamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulan saya akhirnya tidak lepas dari wawancara dengan Gio. Saya tidak bisa lagi mengambil jarak setelah berbincang langsung dengannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bukan orang film. Saya tidak menilai teknis atau visual. Kapasitas saya adalah pendengar film dengan Deskripsi Audio, sekaligus penulis ulasan di minikino.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari lebih dekat dengan film ini melalui tulisan ini. Dan tetaplah duduk di kursi penonton, dengan nilai dan penghargaan yang jadi tolok ukur insan perfilman: agar karya bisa lebih dekat, menggugah, kreatif di luar norma, dan membangkitkan ingatan\u2014yang sempat terlupakan, atau sengaja ingin dilupakan.<\/span><\/p>\n<h6><strong>Editor: <a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/cika\/\">Fransiska Prihadi<\/a><\/strong><\/h6>\n<h6><em>Film ini dapat ditonton di Minikino Film Week 11, Bali International Short Film Festival tanggal 12\u201319 September 2025, pada program berikut:<\/em><\/h6>\n<h6>SINEMA INKLUSIF: AUDIO DESCRIPTION<br \/>\nJumat, 12 September 2025 \u2013 18.30 di Dharma Negara Alaya: Ruang Audio Visual<br \/>\nSenin, 15 September 2025 \u2013 09:30 di MASH Denpasar Art House Cinema<\/h6>\n<h6>LOST &amp; FOUND<br \/>\nSabtu, 13 September 2025 \u2013 10:00 di Dharma Negara Alaya: Ruang Audio Visual<br \/>\nMinggu, 14 September 2025 \u2013 09:30 di MASH Denpasar Art House Cinema<br \/>\nSenin, 15 September 2025 \u2013 13.00 di Dharma Negara Alaya: Ruang Kelas A<\/h6>\n<h6>Kunjungi <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/\">minikino.org\/filmweek<\/a> untuk mengunduh katalog digital MFW11.<\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada kebutuhan untuk lebih dekat, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih utuh. Itu yang membuat saya\u2014pengisi deskripsi audio untuk Sinema Inklusif MFW11\u2014mengajukan kesempatan mewawancarai sutradara Yongky\u2019s First Heartbeats (2024), Giovanni Rustanto. Selain untuk melengkapi tulisan ulasan film ini, ada kesadaran lain yang terus mengalir di benak saya sepanjang hingga sesudah proses pengisian deskripsi audio: bahwa film [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":9664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","jnews_video_option_group":[[]],"override":[{"template":"2","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":[],"jnews_podcast_series":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[273,684,671,685,124],"jnews-series":[],"class_list":["post-9660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-short-films","tag-audio-description","tag-giovanni-rustanto","tag-mfw11","tag-relasi-kuasa","tag-short-films"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada kebutuhan untuk lebih dekat, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih utuh. Itu yang membuat saya\u2014pengisi deskripsi audio untuk Sinema Inklusif MFW11\u2014mengajukan kesempatan mewawancarai sutradara Yongky\u2019s First Heartbeats (2024), Giovanni Rustanto. Selain untuk melengkapi tulisan ulasan film ini, ada kesadaran lain yang terus mengalir di benak saya sepanjang hingga sesudah proses pengisian deskripsi audio: bahwa film [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-04T10:55:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-05T11:11:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.19.11_2e424a96.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"721\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Komang Yuni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Komang Yuni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Komang Yuni\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850\"},\"headline\":\"Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan\",\"datePublished\":\"2025-09-04T10:55:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-05T11:11:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/\"},\"wordCount\":1332,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.19.11_2e424a96.jpg\",\"keywords\":[\"Audio Description\",\"Giovanni Rustanto\",\"MFW11\",\"relasi kuasa\",\"short films\"],\"articleSection\":[\"SHORT FILMS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/\",\"name\":\"Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.19.11_2e424a96.jpg\",\"datePublished\":\"2025-09-04T10:55:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-05T11:11:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.19.11_2e424a96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.19.11_2e424a96.jpg\",\"width\":1280,\"height\":721,\"caption\":\"Still Film Yongky's First Heartbeats (2024) sutradara Giovanni Rustanto, diproduksi di Indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850\",\"name\":\"Komang Yuni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/04\/ni-komang-yuni-lestari_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/04\/ni-komang-yuni-lestari_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Komang Yuni\"},\"description\":\"Komang Yuni Lahir di Gianyar Bali, namun nyaris separuh masa hidupnya dihabiskan di Denpasar. Sudah menggandrungi film-film pendek yang bagus dari 2023, dan terus berusaha menambah dosis film pendek sejak saat itu. Sekarang tengah menempuh studi Sosiologi di Universitas Brawijaya, sambil terus menulis yang terus dilakoninya sebagaimana ia bernapas.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/id.quora.com\/profile\/Komang-Yuni-2\/activity\",\"https:\/\/www.instagram.com\/komang_yuni_\/\"],\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/komangyuni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan - Minikino Articles","og_description":"Ada kebutuhan untuk lebih dekat, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih utuh. Itu yang membuat saya\u2014pengisi deskripsi audio untuk Sinema Inklusif MFW11\u2014mengajukan kesempatan mewawancarai sutradara Yongky\u2019s First Heartbeats (2024), Giovanni Rustanto. Selain untuk melengkapi tulisan ulasan film ini, ada kesadaran lain yang terus mengalir di benak saya sepanjang hingga sesudah proses pengisian deskripsi audio: bahwa film [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2025-09-04T10:55:50+00:00","article_modified_time":"2025-09-05T11:11:21+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":721,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.19.11_2e424a96.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Komang Yuni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Komang Yuni","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/"},"author":{"name":"Komang Yuni","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850"},"headline":"Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan","datePublished":"2025-09-04T10:55:50+00:00","dateModified":"2025-09-05T11:11:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/"},"wordCount":1332,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.19.11_2e424a96.jpg","keywords":["Audio Description","Giovanni Rustanto","MFW11","relasi kuasa","short films"],"articleSection":["SHORT FILMS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/","name":"Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.19.11_2e424a96.jpg","datePublished":"2025-09-04T10:55:50+00:00","dateModified":"2025-09-05T11:11:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.19.11_2e424a96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-03-at-18.19.11_2e424a96.jpg","width":1280,"height":721,"caption":"Still Film Yongky's First Heartbeats (2024) sutradara Giovanni Rustanto, diproduksi di Indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yongkys-first-heartbeats-relasi-kuasa-lapisan-lapisannya-dan-upaya-untuk-merekonstruksi-ingatan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yongky\u2019s First Heartbeats: Relasi Kuasa, Lapisan-Lapisannya, dan Upaya untuk Merekonstruksi Ingatan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/b326f2c04c6d1a2f6f14c84ab6a5b850","name":"Komang Yuni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/04\/ni-komang-yuni-lestari_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2024\/04\/ni-komang-yuni-lestari_avatar-96x96.jpg","caption":"Komang Yuni"},"description":"Komang Yuni Lahir di Gianyar Bali, namun nyaris separuh masa hidupnya dihabiskan di Denpasar. Sudah menggandrungi film-film pendek yang bagus dari 2023, dan terus berusaha menambah dosis film pendek sejak saat itu. Sekarang tengah menempuh studi Sosiologi di Universitas Brawijaya, sambil terus menulis yang terus dilakoninya sebagaimana ia bernapas.","sameAs":["https:\/\/id.quora.com\/profile\/Komang-Yuni-2\/activity","https:\/\/www.instagram.com\/komang_yuni_\/"],"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/komangyuni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9660"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9697,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9660\/revisions\/9697"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9660"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=9660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}