{"id":9754,"date":"2025-10-22T10:56:50","date_gmt":"2025-10-22T02:56:50","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=9754"},"modified":"2025-10-22T15:47:53","modified_gmt":"2025-10-22T07:47:53","slug":"siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/","title":{"rendered":"Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">When The Blues Goes Marching In<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau Pengais Mimpi (2025) garapan Beny Kristia, warna biru dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang mendominasi sepertiga film membawa penonton pada ingatan setahun yang lalu. Tahun ketika warna biru dan ragam nuansanya diasosiasikan dengan gerakan politik. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cyanotype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang secara harfiah berarti cetak biru, menangkap citra demonstrasi yang tersimpan dalam benak kolektif dengan warna biru tua yang dihasilkan oleh reaksi kimia. Meskipun warna selalu bersifat subjektif, warna yang dihasilkan oleh teknik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ketika dipadukan dengan peristiwa massa ternyata bisa menjadi bahasa visual yang kuat sekaligus sebagai sebuah cara untuk merawat ingatan dalam proses kerja film ini.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Footage<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> demonstrasi yang dominan dalam film Pengais Mimpi merupakan dokumentasi pribadi Beny bersama dengan teman-teman mahasiswa saat demonstrasi Peringatan Darurat terjadi di Malang pada tahun 2024. Demonstrasi mahasiswa pecah di sejumlah daerah untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi yang bisa diubah sesuai dengan kepentingan politik dinasti menjelang Pilkada 2024. Beny yang saat itu merupakan mahasiswa akhir di Universitas Brawijaya turun serta ke jalan dengan berbekal kamera dan kesadaran untuk mendokumentasikan. Namun, dokumentasi digital ternyata belum cukup untuk mengarsipkan peristiwa massa itu. Dalam proses pembuatan film Pengais Mimpi, Beny dan teman-teman filmmaker selaku para pengais mimpi bersiasat untuk mencari formula yang tepat untuk menggarap film ini baik secara bentuk maupun substansinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Estetika visual yang ditampilkan oleh Beny dalam Pengais Mimpi terbagi dalam tiga jenis footage untuk membangun narasi tentang seorang mahasiswa yang bercerita melalui surat kepada bapaknya. Seperti mimpi di dalam mimpi, Beny menyusun layer-layer cerita itu dengan estetika visual dan editing yang eksperimentatif. Peranti kamera, grid layar, dan pemilihan warna ditampilkan secara gamblang melawan estetika normatif. Salah satu yang menjadi tawaran baru adalah penggunaan material <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Footage<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi bahasa visual yang segar dalam Pengais Mimpi. Warna biru hasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dimanfaatkan sesuai konteks perlawanan mahasiswa yang ia rekam aksinya pada demonstrasi Peringatan Darurat yang diasosiasikan dengan warna biru tua. Lebih dari itu, penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada footage demonstrasi juga menjadi cara untuk mematerialkan memori kolektif. Dalam wawancara ini, saya berkesempatan untuk mengetahui lebih lanjut tentang praktik merekam Beny yang tidak lepas dari peristiwa massa yang politis.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9760\" aria-describedby=\"caption-attachment-9760\" style=\"width: 905px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9760\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-300x169.png\" alt=\"\" width=\"905\" height=\"510\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-300x169.png 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-1024x576.png 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-768x432.png 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image.png 1091w\" sizes=\"(max-width: 905px) 100vw, 905px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9760\" class=\"wp-caption-text\">Still Film When The Blues Goes Marching In (2025) oleh Beny Kristia<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Rara: <\/b>Kenapa Beny memilih penggunaan <i>cyanotype<\/i>?<\/p>\n<p><b>Beny:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Saat proses editing ada beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">footage<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ternyata hilang. Ya kesalahan saya juga karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hardisk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya sudah lama. Tapi ternyata ada beberapa<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> file<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">render<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam film tersebut. Kalau saya melanjutkan editing atau menambah <i>footage<\/i>, takutnya hal yang paling primer, demonstrasinya, yang lain masih bisa diulang. Lalu akhirnya saya tahu kalau seorang teman kampus, namanya Lalit, sedang berpameran dengan material <i>cyanotype<\/i> di Universitas Brawijaya. Saat itu saya belum tahu kalau namanya <i>cyanotype<\/i>. Karena menarik, jadi kami coba gunakan. Saya rasa (cara) ini juga bisa mengamankan <i>(footage<\/i>). <\/span><\/p>\n<p><b>Rara: <\/b>Bagaimana proses mengubah<i> file <\/i>digital ke <i>cyanotype <\/i>untuk kemudian difilmkan?<\/p>\n<p><b>Beny:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pertama, footage (digitalnya) kami bongkar jadi 24 <i>frame per second<\/i>. Setelah itu kami susun menjadi <i>grid<\/i> di kertas. Kami susun 3&#215;3, jadi satu kertas ada sembilan <i>frame<\/i>. Lalu kami mencetak negatifnya di kertas mika. Kertas mika ini jadi negatifnya. Setelah itu kertas negatifnya ditimpa di atas kertas BC ukuran A3 yang sudah diolesi cairan (kimia) dan di jemur di bawah matahari selama beberapa menit. Setelah itu (kertas BC-nya) dicuci dengan air, kemudian dikeringkan di tempat<i> indoor<\/i>.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Saat itu dilakukannya di dalam kamar kost saya. Setelah kering nanti di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scanner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Setelahnya baru diedit. Sembilan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grid<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah dicetak biru dipotong menjadi per<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> frame.<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Rara:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Seandainya beberapa<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> footage<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak hilang, apakah rencana awal tidak akan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p><b>Beny: <\/b>A<span style=\"font-weight: 400;\">walnya itu akan dibuat hitam putih. Seingat saya itu. Karena memang footagenya diambil dari berbagai macam alat, ya. Ada yang dari hp, ada yang dari kamera. Kamera pun berbeda-beda. Kalau menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, secara tekstur dan bentuk akan sama pada akhirnya, seperti diratakan. Karena (kualitas<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> footage<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang saya dapat jomplang-jomplang. Kalau dibiarkan berwarna akan berbeda (kualitasnya). Saya akan menghitam-putihkan apabila tidak ada (pilihan) <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mau menyetarakan agar minimal<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> intact <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pengalaman menontonnya. Tidak jomplang-jomplang. Misal dibiarkan berwarna: (footage) kamera, terus disambung footage hp Samsung, setelah itu (footage) hp iPhone, akan jomplang sekali warnanya. Akhirnya diratakan saja menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ada substansi dengan situasi saat itu yang juga memakai warna biru tua (Peringatan Darurat).<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9762\" aria-describedby=\"caption-attachment-9762\" style=\"width: 914px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9762\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-3-300x169.png\" alt=\"\" width=\"914\" height=\"515\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-3-300x169.png 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-3-1024x578.png 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-3-768x433.png 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-3-1536x866.png 1536w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-3-2048x1155.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 914px) 100vw, 914px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9762\" class=\"wp-caption-text\">Still Film When The Blues Goes Marching In (2025) oleh Beny Kristia<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Rara: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Berarti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu siasat untuk mematerialkan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> footage<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> digital? Bukan rencana atau pilihan estetika dari awal?<\/span><\/p>\n<p><b>Beny: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Ya. Awalnya saya teringat wawancara Edwin (Palari Films) tentang seluloid dan digital. Edwin pernah bilang kalau dia membeli seluloid karena itu material. Sesuatu yang masih bisa direstorasi. Masih bisa dipegang. Berbeda dengan digital. Konteks Edwin saat itu kantornya kebanjiran. Data-data digitalnya hilang semua, sedangkan yang seluloid masih selamat. Saya punya konsep berpikir itu, sih. Jadi memutuskan untuk dimaterialkan saja dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cyanotype.<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Rara:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Beny kan memang suka merekam demonstrasi sejak masih kuliah di Brawijaya sampai yang terbaru bulan Agustus lalu demo melawan kekerasan polisi di Jakarta. Kapan kesadaran untuk merekam demonstrasi itu, entah sebagai mahasiswa atau sebagai sutradara muncul?<\/span><\/p>\n<p><b>Beny: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Saya selalu suka merekam demonstrasi. Saat itu saya belum tahu akan jadi apa (footagenya). Ternyata memang demo perlu direkam, seperti jadi penanda zaman. Entah akan jadi apa, saya belum tahu. Tapi setidaknya ada memori tentang itu. Mungkin jadi hal yang berbeda dengan (Instagram) <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">story <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang akan hilang dalam waktu 24 jam. Kalau misal kita rekam, kita arsipkan, setidaknya kalau misalnya kita lihat lagi, kita bisa mengambil jarak untuk membaca peristiwanya. Kalau menurutku begitu.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9763\" aria-describedby=\"caption-attachment-9763\" style=\"width: 908px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9763\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-2-300x165.png\" alt=\"\" width=\"908\" height=\"499\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-2-300x165.png 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-2-1024x564.png 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-2-768x423.png 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/Salinan-Still-Image-2.png 1070w\" sizes=\"(max-width: 908px) 100vw, 908px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9763\" class=\"wp-caption-text\">Still Film When The Blues Goes Marching In (2025) oleh Beny Kristia<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Rara: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Selain merekam demonstrasi apakah kamu juga suka mendokumentasikan hal lain?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Beny: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Tergantung momen. Momen yang mungkin penting atau peristiwa penting sebagai peristiwa massa. Peristiwa penanda zaman yang mungkin bisa mengganti poros sosial, ekonomi, atau politik.<\/span><\/p>\n<p><b>Rara: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Saat pidato kemenangan kamu mengutip Godard yang memrotes festival film Cannes sementara di luar sana ada demonstrasi mahasiswa dan buruh. Apakah ketika membuat Pengais Mimpi juga berangkat dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spirit <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sama dengan yang dikatakan Godard?<\/span><\/p>\n<p><b>Beny: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika menggarap film ini, saya belum tahu. Baru ketika filmnya selesai digarap, setelah belajar tentang sejarah film, saya mengetahui ternyata Godard pada zaman itu memang politis. Ketika zaman Situationist International. Menarik juga ketika menyadari bahwa kerja-kerja yang saya dan teman-temanku lakukan hampir sama napasnya dengan apa yang dikatakan Godard saat di Cannes tahun 1968. Pada akhirnya jadi mengukuhkan (kerja merekam demonstrasi yang dilakukan).<\/span><\/p>\n<p><strong>Penulis: <a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/rahmanianerva\/\">Rahmania Nerva<\/a> | Editor: <a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/cika\/\">Fransiska Prihadi<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>When The Blues Goes Marching In merupakan pemenang\u00a0<a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/mfw11-award-winners\/\">MFW Best National Competition Award 2025<\/a>.\u00a0<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika menonton When The Blues Goes Marching In atau Pengais Mimpi (2025) garapan Beny Kristia, warna biru dari cyanotype yang mendominasi sepertiga film membawa penonton pada ingatan setahun yang lalu. Tahun ketika warna biru dan ragam nuansanya diasosiasikan dengan gerakan politik. Cyanotype yang secara harfiah berarti cetak biru, menangkap citra demonstrasi yang tersimpan dalam benak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":99,"featured_media":9761,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","jnews_video_option_group":[[]],"override":[{"template":"2","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":[],"jnews_podcast_series":[],"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[702,253,671,123,115],"jnews-series":[],"class_list":["post-9754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-interviews","tag-cyanotype","tag-interview","tag-mfw11","tag-minikino-film-week","tag-short-film"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika menonton When The Blues Goes Marching In atau Pengais Mimpi (2025) garapan Beny Kristia, warna biru dari cyanotype yang mendominasi sepertiga film membawa penonton pada ingatan setahun yang lalu. Tahun ketika warna biru dan ragam nuansanya diasosiasikan dengan gerakan politik. Cyanotype yang secara harfiah berarti cetak biru, menangkap citra demonstrasi yang tersimpan dalam benak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-22T02:56:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-22T07:47:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/20250919-AWARDING-OTHERS-DNATS-FLX-045-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1706\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rahmania Nerva\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rahmania Nerva\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rahmania Nerva\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/d06958a2c198f6e0fcdf60cdd5feafc4\"},\"headline\":\"Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia\",\"datePublished\":\"2025-10-22T02:56:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-22T07:47:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/\"},\"wordCount\":1080,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/20250919-AWARDING-OTHERS-DNATS-FLX-045-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"Cyanotype\",\"Interview\",\"MFW11\",\"Minikino Film Week\",\"short film\"],\"articleSection\":[\"INTERVIEWS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/\",\"name\":\"Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/20250919-AWARDING-OTHERS-DNATS-FLX-045-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-22T02:56:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-22T07:47:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/d06958a2c198f6e0fcdf60cdd5feafc4\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/20250919-AWARDING-OTHERS-DNATS-FLX-045-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/20250919-AWARDING-OTHERS-DNATS-FLX-045-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1706,\"caption\":\"Bhisma Wardhana dan Beny Kristia saat menerima penghargaan MFW BEST NATIONAL COMPETITION AWARD 2025 bersama National Jury Board 2025\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/d06958a2c198f6e0fcdf60cdd5feafc4\",\"name\":\"Rahmania Nerva\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/rahmanianerva_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/rahmanianerva_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Rahmania Nerva\"},\"description\":\"Rara is a writer based in Depok, West Java. Sometimes a copywriter, film essayist, or otherwise engaged in visual artworks. Constantly learning about art activism, decolonization practices, film, and literature, which she takes utmost interest in.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/nervarara\/\"],\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/rahmanianerva\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia - Minikino Articles","og_description":"Ketika menonton When The Blues Goes Marching In atau Pengais Mimpi (2025) garapan Beny Kristia, warna biru dari cyanotype yang mendominasi sepertiga film membawa penonton pada ingatan setahun yang lalu. Tahun ketika warna biru dan ragam nuansanya diasosiasikan dengan gerakan politik. Cyanotype yang secara harfiah berarti cetak biru, menangkap citra demonstrasi yang tersimpan dalam benak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2025-10-22T02:56:50+00:00","article_modified_time":"2025-10-22T07:47:53+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1706,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/20250919-AWARDING-OTHERS-DNATS-FLX-045-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rahmania Nerva","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Rahmania Nerva","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/"},"author":{"name":"Rahmania Nerva","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/d06958a2c198f6e0fcdf60cdd5feafc4"},"headline":"Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia","datePublished":"2025-10-22T02:56:50+00:00","dateModified":"2025-10-22T07:47:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/"},"wordCount":1080,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/20250919-AWARDING-OTHERS-DNATS-FLX-045-scaled.jpg","keywords":["Cyanotype","Interview","MFW11","Minikino Film Week","short film"],"articleSection":["INTERVIEWS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/","name":"Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/20250919-AWARDING-OTHERS-DNATS-FLX-045-scaled.jpg","datePublished":"2025-10-22T02:56:50+00:00","dateModified":"2025-10-22T07:47:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/d06958a2c198f6e0fcdf60cdd5feafc4"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/20250919-AWARDING-OTHERS-DNATS-FLX-045-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/20250919-AWARDING-OTHERS-DNATS-FLX-045-scaled.jpg","width":2560,"height":1706,"caption":"Bhisma Wardhana dan Beny Kristia saat menerima penghargaan MFW BEST NATIONAL COMPETITION AWARD 2025 bersama National Jury Board 2025"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/siasat-pengais-mimpi-mematerialkan-memorinya-wawancara-dengan-beny-kristia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siasat Pengais Mimpi Mematerialkan Memorinya: Wawancara dengan Beny Kristia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/d06958a2c198f6e0fcdf60cdd5feafc4","name":"Rahmania Nerva","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/rahmanianerva_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/rahmanianerva_avatar-96x96.jpg","caption":"Rahmania Nerva"},"description":"Rara is a writer based in Depok, West Java. Sometimes a copywriter, film essayist, or otherwise engaged in visual artworks. Constantly learning about art activism, decolonization practices, film, and literature, which she takes utmost interest in.","sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/nervarara\/"],"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/rahmanianerva\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/99"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9754"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9773,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9754\/revisions\/9773"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9754"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=9754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}