{"id":9826,"date":"2025-10-31T17:50:30","date_gmt":"2025-10-31T09:50:30","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=9826"},"modified":"2025-10-31T21:06:22","modified_gmt":"2025-10-31T13:06:22","slug":"melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/","title":{"rendered":"Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">oming-of-age<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan genre film favorit saya. Dalam sastra dan film, genre <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coming-of-age<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengacu kepada cerita dengan titik berat pada karakter dalam peralihan dari masa kanak-kanak atau remaja menuju kedewasaan. Tak ayal, pengalaman menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">My Paws Are Soft, My Bones Are Heavy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Garry Christian \/ Indonesia \/ 2024) membekas bagi saya. Perjalanan pencarian jati diri ala anak muda sebagai tema sentral terasa kentara sewaktu menonton film tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coming-of-age<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (juga film pendek pada umumnya) biasanya memberi sorotan khusus pada sosok karakter utama, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">My Paws Are Soft, My Bones Are Heavy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki keberbedaan dari bagaimana perhatian diberikan pada dua karakter yakni Johan dan Paran. Pendekatan demikian membuat film pendek ini menjadi menarik berkat dua hal. Pertama, adanya dua karakter utama semakin mempertegas tarik ulur cerita. Kedua, interaksi dua tokoh yang memiliki karakteristik berbanding terbalik memanifestasikan kecamuk emosi masa muda. Johan acap kali cenderung tenang dan dingin, sedangkan Paran digambarkan secara ekspresif dan penuh spontanitas.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">My Paws Are Soft, My Bones Are Heavy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> garapan sutradara Garry Christian adalah sebuah cerita yang hening dan lembut, dituturkan lewat sudut pandang Johan (Zaya Maurina) yang berusaha menavigasikan hidup selepas kepergian ibunya. Di sisi lain, Paran (Rangga Yogata) berusaha berjalan beriringan dan sesekali di belakang Johan sebagai sahabat yang hadir dan membersamai. Film berdurasi 19 menit ini memperbincangkan pengalaman hidup dari kacamata anak muda yang tumbuh di kawasan rural dan keluarga menengah ke bawah. Namun, eksplorasi karakter di dalamnya tak lekang waktu dan melampaui batas geografis juga sosio-kultural \u2013 memahami duka, mencari tahu makna cinta, dan bagaimana mengisi ruang-ruang kosong yang ditinggalkan oleh orang tersayang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berbincang dengan Garry Christian dan produser Feisha Permanayadi di Bali dalam gelaran Minikino Film Week 11 pada 16 September 2025 yang lalu. Obrolan yang mulanya memperbincangkan tentang film dan karakter kemudian mengalir dan mengayun pada sentimentalitas, makna menjadi muda, dan identitas.<\/span><\/p>\n<p><b>Hilmi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Konsepsi awal dari film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">My Paws Are Soft, My Bones Are Heavy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini bagaimana?<\/span><\/p>\n<p><b>Garry:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Saya memulai dari perasaan dan kata \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">longing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d (kerinduan). Kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">longing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selalu menimbulkan rasa yang besar buatku dan saya tidak tahu kenapa. Saya ingin mengeksplorasi itu, tentang keingintahuan dan ketidaktahuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Draft <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">1-nya sangat berbeda. Saya baru mulai ketemu ceritanya ketika bertemu dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">co-writer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-ku Ezra Cecio (Cio) dan kami berdua dibantu Feisha sering banget diskusi. Prosesnya sangat cair karena kami tidak memulai dari cerita, kami memulai dari karakter. Saya dan Cio menulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">backstory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> panjang banget, kami berhenti ketika [produksi] filmnya mulai. Ketika di awal film, kami bertanya: \u201cIya ya, [karakter Johan] mau ngapain di film ini?\u201d Balik lagi ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">longing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dia perlu sesuatu. Semuanya itu sangat nirsadar, bagaimana akhirnya itu Johan ada \u201chubungan\u201d dengan sahabatnya itu tidak direncanakan di awal. Kami berjalan-jalan ke calon lokasi syuting dan menemukan adegan-adegan baru dari lokasi itu.<\/span><\/p>\n<p><b>Feisha:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Sebenarnya mulainya kan dari kami ingin bikin film. Karena ini film yang kami produksi secara independen, kami benar-benar memanfaatkan waktu untuk setiap jengkal proses. Bukan perfeksionis, tapi untuk memenuhi plot dan kepingan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">puzzle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalo buat saya resonansi film ini lebih ke identitas: Johan ini tanpa ibunya gimana?<\/span><\/p>\n<p><b>Garry:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Tanpa kusadari saya sangat suka genre <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coming-of-age<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Buatku film ini sangat personal dan penting, pun saya belajar banyak tentang diriku sendiri lewat membuatnya. Tema tentang identitas itu sesuatu yang ingin saya sentuh dalam film-filmku. Identitas kan sangat cair ya, berubah mulu, dan saya melihat perubahan itu paling banyak terjadi di anak-anak muda. Saya memang masih muda, Feisha juga masih muda [tertawa] tapi perubahan paling banyak terjadi ya di anak muda. Itu menarik banget untuk dieksplor.<\/span><\/p>\n<p><b>Hilmi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Menimbang kalian masih muda, apakah proses membangun cerita tentang anak muda menjadi lebih gampang atau justru merefleksikan usia muda menjadi lebih sulit?<\/span><\/p>\n<p><b>Garry<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Lagi-lagi, karena prosesnya nirsadar, saya bisa bilang mungkin lebih mudah. Karena bagaimana karakter-karakter di film ini ngobrol, gimana cara mereka bertingkah, itu refleksi dari saya dan teman-teman. Rasanya lebih mudah untuk mengenali perasaan-perasaan itu karena mereka dalam perjalanan untuk menemukan diri mereka sendiri, perjalanan di mana mereka seharusnya berada di antara teman-teman. Saya pun juga begitu, dan Feisha mungkin juga begitu, mungkin paling mudah dimengerti oleh orang-orang yang sedang mengalami juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tentunya buat saya perlu ada jarak antara apa yang kita ciptakan dengan diri kita, kan tidak sedang membuat biografi jadi perlu ada jarak. Dan kita perlu bisa melihat atau mengkritisi sebenarnya perasaan yang mereka rasakan itu benar atau tidak? mungkin saat saya menulis saya juga berdebat dengan diri sendiri, identitas saya itu seperti apa dan siapa, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">longing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu apa, perasaan-perasaan besar itu apa dan gimana rasanya? Itu saya terjemahkan [ke dalam film].<\/span><\/p>\n<p><b>Feisha<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Mungkin karena saya selalu merasa wawasan saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebesar teman-temanku dan Garry, saya merasa lumayan berjarak dengan cerita dan karakternya. Sederhananya saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pernah mengalami [yang dialami karakter]. Saya perlu waktu untuk bisa mengerti dan menjauhkan saya dari menghakimi karakter ini \u2013 kan penting ya untuk tidak menghakimi karakter. Karena proses [produksi] kami lumayan panjang, semuanya menjadi lebih mudah. Adanya riset karakter dan mendapat pandangan baru dari penulis membuat saya lumayan mengerti dan juga bisa lebih mengetahui [cerita dan karakter] secara absolut gitu.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9833\" aria-describedby=\"caption-attachment-9833\" style=\"width: 917px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9833\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_04-300x162.png\" alt=\"\" width=\"917\" height=\"495\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_04-300x162.png 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_04-1024x554.png 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_04-768x415.png 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_04-1536x830.png 1536w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_04.png 1998w\" sizes=\"(max-width: 917px) 100vw, 917px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9833\" class=\"wp-caption-text\">Still Film My Paws are Soft, My Bones are Heavy (2024) arahan Garry Christian<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Hilmi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Bicara tentang perasaan dan aktor, bisa diceritain proses riset karakter dan hal-hal yang ingin kamu kedepankan dalam karakter ini?<\/span><\/p>\n<p><b>Garry<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Buatku proses menulis karakter itu sama seperti identitas kita, tidak pernah berakhir. Saya pun menulis bersama Cio awalnya dimulai dari perasaan. Kalau kamu tanya apa sih satu yang yang ingin saya kedepankan dari karakter ini, adalah perasaan teralienasi. Saya dan Cio menuliskan cerita dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">backstory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya berasal dari perasaan duka dan kehilangan kendali karena kamu punya seseorang yang benar-benar memahami dirimu namun mereka tidak lagi menjadi bagian dari hidupmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian saya bertemu Zaya, sangat bagus. Saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak open casting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya nonton klip film dia aja dan wajahnya ini kaya lanskap yang menceritakan banyak cerita. Saya bilang ke Feisha, saya ingin dia jadi aktornya. Kami bertemu dan tidak ngomongin filmnya sama sekali, saya ingin mengerti orang ini seperti apa. Kami banyak ngobrol dan kemudian Zaya bercerita banyak tentang masa lalunya, bagaimana dia mengatasi duka dan alienasi, kemudian kami banyak membahas karakternya ketika dia secara resmi menjadi aktor. Jadi karakternya mengalami pertumbuhan dari obrolanku bersama dia dan ketika dia merasakan tempat-tempat lokasi syutingnya \u2013 prosesnya sangat kolaboratif dan saya sangat senang bisa ngobrol sama dia. Dia selalu ngomong ke saya, \u201csaya paham bagaimana rupa kesedihan\u201d, rasanya jadi semi-semi dokumenter bagaimana saya menangkap perasaan mereka.<\/span><\/p>\n<p><b>Feisha<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Sangat menarik ketika pertama kali ketemu Zaya, dia bilang \u201cSaya harap saya dapat posisi ini!\u201d. Dia juga bilang waktu baca naskahnya itu adalah apa yang baru saja dia lalui satu atau dua tahun yang lalu, sehingga proses bersama Garry sangat kolaboratif dan organik. Kolaborasi dengan aktor-aktornya berlangsung dari naskah awal bertemu, pembacaan naskah pertama secara terpisah, dan pembacaan naskah selanjutnya ketemu secara berbarengan naskahnya semakin beda. Banyak campur tangan dari Zaya dan Rangga tentang apa yang mereka rasakan dan yang membuat mereka lebih nyaman.<\/span><\/p>\n<p><b>Hilmi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kita bisa melihat hubungan Johan dan Ibunya lewat memori, tapi juga hubungan Johan dan Paran yang intim. Gimana proses untuk keintiman ini bisa terbentuk, apakah ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">treatment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tertentu?<\/span><\/p>\n<p><b>Garry<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kupikir prosesnya sangat nirsadar, itu refleksi dari identitasku. Karena saya sebagai laki-laki bisa dibilang cukup feminin dan cukup lembut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kaya laki-laki kebanyakan, dan saya rasa itu tertransfer aja tanpa saya sadari. Dari awal saya membikin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">treatment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu sangat mengedepankan dikotomi antara kekasaran dan kelembutan, dan [film] ini ingin saya jadikan pengalaman sensori: kamu bisa menonton filmnya, tapi kamu juga bisa merasakan dari suara, gambar, akting.<\/span><\/p>\n<p><b>Feisha<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dari film-film yang saya pernah kerja bersama Garry, dia memang terbiasa dan mungkin tanpa sadar mempunyai karakter perempuan. Saya merasa, femininitas, sesuatu yang nyaman ditulis Garry. Bisa dibilang [film] ini kali pertama Garry menulis naskah untuk karakter laki-laki. Saya sudah lama berteman dengan Garry, dan dari cerita-cerita dia sudut pandangnya sangat halus tentang apa pun itu. Lucunya malah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">co-writer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kami, secara personal, sangat maskulin. Setiap kali kami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brainstorming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dia memberi ide yang cukup banyak.<\/span><\/p>\n<p><b>Garry<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kami saling menyeimbangkan satu sama lain. Dia [<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">co-writer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">] bisa memberi sudut pandang maskulin, saya bisa memberi perspektif yang feminin. Saya sangat senang sih berani mengeksplor karakter laki-laki. Fokus ke depannya saya ingin mengeksplorasi kelembutan dan maskulinitas laki-laki. Itu gejolak besar dalam diri laki-laki, kamu \u201charus\u201d menjadi maskulin akan tetapi manusia makhluk yang kompleks.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9835\" aria-describedby=\"caption-attachment-9835\" style=\"width: 919px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9835\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_03-300x162.png\" alt=\"\" width=\"919\" height=\"496\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_03-300x162.png 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_03-1024x554.png 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_03-768x415.png 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_03-1536x830.png 1536w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_03.png 1998w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9835\" class=\"wp-caption-text\">Still Film My Paws are Soft, My Bones are Heavy (2024) arahan Garry Christian<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Hilmi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Fokus film ke karakter Johan dan Paran membuat orang-orang berasumsi kalau mereka mempunyai hubungan spesial, yang juga memunculkan pertanyaan di manakah karakter-karakter tambahan seperti teman-teman mereka atau tetangga dalam film ini?<\/span><\/p>\n<p><b>Garry<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Secara teknis, saya ingin menantang diri saya secara pelan-pelan. Saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">punya kapabilitas untuk mengarahkan banyak aktor, misalnya tetangga, bapak, dan lain-lain gitu. Saya punya kapasitas untuk mengarahkan dua aktor utama dan satu karakter pendukung, ibunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa juga mungkin mereka [karakter] melihat cerita ini sebagai sesuatu yang lebih dari persahabatan, akan tetapi mereka masih mencari jati diri mereka. Itu sesuatu yang terjadi organik. Di dalam naskah saya menulisnya mereka merupakan dua sahabat, tapi dua aktor hebat ini menambahkan bumbu mereka sendiri sehingga hasil akhirnya sangat intim, salut buat mereka!<\/span><\/p>\n<p><b>Feisha<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Saya rasa punya banyak keterlibatan [karakter lain] juga bukan apa yang film butuhkan. Waktu saya baca naskah ini hanya terasa momen mereka berdua aja. Secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">langsung ini berusaha mencapai pengalaman sensori tadi dengan memfokuskan dunia ini jadi milik mereka berdua aja. Kalau ditanya intensional atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kami punya adegan penutup yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jadi masuk ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">final cut<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Menurutku dan Garry, justru akan mematahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ending<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya di sini. Demi cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coming-of-age<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan pencarian jati diri, saya pikir lebih baik menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open ending.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Sama halnya dengan hubungan mereka berdua, mereka mungkin tidak tahu apa yang mereka rasakan.<\/span><\/p>\n<p><b>Garry<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kan rasanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open ending<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya ingin dan tahu ketika filmnya selesai rasanya harus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bittersweet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya berusaha menangkap bagian kecil dari kehidupan mereka. Setelah kamera berhenti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rolling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selepas filmnya selesai, kehidupan Johan dan Paran tetap berjalan. Mungkin sekarang mereka lagi nge-bir? [tertawa].<\/span><\/p>\n<p><strong>Penulis: <a href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/hilmireyhan\/\">Hilmi Reyhan\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em><span style=\"font-weight: 400;\">My Paws are Soft, My Bones are Heavy<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> (Garry Christian \/ Indonesia \/ 2024) merupakan film pendek <a href=\"https:\/\/minikino.org\/filmweek\/2025-award-nominees\/\">nominasi penghargaan kompetisi nasional di MFW11<\/a>.<\/span><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Coming-of-age merupakan genre film favorit saya. Dalam sastra dan film, genre coming-of-age mengacu kepada cerita dengan titik berat pada karakter dalam peralihan dari masa kanak-kanak atau remaja menuju kedewasaan. Tak ayal, pengalaman menonton My Paws Are Soft, My Bones Are Heavy (Garry Christian \/ Indonesia \/ 2024) membekas bagi saya. Perjalanan pencarian jati diri ala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":98,"featured_media":9836,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","jnews_video_option_group":[[]],"override":[{"template":"2","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":[],"jnews_podcast_series":[],"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[711,713,101,714,671,660,715,712],"jnews-series":[],"class_list":["post-9826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-interviews","tag-coming-of-age","tag-ekspresi-gender","tag-film-pendek","tag-gender-expression","tag-mfw11","tag-penulisan-film","tag-produksi-film","tag-remaja"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Coming-of-age merupakan genre film favorit saya. Dalam sastra dan film, genre coming-of-age mengacu kepada cerita dengan titik berat pada karakter dalam peralihan dari masa kanak-kanak atau remaja menuju kedewasaan. Tak ayal, pengalaman menonton My Paws Are Soft, My Bones Are Heavy (Garry Christian \/ Indonesia \/ 2024) membekas bagi saya. Perjalanan pencarian jati diri ala [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-31T09:50:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-31T13:06:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_05.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1998\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"M. Hilmi Reyhan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"M. Hilmi Reyhan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/\"},\"author\":{\"name\":\"M. Hilmi Reyhan\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/9419f4ebdb3ecc910cc70c7f9b18a1fa\"},\"headline\":\"Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi\",\"datePublished\":\"2025-10-31T09:50:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-31T13:06:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/\"},\"wordCount\":1674,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_05.png\",\"keywords\":[\"Coming of Age\",\"Ekspresi Gender\",\"film pendek\",\"Gender Expression\",\"MFW11\",\"penulisan film\",\"Produksi Film\",\"Remaja\"],\"articleSection\":[\"INTERVIEWS\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/\",\"name\":\"Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_05.png\",\"datePublished\":\"2025-10-31T09:50:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-31T13:06:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/9419f4ebdb3ecc910cc70c7f9b18a1fa\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_05.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_05.png\",\"width\":1998,\"height\":1080,\"caption\":\"Still Film My Paws are Soft, My Bones are Heavy (2024) arahan Garry Christian\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/9419f4ebdb3ecc910cc70c7f9b18a1fa\",\"name\":\"M. Hilmi Reyhan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/hilmireyhan_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/hilmireyhan_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"M. Hilmi Reyhan\"},\"description\":\"Born and raised in Yogyakarta, Hilmi is an anthropology graduate from Universitas Gadjah Mada. Throughout his exploration and learning about human-culture relations, he accentuates a specific focus on art practice(s). Starting from mainly academic research, then extending to art practices that includes the intersection of art, decoloniality, and archives on our contemporary landscape, he is now exploring writing\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/hireyhan\/\"],\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/hilmireyhan\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi - Minikino Articles","og_description":"Coming-of-age merupakan genre film favorit saya. Dalam sastra dan film, genre coming-of-age mengacu kepada cerita dengan titik berat pada karakter dalam peralihan dari masa kanak-kanak atau remaja menuju kedewasaan. Tak ayal, pengalaman menonton My Paws Are Soft, My Bones Are Heavy (Garry Christian \/ Indonesia \/ 2024) membekas bagi saya. Perjalanan pencarian jati diri ala [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2025-10-31T09:50:30+00:00","article_modified_time":"2025-10-31T13:06:22+00:00","og_image":[{"width":1998,"height":1080,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_05.png","type":"image\/png"}],"author":"M. Hilmi Reyhan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"M. Hilmi Reyhan","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/"},"author":{"name":"M. Hilmi Reyhan","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/9419f4ebdb3ecc910cc70c7f9b18a1fa"},"headline":"Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi","datePublished":"2025-10-31T09:50:30+00:00","dateModified":"2025-10-31T13:06:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/"},"wordCount":1674,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_05.png","keywords":["Coming of Age","Ekspresi Gender","film pendek","Gender Expression","MFW11","penulisan film","Produksi Film","Remaja"],"articleSection":["INTERVIEWS"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/","name":"Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_05.png","datePublished":"2025-10-31T09:50:30+00:00","dateModified":"2025-10-31T13:06:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/9419f4ebdb3ecc910cc70c7f9b18a1fa"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_05.png","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/10\/MY-PAWS-ARE-SOFT-MY-BONES-ARE-HEAVY_STILL-PHOTO_05.png","width":1998,"height":1080,"caption":"Still Film My Paws are Soft, My Bones are Heavy (2024) arahan Garry Christian"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/melankolia-masa-muda-dalam-percakapan-bersama-garry-christian-dan-feisha-permanayadi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Melankolia Masa Muda dalam Percakapan Bersama Garry Christian dan Feisha Permanayadi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/9419f4ebdb3ecc910cc70c7f9b18a1fa","name":"M. Hilmi Reyhan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/hilmireyhan_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/hilmireyhan_avatar-96x96.jpg","caption":"M. Hilmi Reyhan"},"description":"Born and raised in Yogyakarta, Hilmi is an anthropology graduate from Universitas Gadjah Mada. Throughout his exploration and learning about human-culture relations, he accentuates a specific focus on art practice(s). Starting from mainly academic research, then extending to art practices that includes the intersection of art, decoloniality, and archives on our contemporary landscape, he is now exploring writing","sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/hireyhan\/"],"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/hilmireyhan\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/98"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9826"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9843,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9826\/revisions\/9843"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9826"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=9826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}