{"id":9926,"date":"2026-01-26T15:16:11","date_gmt":"2026-01-26T07:16:11","guid":{"rendered":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?p=9926"},"modified":"2026-01-26T15:48:29","modified_gmt":"2026-01-26T07:48:29","slug":"yang-panjang-dari-festival-film-pendek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/","title":{"rendered":"Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita membayangkan sebuah festival film seperti sebuah film. Proyektor menyala, film diputar, akhirnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">credit title <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bergulir, lantas tepuk tangan penonton memenuhi ruang pemutaran. Film selesai, penonton keluar ruangan. Namun, benarkah ceritanya selesai sampai di sana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang, aku akan mengajak kita semua menonton \u201cfilm\u201d tentang Minikino Film Week (MFW) 11. Setelah layar padam dan ruang dikosongkan, orang-orang masih berkumpul untuk ngobrol di Kafe Mash Denpasar, salah satu tempat<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">pemutaran. Ada sutradara, produser, kru film, penonton, hingga para pekerja dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">volunteer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">festival serta poster-poster film yang menempel mengelilingi sisi-sisi dinding kafe itu. Selain itu, lihat, di pojok, aku memperkenalkan kalian\u00a0 kepada Bu Sumaiyatin, salah satu pemijat tunanetra yang telah menjadi mitra Minikino selama enam tahun terakhir. Sang pengusir pegal-linu penonton Minikino.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9929\" aria-describedby=\"caption-attachment-9929\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9929 size-large\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250917-Kopi-Bayang-DNA-FIK-1-1024x683.webp\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250917-Kopi-Bayang-DNA-FIK-1-1024x683.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250917-Kopi-Bayang-DNA-FIK-1-300x200.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250917-Kopi-Bayang-DNA-FIK-1-768x512.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250917-Kopi-Bayang-DNA-FIK-1.webp 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9929\" class=\"wp-caption-text\">Mudra dan Iwan merupakan barista di lapak Kopi Bayang saat MFW11 (foto: Syafiudin Vifick).<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kalau kita geser sedikit, di samping Bu Sumaiyatin ada juga rekan-rekan dari Kopi Bayang, komunitas tunanetra yang juga bermitra dengan Minikino. Mereka sedang menyeduh vietnam drip yang dipesan oleh salah seorang penonton. Begitulah kira-kira, suasana setelah acara pemutaran di Mash Denpasar. Ada yang unik\u00a0 bagiku yang baru pertama kalinya ke Minikino, yaitu: pembayaran jasa pijat dan kopi yang bisa diklaim lewat lembaran voucher merah bertuliskan \u201cVoucher MFW 11 Rp10.000\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eits, voucher sakti ini pun tidak hanya berlaku di Mash Denpasar. Jika kita menyeberang jalan, ada Warung Bu Azkiya yang berbagai sisinya seperti lanskap historis Minikino karena ditempeli poster MFW dari tahun ke tahun. Warung Bu Azkiya memang bukan ruang pemutaran, melainkan warung makan, ruang istirahat, sekaligus ruang berbagi cerita sebelum dan sesudah jadwal pemutaran film. Warung ini bisa dikatakan merupakan bagian (penting!) dari festival.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bu Azkiya, sang empu warung, bergegas menunjukkan galeri gawainya dengan penuh kebanggaan kepadaku ketika kami sedang ngobrol ngalor-ngidul soal Minikino. Lihat! Galerinya penuh foto-foto MFW dari tahun-tahun sebelumnya, ketika warungnya dipenuhi sutradara, produser, hingga juri internasional sedang jajan mi rebus dan es teh atau temulawak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Voucher merah terbitan Minikino ini juga bisa ditukarkan di Warung Bu Azkiya serta di beberapa mitra UMKM lain di sekitar Mash Denpasar dan Dharma Negara Alaya yang menjadi tempat pemutaran festival. Rasanya, MFW 11 ini seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">board<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Monopoli dengan mata uangnya sendiri, ya. Barangkali di situlah ke-minikino-annya Minikino: festival ini membangun ekosistemnya sendiri yang tidak sekedar untuk menonton film, tetapi juga untuk merawat kehidupan di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai peserta magang penulis festival yang (satu!) gampang pegal, (dua!) gampang lapar, dan (tiga!) gampang kepo, di suatu hari agak senggang karena kebetulan tidak ada jadwal memoderatori sesi,\u00a0 aku menjajal pijat Bu Sumaiyatin (dan langsung kecanduan!), mencicipi Vietnam Drip ala Kopi Bayang (dan ketagihan!), lalu jajan Pop Ice di Warung Azkiya (dan tak kunjung pulang!).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kenyang dan senang, muncul pertanyaan dalam kepala: kenapa Minikino mengupayakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">semua ini<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Mengapa ada voucher Rp10.000, mengapa perlu bermitra dengan komunitas disabilitas dan UMKM sekitar, dan mengapa harus ada ruang-ruang di luar ruang pemutaran yang juga dirawat dengan serius, di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sebuah festival film<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya, sebenarnya, sudah hadir dari dan dalam percakapan yang mengalir bersama Bu Sumaiyatin dan Bu Azkiya. Selain itu, aku juga sempat berbincang bersama Edo Wulia selaku direktur festival MFW. Berikut aku ceritakan kembali cerita mereka padamu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bu Sumaiyatin berkata bahwa, selain menjadi mitra jasa pijat di gelaran MFW, ia pun telah beberapa kali menonton film di Minikino dengan teknologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">audio description<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Lewat suara yang mendeskripsikan adegan demi adegan secara detail, ia merasa dapat mengikuti alur cerita dan \u201cmelihat\u201d dunia yang lebih luas lewat film. Dunia yang selama ini ada, tetapi tak banyak ruang yang tersedia untuknya bisa ikut merasakannya. Bu Suma berharap, Minikino dapat terus maju dan tetap peduli pada komunitas yang beragam.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_9927\" aria-describedby=\"caption-attachment-9927\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9927 size-large\" src=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250914-GROWING-PAINS-MASH-CHA-002-1024x683.webp\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250914-GROWING-PAINS-MASH-CHA-002-1024x683.webp 1024w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250914-GROWING-PAINS-MASH-CHA-002-300x200.webp 300w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250914-GROWING-PAINS-MASH-CHA-002-768x512.webp 768w, https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250914-GROWING-PAINS-MASH-CHA-002.webp 1500w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9927\" class=\"wp-caption-text\">Arsip hidup spanduk MFW di Warung Bu Azkiya (Foto: Chandra Bintang).<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Warung Bu Azkiya, ceritanya serupa, tapi tak sama. Sejak 2019, ia bermitra dengan Minikino. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Banner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> festival dari tahun ke tahun yang menempel di dinding warungnya itu tadi seolah telah menjadi semacam arsip hidup sekaligus simbol \u201ctumbuh bersama\u201d Minikino. \u201cUdah kayak anak sendiri,\u201d katanya tentang para rekan-rekan yang berkantor di Minikino. Menu favorit mereka pun ia hafal, yakni telur dadar dan es temulawak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika berbincang dengan Edo Wulia, Direktur Festival Minikino Film Week, ia menjelaskan bahwa inklusivitas dalam Minikino tidak diposisikan semata sebagai konsep yang dirumuskan di awal. Minikino menurutnya sudah bekerja terlebih dahulu baru kemudian merefleksikan makna sekaligus arah layar dari kerja-kerja itu. Dari perjalanan panjang itulah terlihat bahwa kekuatan Minikino terletak pada dua segmen, yakni: edukasi dan inklusivitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai organisasi film pendek, Minikino memandang bahwa kekuatan film pendek tidak hanya berhenti pada layar di dalam ruang pemutaran. Justru karena durasi film-filmnya yang pendek, ruang dan waktu setelah pemutaran menjadi sangat panjang dan penting. Di sanalah kekuatan\u00a0 film pendek direntangkan: melalui percakapan, pertemuan, dan relasi-relasi yang bisa menembus batas ruang dan waktu. Inklusivitas, dalam kerangka ini, selain soal siapa yang bisa menonton, juga siapa yang terlibat dalam ekosistem festival.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain bermitra dengan UMKM sekitar, Minikino secara konsisten juga memperluas akses menonton. Sejak 2019, MFW menghadirkan program terkurasi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">audio description<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi penonton tunanetra. \u00a0 Kemudian, sejak tahun ketiganya, pada 2017, MFW mulai melibatkan sekolah anak-anak Tuli dalam program penayangan yang dilengkapi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">subtitle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> SDH; <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">subtitle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> khusus untuk kelompok Tuli<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagi pengalaman dengan Bu Sumaiyatin dan Bu Azkiya serta Edo Wulia membuatku belajar bahwa denyut inklusivitas dalam festival film tidak lahir dari satu momen tunggal, melainkan dari relasi yang dibangun secara koeksis dan berkelanjutan. Di titik inilah inklusivitas di MFW dapat dibaca sebagai cara kerja yang menyatu dengan praktik keseharian festival, menghadirkan di ruang-ruang yang berbeda namun setara, dan dirancang\u00a0 sebagai pengalaman kolektif yang tumbuh melalui perhatian pada detail, kontinuitas relasi, serta kesediaan untuk terus belajar dari praktik yang dijalani bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip bahwa setiap orang berhak menikmati film dan setiap film selayaknya bisa diakses oleh siapa pun, hidup sebagai komitmen yang menuntut konsistensi dan kesabaran. Di MFW, prinsip ini bekerja tidak dalam satu arah, melainkan menjalar dan menggurita ke luar layar dan ruang pemutaran, di antara para pengunjung festival, di dalam ruang bersama, dan dalam jejaring yang terus dirawat, diruwat, dan diretas agar dampaknya dapat terus meluber seluas-luasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah (harapannya) judul artikel ini menemukan maknanya. Yang panjang dari (festival) film pendek. Dampak yang tidak berhenti pada durasi film yang diputar, melainkan tetap berlanjut dalam denyut kerja kolektif yang terus bergerak setelah layar padam. Sebuah kerja yang tidak selesai ketika festival usai, tetapi berlanjut dalam relasi, ingatan, dan ruang-ruang yang disentuhnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mari kita membayangkan sebuah festival film seperti sebuah film. Proyektor menyala, film diputar, akhirnya credit title bergulir, lantas tepuk tangan penonton memenuhi ruang pemutaran. Film selesai, penonton keluar ruangan. Namun, benarkah ceritanya selesai sampai di sana? Sekarang, aku akan mengajak kita semua menonton \u201cfilm\u201d tentang Minikino Film Week (MFW) 11. Setelah layar padam dan ruang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":100,"featured_media":9928,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","jnews_video_option_group":[[]],"override":[{"template":"2","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"bottom","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"1","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"percentage","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_podcast_option":[],"jnews_podcast_series":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[725,336,728,727,726,102,101,724,629,729],"jnews-series":[],"class_list":["post-9926","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opinion","tag-aksesibilitas","tag-bali","tag-disabilitas","tag-edukasi","tag-ekosistem","tag-festival-film","tag-film-pendek","tag-inklusivitas","tag-komunitas","tag-kurasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek - Minikino Articles<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek - Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari kita membayangkan sebuah festival film seperti sebuah film. Proyektor menyala, film diputar, akhirnya credit title bergulir, lantas tepuk tangan penonton memenuhi ruang pemutaran. Film selesai, penonton keluar ruangan. Namun, benarkah ceritanya selesai sampai di sana? Sekarang, aku akan mengajak kita semua menonton \u201cfilm\u201d tentang Minikino Film Week (MFW) 11. Setelah layar padam dan ruang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Minikino Articles\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-26T07:16:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-26T07:48:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250916-SINEMA-INKLUSIF-SDH-MASH-CHA-010.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1122\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hesty Nurul Kusumaningtyas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hesty Nurul Kusumaningtyas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/\"},\"author\":{\"name\":\"Hesty Nurul Kusumaningtyas\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5b93b3894a86cda215dc5119594836d\"},\"headline\":\"Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek\",\"datePublished\":\"2026-01-26T07:16:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-26T07:48:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/\"},\"wordCount\":1060,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250916-SINEMA-INKLUSIF-SDH-MASH-CHA-010.webp\",\"keywords\":[\"aksesibilitas\",\"bali\",\"disabilitas\",\"edukasi\",\"ekosistem\",\"festival film\",\"film pendek\",\"inklusivitas\",\"komunitas\",\"kurasi\"],\"articleSection\":[\"OPINION\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/\",\"name\":\"Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek - Minikino Articles\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250916-SINEMA-INKLUSIF-SDH-MASH-CHA-010.webp\",\"datePublished\":\"2026-01-26T07:16:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-26T07:48:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5b93b3894a86cda215dc5119594836d\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250916-SINEMA-INKLUSIF-SDH-MASH-CHA-010.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250916-SINEMA-INKLUSIF-SDH-MASH-CHA-010.webp\",\"width\":1122,\"height\":533,\"caption\":\"Pemutaran Program Inklusif SDH bersama Susrusha Deaf School di MASH Denpasar saat MFW 11. (Foto: Chandra Bintang).\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/\",\"name\":\"Minikino Articles\",\"description\":\"Your Healthy Dose Of Short Film\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5b93b3894a86cda215dc5119594836d\",\"name\":\"Hesty Nurul Kusumaningtyas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/hestytyas_avatar-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/hestytyas_avatar-96x96.jpg\",\"caption\":\"Hesty Nurul Kusumaningtyas\"},\"description\":\"Tyas was born, raised, and lives in Klaten, Central Java. She likes to keep up her spirit with reading, writing, and immersing herself in deep discussions about the meaning of life with her chubby cats at home. She is an Aquarius.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/nk_tyas\/\"],\"url\":\"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/hestytyas\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek - Minikino Articles","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek - Minikino Articles","og_description":"Mari kita membayangkan sebuah festival film seperti sebuah film. Proyektor menyala, film diputar, akhirnya credit title bergulir, lantas tepuk tangan penonton memenuhi ruang pemutaran. Film selesai, penonton keluar ruangan. Namun, benarkah ceritanya selesai sampai di sana? Sekarang, aku akan mengajak kita semua menonton \u201cfilm\u201d tentang Minikino Film Week (MFW) 11. Setelah layar padam dan ruang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/","og_site_name":"Minikino Articles","article_published_time":"2026-01-26T07:16:11+00:00","article_modified_time":"2026-01-26T07:48:29+00:00","og_image":[{"width":1122,"height":533,"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250916-SINEMA-INKLUSIF-SDH-MASH-CHA-010.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Hesty Nurul Kusumaningtyas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Hesty Nurul Kusumaningtyas","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/"},"author":{"name":"Hesty Nurul Kusumaningtyas","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5b93b3894a86cda215dc5119594836d"},"headline":"Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek","datePublished":"2026-01-26T07:16:11+00:00","dateModified":"2026-01-26T07:48:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/"},"wordCount":1060,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250916-SINEMA-INKLUSIF-SDH-MASH-CHA-010.webp","keywords":["aksesibilitas","bali","disabilitas","edukasi","ekosistem","festival film","film pendek","inklusivitas","komunitas","kurasi"],"articleSection":["OPINION"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/","name":"Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek - Minikino Articles","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250916-SINEMA-INKLUSIF-SDH-MASH-CHA-010.webp","datePublished":"2026-01-26T07:16:11+00:00","dateModified":"2026-01-26T07:48:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5b93b3894a86cda215dc5119594836d"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#primaryimage","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250916-SINEMA-INKLUSIF-SDH-MASH-CHA-010.webp","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2026\/01\/20250916-SINEMA-INKLUSIF-SDH-MASH-CHA-010.webp","width":1122,"height":533,"caption":"Pemutaran Program Inklusif SDH bersama Susrusha Deaf School di MASH Denpasar saat MFW 11. (Foto: Chandra Bintang)."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/yang-panjang-dari-festival-film-pendek\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/minikino.org\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yang Panjang dari (Festival) Film Pendek"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#website","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/","name":"Minikino Articles","description":"Your Healthy Dose Of Short Film","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minikino.org\/articles\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/e5b93b3894a86cda215dc5119594836d","name":"Hesty Nurul Kusumaningtyas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minikino.org\/articles\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/hestytyas_avatar-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2025\/05\/hestytyas_avatar-96x96.jpg","caption":"Hesty Nurul Kusumaningtyas"},"description":"Tyas was born, raised, and lives in Klaten, Central Java. She likes to keep up her spirit with reading, writing, and immersing herself in deep discussions about the meaning of life with her chubby cats at home. She is an Aquarius.","sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/nk_tyas\/"],"url":"https:\/\/minikino.org\/articles\/author\/hestytyas\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/100"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9926"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9926\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9935,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9926\/revisions\/9935"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9928"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9926"},{"taxonomy":"jnews-series","embeddable":true,"href":"https:\/\/minikino.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/jnews-series?post=9926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}