[ap_testimonial image=”https://minikino.org/indonesiaraja/wp-content/uploads/2016/04/anis.png” image_shape=”square” client=”Siti Anisah” designation=” Programmer | Sinema Kopi Hitam”]
CATATAN PROGRAMER:
[/ap_testimonial]
“SEDERHANA YANG LUAR BIASA”
Filmmaker bisa disebut sebagai pencerita, ia menceritakan kembali apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dirasakan bahkan apa yang dia khayalkan melalui media audio visual. Saat membuat film pendek tidak berarti dalam masa produksinya akan menjadi lebih mudah karena durasinya yang terbatas. Tahap pengembangan cerita sering kali diluar kepala sehingga tema cerita yang diceritakan pun serasa jauh dari penonton. Dari keempat film yang dipilih ini adalah film yang berangkat dari realita yang diceritakan kembali oleh filmmaker dengan cara yang sederhana namun sebenarnya luar biasa. Mengambil kisah keluarga sebagai latar belakang cerita, Lemantun diceritakan dengan alur dan dialognya yang terlihat natural. Begitu juga dengan Masa sih? Membicarakan hal-hal yang katanya seharusnya tidak dibicarakan namun dapat dibicarakan tanpa ada unsur vulgar dan dialog yang fun. Sedangkan Tiny Jakarta menceritakan hiruk pikuk keseharian Jakarta. Dan Iblis Jalanan yang menceritakan kembali lirik Iblis Jalanan dengan cara yang lebih popular dan asik.
Durasi Total: 52:20
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”2″]
[/ap_column]
[ap_column span=”4″]
“Tiny Jakarta”
(Albertus Wida| Liga Mahasiswa ITB / Jakarta / 2014 / 3’16”)
Experimental, G
No Dialogue
Jakarta yang luas jadi sempit, Jakarta yang lambat jadi cepat, dan Jakarta yang besar jadi kecil.
[/ap_column]
[/ap_column_wrap]
[ap_divider color=”#CCCCCC” style=”dashed” thickness=”1px” width=”100%” mar_top=”10px” mar_bot=”10px”]
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”2″]
[/ap_column]
[ap_column span=”4″]
“Iblis Jalanan”
(Salman Farizi | Gundala Pictures / Jakarta / 2014 / 10’34”)
Documentary, G
Indonesian Language, English subtitle
Sebuah documenter pendek bercerita tentang 2 pengendara tong setan dengan kehidupannya di pasar malam.
Award:
film pendek terbaik Europe on Screen 2015
special mention film pendek documenter pilihan official jury XXI Short Film Festival 2015
[/ap_column]
[/ap_column_wrap]
[ap_divider color=”#CCCCCC” style=”dashed” thickness=”1px” width=”100%” mar_top=”10px” mar_bot=”10px”]
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”2″]
[/ap_column]
[ap_column span=”4″]
“Masa Sih?”
(Chairun nissa | Cangkir kopi / Jakarta / 2014 / 18’15”)
Drama, Comedy, G
Indonesian Language
Suasana kelas SMA yang riuh karena terjebak stereotype remaja, sampai seorang guru datang dan satu kelas ini terlibat obrolah dari jatuh cinta sampai seputar seks yang menjadi tabu di murid-muridnya sendiri.[/ap_column]
[/ap_column_wrap]
[ap_divider color=”#CCCCCC” style=”dashed” thickness=”1px” width=”100%” mar_top=”10px” mar_bot=”10px”]
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”2″]
[/ap_column]
[ap_column span=”4″]
“Lemantun”
(Wregas Bhanuteja | FFTV IKJ / Jakarta / 2014 / 20’15”)
Drama, G
Javanese Language, Indonesian & English subtitle
Dalam pertemuan keluarga kali ini, seorang ibu ingin membagikan sbeuah warisan kepada lima orang anaknya berupa lemari. Lemari yang seharusnya menjadi anugrah ini, justru menjadi sebuah beban bagi anak ketiganya.
Award:
Film pendek pilihan penonton XXI Short Film Festival 2015
Film pendek fiksi terbaik pilihan juri IMPAS XXI Short Film Festival 2015
Film pendek fiksi terbaik pilihan official jury XXI Short Film Festival 2015
[/ap_column]
[/ap_column_wrap]
[ap_divider color=”#CCCCCC” style=”double” thickness=”1px” width=”100%” mar_top=”10px” mar_bot=”20px”]
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”1″]
![]()
[/ap_column]
[ap_column span=”5″]
Lokasi Pemutaran & Waktu:
[ap_list list_type=”ap-list6″]
[ap_li]
OMAH APIK, Pejeng Kamis/Thu 15 Oktober 2015, jam 18:15 – 19:15 WITA
[/ap_li]
[ap_li]
DIVINE EARTH, Seminyak Jumat/Fri 16 Oktober 2015, jam 16:00 – 17:30 WITA
[/ap_li]
[ap_li]
MINIHALL IRAMA INDAH, Denpasar Sabtu/Sat 17 Oktober 2015, jam 14:10 – 15:10 WITA
[/ap_li]
[ap_li]
SIKUNO, Denpasar Sabtu/Sat 17 Oktober 2015, jam 18:00 – 19:15 WITA
[/ap_li]
[ap_li]
RUMAH FILM SANG KARSA, Singaraja Sabtu/Sat 17 Oktober 2015, jam 17:00 – 18:15 WITA
[/ap_li]
[/ap_list]
[/ap_column]
[/ap_column_wrap]






