Home / Indonesia Raja 2016 / Indonesia Raja 2016: MEDAN

Indonesia Raja 2016: MEDAN

Programmer Release
Ignasius Loyola W. S. (Ino)
Programer | Medan

RAGAM SINEMA HARI INI
Film adalah gambar bergerak yang menyampaikan peristiwa atau khayalan si pembuatnya melalui sentuhan kreatif. Film dapat dijadikan sebagai”tempat curhat”, berekspresi, dan media pembelajaran. Film yang baik adalah film yang mampu menemukan penontonnya sendiri.
Pembuat film harus memahami apa yang ingin disampaikan kepada penonton. Namun, tidak semua film dapat memasuki pemikiran penonton. Sinema hari ini ingin menunjukkan bahwa film tidak hanya mengacu pada hal diluar lingkungan pembuat dan penikmatnya. Ide sebuah film seharusnya berangkat dari lingkungan terdekat.

Ketiga film yang terpilih merupakan film-film yang idenya berangkat dari lingkungan sekitar dan dapat dirasakan oleh semua orang. Idenya sederhana, nyata, dan dibentuk melalui kepekaan pembuatnya.

Menceritakan bagaimana kondisi dua bersaudara yang berjuang untuk hidup, Sepotong Pisang Goreng dibuat dengan jujur dan alur cerita yang sederhana. Selain itu Guna-Guna yang dikemas dengan gaya art-house menceritakan bagaimana seorang lelaki yang menolong sahabatnya dari ilmu hitam. Pengemasan Guna-Guna tidak jauh berbeda dengan Tanda yang bercerita tentang kerinduan seorang ayah terhadap anaknya. Warna hitam – putih film menunjukkan kebosanan, kesendirian, namun terdapat sebuah kerinduan didalamnya.

Point/Topik Diskusi
1. Memberi Tanggapan/ Apresiasi terhadap film-film yang ditonton.
2. Bagaimana film yang baik menurut penonton.
3. Sharing mengenai film pendek.

Rating Usia: 17+
Durasi Total: 47:36

17+

Screening:

  • Minikino Film Week 2016 | Sab/Sat 8 Okt, 20:15, DESA TULAMBEN
  • Minikino Film Week 2016 | Sen/Mon 10 Okt, 20:00, OMAH APIK

Synopsis:

film-pendek-indonesia-raja-2016-Medan

SEPOTONG PISANG GORENG

Embart Nugroho | Oneto Films | 2015 | 15:06

Potret tentang sebuah kehidupan dua bocah yang ditinggal ayah ibu mereka. Menjadia Yatim Piatu bukan keinginan mereka. Menjadi anak terlantar juga bukan keinginan mereka. Hidup di rumah kosong yang sudah reot, kelaparan, kedinginan, harus mereka hadapi setiap harinya. Bayu dan Ari sosok bocah yang masih sangat belia. Mereka kelaparan dan tidak tahu mencari makanan dimana. Sang kakak bernama Bayu mencari makanan untuk adiknya yang kelaparan namun tidak seorang pun yang mau berbaik hari memberi makanan. Siang itu ia meminta sepotong pisang goreng kepada penjual gorengan namun tetap saja tidak diberi hingga akhirnya ia mencuri gorengan itu. Ia pun dikejar-kejar dan dikeroyok sampai babak belur. Sepotong pisang goreng yang ia curi pun tidak utuh lagi dan membawanya pulang ke rumah. Sang adik masih merasa kelaparan dan sang kakakj mencari makanan di tempat sampah. Ia menemukan bungkusan dan membawanya pulang. Mereka makan bersama malam itu. Pagi harinya mereka pun ditemukan terbujur kaku karena keracunan makanan. Hidup ini memang indah.

Award:

  • 100 Terbaik ISFF SCTV 2015
  • Film Terbaik Kota Medan 2015

Pernyataan Sutradara: Film yang menurut saya mudah dicerna dan diterima oleh semua kalangan adalah film yang baik. Saat ini, banyak orang yang tidak lagi memperdulikan anak-anak yang kelaparan di jalanan. Sederhana dan nyata terjadi di dalam masyarakat membuat saya mengangkat ide cerita ini.

Profil Sutradara: Embart Nugroho, lahir dari sebuah keluarga seni dan mengembangkan bakatnya di dunia tulis menulis. Ia menulis sejak duduk di bangku SMP hingga sekarang. Embart, pria aquarius ini, tidak pernah bermimpi menjadi seorang penulis. Konon ia bercita-cita ingin menjadi pengusaha dan orang kantoran. Dan sejak tulisannya meramaikan toko toko buku, ia jadi berkeinginan menjadi seornag penulis terkenal. Di antara karya-karyanya adalah “GUARDIAN ANGEL” ( Media Pressindo 2011), “LOVE HURTS ( Media Pressindo 2012)” , NENEK GALAU (EazyNook 2013) “WHEN I FALL IN LOVE” (Media Pressindo 2013), CINTA MASIH ADA (Media Pressindo 2013). HANTU RUMAH BELANDA (Media Pressindo 2014), BANYAK HANTU DI CASABLANCA (Makam 2014), GOODBYE SINGAPORE (BIP 2015), SCARY MOVIE ON (Grasindo 2015), Novel yang akan terbit : MENARA CAWANG, LANTAI 13. Selain menulis, ia juga aktif membuat film.

film-pendek-indonesia-raja-2016-Medan

GUNA-GUNA

Narindro Aryo Hutomo | FFTV IKJ | 2015 | 13:18

Dalam kondisi terserang ilmu gaib yang menjelma dalam wujud tak terlihat. Seorang lelaki berusaha menyelamatkan temannya yang sekarat, di sebuah perjalanan yang lambat dan tak dekat

Award:

  • Official Selection / Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2015 Light of Asia Competition
  • Diorama Program / Ganesha Film Festival 2016
  • Official Selection / XXI Short Film Festival 2016 – Finalis Kompetisi Short Fiction (Action/Thriller/Fantasy)

Pernyataan Sutradara: Guna-guna adalah ilmu sihir hitam di budaya Indonesia untuk mengendalikan alam, manusia dan fenomena fisik melalui hal yang bersifat mistik, paranormal dan supranatural. Guna-guna adalah sesuatu yang diluar logika manusia. Misalnya, saat kita melihat orang yang kesurupan karena guna-guna, kita hanya melihat dan mendengar orang yang menjerit-jerit kesakitan dalam suasana yang pelan. Penyebab guna-guna terjadi biasanya ialah karna putus cinta. Saat putus cinta, momen terasa lambat. Kita bisa juga menjerit-jerit, tapi mungkin jeritan kita hanya terdengar di dalam hati. Melalui film ini saya ingin mencoba menyampaikan, bila kita pernah putus cinta, jangan coba membalasnya dengan hal-hal yang diluar logika. Cobalah jatuh cinta dengan sederhana dan apa adanya. Kemudian format hitam putih dalam film ini digunakan, sederhananya karena guna-guna adalah ilmu hitam dan untuk menyembuhkannya harus menggunakan ilmu putih. Pada akhirnya film guna-guna ini bebas mau diinterpretasikan dan diartikan seperti apa.

Profil Sutradara: Narindro Aryo Hutomo lahir di Indonesia pada 5 Oktober 1993. Suka segalanya tentang sinema. Belajar film di Institut Kesenian Jakarta dan mendiskusikannya di komunitas Beragam Film.

film-pendek-indonesia-raja-2016-Medan

TANDA

Angellin Wijaya | Limazua Ruang Kreasi | 2015 | 19:12 Seorang lelaki tua menunggu kepulangan anaknya yang tak kunjung pulang.

Award:

  • Silver Awards UI Film Festival 2015
  • Film Pendek Terbaik Kategori UMN UCIFEST 06 2016
  • Official Selection IFF Australia 2016
  • Official Selection 3rd Chennai International Short Film Festival 2016

Pernyataan Sutradara: Bermula dari fenomena yang terjadi disekitar saya, maka film ini saya buat dengan menggambarkan perasaan rindu dan penantian panjang yang berujung sia-sia.

Profil Sutradara: Angellin Wijaya (22) adalah seorang lulusan mahasiswi peminatan sinematografi angkatan 2011 di Universitas Multimedia Nusantara. Ia mengawali karirnya sebagai produser dalam beberapa film pendek seperti, Nilai, Box, Perception dan Pel. Pada tahun 2013, ia menyutradarai sebuah Film dokumenter pendek pertamanya yang berjudul “Kami”. Setelah itu, ia berhasil membuat film dokumenter pendek keduanya yang berjudul “Jalan Pulang”.

Top