Bowo Leksono
Programmer | CLC Purbalingga
CATATAN PROGRAMER:
Dalam setahun, pelajar Purbalingga (setingkat SMP dan SMA) melahirkan sedikitnya dua karya film, fiksi dan dokumenter. Tujuan awal, untuk berkompetisi di Festival Film Purbalingga (FFP). Bagi mereka, FFP merupakan pintu untuk memasuki kompetisi yang lebih luas dan menawarkan film untuk diapresiasi sebanyak-banyaknya penonton.
Durasi total: 79:12

“Sugeng Rawuh Pak Bupati”
(Eko Junianto & Trismo Santoso / Purbalingga / 2014 / 15’00”)
Drama, G
Indonesian subtitle
Karena akan kedatangan Bupati, Pak Lurah menyuruh orang untuk menyemprot rumput yang menyebabkan kambing Sakhirin mati.

“Keluarga Pengrajin Tahu”
(Ahmad Rizal / Purbalingga / 2015 /15’00”)
Documentary, G
Indonesian subtitle
Sebuah keluarga yang hidup dari membuat tahu. DIbantu anak kedua, Imam Sutrisno yang bertugas membuat tahu dan istri, Eniyatun yang menggoreng tahu. Sementara Ahmad Nurhadi sendiri, pagi hingga siang, berjualan berkeliling kampong, baru usai berkeliling menggantikan istrinya menggoreng tahu hingga malam.

“Begal Watu”
(Dinda Gita Rosita / Purbalingga / 2015 / 15’00”)
Drama, G
Indonesian subtitle
Indra, pemuda desa pengangguran, sejak booming batu akik, mendadak sibuk sebagai pemburu batu yang rakus. Hingga ia tidak mempedulikan kelestarian alam.

“Para Penggali Pasir”
(Novian Cahyo Utomo / Purbalingga / 2015 / 15’00”)
Documentary, G
Indonesian subtitle
Miskun, salah satu kuli penambang pasir warga Desa Siaren, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, bekerja keras menghidupi keluarganya. Sementara istrinya, Mahini membuka warung di pinggir kawasan tambang untuk memenuhi kebutuhan lapar dan haus para kuli penambang pasir.

“Gugat Pegat”
(Laurelita Gita Prischa Maharani / Purbalingga / 2015 / 10’15”)
Drama, G
Indonesian subtitle
Istri bekerja, sementara suami pengangguran, menjadi sebab utama retaknya sebuah rumah tangga, di samping sebab-sebab lainnya yang semakin memperkeruh suasana. Film ini mengangkat fenomena gugat cerai yang banyak terjadi di Purbalingga.

“Coblosan”
(Putra Sanjaya / Purbalingga / 2015 / 08’57”)
Comedy, G
Indonesian subtitle
Somad dan Kadir adalah pendukung setia calon kades muda yang akan membawa perubahan. Namun, kedua petani itu terus dibayang-bayangi Pono, tim sukses calon kades incumbent dengan uang sogokan. Apapun alasannya, Somad tidak mau mengkhianati kesetiaannya pada calon kades muda. Sementara Kadir, ragu menolak amplop dengan pemikiran bila sudah di bilik suara, tak ada seorang pun tahu pilihannya.


Lokasi Pemutaran & Waktu:
- OMAH APIK, Pejeng Rabu/Wed 14 Oktober 2015, jam 18:00 – 19:30 WITA
- MINIHALL IRAMA INDAH, Denpasar Kamis/Thu 15 Oktober 2015, jam 17:00 – 18:30 WITA
- BENTARA BUDAYA BALI, Sukawati Jumat/Fri 16 Oktober 2015, jam 17:00 – 18:30 WITA