Arsip Indonesia Raja 2019

Jaringan Kerja Pertukaran Program Film Pendek Indonesia

Data Pemutaran Program

Tercatat total dilakukan 39 kali pemutaran dengan jumlah penonton sebanyak 1531 penonton.

  • IR2019: BALI
  • IR2019: BANJARMASIN
  • IR2019: BULELENG
  • IR2019: CIAYUMAJAKUNING
  • IR2019: D.I.Y & JAWA TENGAH
  • IR2019: JEMBER
  • IR2019: JOMBANG
  • IR2019: KALIMANTAN TIMUR
  • IR2019: SUKABUMI RAYA
  • IR2019: SURABAYA
  • IR2019: BALI
  • IR2019: BANJARMASIN
  • IR2019: BULELENG
  • IR2019: CIAYUMAJAKUNING
  • IR2019: D.I.Y & JAWA TENGAH
  • IR2019: JEMBER
  • IR2019: JOMBANG
  • IR2019: KALIMANTAN TIMUR
  • IR2019: SUKABUMI
  • IR2019: SURABAYA

Data Pendaftaran Film 2019

  • IR2019: BALI
  • IR2019: BANJARMASIN
  • IR2019: BULELENG
  • IR2019: CIAYUMAJAKUNING
  • IR2019: D.I.Y & JAWA TENGAH
  • IR2019: JEMBER
  • IR2019: JOMBANG
  • IR2019: KALIMANTAN TIMUR
  • IR2019: SUKABUMI RAYA
  • IR2019: SURABAYA

Program Film Indonesia Raja 2019

Indonesia Raja 2019: Bali

SOUND OF SILENCE
Empat film pendek dalam program ini berkaitan erat dengan diam; diam yang memicu balas dendam, diam kata, perasaan yang diam, dan sikap diam yang terkonversi karena opresi. Diam tersebut menjalar melalui kehidupan sosial, kultural dan spiritualitas para karakter dalam filmnya.

  • DURASI PROGRAM: 00:61:21
  • PANDUAN USIA: 13+

DAFTAR FILM


RONG TELU (THREE SPACES)

Gandhi Bramayusa / Denpasar / 2018 / 16:20 / Fiksi

Selama 10 tahun Ayu pergi mencari keberadaan orang tuanya, bahkan Ayu sudah menganggap orang tuanya telah tiada dengan mendoakannya di Rong Telu (sebuah tempat pemujaan Leluhur umat Hindu) hingga suatu saat ia mendapatkan sebuah pesan dari kakaknya yang akan menjelaskan semuanya.


RITA

Eka Prasetya / Singaraja / 2018 / 23:40 / Dokumenter

Nama lengkapnya, Putu Rita Erviana. Dia siswa kelas VIII di SLB Negeri 1 Buleleng. Kesehariannya lebih banyak dilakukan di asrama sekolah, karena rumahnya cukup jauh dari Kota Singaraja. Rita adalah salah satu siswa berbakat di sekolah tersebut. Dengan keterbatasan, dia berusaha menembus batas diri dengan mempelajari Tari Bali. Bagi Rita, bukan persoalan mudah mempelajari tarian Bali. Dia tak bisa mendengar suara gamelan. Rita harus menari mengikuti isyarat tangan dari Komang Srinari, pelatih tarinya di sekolah. Dalam kesunyian diri, Rita akhirnya berhasil menguasai tari Bali.


TERGILA-GILA (INSANELY INFATUATED WITH SOMEONE AT THE
MOST INAPPROPRIATE TIME )
Nirartha Bas Diwangkara / Denpasar / 2019 / 15:55 / Fiksi

Seorang anak perempuan mengalami kebangkitan seksualnya dan dorongan alami membawanya ke ketertarikan fisik pada pamannya yang menderita skizofrenia.


GIA

Irfan Thamrin / Denpasar / 2019 / 05:26 / Fiksi

Bercerita tentang GIA, perempuan berusia 28 tahun yang bekerja sebagai perawat di sebuah RS. Setelah melakukan beberapa aksi pembunuhan terhadap para lelaki yang memiliki catatan kasus kekerasan terhadap perempuan, untuk pertama kalinya ia bertemu dengan seorang detektif bernama BIMA yang telah lama membuntuti dan ingin membuka semua rahasia yang tersimpan oleh Gia.

Dalam sebuah interogasi, semua cerita dan masa lalu Gia yang kelam akhirnya terkuak. Namun, yang tetap menjadi pertanyaan besar bagi Bima adalah, apakah Gia sudah berada di titik kehidupan yang bahagia ataukah ia hanya berencana rehat sejenak untuk kembali meneruskan pencarian rasa bahagia dengan caranya tersebut?

Indonesia Raja 2019: Banjarmasin

“SAURAT, SABUKU” (SATU PANGKAL, SATU TITIK TEMU)

Sebuah gambar: Dua bukit hijau berjejer, matahari bersinar terang di tengahnya, di kaki bukit membentang sawah-sawah yang dibelah oleh jalan raya, sedangkan di langit burung-burung terbang tinggi. Jika Anda mempunyai gambaran jelas tentang deskripsi gambar tersebut, kemungkinan besar Anda pernah menggambarnya pula. Entah siapa yang memulai atau menyebarkan gambaran ini hingga menjadi templat bersama di buku gambar anak-anak Indonesia. Terlepas dari itu, ada dua hal yang menarik untuk kita renungkan kembali. Pertama, tentang bagaimana kita diajarkan bahwa pemandangan seperti itu merupakan sesuatu yang ‘indah’. Kedua, tentang bagaimana kemampuan seni dalam mencoba menggugah kesadaran.

Sepertinya ajaran yang telah dicoba ditanamkan sejak dini itu, ternyata tidak lantas membuat banyak dari kita untuk turut bertindak dalam usaha pelestarian lingkungan dan hanya menjadikannya bahan nostalgia belaka. Rasanya kita tidak perlu membahas panjang lebar tentang betapa krusialnya permasalahan lingkungan saat ini. Dengan melihat banyak kasus pelanggaran lingkungan yang terangkat di media-media belakangan ini, harusnya telah cukup untuk paling tidak sekecilnya memancing kesadaran, tanpa perlu menunggu hal itu terjadi di depan mata kepala sendiri. Kecuali, dengan keterbukaan arus informasi saat ini kita hanya terlarut dalam isu permukaan tentang politik, agama, dan gaya hidup. Kemampuan seni (film) untuk terus menggugah kesadaran itu pula harus terus dikembangkan, entah melalui isi atau gaya yang dipilih agar menghindari kebosanan dalam prosesnya untuk menajamkan kesadaran. Atas berbagai pemikiran dasar inilah saya memprogramkan Indonesia Raja Banjarmasin 2019: “Saurat, Sabuku”. Dua kata dalam bahasa Banjar yang dapat diartikan “Satu Pangkal, Satu Titik Temu”.

Dalam program “Saurat, Sabuku” terdapat empat film yang saya susun secara imajinasi kronologis (jika latar dalam film jika disambung seluruhnya).

Film “Sungai Untuk Banua”, sebuah dokumenter pendek yang ingin menyinggung jargon kota Banjarmasin yaitu: “Kota Seribu Sungai”. Ketika terdapat perbedaan pernyataan antara dari pihak pemerintah kota dan pengamat mengenai hal tersebut, kita dibuat untuk kembali mempertanyakan tentang sebuah citra dan kenyataannya.

Selanjutnya film “Tanjung Dewa”, film yang diadaptasi dari sebuah puisi yang berjudul sama karya Eko Suryadi WS. Penggambaran kehidupan keluarga nelayan yang tinggal di sekitar pulau Tanjung Dewa dalam menghadapi permasalahan untuk bertahan hidup akibat perubahan lingkungan yang terjadi. Gaya penuturan yang cukup unik dalam menyampaikan pesan, membuat film ini juga mampu meninggalkan kesan.

Lalu, film “Ujar Pang Jua’ mengajak kita untuk membayangkan jika satwa endemik yang juga dijadikan sebagai maskot kota Banjarmasin yakni Bekantan, dikabarkan telah punah. Dibungkus dengan sedikit komedi, perbincangan beda generasi yang disajikan dapat jadi bahan renungan bersama.

Terakhir “Last Breath”. Walau bertemakan post-apocalytic dengan konflik antara dua tokoh dari masyarakat distopia, film ini masih menghadirkan optimisme untuk masa depan yang lebih baik.

Melalui program “Saurat, Sabuku” saya mencoba menyediakan ruang pertukaran wacana tentang kesadaran lingkungan dan media perjuangannya (film), yang bisa dibahas terpisah atau bersamaan. Memantik kritik dan otokritik terhadap dua hal tersebut. Serta, berharap itu semua menjadi pengikat kebersamaan karena kita ‘satu pangkal’ dan berbuah tawaran solusi karena bertemu dalam ‘satu titik temu’. Apalagi mengingat saat ini di Banjarmasin dan beberapa daerah lainnya di provinsi Kalimantan Selatan, masyarakat sedang berjuang untuk menyelamatkan pegunungan Meratus dari ancaman usaha tambang, dalam kampanye #SaveMeratus.

Banjarmasin, 14 Mei 2019

 

  • DURASI TOTAL : 35:03
  • PANDUAN USIA : 13+

DAFTAR FILM


SUNGAI UNTUK BANUA

M. Rizky Ramadhan / Banjarmasin / 2017 / 16:00 / Dokumenter

Sungai sebagai sumber mata pencaharian warga Banjarmasin dan sekitarnya. Selain itu, juga menjadi alternatif jalur transportasi dan tempat silaturahmi.


TANJUNG DEWA

Anggi Pradana Ifansyah / Banjarmasin / 2018 / 09:36 / Fiksi

Seorang nelayan yang mencari ikan di sekitaran pulau Tanjung Dewa, namun hasil yang didapat tak sesuai dengan yang diharapkan. Apakah yang sebenarnya terjadi dengan pulau Tanjung Dewa?


UJAR JUA PANG

Rizwan Azhar / Pelaihari / 2018 / 07:00 / Fiksi

Perbincangan antara paman dan keponakan tentang satwa endemik yang dikabarkan telah punah.


LAST BREATH

Ferdy Parker / Banjarmasin / 2018 / 02:33 / Fiksi

Dua orang yang sedang menempuh perjalanan untuk menyelamatkan kehidupan.

Indonesia Raja 2019: Buleleng

EKSPRESI UTARA
Sejak bergulir program Indonesia Raja 2015 lalu, pergerakan film di Buleleng ikut tumbuh dengan bersama. Tahun ini, Indonesia Raja, secara khusus memberikan ruang untuk filmmaker Buleleng untuk menampil karya telah lama tersimpan di lumbung-lumbung kreatif yang terbangun berdasarkan semangat untuk berkreasi. Film menjadi ruang ekspresi detail tentang peristiwa kehidupan yang terjadi dibelahan utara Bali. Lima film yang terangkum dalam durasi 75.02, merupakan ekpresi filmmaker yang terlahir secara alami dan akademis. Seluruh film, dalam Indonesia Raja Buleleng 2019, mewakili setiap pergerakan yang dibangun oleh para penggiat film, dari tingkat sekolah menengah atas, perguruan tinggi, komunitas seni dan komunitas desa.

 

  • DURASI PROGRAM: 00:75:02
  • PANDUAN USIA: 13+

DAFTAR FILM


BAPE

Putu Satria Kusuma / Buleleng / 2015/ 20:40 / Fiksi

Kisah seorang anak bernama Gede Bangsa yang terobsesi mengetahui wajah ayahnya yang meninggal ketika ia masih bayi, sedangkan ibunya tidak memiliki foto ayahnya.


SALAH JALAN

I Dewa Ketut Agus Adiwijaya/ Singaraja / 2017 / 14:12 / Fiksi

Kadek adalah seorang yatim piatu yang tinggal bersama kakak kandungnya. Kehidupan yang sederhana membuatnya tidak mampu mengikuti trend seperti apa yang telah dilakukan temannya. Salah satunya penggunaaan handphone (hp). Karena keingnannya yang terlalu besar ia mengikuti jejak temannya yang memliki keadaan ekonomi yang sama tapi mampu mengikuti trend dengan jalan menjual diri. Dan dia pun bisa mengisi keinginannya. Namun akibat perbuatannya itu menyebabkan dia hamil. Akibat tidak berpikir panjang, dia mencoba meminum obat dengan harapan bisa menggurkan kandungannya. Namun naas, nyawanya pun ikut melayang. Kadek pun meninggal dunia.


KERINGAT PENEGAK

I Made Suniartika/ Singaraja / 2019 / 06.57 / Fiksi

Menceritakan seorang anak pramuka yang mendapatkan sebuah rintangan ketika hendak bepergian untuk melakukan latihan pramuka. Di perjalanan banyak rintangan yang harus dia hadapi hingga terjadi perdebatan dengan orang dan kelompok orang. Dengan segala usaha dia berhasil menghadapi rintangan tersebut. Hingga malam dia mengetahui semua tentang rintangan yang di hadapi di perjalanan.


NGANTEN (THE WEDDING)

Raditya Pandet/ Buleleng / 2017 / 22:54 / Fiksi

Gede (25 tahun) pemuda Bali, memiliki pacar bernama Adeline (25 tahun) yang berasal dari Belanda. Namun, saat Gede akan menikahinya, ia terhalang oleh perbedaan budaya.


TANGTU KAPUNAAN

Workshop Sang Karsa & Kayoman Pedawa / Singaraja / 2018 / 11:37 / Fiksi

Mereka berencana berburu di hutan. Sang Kakek menghalangi niat mereka dengan sebuah cerita masa lalu.

Indonesia Raja 2019: Ciayumajakuning

“DON’T WORRY, BE HAPPY”

Bergelut di tengah kemelut hidup terkadang membuat orang punya jalan keluar yang tak disangka-sangka. Ada yang memilih bertanya ke dukun, mengadakan kompetisi olahraga, atau berdoa agar tak dikejar bayangan buruk. Film-film ini mengajak kita untuk selalu merawat akal sehat dan merayakan kehidupan. Ingat, jangan lupa bahagia, gitu aja koq repot.

 

  • DURASI PROGRAM: 00:48:59
  • PANDUAN USIA: 13+

DAFTAR FILM


HARI BAIK

Doni Kus Indarto / Cirebon / 2019 / 00:14:53

Kedai Kopi Kesambi milik Wan Qodir setiap hari selalu ramai dikunjungi penikmat kopi, tak terkecuali tiga orang pelanggan tetap sahabat Tuan Qodir yakni Koh Beng, Eko Pitik, dan Kaji Dilan. Kaji Dilan datang membawa kabar gembira, undangan pernikahan anaknya. Namun yang terjadi selanjutnya, diluar bayangan siapapun.

Screening dan Penghargaan       :

  • Pemutaran dan Diskusi Film “Keragaman Itu Kita”,  Pendopo Kabupaten, Brebes
  • Layar Padhang Bulan,  Griya Budaya Studio Kopi Daleme Eyang, Solo
  • Caruban Literasi Festival, Continuum, Cirebon

Biografi sutradara  :

Doni Kus Indarto, peracik coklat dan tukang foto amatir yang lahir di Malang. Sempat kuliah di Yogyakarta, kemudian mengembara ke beberapa tempat di Indonesia. Film Hari Baik benar-benar menjadi pemicu untuk bergiat di dunia film pendek. Film terbaru, sedang dalam persiapan.


DI ATAS GENTENG

Ika Yuliana & Sangga Arta Witama / Jatiwangi, Majalengka / 2017 / 00:22:00

Kadus Ila (40) bersama komunitas seni desa, Jatiwangi Art Factory (JaF) membuat ‘keributan’ dengan mengadakan acara lomba binaraga untuk para pekerja genteng, sebagai salah satu upaya menyadarkan masyarakat untuk mempertahankan tradisi genteng mereka bersamasama, dan untuk berkata pada orang asing bahwa di Jatiwangi ada peradaban.

Screening dan Penghargaan:

  • Eagle Documentary Awards
  • Screening Program Layarkita di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung

Biografi sutradara  :

Ika Yuliana, penulis dan dokumentarian kelahiran Banda Aceh, 11 Juli 1992. Dibesarkan di Medan Sumatera Utara, lalu merantau ke ibukota untuk melanjutkan studi jurnalistik penyiaran di Universitas Budi Luhur Jakarta. Tahun 2014, mendapatkan beasiswa training dokumenter dari JICA Japan. Tahun 2017, filmnya yang berjudul “Di Atas Genteng” memenangkan film pilihan juri di kompetisi dokumenter nasional Eagle Awards.


BALIK BAYANG

Tanzilal Azizie Rachim / Cirebon / 2018 / 00:13:38

Mengisahkan tentang seorang pelajar yang tengah menghadapi kegelisahan karena masalah-masalah yang ada dan membuatnya berhalusinasi tentang sosok yang menghantuinya.

Screening dan Penghargaan:

  • Screening oleh Jumat Sore di Gramedia Cipto Cirebon.

Biografi sutradara  :

Tanzilal Azizie Rachim, seorang mahasiswa Televisi dan Perfilman ISBI Bandung yang juga anggota komunitas Degradasi. Berasal dari Cirebon, sutradara dari beberapa film lainnya yang dibuat bersama Degradasi.

Indonesia Raja 2019: D.I.Y & Jawa Tengah

INGATAN YANG LAIN

Sebagai kesadaran akan pengalaman masa lampau yang hidup kembali, ingatan seringkali sangat personal. Ia menjadi begitu manis dan berharga untuk dikenang, namun tak jarang juga begitu pahit. Banyak dari ingatan tersebut terlalu sayang untuk kita dilewatkan, bukan hanya untuk melihat ke belakang melainkan juga melangkah tanpa beban ke depan. Film-film dalam “Ingatan yang Lain” ini merangkum artikulasi alternatif lima ingatan personal yang menjadi bagian komunal bangsa ini. Lewat para pembuat film di D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah, kita diajak untuk masuk ke lorong waktu non teritorial, menelusurinya, hingga di ujung kita tersadar bagaimana ingatan tersebut masih layak dikenang.

Ingatan yang diwariskan lewat kepercayaan nenek moyang ditampilan dengan narasi yang lain lewat animasi “Llop Mougn”. “Dluwang” menampilkan persona si penjaga ingatan lewat lembaran kertas usang yang menyiratkan absennya kuasa negara akan arsip. Sebuah ingatan lewat pertanyaan anak SMA dalam “Fade Out” menggambarkan kegagapan generasi sebelumnya terhadap rezim dan kambing hitamnya. Lewat ingatan seorang ayah dan anak yang menelusuri tempat buangan para eks tapol dalam “Angin Pantai Sanleko”, film ini seperti jawaban dari pertanyaan yang tak terjawab di film sebelumnya. Hingga “Basakara ke Wukir” yang memotret perjalanan proses demokrasi sebagai pengingat penting atas apa yang baru-baru saja terjadi di negeri ini.

Usaha untuk menampilkan kembali ingatan dalam beragam bentuk; fiksi, animasi dan dokumenter ini layak diapresiasi, baik lewat pencapaian artistik maupun politis. Di mana film dapat menjadi ruang ekspresi yang spektrumnya begitu lebar dengan narasi lain yang begitu beragam. Pilihan film-film pendek dalam program ini, bukan cuma menyajikan perspektif para pembuat film di wilayah D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah, melainkan juga usaha mereka untuk menjadi bagian penting dalam menuturkan Indonesia.

 

  • DURASI PROGRAM: 00:70:26
  • PANDUAN USIA: 13+

 

DAFTAR FILM


LLOP MOUGN

Oktivani Anggia Rachmalitta / Yogyakarta / 2018 / 4:20 / Animasi

Seorang perempuan yang terjebak dalam imajinasi dan tenggelam bersama mimpi dan mencoba membuktikan sebuah kepastian dalam dirinya.


DLUWANG

Agni Tirta / Yogyakarta /2017 / 20:06 / Dokumenter

Pasar klithikan adalah ruang alternatif tidak hanya sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli barang bekas, juga ruang publik dimana interaksi sosial terjadi di dalamnya. Di Yogyakarta pasar klithikan hampir setiap hari dan setiap waktu. Walaupun pernah menyandang sebutan sebagai pasar maling di era 90an pasar klithikan tetap bertahan hingga sekarang di tengah modernisasi pasar modern dan online shop. Toni adalah salah satu orang berdagang segala yang berbau kertas lawas. Tak jarang ia menemukan dokumen maupun bukti sejarah dari tempat-tempat itu. Barang-barang klithikan identik dengan barang yang tidak terpakai atau barang sampah, film ini tentang barang-barang bernilai sejarah dari tempat sampah.


FADE OUT

Achmad Rezi Fahlevie / Yogyakarta / 2019 / 8:04 / Fiksi

Seorang murid yang mempertanyakan kenapa dirinya diperlakukan tidak adil oleh gurunya ketika berpendapat dikelas, hal ini membuat ia ingin mengetahui lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi dalam sejarah pada masa lalu.


ANGIN PANTAI SANLEKO

Yogi Fuad, Rahung Nasution / Surakarta /2019 / 19:53 / Dokumenter

Hersri Setiawan (82) bersama beberapa teman dan keluarganya, dalam perjalanan ziarah ke pulau Buru. Di sana ia menyadari banyak peninggalan sejarah yang dihapuskan.


BASKARA KE WUKIR

Latifah Fauziyyah Rosidin / Tegal / 2018 / 17:59 / Fiksi

Baskara (17) anak pertama dari dua bersaudara,tinggal bersama ayah dan adik perempuannya bernama Ayu (7). Ayahnya Darmo (40th), seorang TKI yang dideportasi karena permasalahan legalitas. Ibunya meninggal dunia karena penanganan yang terlambat. Baskara bekerja keras demi pengobatan adiknya. Ia dipercaya mengantarkan kotak suara ke desa Wukir di balik bukit. Sepanjang perjalanan ia menemukan berbagai kejadian yang menyadarkannya bahwa hak suara rakyat lebih penting dibandingkan sejumlah uang yang ia terima.

Indonesia Raja 2019: Jember

PANDHALUNGAN IN MOTION PICTURES

Jember kadang disebut sebagai kota Pandhalungan. Disebut juga miniatur Indonesia karena keberagaman bahasa, budaya, hingga isu sosialnya. Kekayaan ini memberikan warna tersendiri dalam pekembangan film lokal Jember. 6 film ini hadir dengan bahasa, cara bertutur, dan atmosfir yang berbeda, sebagai bentuk eksplorasi para filmmaker dalam menyampaikan cerita dan cinematic experience terhadap penontonnya.

 

  • DURASI TOTAL: 00:66:11
  • PANDUAN USIA: 18+

 

DAFTAR FILM


MENGAPA

M. Fathur Rozi / 05:26 / Jember / 2017 / fiksi

Kehidupan Sederhana Membuat Yogi, tidak bisa seperti anak seusianya, sejak kecil dia ditinggal oleh orang tuanya dan dititipkan ke sang Kakek, Tapi di sisi lain dia mempunyai hati tulus untuk menolong sesama.


KUNING

Dirgamaya D.H.A / 16:51 / Jember / 2018 / fiksi

Seorang gadis SMA bernama Ning yang di tinggal sendirian di rumah oleh ibu dan kakak laki-lakinya. Suatu malam di kampungnya mati listrik. Sebelumnya di siang hari terdapat tetangga yang meninggal. Ning merasa takut dengan suasa malam gelap tanpa teman. Ia merasakan hal aneh di sekitar rumahnya. Ia merasakan ada makhluk yang mengikutinya.


ROSA

Rizki Mei Kurniawan / 24:51 / Jember / 2018 / Dokumenter

Sebut saja ROSA, seorang perempuan yang terjerumus kedalam dunia malam. Pengalaman hidup ROSA yang pahit dan penuh lika-liku telah mendorong ROSA untuk menikmati kehidupan yang begitu kacau, dan juga mengubah ROSA menjadi seorang Nymphomaniac.


MENENG

Muhammad Khaqqul Yaqin / 04:30 / Jember / 2018 / Fiksi

Kegelisahan percakapan sebuah keluarga di malam hari ketika munculnya isu peraturan perundang-undangan sebuah negara yang mana isinya elit pemerintahan kebal hukum dan anti kritik. Dimana sang anak berlatar belakang sebagai mahasiswa dan sang ayah religious. Mereka mencoba merefleksikan masa-,masa pemerintahan yang sebelumnya. Mencari perbandingan antara pemerintahan dulu dan yang sekarang. Karena di masa saat ini permasalahan tentang korupsi sudah merajalela.


PROSES

M. Fathur Rozi / 09:59 / Jember/ 2018 / fiksi

Sugianto, seorang guru honorer harus mencari cara agar keluar dari jeratan hutang dan krisis ekonomi yang dialami keluarganya. Beruntung, sahabatnya yang bernama Bashori membantunya untuk memulai merubah nasibnya dengan memulai meminjam di koperasi untuk memulai usaha peternakan ayamnya.


A-SET

Pandu Putra Sadewo / 04:34 / Jember/ 2018 / fiksi

Seorang agen bernama Guntur mendapatkan tugas dari bosnya di luar negeri untuk mencari sebuah kotak di Jember. Dia harus melewati berbagai tantangan, termasuk mempertaruhkan nyawanya. Ternyata, misi ini membawanya ke tembakau, aset berharga Jember yang diperebutkan banyak pihak tidak bertanggung jawab. Guntur harus menyelamatkan aset negara itu dari masa depan yang tidak menentu dengan mengorbankan keberhasilan misinya.

Indonesia Raja 2019: Jombang

MENIKMATI JOMBANG
Jombang sebagai kota lintasan dan juga mendapat predikat sebagai kota santri/pesantren menjadikan Jombang kaya akan tema, namun kali ini kita akan menggarisbawahi kerja kolaborasi teman-teman filmmaker dengan lembaga-lembaga di Jombang.

  • TOTAL DURASI : 26.36
  • PANDUAN USIA: 17+

DAFTAR FILM


MISTERI RUMAH KOSONG

Taufan Tohary / Jombang / 2017 / 11:49 / Fiksi

Ada suara-suara dari rumah kosong yang membuat takut anak-anak.


CANDALA

Armynda Elvasakti / Jombang / 2019 / 01:00 / Fiksi

Rani seorang dengan downsyndrome yang merasa rendah diri karena merasa berbeda dan tidak dianggap wajar oleh lingkungan.


DILEMA

Inswiardi / Jombang / 2017 / 13:46 / Fiksi

Kisah keluarga sangat miskin, Kakak Ipar yang menjadi tulang punggung satusatunya bertindak diluar batas. Adik iparnya menjadi pelampiasan nafsu dan peristiwa tersebut di ketahui oleh seluruh anggota keluarga dan disimpan rapatrapat.

Indonesia Raja 2019: Kalimantan Timur

LOOKING AT BORNEO

Borneo atau sebutan lain dari Pulau Kalimantan, banyak dikenal sebagai pulau yang memiliki kekayaan melimpah ruah atas berbagai hal, seperti kebudayaan, flora, fauna, hingga sumber daya alam lainnya. Namun di balik kekayaan yang ada itu, tersimpan banyak permasalahan demi permasalahan yang seringkali membutuhkan respon besar dari banyak pihak, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Adapun isu-isu beragam tersebut masih berkembang pada masyarakat hingga saat ini, meliputi aspek kebudayaan, sosial masyarakat, kerusakan alam, hingga industri sawit, dan tambang batubara.

Hingga kemudian oleh para sineas lokal di Kalimantan Timur, selain merasakan langsung isu tersebut, mereka juga mencoba untuk menceritakan kembali isu-isu demikian menjadi sebuah bentuk karya audio visual. Dalam prosesnya, mereka tak hanya menawarkan visual landscape Kalimantan Timur saja, tetapi lebih mengolah isu tersebut menjadi sebuah bentuk cerita yang menarik dan dapat dinikmati oleh penontonnya, sehingga mampu memantik perspektif baru seputar apa yang terjadi hari ini di sana.

Melalui ketiga film pendek ini, sang pembuat film berupaya merekam realitas yang ada dengan gaya dan bentuknya masing-masing. Melihat dan membicarakan fenomena demi fenomena yang terjadi hingga saat ini di Kalimantan Timur.

 

  • DURASI TOTAL: 59:47
  • PANDUAN USIA: 7+

DAFTAR FILM


EMAS HITAM (BLACK GOLD)

Ahmad Fauzan Perdana / Samarinda-Tenggarong / 2018 /
Dokumenter / 15:18

Berkisah tentang kelamnya industri tambang batu bara yang ada di Kalimantan Timur. Dengan menyisakan lebih dari 232 lubang bekas tambang dan telah menelan 28 korban jiwa yang sebagian besar adalah anak-anak. Ketidak jelasan akan keadilan dari banyaknya kasus yang ada membuat korban terus berjatuhan. Ibu Rahmawati selaku ibu korban bersama Jatam terus berupaya agar kasus yang sama tidak akan terjadi lagi. Faktanya tidak ada kasus yang ditangani dengan serius oleh pemerintah. Sisi gelap tambang terus mengemuka dan ancaman lubang bekas tambang masih terus mengancam warga sekitar.


SEDENG SANG

M Reza Fahriansyah / Sangatta / 2016 / Fiksi / 19:47

Bagi suku Dayak Wehea Kutai Timur, Kalimantan Timur, tanah merupakan sumber kehidupan. Pak Be merasa bimbang ketika tanah yang ia miliki ingin dibeli dan dialihfungsikan untuk tanaman sawit. Hat yang bersekolah di kota harus pulang kembali kekampung karena tidak ada biaya. Keinginan sekolah yang kuat membuat Hat meminta Pak Be untuk menjual tanah miliknya demi masa depan keluarga mereka.


RANAM – LOOKING FOR LAND

David Richard / Kutai Kartanegara / 2018 / Fiksi / 24:42

Hidup sederhana dengan segala keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk Mlintang, seorang anak laki-laki yang hidup di Desa kecil dibagian hulu Kalimantan Timur, yaitu Desa Melintang, Mlintang bersama teman-teman sebaya hobi bermain bola dan bercita –cita menjadi pemain bola professional. Namun, hal tersebut tidak dengan mudah terlaksana, karena Mlintang dan teman-teman sangatlah butuh perjuangan akan keterbatasan kondisi alam di Desa tersebut yang jauh dari daratan. Tidak hanya itu saja, trauma yang dialami sang Ibu membuat Mlintang dilarang bermain bola dan sempat patah semangat dalam menggapai cita-cita.

Indonesia Raja 2019: Sukabumi Raya

MENEMBUS BATAS

Melalui Kebebasan menembus batas, kebebasan berekspresi serta imajinasi kreatif, beberapa film pendek cukup menarik perhatian. Dengan tema yang beragam, tak terduga, dan kejutan-kejutan dalam sejumlah scene patut diacungi jempol ini.

Misalnya,film Burung Yang tak Kau Hendaki Berkicau, sebuah film indie yang berhasil melahirkan dialog tanpa jeda hanya dengan bermodalkan ekspresi wajah saja dan atmosfer pembangunan tol. Gambaran situasi dalam ruas jalan tol, menghadirkan dialog yang cukup logis dan lugas membidik kondisi sebagian masyarakat Indonesia yang sibuk dengan politik.

Juga ada film Dan Saat itu… film ini mencerminkan bahasa film pelajar Sukabumi yang tidak biasanya, set dan alur cerita bukan lagi soal isu-isu sekolah,melaikan diluar nalar. Film Sukabumi Keren!

 

  • DURASI TOTAL: 32:31
  • PANDUAN USIA: 13+

 

DAFTAR FILM


DAN SAAT ITU

Rival Saepurohman / Sukabumi / 2019 / 03:52 / Fiksi

Seorang pria yang ingin mengeluarkan hasrat yang paling dalam kepada kekasihnya dengan cara berdansa. Tetapi pria tersebut terlihat gila seolah-olah dia tidak menerima kehidupan yang menimpa dirinya.


BURUNG YANG TAK KAU HENDAKI BERKICAU

Andri Firmansyah / Sukabumi / 2019 / 07:39 / Fiksi

Keganasan para pemodal dan kencangnya pembangunan jalan tol, membuat Abah Ujang harus menerima kenyataan bahwa rumahnya harus dirampas. Kini hanya ada satu harapan bagi dirinya, semoga “rumah terakhirnya” tidak digilas seperti makam isterinya yang telah dilindas.


BUNYI HUJAN DI ATAS GENTING

Krisna L. Salya / Jakarta / 2017 / 21:00 / Fiksi

Diangkat dari cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, Sawitri, seorang mantan pelacur, yakin bahwa suatu hari pasti ia akan bertemu lagi dengan kekasihnya, Pamuji, yang pergi meninggalkan dirinya saat pemerintahan sedang mengadakan pembersihan premanisme di negaranya. Banyak teman-teman Pamuji yang sudah menjadi korban penembakan misterius, dan jasadnya dibuang begitu saja di Pinggir jalan. Korbanpun mulai melebar, tidak hanya preman saja, orang-orang yang memiliki tato, walaupun bukan preman, tetap menjadi target operasi.

Setiap kali hujan berhenti, selalu saja ada mayat bertato yang tergeletak tepat di depan rumah Sawitri.

Indonesia Raja 2019: Surabaya

EX·PEC·TA·TION
/ˌekspekˈtāSH(ə)n/
Dugaan akan keyakinan, kepercayaan dan harapan yang terusik dalam ketidakseimbangan dan ketimpangan dunia dan pikiran manusia. Mengetuk jangkauan masa dengan hormat dalam sebuah realisasi yang (tidak) sepenuhnya nyata. Film-film ini dipilih untuk menggambarkan persepsi tersebut.

  • DURASI TOTAL: 00:66:49
  • PANDUAN USIA: Semua Umur

 

DAFTAR FILM


ILUSI (ILLUSION)

Sito Fossy Biosa / Probolinggo / 2015 / 00:20:00

Seorang gadis kecil bernama Lusi tinggal di sebuah panti asuhan. Ia tidak memiliki kawan karena ketertarikannya berbeda dengan yang lain. Ia lebih memilih sendiri dan hidup di dalam mimpinya.


WELAS ASIH (AFFECTION)

Ryan Nur Pratama Aji / Lamongan / 2018 / 15:00

Bercerita tentang seorang anak bernama Thole. Pada suatu hari ia dan teman-temannya bermain di sebuah lading jagung, sampai Thole dibuat penasaran oleh suara yang memanggilnya hingga tak sadar membuat ia tersesat sampai larut malam. Melihat anaknya yang tak kunjung pulang, sang ibu dari Thole bergegas untuk mencari anak sematawayangnya itu. Dengan bantuan warga setempat, sang ibu berusaha mencarinya sampai tengah malam.


HOW TO TELL

Abra Merdeka / Surabaya / 2019 / 15:00

Seorang pria yang memiliki konflik internal setelah melihat sesuatu yang bertentangan dengan faham radikal yang dia yakini. Keyakinannya terguncang, tetapi tekanan untuk menjalankan misi pengeboman terus membayanginya. Apa yang akan dia lakukan?


SUBUR ITU JUJUR (SUBUR IS HONEST)

Gelora Yudhaswara / Ponorogo / 2018 / 16:49

Subur (L/12) adalah seorang siswa kelas 6 SD, berbadan gemuk Hari itu ada ujian mata pelajaran olah raga yaitu lari jarak jauh dengan mengelilingi dusun yang berada di dekat Sekolah. Berbagai godaan menghampiri Subur ketka mengikuti ujian lari, dan perjuangan subur pada akhirnya membuahkan hasil.

film-pendek-indonesia-raja

24 Maret 2019
Batas akhir penerimaan form permohonan dan kelengkapan untuk menjadi Programmer INDONESIA RAJA 2019

6 April 2019
Seleksi Programmer Indonesia Raja 2019 oleh MINIKINO.
– Wawancara.
– Penandatanganan Nota Kerjasama.

8 April 2019
Pengumuman Resmi Programmer Indonesia Raja 2019 & Panggilan Film Pendek untuk Seleksi.

27 April 2019
Batas akhir pengumpulan Film Pendek (Durasi Maksimal Film 25 Menit) dari Filmmaker kepada Programmer.

11 Mei 2019
Batas Akhir pengiriman program Film Pendek (dan materi) ke Sekretariat MINIKINO.

Juni – Desember 2019
Masa Pemutaran & Diskusi program INDONESIA RAJA 2019 di berbagai tempat di Indonesia. 5-12 Oktober 2019, Indonesia Raja 2019 menjadi bagian dari tayangan program di Minikino Film Week 5, Bali International Short Film Festival

Programer IR2019

Rickdy-Vanduwin

Rickdy Vanduwin S

Programer Indonesia Raja 2019: BALI

Profile & Kontak

Programer Indonesia Raja 2019: BALI
Pendiri sekaligus saat ini sebagai ketua GSHR Udayana. Selain aktif mengurus organisasi, juga mahasiswa di Universitas Udayana. Perhatian yang sangat besar pada isu gender, seksualitas, dan isu-isu sosial lainnya menjadikannya sebagai penulis staf di salah satu majalah elektronik internasional di Amerika Serikat, Affinity Magazine.

rick@gshrudayana.org
081266864271

Munir-Shadikin

Munir Shadikin

Programer Indonesia Raja 2019: BANJARMASIN

Profile & Kontak

Saya seorang yang tertarik dengan film semenjak mengambil jurusan Broadcasting Film di Akademi Komunikasi Yogyakarta. Selama di Yogyakarta saya mulai mengenali lingkungan film alternatif dan ingin mengaplikasikan pengetahuan dan waktu saya ke daerah di tempat saya tinggal. Saat ini, saya aktif sebagai anggota Forum Sineas Banua bidang edukasi.

munirshadikin@gmail.com
08570542712
Forum Sineas Banua

Kardian-narayana

Kardian Narayana

Programer Indonesia Raja 2019: BULELENG

Profile & Kontak

Saya bekerja sebagai jurnalis TV di salah satu stasiun TV nasional sejak tahun 2015, selain itu saya aktif di Komunitas Mahima Buleleng, Bali. Saya menyadari memiliki ketertarikan yang cukup serabutan dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis.

narayana.cotecx@gmail.com
082146552866
Komunitas Mahima

Kemala Astika

Programer Indonesia Raja 2019: CIAYUMAJAKUNING

Profile & Kontak

Seorang guru SD yang gemar nonton film dan baca buku. Pengalaman pertama di dunia film dimulai ketika gabung dengan komunitas film Kelompok Belajar Bikin Film (KBBF) sekitar tahun 2000 di Yogyakarta. Setelah itu terlibat di beberapa produksi teater dan drama anak-anak. Setahun ini mendirikan komunitas film Cinema Cirebon yang sedang menyiapkan Festival Film Bahari bersama jejaring kerjanya.

cinemacirebon@gmail.com
082214237318
Cinema Cirebon

sazkia-anggraini

Sazkia Noor Anggraini

Programer Indonesia Raja 2019: D.I.Y & JAWA TENGAH

Profile & Kontak

Saya sekarang adalah staf pengajar di prodi Film & Televisi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan Universitas Multimedia Nusantara. Saya memiliki gelar sarjana antropologi, seni dan master di bidang kajian film. Saya tertarik dengan sejarah film dan dunia naratif hingga tesis saya pun mempertanyakan kembali gagasan nasionalisme dalam naratif film-film Usmar Ismail. Saya pernah menjadi programmer di Festival Film Dokumenter 2017 dan 2018. Sebelumnya saya hanya penonton setia festival itu. Pada 2015, mahasiswa pernah meminta saya jadi perwakilan programmer dosen dalam Sewon Screening. Saya pernah terlibat dalam riset dan persiapan Pameran Potensi Perfilman Yogyakarta pada 2016 dan sejak 2017 saya tergabung dalam Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (KAFEIN). Saya tertarik dengan dunia kritik dan programming film setelah sebelumnya mengikuti Kelas Menulis Film yang disupport oleh Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Awalnya, saya mengikuti kelas tersebut untuk membantu proses penulisan tesis saya, namun lebih daripada itu. Saya justru mendapatkan ilmu lebih dari sekedar menulis, tapi juga menonton, mengemukakan gagasan bahkan mengulas film dari beragam sudut pandang―yang kemudian saya sadari hal itulah yang jadi pekerjaan sang programmer film. Saya bukanlah pembuat film yang produktif, tapi saya punya harapan untuk selalu konsisten menulis. Semoga menjadi programmer Indonesia Raja dapat membuat saya menjadi penulis yang rajin.

sazkia.na@gmail.com
082190207094

Adam-Sulaiman

Adam Sulaiman

Programer Indonesia Raja 2019: JEMBER

Profile & Kontak

Berkembang, dan berpendidikan di kota kelahiran saya, Jember membuat saya mengenal seluk beluk Jember dari berbagai aspek. Ketertarikan saya terhadap film dimulai ketika saya duduk di bangku kuliah semester awal karena teman teman alumni smk broadcasting. Belajar dari nol mulai cara menggunakan kamera, kemudian saya dan teman sekelas mendirikan KOPER (komunitas perfilman). Menginjak di tahun ke-3, saya sudah memberanikan diri untuk meraih berbagai prestasi di bidang film. Hingga saat ini, saya mendirikan rumah produksi dengan harapan dapat bermanfaat bagi saya pribadi, orang orang sekitar, komunitas yang sudah empat tahun berdiri, bahkan untuk perfilman Indonesia.

adamsulaiman@rocketmail.com
089806065414

Agus-Permana

Taufan Latief Alimudin Akbar

Programer Indonesia Raja 2019: JOMBANG

Profile & Kontak

Berkomunitas sejak 2004. Membuat film indie sejak 2006. Meraih beberapa penghargaan atas beberapa karya film dan teater. 2015 di nobatkan sebagai tokoh film muda pertama oleh pemerintah kabupaten jombang, atas konsistensi dan edukasi berkelanjutan di kabupaten. Berjejaring dengan beberapa komunitas, filmmaker, indie maupun industri. Pendiri Komunitas Sukarmadju bersama Rendra Bagus Pamungkas (Pemeran film Wage) tahun 2005.

tophantohary@gmail.com
081231597713
Sukarmadju

Muhammad Al Fayed

Programer Indonesia Raja 2019: KALIMANTAN TIMUR

Profile & Kontak

Lahir & besar di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sekarang sedang belajar di jurusan Film & Televisi Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Awal membuat film bersama teman-teman pada tahun 2014, hingga sekarang masih membuat film pendek fiksi ataupun dokumenter dan pada tahun 2017 juga membuat sebuah komunitas menonton & apresiasi film pendek di Samarinda yaitu Layar Mahakama. Pernah mendapatkan penghargaan Sutradara Terbaik di Pekalongan Art Festival 2017 & Festival Film Islami Lampung 2017, pernah mengikuti kelas Kritik Film TKFI 2018 dan juga pernah menjadi Juri program Jogja Student Film Award di Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2017.

Beberapa karya film yang dibuat pernah mengikuti dan menang di festival nasional hingga internasional, seperti Pesta Film Solo 2017, UI Film Festival 2017, Indonesia Raja 2017, Festival Film Dokumenter 2018, Festival Film Dokumenter Solo 2018, Chennai International Short Film Festival 2017, CMS International Children’s Film Festival 2017, YIPS Film Festival 2017, dll.

Sekarang sedang mempersiapkan Karya Tugas Akhir, beberapa proyek film, iklan, menulis cerita pendek & puisi di muhalfayed.wordpress.com

al25fayed@gmail.com
085347488025
Layar Mahakama

Taufan-Tohary

Agus Permana

Programer Indonesia Raja 2019: SUKABUMI RAYA

Profile & Kontak

Halo, saya Agus Permana adalah seseorang yang ketertarikan dalam dunia audio visual pendidikan dan budaya, saat ini saya bekerja freelance editor film dan sebagai tenaga pendidik editing di sekolah SMK broadcasting, aktif di beberapa komunitas film dan sosial.

info.ruangfilm@gmail.com / gussukabumi@gmail.com
081292633956
Ruang Film Sukabumi

Fava-N-Ulfati

Nur Ulfati

Programer Indonesia Raja 2019: SURABAYA

Profile & Kontak

Lulusan fashion designer, hobi fotografi, akuntan perusahaan swasta, 4 tahun ini sedang tertarik di manajemen produksi film.

favaxinfisbyfilm@gmail.com / elfatichnawass24@gmail.com
082234671824
INFIS (Independen Film Surabaya)

Indonesia Raja

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist