Home / Program Film 2020

Program Film 2020

Perjalanan gerakan ini selama 5 tahun belakangan mengalami berbagai perkembangan dan penyusutan, seiring dengan berbagai penyesuaian yang terus menerus dilakukan. Hal ini terjadi karena Indonesia Raja secara berkesinambungan juga terus diteliti dan disempurnakan kembali. Setiap tahun, laporan selalu diterbitkan dan menjadi bahan penelitian ulang untuk meyusun strategi tahun berikutnya. Memasuki tahun ke-6, tahun 2020, untuk pertama kalinya tim koordinator Minikino memutuskan untuk melepaskan sama sekali perhatiannya pada target kuantitas programmer, dan menggeser fokusnya pada penguatan kualitas programmer dan jaringan kerja pemutaran.

Minikino berterimakasih kepada para programmer yang telah terlibat menyumbangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk sebuah pembentukan jaringan kerja nasional di bidang Film Pendek.

Selamat menikmati program Indonesia Raja 2020.

INDONESIA RAJA 2020: BULELENG

SUB-TEMA : Dalam Keinginan

DURASI TOTAL PROGRAM : 71:50

RATING USIA TONTONAN : 13+ (Remaja & Dewasa)

PENGANTAR PROGRAM

Seleksi tahun ini berbicara tentang keinginan yang terbentuk dari rasa ketertarikan dan kesenangan, sehingga seseorang menjadi lebih aktif untuk mencari kepuasan. Rangkaian film pendek ini dirancang dalam sebuah program, dalam upaya untuk mempertegas keinginan pembuat film melalui pertimbangan programmer dan semoga tersampaikan juga kepada para penonton nantinya.

Kardian Narayana, Programmer INDONESIA RAJA 2020: BULELENG

BOTOL PLASTIK Putu Satrya Kusuma / Buleleng / 2019 / 05:25

Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan hanya meninggalkan kenangan indah bagi generasi selanjutnya. Dalam film ini, bercerita tentang perjuangan anak kecil yang bermimpi untuk kembali memiliki sawah dengan cara mulai menabung di botol plastik bekas yang ia dapat dijalanan.

Awards/Screenings: Juara Harapan 3 Lomba Film Pendek Festival Bali Jani

ARA NGIDAANG NAANANG Putu Yuli Supriandana / Buleleng / 2019 / 07:10

Keinginan terkadang memang harus di bicara dengan orang terdekat sehingga tidak menimbulkan kesalahan tafsir antar pasangan. komunikasi harus di bangun dengan baik. Seperti halnya didalam film ini, komunikasi suami istri harus dibangun untuk membangun keintiman dalam keinginan.

METUUN Dewadi Wijaya / Singaraja / 2019 / 10:31

Kerinduan seorang anak terhadap sosok ayah yang telah pergi untuk selamanya. Hastrat kerinduan yang mendalam disampaikan dengan sangat verbal sebagai ungkapan yang tak tertahankan dari seorang anak yang sangat membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya.

LINGGIH AKSARA (CLARIFICATION OF LIAK) Ni Luh Putu Indra Dewi Anjani / Buleleng, Yogyakarta / 2019 / 24:49

Persepsi negatif yang telah terbangun dipikiran masyarakat tentang liak menjadikan penyimpangan fakta yang sesungguhnya. Warisan nenek moyang tentang pemanfaatan aksara dalam tubuh pun terus mengalami penyimpangan tanpa ada yang pernah membicarakan tentang hal positif yang ada didalamnya. Aplikasinya selalu cenderung mengarah ke yang bersifat negatif.

Awards/Screenings: Official Selection Balinale International Film Festival 2019 / Official Selection Denpasar Documentary Film Festival 2019

RINDIK I Made Suniartika / Singaraja / 2019 / 09:01

Film ini mewakili perasaan remaja pada umumnya, yang mulai merasakan ketertarikan terhadap lawan jenis pada masa pubertas menuju dewasa. Kisah anak remaja yang mencoba mengungkapkan perasaan yang telah dipendam sejak lama. Indahnya masa remaja saat SMA.

Awards/Screenings: Juara I Lomba Film Pendek Tingkat Provinsi Bali kategori SMA/SMK.

SANDIKAON Putu Kusuma Wijaya / Buleleng / 2019 / 14:54

Secara ringan film ini meceritakan dua orang staf muda yang harus menjalankan perintah atasan untuk hal-hal yang diluar urusan kantor. Cukup banyak lapisan cerita yang disampaikan dan terajut apik dengan satu benang merah cerita tentang situasi sosial yang terjadi saat ini.

Awards/Screenings: Juara 2 Lomba Film Pendek Festival Bali Jani 2019

INDONESIA RAJA 2020: D.I.YOGYAKARTA & JAWA TENGAH

SUB-TEMA : Nrimo

DURASI TOTAL PROGRAM : 69:37

RATING USIA TONTONAN : 13+ (Remaja dan Dewasa)

PENGANTAR PROGRAM

“Kita cuma bisa berusaha, hasilnya sudah ada yang ngatur”. Ungkapan ini terdengar sederhana dan melegakan, tapi tidak mudah dijalankan. Seleksi film pendek ini menyajikan pengalaman manusia menghadapi sesuatu di luar keinginannya, sebesar apapun mereka berusaha atau bertahan. Diawali dengan perbincangan tentang harapanharapan, “kalau saja saya… “, potret kekalahan dan keputusasaan hanya akan menghasilkan dua pilihan, menerima kenyataan atau berkhayal.

Sazkia Noor Anggraini, Programmer INDONESIA RAJA 2020: D.I.YOGYAKARTA & JAWA TENGAH

AWANG AWANG Rio Akbar Jalu Pandita / Yogyakarta / 2020 / 07:37

“Urip iku mung sawang-sinawang”. Buat masyarakat kecil, merasakan hidup enak hanya bisa dibayangkan. Pada akhirnya mereka harus kembali ke realitas, bekerja dan berhenti bermimpi.

TOPO PENDEM (MERGED WITH THE GROUND) Imam Syafii / Klaten / 2018 / 18:00

Masyarakat Jawa percaya bahwa ritual-ritual yang transenden merupakan perantara mereka untuk memohon kepada Tuhan. Praktek ini dianggap menghiraukan logika, namun masih dipercaya sebagai jalan keluar bagi segala problematika.

Awards/Screenings: Festival Film Indonesia 2018 Nominasi Film Pendek Terbaik / Madyapadma Film Festival 2018, Best Film, Best Skenario, Best Sutradara

PEMUDA KA’BAH (THE GREEN ARMY) Enggar Asfinsani / Yogyakarta / 2019 / 19:00

Pemilu seharusnya menjadi pesta demokrasi, tapi yang terjadi, pemilu seringkali jadi ajang legitimasi kekuasaan. Lewat film ini kita melihat bagaimana partisipan mendukung kandidatnya tanpa syarat, tanpa tahu timbal balik apa yang dirasakan dari kuasa kandidat kepada rakyat.

Awards/Screenings: Special Mention Award Parade Dokumenter UMY 2019 / Official Selection Malang Film Festival 2020

RAHIM PUAN (TWIST AND TURN OF WOMAN) M. Syahiddhan & Bayu S. Yusi / Yogyakarta / 2020 / 25:00

Tubuh merupakan wilayah otoritas individual yang paling intim. Ketika tubuh menjadi modal sosial dan kapital, maka hak asasi manusia paling mendasar sejatinya telah tercerabut.

Awards/Screenings: Nominasi Piala Maya Semesta 8

INDONESIA RAJA 2020: JAWA BARAT

SUB-TEMA : The Art of Losing

DURASI TOTAL PROGRAM : 78:32

RATING USIA TONTONAN : 13+ (Remaja & Dewasa)

PENGANTAR PROGRAM

Eksistensi manusia dengan keterikatannya pada benda dan individu lain, membuatnya selalu tak siap kehilangan. Upaya bertahan hidup dilakukan, walau kadang cara yang ditempuh tak masuk akal. Celakanya, sementara yang lain berjuang setengah mati merawat kehidupan, ada saja yang tak peduli dengan penderitaan liyan. Peristiwaperistiwa tersebut ditampilkan dalam seleksi film pendek program Indonesia Raja Jawa Barat berikut ini.

Kemala Astika, Programmer INDONESIA RAJA 2020: JAWA BARAT

IF, WHY, IF, Roufy Nasution / Bandung / 2019 / 13:00

Sepasang pemuda pemudi bertemu, kenalan, asyik ngobrol, sampai tiba-tiba seorang pengganggu datang membuat mereka harus berpisah. Sayang, ada satu hal yang mereka lupa tanyakan.

Awards/Screenings: Ganesha Film Festival 2020

NGIRING BELASUNGKAWA (THE ENVELOPE OF GRIEF) Praditha Blifa Rahayu / Bogor / 2018 / 19:47

Bagaimana jika karena kondisi tertentu, seseorang tidak dapat menjalankan laku tradisi yang sudah mengakar di daerahnya? Tuntutan dari tetangga dan saudaranya membuat Iis berada dalam posisi dilematis. Iis diminta untuk membayar semua orang yang mengurusi kematian ayahnya dengan tarif yang telah ditentukan, sementara ia tak punya cukup uang untuk itu.

Awards/Screenings: In Competition Malang Film Festival 2019 / Official Selection Viddsee Juree Indonesia 2019

LIVING FROM THE DEAD Netanya Yemima / Tangerang / 2019 / 15:51

Mereka menamakan dirinya, Palang Hitam. Pekerjaannya mengurusi jenazah, dari mulai mengambil sampai menguburkan. Semua jasad sama di mata Palang Hitam, berhak mendapat perlakuan yang layak.

THE LATE HORSEMAN Sri Buana Mantinu / Bandung / 2020 / 22:30

Seorang lelaki paruh baya mengajukan permintaan tak lazim pada anak-anaknya. Pilihan yang diambil akan menentukan nasib mereka sebagai sebuah keluarga.

JALAN PINTAS Rama Deranau / Jakarta / 2018 / 07:24

Kejahatan tampil dalam berbagai rupa, tidak jarang kita terkecoh dibuatnya.

Top