[ap_testimonial image=”https://minikino.org/indonesiaraja/wp-content/uploads/2016/04/hesti.png” image_shape=”square” client=”Hesti Nurnaningsih” designation=” Programmer | Ruang Film Semarang”]
CATATAN PROGRAMER:
[/ap_testimonial]
Pencapaian sebuah film dari suatu kota tidak bisa dilihat hanya dari satu genre atau satu tingkatan saja. Seperti halnya sepak bola dimana terdapat kompetisi dan pembinaan perjenjang, demikian halnya dengan film.
Dalam film yang terkumpul ini, saya memilih untuk melihat pencapaian hasil karya filmmaker Semarang menurut jenjang mereka. Disini terdapat film animasi, dokumenter maupun fiksi dari berbagai level filmmaker yaitu karya pelajar SMA, mahasiswa hingga kelas professional.
Di harapkan dengan film yang terkumpul ini, kita bisa mendapatkan gambaran sudah sampai dimanakah kualitas filmmaker yang ada di setiap jenjang yang ada di Semarang. Hingga nantinya kita bisa membenahi dan menciptakan sinergifitas antar level filmmaker untuk mau saling berbagi dan bekerjasama.
Durasi total: 69:01
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”2″]
[/ap_column]
[ap_column span=”4″]
“Coffee Girl”
(Bintang adi Pradana / Semarang – Perancis / 2014 / 03’53”)
Romance, 18++
Indonesian Language
Sebuah cerita tentang sesuatu yang jauh namun begitu dekat. sesuatu yang kita pahami dan belum terlukiskan. Sebuah cerita yang menyakitkan namun begitu indah tentang kehidupan, cinta, dan nafsu.
[/ap_column]
[/ap_column_wrap]
[ap_divider color=”#CCCCCC” style=”dashed” thickness=”1px” width=”100%” mar_top=”10px” mar_bot=”10px”]
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”2″]
[/ap_column]
[ap_column span=”4″]
“Potehi”
(Jason Nathan / Semarang / 2014 / 13’29” )
Documentary, G
Indonesian Language, Indonesian subtitle
Di Semarang kesenian wayang potehi masih bisa ditemui, namun kini keberadaannya sudah kian terpinggirkan. Seorang dalang bernama Thio Thiong Gie masih setia menjadi dalang wayang potehi di Semarang bahkan satu-satunya yang aktif di Semarang. Kini dalam beberapa kesempatan di Semarang, Thio Thiong Gie masih melakukan pementasan wayang potehi. Kecintaannya akan wayang potehi melebihi apapun. Beberapa kali Thio Thiong Gie menjadi objek riset maupun tempat bertanya mengenai segala macam tentang wayang potehi.
award :
2nd Festival Film Surabaya 2014 dan 1st Festival Film Dieng 2014
[/ap_column]
[/ap_column_wrap]
[ap_divider color=”#CCCCCC” style=”dashed” thickness=”1px” width=”100%” mar_top=”10px” mar_bot=”10px”]
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”2″]
[/ap_column]
[ap_column span=”4″]
“Medsos”
(Joshua Reynaldo / Semarang / 2014 / 20’18”)
Drama-Comedy, G
Indonesian Language
Gaulnya masa kini yang membuat anak muda turut terlarut dalam perkembangan teknologi online hingga tak sadar sebenarnya menjadi korban.
[/ap_column]
[/ap_column_wrap]
[ap_divider color=”#CCCCCC” style=”dashed” thickness=”1px” width=”100%” mar_top=”10px” mar_bot=”10px”]
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”2″]
[/ap_column]
[ap_column span=”4″]
“Kamapertoire”
(Weisha / Semarang / 2014 / 16’22” )
Romance, 18++
Indonesian Language, English subtitle
Sepenggal cerita cinta tentang 2 insan manusia yang memiliki hak untuk mencari dan menemukan kebahagiaan dari cinta, Tuhan dan takdirnya.
[/ap_column]
[/ap_column_wrap]
[ap_divider color=”#CCCCCC” style=”dashed” thickness=”1px” width=”100%” mar_top=”10px” mar_bot=”10px”]
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”2″]
[/ap_column]
[ap_column span=”4″]
“Adagio”
(Farizal Famuji / Semarang / 2014 / 14’59” )
Drama, G
No Dialog
Seorang anak perempuan buta pada masa penjajahan Belanda mengalami pergantian pendudukan penjajahan di negeri ini.
[/ap_column]
[/ap_column_wrap]
[ap_divider color=”#CCCCCC” style=”double” thickness=”1px” width=”100%” mar_top=”10px” mar_bot=”20px”]
[ap_column_wrap]
[ap_column span=”1″]
![]()
[/ap_column]
[ap_column span=”5″]
Lokasi Pemutaran & Waktu:
[ap_list list_type=”ap-list6″]
[ap_li]MINIHALL IRAMA INDAH, Denpasar Jumat/Fri 16 Oktober 2015, jam 17:00 – 18:15 WITA
[/ap_li]
[/ap_list]
[/ap_column]
[/ap_column_wrap]






