Home / Indonesia Raja 2017 / INDONESIA RAJA 2017: ACEH “Tanpa Bioskop Kita Mampu”

INDONESIA RAJA 2017: ACEH “Tanpa Bioskop Kita Mampu”

Programmer Release
Astina Ria
Programmer | Aceh Documentary

INDONESIA RAJA 2017 – ACEH
TANPA BIOSKOP KITA MAMPU

Aceh terus berbenah dan semakin mengepakkan sayap di dunia perfilman tanah air. Di Aceh menjadi seorang filmmaker tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, banyak tantangan tersendiri yang dihadirkan dalam setiap pembuatan hingga penayangan.

Namun hambatan ini telah membawa filmmaker Aceh semakin terpicu adrenalin untuk membuktikan bahwa hambatan adalah pertualangan yang mengasyikkan dalam berkreatifitas. Hal inilah yang mendasari bahwa tanpa bioskop, Aceh tidak pernah kalah.

Bukti-bukti nyata ini telah membuahkan hasil nyata, diantaranya lahirlah filmmaker pemula tingkat pelajar maupun mahasiswa yang berhasil membuat karya dokumenter disetiap tahunnya seperti ketiga film di bawah ini.

Isu-isu menarik telah membawa filmmaker Aceh menggambarkannya dalam bentuk gambar bercerita yang dilengkapi dengan audio visual. Ketiga film di bawah ini diangkat dari isu-isu nyata di masyarakat yang menyebabkan timbulnya keresahan dari filmmaker itu sendiri. Berbekal keresahan, inilah awal hadirnya karya filmmaker Aceh.


reting-usia-7+

Durasi total : 65 menit 2 detik

Rekomendasi Usia Penonton: 7+ (semua umur)

Synopsis:

DODAIDI-film-pendek

DODAIDI

Muhammad Mirza dan Ahmalul Fauzan / Banda Aceh / 2016 / durasi 14:35

Syair dodaidi adalah salah satu budaya aceh yang bertujuan untuk membentuk karakter anak menjadi baik sejak dari ayunan, syair dodaidi telah diwariskan secara turun-temurun dalam tatanan kehidupan masyarakat aceh,Tetapi sayang zaman sekarang syair dodaidi mulai dilupakan dan kebanyakan hanya orang yang sudah tua yang masih mensyairkannya.

Syair dodaidi sebagai budaya yang memiliki nilai keislaman, kehidupan, dan perjuangan yang ditanamkan sejak dini. Ummiyah adalah seorang nenek yang masih tetap mempertahankan syair dodaidi kepada cucunya disaat orang lain telah mulai melupakan syair dodaidi. Mengapa orang-orang mulai melupakan budaya yang kaya akan pendidikan ini?

TANOH-AKHE-film-pendek

TANOH AKHE

Fadhilah Sari dan Nova Andiyani / Banda Aceh / 2016 / durasi 15:28

Kisah para pengrajin Beulangong Tanoh di Banda Aceh yang kesulitan mendapatkan bahan baku utama berupa tanah liat, yang dikarenakan hampir seluruh tanah dipenuhi bangunan.

Penghargaan: Juara Film Terbaik dalam Aceh Film Festival 2016

Director’s statement : Isu kebudayaan semakin hari kian menarik untuk diagkat ke dunia perfilman. Keresahan-keresahan yang terjadi di masyarakat layak untuk ditayangkan ke ruang publik, hal inilah yang mendasari filmmaker mengangkat isu tersebut.

SENJA-GEUNASEH-SAYANG-film-pendek

SENJA GEUNASEH SAYANG

Maulidar dan Astina Ria / Banda Aceh / 2016 / durasi 19:21

Kisah para lansia yang menghabiskan masa tua di panti jompo dan kerinduan sosok Ibu yang menunggu kehadiran anak sulung dengan berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan maaf.

Penghargaan: Nominasi Malang Film Festival Tahun 2017

Director’s statement : Film ini terinspirasi oleh sebuah argument seseorang tentang kondisi dan nasib yang harus diperjuangkan oleh para lansia yang berada di Panti Jompo. Kondisi subjek yang sangat memprihatinkan telah membuat filmmaker mengangkatnya menjadi sebuah film dokumenter. Doa anak kepada Ibu tiadalah batas, namun anaknya telah membatasi jarak tatapan mata dan ucapan lisan maupun tulisan.

KUPIAH-RIMAN-film-pendek

KUPIAH RIMAN

Rifqi Athaullah dan Lukmani Hakim / Banda Aceh / 2016 / durasi 15:38

Desa dayah adan merupakan bagian dari kabupaten pidie. Terletak diantara bereneun dan kembang tajung. Masyarakat desa ini dikenal dengan keuletan jarinya, karena sejak zaman nenek moyang dahulu sudah ada warisan budaya yang di wariskan secara turun-temurun kepada generasi ke generasi,budaya tersebut ialah kupiah riman. Namun seiring berjalannya waktu kupiah riman sudah menjadi warisan budaya nasional, akan tetapi semakin hari semakin pudar keberadaannya, masyarakat desa ini masih semangat dalam menjaga wasiat nenek moyangnya.

Kupiah riman sebagai waisan budaya nasional tetapi kelestarianya terancam punah.


Top