Home / Indonesia Raja 2016 / Indonesia Raja 2016: DEPOK

Indonesia Raja 2016: DEPOK

Programmer Release
Caren R Sabatina (Caren)
Programer | Depok

Depok adalah kota madya kecil yang dihimpit oleh dua kota besar dengan budaya yang sama kentalnya tapi jauh bedanya, yaitu Jakarta dan Bogor. Jakarta dengan hingar-bingar metropolitannya dan Bogor dengan imej kota wisatanya. Jakarta yang disesaki oleh orang-orang yang serba terburu-buru dan Bogor yang siang-malamnya diramaikan oleh riuh rendah klakson angkutan umum.

Tidak akan pernah mudah berada ditengah, Memang. Hal ini membangun asumsi bahwa terdapat krisis konsep diri pada kota yang jumlah fancy café dan percetakan bannernya lebih banyak daripada SMA Negerinya. Krisis yang dimaksud ialah kecenderungan untuk memirip-miripkan diri dengan tetangga agar terlihat serupa. Hal ini terlihat jelas pada Pemain ke 12, film dokumenter pendek karya Selly Melinda yang menceritakan tentang klub sepak bola Persija yang secara notabene adalah kebanggaan orang Jakarta. Tidak hanya Jakarta, tanah Jawa pun turut menyumbangkan unsur budayanya kepada filmmaker Depok. Pada Siul Sial, Dimaz Sri Junanta menceritakan kembali sebuah kepercayaan masyarakat suku Jawa yang melarang keras bersiul pada malam hari. Menunggu Malam karya Jeffri Minggar bertutur tentang letihnya menjajaki malam di sebuah kota kecil dengan segala dinamika sosialnya. Cerita ini bisa jadi yang paling mendekati dengan Depok.

Program akan ditutup oleh Gadis Berkerudung Hitam dan Manusia Serigala karya Orizon Astonia yang bercerita tentang seorang gadis yang mengikuti perasaan penasarannya dan melanggar perintah ibunya untuk keluar rumah. Film penutup ini sebagai konklusi bahwa bias budaya akan selalu terjadi di masyarakat. Ini bukanlah hal yang perlu ditakuti, karena pada akhirnya mengkotak-kotakan sesuatu tidak akan menghasilkan harmoni.

Point/Topik Diskusi

  1. Tanggapan penonton tentang 4 film yang dilihat.
  2. Q&A dengan filmmaker
  3. Tanggapan filmmaker terhadap krisis konsep diri kota Depok.

Durasi total 50 menit
Rating: 13+


13+

Screening:

  • Minikino Film Week 2016 | Jum/Fri 14 Okt, 19:00, SIKUNO – Bali

 

Synopsis:

film-pendek-indonesia-raja-2016-depok

Pemain ke 12

Selly Melinda | Broadcasting UI / Depok / 2015 / 12:00

Ditengah ramainya kisruh persepakbolaan indonesia, the Jakmania tetap konsisten memunculkan eksistensinya di lingkungan masyarakat ibukota. Kehadiran the Jak disambut warna warni komentar warga, mulai dari berita positif sampai berita negatif. The Jak bertahan menunjukkan identitasnya, mencoba mematahkan stigma stigma buruk yang berkembang mengenai dirinya. Apa sajakah upaya the Jak untuk memulihkan nama baiknya dimasyarakat? Dan apakah upayanya dapat diterima masyarakat Jakarta? Film ini akan menjawabnya.

Pernyataan Sutradara: Supporter bola tidak semuanya anarkis, dibalik rasa kebangaan yang tinggi tersimpan loyalitas yang dalam. Film Pemain ke 12 ada untuk menghadirkan rasa baru, cerita baru, pandangan baru mengenai sebuah supporter bola bernama The Jakmania

Screening & Award

  • Tempat Screening Publik pertama :Taman Ismail Marzuki, 28 November 2015
  • Best 10 Nomination Documentary Days

Biografi Sutradara: Saya mahasiswa Broadcasting Vokasi Komunikasi Universitas Indonesia. Film ini berawal dari penugasan pembuatan film dokumenter.

film-pendek-indonesia-raja-2016-Depok

Siul Sial

Dimaz Sri Junanta | Broadcasing UI / Depok / 2016 / 8:00

Jangan suka siul kalo ga mu sial!

Pernyataan Sutradara: Menceritakan seorang pemuda yang didatangi hantu akibat melanggar mitos tentang larangan bersiul.

film-pendek-indonesia-raja-2016-Depok

Menunggu Malam

Jeffri Minggar | Sinematografi UI / Depok / 2014 / 8:00

Pak Tono seorang staf administrasi di sebuah sekolah swasta pinggiran Jakarta, sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah pesta pernikahan bersama istri dan anaknya. Sang Istri tidak henti-hentinya membahas masalah ekonomi yang mereka alami selama di perjalanan. Malam itu, Pak Tono hanya ingin segera sampai di rumah secepat mungkin untuk beristirahat.

Statemen Sutradara: Setiap orang pasti pernah mengalami kegelisahan dengan masalahnyamasing-masing. Begitu pun dengan saya. Di Sebuah malam di tahun 2012 saat saya belum mendapatkan pekerjaan, malam hari merupakan waktu yang paling membuat saya gelisah. Kegelisahan tentang masa depan selalui menghantui saya. Namun anehnya seberapa gelisahnya manusia. Malam hari seperti mempunyai keajaibannya sendiri untuk membuat manusia tetap bisa beristirahat, melupakan sejenak masalah demi masalah yang dihadapinya. Melalui film ini saya ingin mengajak orang-orang untuk lebih bersyukur untuk hidupnya. Bersyukur bahwa serumit-rumitnya masalah yang mereka hadapi, mereka masih bisa beristirahat dengan tenang karena keajaiban malam yang akan selalu mengiringi hidup mereka.

Awards & Screening:

  • Darmajaya Lampung Film Festival 2015 Tempat Screening Publik pertama : Darmajaya Lampung Film Festival 2015

Biografi Pendek Sutradara: Lahir di Jakarta 24 November 1987. Aktif membuat film pendek sejak tahun 2008. Menunggu Malam adalah film pendek kelimanya.

film-pendek-indonesia-raja-2016-Depok

Gadis Berkerudung Hitam dan Manusia Serigala

Orizon Astonia | IKJ / Depok / 2015 / 21:00

Norma selalu dilarang oleh Ibunya untuk berhubungan dengan laki-laki. Sampai pada suatu malam, Norma mencoba merubah takdirnya.

Director Statement : Film ini adalah interpretasi kami terhadap kisah dogeng anak-anak yang bertajuk Gadis Berkerudung Merah dan Manusia Serigala yang kemudian kami samarkan ceritanya menjadi cerita yang bersudut pandang dari gadis itu sendiri melihat lika-liku orang dewasa.

Award:

  • In Competition Jogja-Netpac Asia Film Festival (2014)

Profile Sutradara : Orizon Astonia lahir di Surabaya. Menyukai film sejak kecil sampai akhirnya bisa membuat film sendiri. Orizon sempat mempelajari film lebih dalam di Institut Kesenian Jakarta. Selesai berkuliah, Orizon masih tetap ingin membuat film, tapi ternyata kehidupan lebih luas dari sekedar membuat film. Walaupun Orizon tetap tidak akan melupakan untuk membuat film karena dari situ lah Orizon belajar banyak soal kehidupan.

Top