Home / Indonesia Raja 2016 / Indonesia Raja 2016: TANGERANG

Indonesia Raja 2016: TANGERANG

Programmer Release
Noval Badanzi
Programer | Tangerang

FENOMENA SOSIAL DALAM FILM PENDEK

Hidup di era digital seperti saat ini, menjadikan masyarakat dituntut untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Mulai dari perkembangan teknologi, berpenampilan hingga komunikasi, manusianya tidak hanya memanfaatkan fenomena yang ada tanpa adanya tujuan serta interaksi antar sesama manusia lainnya.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, manusia semakin bebas dan berani berpendapat bahkan unjuk gigi melalui media masa. Dari mulai pengaruh-pengaruh itu, tidak menutup kemungkinan pula manusia menjadi diri yang lebih individualis dan enggan berkomunikasi satu-sama-lain.

Melalui beberapa film pendek di bawah ini, sekiranya mencerminkan bagaimana perilaku manusia saat ini, khususnya di kota Tangerang sendiri atau wilayah lain di sekitarnya. Dari sini, kepekaan, kreativitas dan kejelian sutradara maupun produser film pendek patut mendapatkan apresisasi karena telah menyalurkan fenomena sosial sekarang ke dalam sebuah karya yang mencerminkan masyarakatnya sendiri.

Seperti yang tergambar di film Rajawali, ketika seseorang menginginkan sesuatu namun tidak terwujud, hal itu menjadi nyeleneh dan bisa sebagai bahan obrolan ringan yang kental akan kesederhanaan. Dari film Berdua Saja, ketika kota besar merupakan icon keglamoran, kerja keras serta hiruk-pikuk kesibukan masyarakatnya, rupanya sebuah simbol kesatuan dan sejarah dari Monas membuat orang mempunyai sudut pandang berbeda, lain dari sikap masyarakat kota besar itu sendiri yang mungkin tidak peduli. Film Scripted pun merupakan satire dari perlakuan mereka yang berkuasa dan memimpin dengan melakukan kebohongan besar demi mendapat citra yang baik. Sedangkan kita dapat belajar dari film Tangerang, Kemarin, berbicara tentang kesibukkan seseorang, membuat dirinya lupa akan kewajibannya di rumah. Begitupun dengan film dokumenter pendek berjudul Chili-Chili-an, sebuah fenomena sosial yang mungkin sering kita temui, memperlihatkan bagaimana respon orang banyak terhadap fenomena sosial yang ada di sekitarnya. Sementara ada orang yang menguras pikiran untuk berbuat peduli atau memperbaiki citra hidupnya, tidak sedikit pula orang yang kelihatannya peduli namun memandang rendah orang lain dengan hanya berkomentar, itulah yang bisa kita lihat di film-film pendek di bawah ini.

Rating Usia: 13+
Durasi total: 56:40

reting-usia-13+

Screening:

Synopsis:

film-pendek-indonesia-raja-2016-tangerang

RAJAWALI

Zidny Nafian | Uncle Head | 2015 | 4:34 | Fiksi, Eksperimental

Pada sebuah sore di ketinggian, dua bocah berbincang tentang penyebab motor yang tidak jadi dibeli.

Director statement: Film ini menggambarkan hubungan orang tua dan anak di Indonesia, melalui sebuah percakapan singkat yang biasa saja. Melihat kehidupan kaum urban secara terbalik dan tidak berlebihan, bagaimana mereka hidup dalam kesantaian dan coba menikmatinya. Film ini juga hasil eksperimentasi dari membuat film sendiri, yaitu membuat film secara otomatis dan reflek. Semua yang terjadi di dalam film ini merupakan bagian kisah yang sesungguhnya terjadi.

Profile sutradara: Zidny Nafian besar di Tangerang, sejak kecil bercita-cita menjadi Seniman hebat.

film-pendek-indonesia-raja-2016-tangerang

BERDUA SAJA (JUST THE TWO OF US)

Yosafat Disti | WAY pictures | 2014 | 10:30 | Fiksi

Kisah sepasang pelajar perantauan asal Papua yang tersesat karena terhipnotis gemerlap dinamika ibukota.

Awards:

  • Nominator – UCIFEST 2014
  • Nominator – Malang Film Festival 2014
  • Best film – Brawijaya Movie Exhibition 2014

Director statement: Ide ini berangkat dari cerita kehidupan nyata teman saya bernama Elthon tentang temannya dari Indonesia bagian Timur yang pergi ke pusat kota Jakarta. Kemudian mereka tersesat karena hanya berpatokan pada gedung tertinggi. Padahal di Jakarta banyak gedung dan sulit membandingkan mana gedung yang paling tinggi. Indonesia adalah negara yang luas dan memiliki masyarakat yang memiliki keunikannya masing-masing.

Profile sutradara: Yosafat Disti Okkaviano adalah seorang mahasiswa yang disibukan dengan berbagai tugas pembuatan film sebagai tugas untuk pendidikan di Universitas Multimedia Nusantara jurusan cinematography.

film-pendek-indonesia-raja-2016-tangerang

SCRIPTED

Jethro | Satu Lensa | 2015 | 15:18 | Fiksi

Seorang anak perempuan yang mengikuti kontes nyanyi untuk mengubah nasib orang tuanya pasca kecelakaan.

Award:

  • Best Final Project, UCIFEST UMN (UMN Cinema Festival) 2015

Profile sutradara: Jethro lahir di Jakarta, 6 Mei 1992. Saat ini menempuh studi di Desain Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Prestasi diantaranya Editor terbaik dan Penghargaan Favorit di Festival Film Anak 2008 Indonesia, Sound Mixer terbaik dan juara 2 Festival Film Anak Indonesia 2009, Editor terbaik UCIFEST 4, dan karyanya diputar di beberapa pemutaran Festival Film Malang, Anti Corruption Film Festival. Ia suka membuat film pendek yang diadopsi dari situasi sosial politik.

film-pendek-indonesia-raja-2016-tangerang

TANGERANG, KEMARIN

Andrie Sasono Soedibio | IKJ | 2014 | 17:00 | Fiksi

Rio memiliki seorang ayah yang bekerja di luar kota, saat – saat ayahnya pulang adalah waktu yang tidak mau dia sia-siakan untuk menjadi lebih dekat dengan ayahnya dan lingkungan sekitarnya.

Award:

  • Nominasi Best Film, Ganesha Film Festival 2016

Director statement: Ketidak hadiran sosok ayah yang sentral dalam keluarga menurut saya akan membuat sang anak menjadi berjarak dengan banyak hal, dari keluarganya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Jarak yang muncul inilah yang ingin saya observasi untuk melihat bagaimana fungsi seorang ayah untuk membawa anaknya berkembang ditengah perkembangan lingkungan sekitar yang semakin padat,modern dan konsumtif.

Profile sutradara: Andrie Sasono, pemuda kelahiran 1992 ini mulai menonton sejak kecil meski saat itu lebih sering tertidur daripada menonton filmnya. Semenjak bisa menahan rasa kantuknya di bioskop saat itu juga dirinya mulai rajin menonton bermacam – macam film, hingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Fakultas Film & Televisi Institut Kesenian Jakarta hingga lulus menjadi sarjana. Saat ini ia bekerja sebagai Copywriter, selain pekerjaannya itu dirinya juga masih menyempatkan waktu untuk menonton dan menulis untuk mempersiapkan project – project film pendeknya.

film-pendek-indonesia-raja-2016-tangerang

CHILI-CHILI-AN

Idris | Rabu Senja | 2015 | 09:12 | Dokumenter

Chili-Chilian-an membahas tentang fenomena ‘cabe-cabean di Indonesia. Menurut salah seorang yang ngakunya menemukan kosa kata cabe-cabean. Cabe-cabean adalah kumpulan cewek-cewek yang sukanya jalan-jalan barenga dengan pakaian yang minim, dandan serta make up yang ‘overdosis’, gaya yang sok intelek dengan gadget terbaru serta sering berada di jalanan dan balapan liar.

Award:

  • Best Poster, Presslist, Denpasar 2015

Director statement: Film ini ingin menyampaikan bahwa cabe-cabean bukanlah jati diri anak muda Indonesia.

Profile sutradara: Idris lahir di Jakarta, 18 November 1993. Idris tinggal di Tangerang, merupakan mahasiswa.

Top