Home / Indonesia Raja 2016 / Indonesia Raja 2016: JAKARTA

Indonesia Raja 2016: JAKARTA

Programmer Release
Septa Yudhistira Pratama (Septa) & Siti Anisah (Anis)
Programer | Jakarta

KISAH RAHASIA
Komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam melakukan interaksi sosial dengan manusia lain. Melalui komunikasi, ada pesan, harapan dan seringkali rahasia yang ingin dibicarakan. Disaat hal-hal yang ingin dibicarakan menjadi sulit untuk dilakukan, maka ekspresi, rasa dan tindakan menjadi korban kekhawatiran dan ketidak jelasan.
Melalui keempat film ini, memberikan sedikit gambaran jika perbincangan menjadi penting untuk hal-hal yang tidak bisa dibicarakan atau bahkan menjadi hal yang harus dirahasiakan.

Jangan Tidur berusaha memotret ketidak pedulian seorang anak kepada kedua orang tuanya sehingga membuat komunikasipun menjadi sangat mahal. Pasangan suami istri dalam Setelah Kita Bicara mencoba memberi tahu betapa pentingnya membicarakan suatu permasalahan kepada pasangan. Jika pepatah mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, Pintu Samping menjadikan sebuah hubungan yang dilakukan oleh ibu dan anaknya harus dirahasiakan. Sedangkan The Flower and The Bee yang berlatar masa lalu, mencoba menceritakan tentang para orang dewasa yang terlalu takut untuk menceritakan hal-hal tabu kepada anaknya yang belum cukup umur.

# Point|Topik Diskusi
1. Tanggapan penonton tentang 4 film yang dilihat
2. Dari ke-4 film pendek tersebut, mana yang lebih berkesan dan kenapa?
3. Bagaimana pandangan penonton tentang tema yang disajikan berkaitan dengan film?
4. Bagaimana pandangan penonton mengenai keterbukaan dalam menanggapi masalah sama yang ada dalam film?
5. Saran-saran apa saja yang dapat diberikan penonton terhadap program kami?

Rating Usia: 18+
Durasi total: 56:20


18+

Screening:

  • Minikino Film Week 2016 | Ming/Sun 9 October 2016, 18:30, OMAH APIK
  • INFIS Surabaya | Kamis 18 Agustus 2016 – Jakarta : 19.30 – 20.30 WIB | JITC Surabaya – Jl Ngagel Timur 46-47 – Surabaya

Synopsis:

film-pendek-indonesia-raja-2016-Jakarta

JANGAN TIDUR

Fauzhyana Sharifa | Jakarta | 2015 | 19:32

Sepasang kekasih kakek dan nenek yang sudah menikah selama 47 tahun, sedang dalam masa kenestapaan hidup. Kakek tertekan melihat nenek sakit-sakitan, tidak ingin ia meninggalkannya. Putra mereka yang sudah hidup dengan keluarganya sendiri sukar dihubungi. Terjadi peristiwa yang membawa masa lalu buruk bagi kakek, terlebih di tengah kegentingan. Listrik tiba-tiba mati.

Award

  • Penulis Naskah Terbaik Festival Film Pelajar Sukabumi 2016
  • Aktor Terbaik Festival Film Pelajar Sukabumi 2016
  • Official Selection Malang Film Festival 2016
  • Best Poster Youth Sineas Award 2016

Statement Sutradara:  Saya resah akan ketidakpedulian anak terhadap kedua orang tua.

Biodata Sutradara: Fauzhyana Sharifa lahir di Jakarta 28 Januari 1999. Awalnya di SINEMA 60 menjadi perancang poster pada film pertamanya, JANGAN TIDUR adalah film pertamanya sebagai sutradara.

film-pendek-indonesia-raja-2016-Jakarta

SETELAH KITA BICARA

Fazrie Permana | Jakarta | 2015 | 5:23

Sepasang suami istri yang baru menikah ini tak pernah mendiskusikan kehidupan seksual mereka. Sang istri ketakutan setelah mendengarkan gosip mengenai suami yang tak setia dan mengidap HIV AIDS dari temannya. Hubungan mereka pun terancam bubar, namun mereka akhirnya menyelesaikannya setelah membicarakannya, satu sama lain.

Statement Sutradara: Ingin membicarakan tentang hak seksual bagi perempuan. Yang masih tabu untuk dibicarakan di Indonesia. Seperti sesederhana untuk menolak berhubungan suami istri, bila istri merasa tidak aman.

Biodata Sutradara:  Lulusan FFTV-IKJ dengan peminatan penyutradaraan.

film-pendek-indonesia-raja-2016-Jakarta

PINTU SAMPING

Vici P. Simanjuntak | Jakarta | 2016 | 19:54

Usaha sepasang kekasih yang ingin berhubungan seks di kediaman sang perempuan ketika ibu dari si perempuan sedang berada di dalam rumah juga.

Statement Sutradara: Nasehat terefektif yaitu memberi contoh.

Biodata Sutradara: Kuliah di Institut Kesenian Jakarta pada tahun 2011, pada fakultas film dan televisi. Masuk dalam mayor penyunting gambar.

 

film-pendek-indonesia-raja-2016-Jakarta

THE FLOWER AND THE BEE

Monica Vanesa Tedja | Jakarta | 2015 | 9:00

Callie adalah anak 10 tahun yang punya rasa ingin tahu yang besar. Suatu hari, dia melihat 2 anak remaja sedang bercanda dengan menggunakan gerakan tangan mereka. Callie tidak mengerti arti gerakan tangan tersebut, dan dia tidak bisa berhenti memikirkannya.

Award

  • Special Mention, Drama|Comedy category, XXI Short Film Festival 2016.

Statement Sutradara: Di Indonesia seks masih menjadi sesuatu yang tabu untuk dibicarakan, terutama kepada anak-anak yang menginjak sekolah dasar. Orang dewasa takut untuk memberikan penjelasan dan cenderung menghindar ketika terjadi pembicaraan. Akibatnya, sedikit informasi yang menjawab keingintahuan anak-anak mengenai seks. Tidak sedikit kasus yang terjadi dimana anak-anak diberi pengetahuan yang tidak utuh dan salah mengenai seks, penyakit menular seksual, dan lain-lainya yang bermaksud untuk menjauh anak-anak dari seks. Topik ini telah menjadi perhatian saya dalam waktu yang lama. Saya selalu menemukan halangan untuk membicarakan seks secara normal di masyarakat. Berawal dari perasaan tidak nyaman dan ingatan tentang pengalaman saya dan ebebrapa teman semasa anak-anak, saya kemudian memutuskan untuk mengangkat isu ini ke dalam sebuah film pendek. The Flower and the Bee berlatar tahun 1990-an dimana kebanyakan anak-anak mencari informasi melalui teman-temanya, berbeda dengan masa sekarang, dimana kebanyakan informasi dapat diakses melalui internet. Latar film ini di sebuah priode dimana memerlukan keaktifan bertanya dalam memperoleh informasi.

Biodata Sutradara: Lahir pada tahun 1991 di Jakarta, Monica Vanesa Tedja merupakan lulusan dari Universitas Multimedia Nusantara. Sudah menghasilkan beberapa film pendek seperti How to Make a Perfect Xmas Eve yang meraih film pendek terbaik pilihan juri IFDC pada XXI Short Film Festival 2013 dan Konseptor Kamuflase yang diputar di beberapa festival, termasuk Scream Queen Film Festival 2014 di Tokyo, Jepang.

Top