Home / Indonesia Raja 2017 / Indonesia Raja 2017 – Surabaya “Kejamnya Dunia Tak Membuat Kita Lengah”

Indonesia Raja 2017 – Surabaya “Kejamnya Dunia Tak Membuat Kita Lengah”

Programmer Release
Fadhli Zaky
Programmer | Independen Film Surabaya (INFIS)

Indonesia Raja 2017 – Surabaya
“KEJAMNYA DUNIA TAK MEMBUAT KITA LENGAH”

Berkembangnya dunia secara pesat memiliki pengaruh signifikan terhadap generasi X dan generasi Y. Apa yang kita sebut sebagai generasi milenia atau generasi Y semakin membingungkan pikiran generasi X sebagai generasi sebelumnya. Apakah kamu tergolong sebagai generasi milenia ? Yakni generasi yang saat ini berusia sekitar 15-35 tahun.

Seiring dengan berkembangnya generasi maka berkembang pula pemikiran-pemikiran yang kini bebas untuk disampaikan. Ada banyak cara dalam mengatasi masalah, dan ada banyak pula masalah yang harus diselesaikan dengan berbagai macam cara. Cara-cara ini kadang tidak masuk akal dan tidak pernah terlihat disekitar kita, namun mereka ada.

Mereka melawan kekejaman dunia dengan cara mereka sendiri yang bervariasi. Mereka yang tadinya bungkam kini mulai jujur dan berani menyatakan pendapat secara tegas. Meskipun tidak sering cara yang dilakukan hanya menimbulkan masalah baru atau justru itu adalah jalan buntu.

Mungkin tidak semua orang dapat seberuntung filmmaker yang telah berhasil mengikuti seleksi program Indonesia Raja 2017 regional Surabaya. Mereka berhasil menceritakan hal-hal yang jarang ditemui namun ada dan tersembunyi di belahan sudut dunia. Dimulai dari film “Dunia Juga Berdering” yang menunjukkan bahwa masih ada dunia lain dibalik dunia serba digital saat ini. Bahwa manusia masih bisa hidup tanpa menyentuh gadgetnya seharian. Terkadang kita merasa sering kesepian dan tidak dapat lepas dari gadget. Padahal gadget itu sendirilah yang mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat.

Kemudian disusul oleh “Score”, berniat untuk mengubah nasib justru mendapatkan kesialan. Kita sebagai generasi milenia memang menyukai hal-hal yang serba instan dan cenderung tidak menyukai usaha yang berlebih. Kita selalu beranggapan bahwa dunia yang serba cepat ini harus diiringi dengan cara meraih sukses yang cepat pula. Tidak jarang pula kesuksesan yang cepat berakhir dengan kegagalan yang cepat, disanalah kejamnya dunia (yang dibuat oleh manusia sendiri) dapat ditemukan.

Sama halnya dengan “Setetes Koin” yang menggambarkan dengan jelas keadaan dan pola pikir manusia saat ini. Saat alam mulai marah dengan pola pikir manusia, maka kejamnya dunia akan segera dirasakan.

Saya merasa bahwa dengan terbukanya pola pikir manusia, dan disahkannya cara berpendapat yang bebas semakin memberikan pengaruh baik terhadap film Indonesia. Pembuat film yang dulu mengada-ngada kini mulai jujur untuk menyampaikan pemikirannya dan apa yang ada di sekitarnya secara jelas. Film-film ini seolah-olah mengedukasi manusia bahwa ada sisi lain dalam kehidupan yang begitu kejam dan memaksa manusia untuk melakukannya dibawah alam sadar mereka.

“Cheated”, “Kidnap”, dan “Mata Telanjang” mampu membawa emosi penonton sedemikian rupa dan membuka mata kita untuk melihat perspektif baru menghadapi tantangan zaman yang semakin ekstrim. Manusia dituntut untuk tidak lengah dalam menghadapi kejamnya dunia dengan berbagai cara yang bervariasi. Cara-cara ini cenderung tidak masuk akal, bahkan kita tidak pernah mengalaminya dalam kehidupan nyata.

Ditutup dengan “Di Bioskop” yang menceritakan bahwa generasi masa kini mampu membawa hal-hal baru untuk mengatasi masalah-masalah (yang kejam) secara ringan dan membuat kita menertawakan diri sendiri. Mungkin kita tidak dapat lepas dari kapitalis, namun tanpa disadari kita melawannya dengan cara-cara yang kadang tidak disadari.

Waktu membawa kita masuk kedalam ruang-ruang asing seiring dengan berkembangnya pemikiran manusia yang pesat. Waktu akan tetap bergerak meskipun kita diam. Ketidakadilan selalu hadir setiap saat atas keserakahan sebagai bumbu kehidupan yang hakiki. Ketika kejujuran dibungkam, dan kekejaman dunia dirasa tidak membuat kita lengah, maka hanya ada satu kata yang perlu diucapkan. Lawan!


reting-usia-13+

Durasi total : 69 Menit 5 Detik

Rekomendasi Usia Penonton: 18+

Synopsis:

DUNIA-JUGA-BERDERING-film-pendek

Dunia Juga Berdering

(Taufik M. Aditama | Kinne Komunikasi UPN Surabaya / 2016 / 5’00”)

Tidak ada Gadget

Statement Sutradara: Sebuah film pendek yang saya arahkan ke kampung halaman sayadengan menggunakan bahasa lokal dan betapa mudahnya orang desa dengan ketiadaan gadget. Mereka belajar mensosialisasikan keterampilan yang tidak bisa diajarkan gadget.

Profil Sutradara: Taufik adalah sutradara iklan yang berangkat dari komunitas film indie. Jejaka ini kebelet kawin sehingga film – filmnya kini berwarna parenting dan pendidikan anak.

SCORE-film-pendek

Score

(Ricky Wijaya | Universitas Ciputra Surabaya / 2016 / 9’17”)

Film pendek ini adalah film komedi thriller yang menceritakan mengenai perjuangan seorang mahasiswa di kelasnya. Moral dari film adalah agar kita selalu berusaha keras pada apa yang dilakukan dan bahwa proses adalah hal yang paling penting. Saya memberikan plot twist di akhir film agar film semakin menarik.

Award : 1. Best Cinematography Video Design Internal VCD Universitas Ciputra 2. Best Film Video Design Internal VCD Universitas Ciputra

Statement Sutradara : Ricky Wijaya (20) adalah mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Universitas Ciputra Surabaya, Indonesia. Ia lahir dan besar di Yogkayarta-kota seni, bertahun-tahun ia jatuh cinta dan mengembangkan passionnya di sinematografi dan videografi. Pada Desember yang lalu, Ricky dan timnya memproduksi film pendek pertama mereka yaitu “Score” yang disutradarai oleh Ricky Wijaya.

Profil Sutradara : Ricky Wijaya (20) adalah mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Universitas Ciputra Surabaya, Indonesia. Ia lahir dan besar di Yogkayarta-kota seni, bertahun-tahun ia jatuh cinta dan mengembangkan passionnya di sinematografi dan videografi. Pada Desember yang lalu, Ricky dan timnya memproduksi film pendek pertama mereka yaitu “Score” yang disutradarai oleh Ricky Wijaya.

SETETES-KOIN-film-pendek

Setetes Koin

(Rizki Kurniawan | Sinematografi Airlangga / 2016 / 05’48”)

Apakah bisa setetes koin menggantikan setetes air ?

Award : 1. Film inspirasi terbaik festival film pendek pemuda kreatif Indonesia 2016 (FFPPKI)

Statement Sutradara : The best education on film is making one

Profil Sutradara : Seorang mahasiswa asal Surabaya. Saat ini berkuliah di Universitas Airlangga, Prodi Sastra Indonesia. Doakan satu tahun lagi lulus. Amin

CHEATED-film-pendek

Cheated

(Helena Lorentia | UK Petra Surabaya / 2016 / 15’00”)

Yuri curiga suaminya selingkuh, tapi ternyata ada rahasia lain yang ditemukannya

Statement Sutradara : If you don’t believe in happy endings, go & watch

Profil Sutradara : A filmmaker who loves music a lot.

KIDNAP-film-pendek

Kidnap

(Indah Sari Yosodiharyo | UK Petra Surabaya / 2016 / 14’41”)

Seorang pria yang salah menculik orang dihadapkan pada dua pilihan ; melepaskan seseorang yang tidak bersalah atau menyelamatkan dirinya sendiri dari masalah yang ia hadapi.

Statement Sutradara : Melalui film ini saya ingin menunjukkan betapa kaburnya batasan antara apa yang baik dan buruk.

Profil Sutradara : Seseorang yang memiliki impian besar dalam dunia perfilman dan ingin mencoba hal-hal baru.

MATA-TELANJANG-film-pendek

Mata Telanjang

(Muhammad Ridho Prasetiawan | Surabaya / 2017 / 09’48”)

Ditemani sekipas pisang dan siaran radio, seorang Ibu menikmati sisa kehidupannya di balik jendela rumah. Bayangan sang anak tiba-tiba muncul dengan lirih mengganggu ketenangan ibunya, yang sangat paranoid dengan pakaian yang ia kenakan.

Award : 1. Finalis Kompetisi Film Pendek Pekan Komunikasi Universitas Indonesia 2017

Profil Sutradara : Masih mahasiswa dan ingin lulus.

DI-BIOSKOP-film-pendek

Di Bioskop

(Bias G. Wicaksi | Click dan GSM Production / 2016 / 10’56”)

Dono sedang bercerita kepada Ubed tentang pengalaman buruknya di Bioskop

Award : 1. Festival Kecil 2. Pesta Film Airlangga 3. Pesta Film Solo 4. Bioskop Festival Kesenian Yogyakarta

Statement Sutradara : Di Bioskop lahir dari situasi nyata yang saya alami

Profil Sutradara : Lahir di Surabaya dan sedang menyelesaikan studi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Top