
LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP menjembatani dunia aksi iklim dan penceritaan kreatif yang vital, memberdayakan para pembuat film untuk mengangkat dimensi manusia, budaya, dan sosial lokal ke garis depan transisi Bali menuju masa depan nol bersih.
Lahir dari inisiatif kolaboratif antara Koalisi Bali Emisi Nol Bersih dan Minikino (Yayasan Kino Media), fellowship ini menggerakkan percakapan iklim melampaui lingkaran teknis tradisional. Dengan membenamkan tim produksi secara langsung ke dalam inisiatif akar rumput di lima lokasi yang ditentukan—mulai dari ketahanan energi pesisir di Kusamba dan fabrikasi digital di Serangan, hingga energi terbarukan skala desa, pengelolaan sampah sirkular, dan mobilitas perkotaan berkelanjutan—program ini menumbuhkan narasi kreatif yang menangkap kisah nyata, capaian, dan harapan komunitas lokal.
Kelompok produksi yang terpilih menerima dukungan komprehensif, termasuk lokakarya intensif yang dipimpin oleh ahli, mentorship 1-on-1, hibah produksi, dan eksposur platform melalui Presentasi Rough Cut khusus di Minikino Film Week 12 (MFW12), yang bermuara pada pemutaran perdana publik yang prestisius di Pekan Iklim Bali mendatang.

| TIM PRODUKSI
Singaraja Menonton | Buleleng |
||
| Ni Luh Dian Suryantini
Produser Ni Luh Dian Suryantini adalah jurnalis, penulis, dan sutradara asal Singaraja, Bali. Karyanya berfokus pada budaya, perempuan, lingkungan, dan pengetahuan lokal. Ia merupakan pemenang Lomba Penulisan Bumi Rempah Nusantara serta sutradara film pendek AIr yang mendapat apresiasi dalam Begadang Film Competition 7. |
Komang Puja Savitri
Penulis Komang Puja Savitri adalah penulis dan mahasiswa Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Ia aktif menulis isu budaya, seni, lingkungan, dan masyarakat Bali Utara. Melalui karya-karyanya, Puja berupaya mendokumentasikan serta menghidupkan kembali berbagai cerita, tradisi, dan pengetahuan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat. |
Ni Putu Biyan Kartika
Sutradara Biyan Kartika adalah mahasiswa penyutradaraan di Yogyakarta Film Academy melalui jalur beasiswa. Berketertarikan pada film sejak remaja, ia gemar mengeksplorasi cerita sehari-hari dan pengalaman manusia. Bagi Biyan, film adalah ruang untuk mengasah cara bercerita sekaligus memahami dunia dari berbagai sudut pandang berbeda. |
| TIM PRODUKSI
Amrita Studio | Badung |
||
| Medy Mahasena
Produser Medy Mahasena adalah filmmaker Bali lulusan ISI Denpasar. Berbekal kecintaan pada visual sejak kecil, ia berfokus mengangkat isu sosial kemasyarakatan yang relevan. Karyanya telah tayang di JAFF hingga Minikino Film Week. Medy percaya film memiliki kekuatan besar untuk menginspirasi perubahan positif serta kesadaran di masyarakat lokal maupun global. |
Ida Ayu Gde Pradnyawidari Dharmika
Penulis Ida Ayu Gde Pradnyawidari Dharmika adalah pekerja sosial asal Bali yang fokus pada rehabilitasi anak berhadapan dengan hukum. Mengalami langsung ketidaksetaraan gender, ia aktif beradvokasi melalui seni dan isu sosial. Ia sebelumnya menulis film vertikal Purusa, Utama? (2024) yang mengangkat tema kekerasan berbasis gender. |
I Wayan Amrita Dharma Darsanam
Sutradara I Wayan Amrita Dharma Darsanam (Amri) adalah sineas muda ISI Denpasar berlatar seni tradisi Bali. Mantan aktor film Samsara dan Sekala Niskala ini kini aktif menyutradarai karya yang mengeksplorasi isu sosial-budaya secara atmosferik. Film terbarunya, Tung Tung Uma (2026), menegaskan posisinya sebagai sutradara berakar lokal dengan relevansi universal. |
| TIM PRODUKSI
Niskala Studio | Badung |
||
| I Wayan Martino
Produser Wayan Martino adalah fotografer, filmmaker, dan produser berbasis di Bali. Ia merupakan Creative Director Niskala Studio dan aktif mengerjakan proyek audiovisual yang bersinggungan dengan isu lingkungan, sosial, budaya, serta komunitas lokal. Dalam proyek ini, Martino berperan sebagai produser dengan pengalaman kuat dalam produksi dokumenter, kolaborasi komunitas, dan pengembangan cerita visual. |
Lina PW
Penulis Lina PW adalah penulis dan penerjemah berbasis di Bali yang aktif menulis cerpen dan esai. Di Niskala Studio, ia bekerja sebagai penerjemah, subtitler, dan penulis skrip dokumenter Hutan Terakhir. Lina menghadirkan kepekaan terhadap bahasa, narasi, dan pengalaman manusia dalam merangkai cerita dokumenter. |
Rio Kharisma
Sutradara Rio Kharisma adalah sutradara dan pembuat film asal Bali dari Niskala Studio. Berlatar seni visual, ia memiliki pendekatan penyutradaraan yang kuat pada sinematik, atmosfer visual, dan eksplorasi karakter. Pengalamannya dalam tata artistik, fotografi, videografi, dan seni konseptual turut memperkaya bahasa visual dalam setiap karyanya. |
| TIM PRODUKSI
FEUGEE | Denpasar |
|
| Andromeda Aslam
Produser Andromeda Aslam adalah CG Generalist dan kreator visual Indonesia yang menggabungkan desain, teknologi, dan storytelling. Dengan pengalaman luas dalam visualisasi 3D, produksi acara, hingga film pendek, ia pernah menjabat sebagai Line Producer film BAYANG dan Production Director di Satuvisual Studio, serta terampil memimpin tim lintas disiplin secara efektif. |
Audy Takha
Penulis & Sutradara Audy adalah storyteller asal Malang yang mulai berkarya sejak usia 11 tahun. Berfokus pada perspektif manusia, film pendeknya Distant Memory of a City (2024) meraih penghargaan nasional dan internasional. Karya terbarunya, Bayang, disutradarainya bersama tim, sementara ide ceritanya sukses menembus Docs by the Sea 2026 dan Europe on Screen 2026. . |
![]() |
PUTU KUSUMA WIJAYA
Indonesia Putu lulus dari Akademi Film Belanda di Amsterdam pada tahun 1994, kemudian bekerja selama beberapa tahun di sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta sebelum memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Singaraja, Bali. Beberapa film dokumenternya telah diputar di berbagai festival. |
![]() |
KIKI FEBRIYANTI
Indonesia Kiki Febriyanti adalah seorang pembuat film dan seniman. Dia telah mengarahkan beberapa film pendek, dokumenter, video musik, dan video seni yang terutama berfokus pada tema gender, sosial, dan budaya. Karya-karyanya telah diputar di berbagai festival film nasional dan internasional. |
Alur Fellowship: Dari Pendaftaran hingga Pemutaran Perdana
- Fase Pendaftaran (30 Mei – 16 Juni 2026): Kelompok produksi yang terdiri dari tiga anggota inti wajib (produser, penulis, dan sutradara) mengirimkan pendaftaran mereka, termasuk KTP, portofolio yang membuktikan pengalaman film pendek sebelumnya, dan ide cerita film pendek berdurasi maksimum 8 menit yang berfokus pada satu tema iklim utama atau lebih (Sampah, Ketahanan/Energi Terbarukan, Transportasi, Iklim, atau Inovasi Berbasis Komunitas).
- Sosialisasi Daring & Seleksi (8 Juni – 24 Juni 2026): Sesi tanya jawab sosialisasi daring langsung diselenggarakan di YouTube untuk para pendaftar, diikuti oleh periode penyaringan dokumen di mana kandidat yang lolos seleksi dihubungi untuk tahap wawancara.
- Pengumuman & Lokakarya Luring (7 Juli – 16 Juli 2026): Kelompok produksi terpilih diumumkan secara publik pada 7 Juli 2026. Kelima tim terpilih kemudian berpartisipasi dalam lokakarya luring intensif selama tiga hari di Denpasar (14–16 Juli) yang menampilkan pendampingan 1-on-1 dengan ahli film dan spesialis topik untuk menyempurnakan naskah serta rencana produksi mereka. Tim menerima subsidi perjalanan dan dukungan akomodasi untuk fase ini.
- Produksi & Pendampingan (17 Juli – 18 Agustus 2026): Berbekal pendanaan hibah produksi awal (bagian pertama dari total dukungan produksi Rp15.000.000 per kelompok), para fellow memulai fase produksi dan pascaproduksi di berbagai lokasi di Bali di bawah bimbingan mentor yang berkelanjutan.
- Persiapan & Presentasi Rough Cut (31 Agustus – 16 September 2026): Tim mengumpulkan rough cut mereka selambat-lambatnya pada 31 Agustus sebagai persiapan untuk pameran festival. Antara 14 dan 16 September, para fellow mempresentasikan rough cut mereka untuk mendapatkan masukan selama program Rough Cut Presentation & Feedback di Minikino Film Week 12 (MFW12) di Denpasar, di mana mereka juga bersaing untuk memenangkan tambahan hibah dukungan pasca produksi dan distribusi senilai Rp5.000.000.
- Penghargaan & Penyerahan Final (18 September – 28 September 2026): Penghargaan rough cut terbaik diserahkan selama acara penganugerahan MFW12 pada 18 September 2026. Kelompok wajib menyerahkan film final beserta materi electronic press kit (EPK), termasuk poster, selambat-lambatnya pada 28 September 2026.
- Pemutaran Perdana Dunia (13–17 Oktober 2026): Film pendek yang telah rampung melakukan pemutaran perdana resmi selama rangkaian acara Pekan Iklim Bali 2026 di Bali.
Sebagai bagian dari strategi mendorong perluasan dan adopsi aksi iklim, Koalisi Bali Emisi Nol Bersih mengadakan LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP 2026 bekerja sama dengan Minikino (Yayasan Kino Media). Kegiatan ini bermaksud untuk mengangkat aspek manusia, budaya, dan sosial dari lima lokasi inisiatif Anggota Koalisi Bali Emisi Nol Bersih melalui film pendek. Kegiatan ini diharapkan secara kreatif dapat memperluas jangkauan komunitas Koalisi di luar lingkaran iklim Bali, serta menyuarakan cerita, capaian, dan harapan di balik inisiatif Bali Emisi Nol Bersih.
Film pendek yang diproduksi dalam LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP 2026 ini direncanakan akan diputar pada kegiatan Pekan Iklim Bali 2026, dan juga pada pemutaran komunitas/lokal, nasional, maupun internasional.
INFORMASI UMUM
Pendaftaran bagi kelompok produksi untuk ikut serta dalam LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP 2026 terbuka hanya untuk WNI dengan persyaratan sebagai berikut:
Produser harus berusia minimal 21 tahun dan memiliki KTP Indonesia.Nama produser adalah kontak utama kelompok produksi, yang bertanggung jawab mewakili kelompok dalam kepesertaannya.
- Satu kelompok produksi wajib diwakili oleh tiga orang dengan peran produser, penulis, dan sutradara. Bila ada posisi merangkap, diperkenankan tambahan satu orang anggota kelompok produksi.
- Ketiga orang yang mewakili kelompok produksi wajib sudah pernah terlibat dalam produksi minimal 1 (satu) film pendek dalam posisi apa pun, dibuktikan dengan penyertaan tautan di formulir.
- Scan KTP seluruh anggota kelompok produksi.
- Foto diri seluruh anggota kelompok dengan wajah terlihat jelas.
- Memiliki ide cerita film pendek (fiksi/ dokumenter/ animasi) durasi maksimum 8 menit terkait satu atau lebih tema berikut ini:
- Sampah
- Ketahanan Energi dan Energi Terbarukan
- Transportasi,
- Iklim
- Inovasi Berbasis Komunitas. Template dapat diakses di sini.
- Pernyataan siap mengikuti rangkaian acara bilamana terpilih dan bersikap terbuka menerima kritik-kritik dan ide baru (surat pernyataan).
Unduh panduan informasi Lensa Iklim Bali Short Film Fellowship 2026 di link ini
[Link registrasi: https://minikino.org/regLensaIklimBali]
| Tanggal | Kegiatan | Lokasi |
| Sabtu, 30 Mei 2026 – Selasa, 16 Juni 2026 pukul 17:00 WITA | Pendaftaran Kelompok Produksi | https://minikino.org/regLensaIklimBali |
| Senin, 8 Juni 2026 21:00 – 22:00 WITA | Sosialisasi daring – LIVE tanya jawab | YouTube minikinoevents |
| Rabu, 17 Juni 2026 – Minggu, 24 Juni 2026 | Calon peserta yang lolos seleksi berkas akan dihubungi untuk tahap wawancara. | |
| Selasa, 7 Juli 2026 | Pengumuman publik peserta terpilih | |
| Selasa, 14 Juli sampai dengan Kamis, 16 Juli 2026 pukul 09:00 – 17:00 | Lokakarya wajib untuk lima kelompok produksi terpilih | Denpasar |
| Jumat, 17 Juli 2026 – Selasa, 18 Agustus 2026 | Pendampingan bersama mentor (termasuk tahap produksi dan pascaproduksi) | di berbagai lokasi di Bali dan luring |
| Senin, 31 Agustus 2026 | Pengumpulan rough cut untuk persiapan Rough Cut Presentation LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP 2026 di Minikino Film Week-Bali International Short Film Festival 12 (MFW12) | |
| Senin, 14 September 2026 – Rabu, 16 September 2026 | Rough Cut Presentation & Feedback LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP 2026 di MFW12 | Denpasar |
| 11-18 September 2026 | Minikino Film Week 12, Bali International Short Film Festival | |
| Jumat, 18 September 2026 | Penganugerahan hadiah Rough Cut Terbaik LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP 2026 di MFW12 | |
| Selambatnya Senin, 28 September 2026 | Penyerahan film final dan materi lainnya (EPK, termasuk poster) | |
| 13-17 Oktober 2026 | Pemutaran perdana film di rangkaian acara Pekan Iklim Bali 2026 | Bali |
KETENTUAN SELEKSI
Total lima (5) kelompok produksi akan dipilih untuk mengikuti LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP 2026 oleh penyelenggara yang terdiri dari tim ahli topik dan film pendek.
Keputusan diambil bersama-sama tim Minikino dan perwakilan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih dalam sebuah musyawarah untuk menuju kesepakatan. Keputusan panitia adalah mutlak dan tidak untuk dipertanyakan.
KETENTUAN bagi kelompok produksi terpilih:
- Mengikuti lokakarya luring yang akan diselenggarakan di Denpasar, termasuk mentoring 1-on-1 bersama mentor dan tenaga ahli topik terkait untuk mengembangkan naskah dan merencanakan produksi Anda.
- Mendapatkan subsidi biaya perjalanan lokal untuk menghadiri lokakarya luring di Denpasar tanggal 14-16 Juli 2026
- Mendapatkan dukungan akomodasi di Denpasar selama dua malam untuk menghadiri lokakarya luring di Denpasar tanggal 14-16 Juli 2026 bila lokasi tempat tinggal di atas radius 20 km dari lokasi acara.
- Mendapatkan dukungan biaya produksi senilai Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah) per kelompok produksi yang akan diberikan dalam dua tahap sesuai progress karya.
- Melakukan presentasi di program Rough Cut Presentation & Feedback LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP 2026 di Minikino Film Week-Bali International Short Film Festival 12 (MFW12) dan berhak dipertimbangkan untuk sebuah hadiah uang dukungan biaya pasca produksi dan distribusi senilai Rp5.000.000 (lima juta rupiah) yang akan diumumkan saat acara penganugerahan penghargaan MFW12 tanggal 18 September 2026
- Mendapatkan subsidi biaya perjalanan lokal untuk menghadiri rangkaian kegiatan terkait Rough Cut Presentation & Feedback LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP 2026 di MFW12 tanggal 14-16 September 2026
- Semua pengeluaran tidak terduga lainnya, perjalanan lokal, internet, dan biaya hidup harus ditanggung sendiri.
- Kami meminta karya para kelompok produksi mencantumkan opening & end credit yang akan ditentukan oleh Koalisi Bali Emisi Nol Bersih dan Minikino.
- Durasi maksimum karya film pendek maksimum 8 menit termasuk kredit.
- Koalisi Bali Emisi Nol Bersih dan Minikino berhak menggunakan—tanpa pembayaran biaya apa pun—nama, citra/foto, dan suara dalam foto, rekaman, dan wawancara peserta LENSA IKLIM BALI SHORT FILM FELLOWSHIP 2026 untuk tujuan non komersil.
Tentang Penyelenggara
Koalisi Bali Emisi Nol Bersih merupakan platform lintas sektor untuk menyelaraskan upaya bersama dalam mendorong Provinsi Bali mencapai Emisi Nol Bersih di tahun 2045. Melalui dukungan kebijakan, percepatan adopsi, dan perluasan kolaborasi, kami mendorong solusi iklim dan transformasi ekonomi di Bali yang selaras, terukur, dan berdampak. Anggota Koalisi Bali Emisi Nol Bersih terdiri dari Azura Indonesia, CAST Foundation, IESR, New Energy Nexus, dan WRI Indonesia.
Minikino yang bekerja di bawah naungan Yayasan Kino Media, adalah organisasi berbasis di Denpasar, Bali yang berfokus pada diseminasi film pendek. Aktif sejak tahun 2002, organisasi ini bergerak di bidang eksibisi, edukasi, dan keterlibatan komunitas. Minikino bekerja sama dengan bioskop arthouse dan ruang publik yang dialihfungsikan menjadi tempat pemutaran film, sebagai bagian dari praktik bersama yang inklusif, guna menciptakan ruang bagi orang-orang untuk menonton, berdiskusi, dan menghubungkan film dengan pengalaman mereka sendiri. Melalui pertukaran lokal dan transnasional, Minikino menghubungkan berbagai komunitas, praktisi, dan penonton ke dalam jaringan film pendek yang lebih luas.
Tentang Anggota dan Inisiatif Koalisi Bali Emisi Nol Bersih:
Project 1 – Ketahanan Energi Komunitas Pesisir | Kusamba Pemanfaatan energi terbarukan untuk memperkuat ketahanan komunitas pesisir oleh Azura Indonesia Klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang inisiatif ini
Project 2 – Inovasi Berbasis Komunitas | Serangan Fabrikasi digital dan inovasi terdistribusi untuk solusi teknologi berkelanjutan oleh CAST Foundation Klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang inisiatif ini
Project 3 – Energi Terbarukan | Buleleng, Karangasem, Klungkung Energi terbarukan – Implementasi energi terbarukan skala desa untuk mendukung transisi energi lokal, ekonomi rakyat dan pelayanan publik yang hijau dan berkualitas oleh IESR Klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang inisiatif ini
Project 4 – Pengelolaan Sampah | Denpasar Pengelolaan sampah organik berbasis komunitas dan solusi sirkular lokal yang dibina oleh New Energy Nexus Indonesia Klik tautan untuk informasi lebih lanjut start-up yang dilibatkan: Griya Luhu & Magi Farm
Project 5 – Kota dan Transportasi | Sanur Mobilitas dan transportasi berkelanjutan di kawasan urban dan pariwisata oleh WRI Indonesia Klik tautan untuk informasi lebih lanjut tentang inisiatif ini




