BLOOM PICTURES
Judul Proyek / Project Title
: Surprise, Surprise (working title)
Durasi / Duration
: 15-20 menit / 15-20 minutes

LOGLINE:
Merasa terabaikan oleh kedua orang tuanya Rayhan (L,17), dibantu oleh sahabatnya, Amar (L,17), berencana membuat video bunuh palsu diri demi mendapat perhatian kedua orang tuanya.
Feeling neglected by his parents, Rayhan (M, 17), with the help of his best friend Amar (M, 17), plans to make a fake suicide video in hopes of winning back his parents’ attention.
SINOPSIS:
Rayhan (17) hidup di keluarga penuh konflik. Pertengkaran orang tuanya membuatnya merasa terabaikan. Dalam sepi, hanya Amar (17), sahabatnya, yang hadir. Memahami perasaan Rayhan, Amar mengusulkan ide gila: membuat video bunuh diri palsu agar orang tuanya kembali peduli. Mereka berencana menjatuhkan manekin seolah Rayhan melompat dari gedung sekolah. Meski selalu ada untuk Rayhan, Amar diam-diam menyimpan masalah yang membuatnya ingin mengakhiri hidup. Namun demi Rayhan, ia bertahan. Tepat di hari rencana itu, Rayhan membatalkan semuanya karena masalah keluarganya mereda. Amar merasa tak lagi dibutuhkan. Ia melompat menggantikan manekin, meninggalkan Rayhan dengan luka yang akan mengubah dirinya selamanya.
Rayhan (17) lives in a family full of conflict. His parents’ constant fights make him feel ignored. In his loneliness, only Amar (17), his best friend, stays by his side. Wanting to ease Rayhan’s pain, Amar comes up with a crazy idea: a fake suicide video to get Rayhan parents’ attention back. They plan to drop a mannequin as if Rayhan jumped from the school building. Amar is always there for Rayhan, but he secretly struggles with problems that make him want to end his own life. When the day arrives, Rayhan decides to stop the plan as things at home begin to improve. Feeling he’s no longer needed, Amar jumps off the building instead of the mannequin, leaving Rayhan broken forever.
WRITER’S STATEMENT:
Waktu SMA, salah satu teman dekat saya mengatakan bahwa ia berencana melakukan prank bunuh diri. Waktu itu, saya merasa itu adalah ide yang lucu dan malah menyarankannya untuk melakukan prank tersebut. Singkat cerita, pranknya berhasil dilakukan. Beberapa teman-teman kelas kami terkejut, sementara beberapa yang lain marah karena merasa dibohongi.
Surprise!
Beberapa tahun setelahnya, teman dekat yang sama mengakhiri hidupnya sendiri. Setelah mendengar kabar itu, saya langsung teringat dengan prank yang sempat ia lakukan dulu. Seketika muncul banyak pertanyaan di kepala. Bagaimana jika ide prank bunuh diri waktu itu bukan benar-benar sebuah candaan? Bagaimana jika itu adalah sebuah sinyal permintaan tolong yang tidak saya sadari? Sejak kejadian itu, saya akhirnya menyadari bahwa sangat mudah bagi untuk terjebak dalam hidup kita sendiri sehingga kita tidak menyadari ada orang-orang di sekitar yang kesulitan dalam diam. Pertanyaan dan perenungan itulah yang membuat saya menulis cerita ini sebagai refleksi dari penyesalan yang saya alami.
Surprise, Surprise adalah sebuah film coming-of-age dan tragedi drama tentang tangis yang kadang tersembunyi di balik tawa, tentang luka yang dibungkus dengan canda. Film ini adalah pengingat bagi kita untuk lebih peka terhadap hal-hal kecil yang sering terlewat, karena kadang justru gestur-gestur kecil itu yang bisa membawa perubahan besar.
Back in high school, a close friend of mine told me he was planning to stage a fake suicide as a prank in class. I thought it was a harmless, funny idea and even encouraged him to do it. Long story short, his plan was a success. Some of our classmates were shocked, some others were angry.
Surprise!
Years later, I found out that the same friend had taken his own life. The moment I heard the news, my mind went straight back to that prank. Several questions suddenly pop into my mind. What if that was never just a joke? What if it was a warning sign that I completely missed? It made me realize how easy it is to get lost in our own world and miss when someone else is quietly falling apart. Those questions eventually led me to write this story as a reflection of regret.
Surprise, Surprise is a coming-of-age and tragedy drama about the silence that often hides beneath laughter and the pain that disguises as a joke. This film is a reminder for us to start to notice things that we usually overlook and to remember that the smallest gesture can make the biggest difference.
PRODUCER’S STATEMENT:
Bunuh diri adalah sebuah isu global yang hingga saat ini masih banyak terjadi di banyak negara, tidak terkecuali Indonesia. Menurut riset awal yang sudah kami lakukan bersama dengan sebuah yayasan penyedia layanan kesehatan mental, penyebab paling umum terjadinya bunuh diri adalah karena mereka merasa hidupnya sudah mentok dan merasa tidak ada orang yang mau mendengarkannya. Tanda-tanda seseorang yang mau bunuh diri pun tidak dapat diidentifikasi dengan jelas karena terdapat banyak faktor pendukung yang mempengaruhi. Namun, perlu diingat bahwa tujuan dari seseorang melakukan bunuh diri adalah bukan untuk mengakhiri hidupnya, melainkan untuk mengakhiri penderitaannya.
Di film ini, William kembali mengangkat cerita tentang pertemanan remaja laki-laki, setelah sebelumnya membuat “How to Be A Man” yang mengangkat isu toxic masculinity. Namun, “Surprise, Surprise” akan menjadi film pendek yang lebih personal karena berasal dari penyesalan yang dirasakannya. Menurut kami, film ini akan menjadi penting dan dapat ditonton oleh siapapun dan dimanapun mereka berada sebagai pengingat kecil untuk bisa meluangkan waktu sejenak untuk sekedar mendengarkan kesulitan yang sedang dialami orang terdekat kita.
Suicide is still a serious issue around the world, including here in Indonesia. Based on early research we did with a mental health foundation, one of the most common reasons people die by suicide is because they feel stuck and believe no one is willing to truly listen. The signs of suicide aren’t always easy to see, since many different things can play a part. But what we’ve learned is that people don’t actually want to die. They just want their pain to end.
After making “How to Be A Man” with toxic masculinity as its focused issue, in this film, William tells another story about teenage boys and their friendship. But “Surprise, Surprise” is more personal. It comes from a place of regret that he’s been carrying. We believe this film is very important and can be watched by anyone, anywhere, to take a moment and really listen to the people close to them. Because at the end of the day, just like suicide is a choice, choosing to truly listen to someone is a choice too.